
Ke esokan pagi nya Qinara terbangun dari tidur nya,, ia melihat tangan Andara yg masih melingkar di pinggang nya, ia semalaman memeluk tubuh gadis itu.. Qinara berbalik menghadap wajah dari tuan nya itu.. "Kau itu tampan sekali tuan... wanita manA yg tidak jatuh cinta pada mu... Aku pun sebenar nya jatuh cinta pada mu... Sangat tuan.. Tapi aku tidak berani mengungkap kan nya.." batin nya ia tersenyum simpul melihat wajah itu.. Qinara mencubit hidung Andara wajah yg sedikit ke bule-bulean dan kumis tipis yg terpampang di wajah nya membuat Qinara menjadi candu... Ia terlena denga laki-laki yg kini ada di depan nya itu...
Dengan perlahan Qinara menurun kan tangan laki-laki itu dari tubuh nya, ia perlahan beranjak pergi untuk menyiap kan seluruh keperluan Andara... Ia keluar dari kamar itu memakai kimono nya, dan dia di kejut kan oleh Zena.. Yg berdiri mematung menatap nya saat Qinara baru saja membuka pintu nya...
Zena menatap nya tajam ia melirik ke arah Andara yg masih tertidur pulas di atas ranjang nya.. Plakk.. Tiba-tiba saja Zena menampar pipi Qinara.. Ia terkejut mendapati nya... "apa yg kau lakukan..?!" teriak Qinara sembari memegangi pipi nya yg terasa panas..
"Itu balasan nya karena kau merebut kekasih ku.. Berani- berani nya kau meniduri Andara yg jelas-jelas semua orang tahu jika dia adalah kekasih ku? Kau merebut nya dari ku hah...!! Kau punya apa untuk di andalkan oleh Andara..!! Kau bahkan tidak ada apa-apa nya di banding aku... jadi jangan coba-coba mendekati Andara... karena dia milik ku" ucap Zena.. Ia berlalu sebelum Qinara sempat menjawab nya..
"Kau memang kekasih nya... Tapi Andara lebih mencintai ku... kau dulu memang kekasih nya, tapi itu dulu... Sekarang giliran ku yg akan merebut Andara dari mu nona Zena.. kedatangan mu tidak di harap kan di sini... Aku akan pastikan kau akan di usir dari rumah ini secepat nya" batin nya.. Qinara kembali ke kamar nya ia tidak jadi menyiap kan seluruh keperluan Andara...
Ia terdiam di depan cermin ia masih memegangi pipi nya yg memerah.. "Berani-berani nya dia menampar ku... Suatu saat nanti aku akan membalas nya rasa sakit ini akan aku balas tiga kali lipat nya pada mu Zena" batin nya...
__ADS_1
Andara terbangun dan melihat pada Qinara.. "Beb. ada apa..? Kenapa dengan pipi mu..? Kenapa kau memegangi nya terus" tanya nya dengan suara khas nya... Qinara terperanjat kaget saat mendengar suara Andara
Ia menghampiri Andara... "nona Zena.. Dia tadi menampar ku... Dia berkata aku merebut mu dari nya.. Dan dia juga mengancam ku dan menyuruh ku untuk menjauh dari mu..." jawab nya... Qinara sengaja memberitahu nya..
Andara terkejut "Kurang ajar si Zena.. Lagi pula kenapa dia masih di sini... Ini bukan rumah nya lagi.. aku akan mengusir nya sekarang.. Sudahlah beb.. Kau siap-siap saja sekarang kita akan ke kantor, zena biar aku yg mengurus nya" jawab Andara.. Qinara hanya mengangguk..
Andara langsung saja menghampiri zena yg terlihat asik menikmati makanan nya.. Plaak.... "Kini giliran aku yg menampar mu.. Berani-berani nya kau menampar kekasih ku... Kau bukan lagi penghuni rumah ini... Jadi kau harus pergi dari sini sekarang.. Sebelum aku mengusir mu" ucap nya... Zena terdiam ia hanya bisa menatap Andara dan ia langsung saja beranjak pergi dari tempat itu... "Lihat saja kau, aku pasti akan mendapat kan mu kembali bagaimana pun cara nya" batin nya..
Sementara itu di indonesia..
buuk.. Tiba-tiba saja bernad menabrak seseorang.. Ia mendongak ke atas untuk melihat nya,. ia terkejut saat melihat siapa yg dia tabrak tadi,. "Adinda,." lirih nya ia benar-benar terkejut... Bernad hendak berlari menghindari wanita itu...
__ADS_1
namun langkah nya terhenti karena di belakang nya ada seorang bodiguard yg selalu mengikuti kemana pun Adinda pergi...
"Akhir nya kita bertemu juga bernad,. Aku tidak akan bertele-tele... Kemana kau membawa putri ku pergi.m? Tolong kembalikan dia pada ku...!! Kenapa kau menjadikan anak itu sebagai alat balas dendam mu? Dia tidak bersalah.. Dia bahkan tidak tahu masa lalu kita" ucap Adinda,..
"Anak itu belum pernah sekalipun aku memeluk nya, aku mengira dia meninggal saat bayi.. Dia bahkan tidak tahhu wajah asli ibu nya sepertii apa.. Kenapa kau tegs pada ku.. Beri rahu aku di mana Qinara, apa dia masih hidip atau mati pun aku tidak tahu,.. Tolong beri tahu aku bernad" ucap nya sambil menangis... Tapi Air mata Adinda tidak dapat mengubah apa pun,
Bernad terdiam ia tidak bisa melihat wanita yg kini berada di depan nya itu menangis., "Qinara dia sudah mati... Setahun yang lalu kami kecelakasn dan dia tidak selamat... Maaf kan aku adinda... Aku terpaksa melakukan nya tapi kematian Qinara murni kecelakan" jawab nya berbohong, ia tidak mungkin mengatakan jika dia menjual gadis itu... Bernad sendiri pun tidak tahu keberadaan gadis itu...
Adinda menangis sejadi nya"Jika benar anak ku telah meninggal di mana kau mengubur kan nya? Beri tahu aku di mana tempat nya" ucap nya.. Namun bernad terdiam ia bingung harus menjawab apa
"Kau tidak pernah tahu sesuatu yg aku simpan sendiri bernad, kau tidak tahu.. Aku menikahi Steven saat aku tengah mengandung sii kembar... Qinara dan Qirana adalah anak mu... Dan itu cukup aku saja yg tahu karena jika kauu tau pun tidak akan merubah keadaan.. biarkan rahasia ini aku akan bawa sampai aku mati..". batin Adinda...
__ADS_1
Bernad tidak bisa. Menjawab nya, karena dia sendiri pun berbohong soal kematiAn Qinara.. "Aku tidak bisa menunjukan nya pada mu... Tapi yg jelas Qinara sudah meninggal... Dan aku yg mengubur kan nya dengan tangan ku sendiri" ucap nya meyakin kan
Bersambung