
Kirana mendatangi makam Kakak dan ibunya Tidak terasa sudah hampir satu tahun berlalu Gadis itu berdiri dengan memakai pakaian serba putih dengan rambut yang diikat kuda juga poni tengahnya matanya yang bulat juga bibirnya yang tipis dipakaikan lipstik berwarna merah muda sangat cantik mempesona dia membawa Seikat Bunga yang dia letakkan di atas makam Kinara dan juga ibunya Adinda
Rasa sedih selalu menghampirinya bila dia mendatangi makam tersebut dia berjanji untuk tidak menangis tetapi air matanya selalu menetes dengan sendirinya walaupun sudah lama tetapi Kirana masih sangat kehilangan orang yang sangat mereka cintai itu
Dia menaburkan bunga-bunga tersebut di atas Pusara Adinda dan juga Kinara dia tersenyum menahan Pedihnya rasa sakit karena kehilangan Kakak dan ibunya masih sangat terasa "sudah 1 tahun ya, kakak dan ibu pergi meninggalkanku ,Aku sekarang sudah lulus kuliah Aku baru saja wisuda kemarin ,dan ayah memintaku untuk mengurus perusahaannya Oh iya Apa kalian tahu jika aku akan menikah ?Kak Nara dan ibu aku datang ke sini untuk meminta Restu kalian ,aku akan menikah berapa bulan lagi bersama Devin ,dia calon suami yang baik untukku Dia sangat mencintaiku dan menjagaku sepanjang waktu ya mungkin ke anak-anak belum mengenalnya tapi ibu udah sudah sangat mengenal dia kan ?Kak Nara hanya tahu jika Devin adalah pegawai Tuan Andara ,tapi kakak tahu tidak jika sebenarnya Devin adalah adik dari Andara dan jika aku menikah dengannya berarti aku akan menjadi adik iparnya juga ,Seandainya saja Kakak masih ada di sini bersama aku Pasti akan sangat menyenangkan ,kakak menikah dengan Tuan Andara dan aku menikah dengan Devil kita mungkin bisa mengadakan pesta bersama-sama kita akan menjadi pasangan yang sangat bahagia namun ini semua terjadi Aku tidak akan sedih aku sudah belajar untuk mengikhlaskan semua yang terjadi pada kehidupanku mungkin sekarang Kak Nara dan juga Ibu sudah bersama kan ?dan Kak Nara tidak akan terpisahkan lagi ya dengan ibu ,Kakak dan juga Ibu Lihatlah pernikahan kami dari atas sana ya ,Doakan aku bahagia bersama Devin aku akan memberikan cucu-cucu yang cantik dan juga lucu untuk kalian pastinya nanti aku akan bawa anak-anakku ke sini aku akan mengenalkan mereka pada kalian berdua ibu dan kakakku ,Kak Nara Aku sudah lama tidak mendengar kabar tentang anda sejak kembalinya dia ke London tetapi sepertinya dia akan datang di hari pernikahan kami ,karena Devin mengatakan jika kakaknya itu akan menghadiri pernikahan kamu ,dan jika Kakak merindukannya Kak Nara bisa melihatnya dari kejauhan dari atas sana ,aku sangat menantikan kehadiran Kakak dan juga Ibu ,aku pasti akan baik-baik saja dan aku pasti akan bahagia kakak dan ibu tidak perlu khawatir pada aku ,aku sudah dewasa aku sudah Mandiri dan aku juga bisa mengurus diriku sendiri ,Oh iya Ayah juga masih sangat sedih bila mengingat kalian berdua ,Aku bahkan menyuruhnya untuk menikah Kembali Loh Bu !!Biar ayah tidak kesepian jika aku sudah tidak ada bersamanya tapi ayah menolaknya ,Mungkin saja dia mencintai ibu dan tidak ingin menggantikan posisi ibu di hatinya ,tapi akhir-akhir ini ayah sangat menjadi pemurung ,mungkin karena aku akan segera menikah dan akan ikut Devin tinggal di luar negeri Jadi mungkin Ayah sedih karena akan berjauhan denganku ,,.ibu dan Kak Nara jika aku sudah tidak di sini lagi tolong jaga ayah ya !!Ayah pasti akan sangat kesepian bila aku tidak ada di dekatnya . Sebenarnya aku tidak ingin meninggalkan ayah sendiri tetapi mau tidak mau aku harus ikut Devin.. Makanya aku mencarikan Ayah calon istri namun Ayah selalu menolaknya Aku tidak tahu kenapa Aku ingin ayah menikah lagi agar Ayah tidak kesepian tapi selalu saja ada alasan untuk ayah menolakku tapi yang terpenting ayah akan baik-baik saja tanpa aku ... Karena aku percaya jika Kakak Nara dan juga ibu akan menjaganya walaupun dari kejauhan Betul kan ?ibu dan juga Kak Nara tolong restui aku dan awasi aku kalian berdua akan selalu ada di hatiku selamanya ..." ucapnya menunduk sedih
__ADS_1
Devin yang baru saja datang menyusul tersenyum saat melihat Kirana menyimpan bunga yang dia bawa untuk makam Kinara dan juga Adinda dia menghampiri calon istrinya itu dan langsung merangkul pundaknya
"sudah selesai ?Bagaimana kalau kita pulang kita harus menyiapkan sesuatu untuk kedatangan ke andara bersama istrinya .. Aku harus membantu ayah dan ibuku di rumah mereka sangat sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut ke Andara pulang ke sini ,Karena untuk pertama kalinya Kak Andra akan menginap di rumah bersama istri dan anaknya !!" ucapnya
"entahlah ,aku juga tidak mengerti apa yang ada di pikiran kakakku tadi dia menghubungiku untuk menyiapkan satu kamar untuknya dah satu kamar lagi untuk anaknya Zefanya sepertinya Kak Andra sudah bisa menerima zena dan juga anaknya Aku hanya bisa menghormati keputusannya .. Dan mungkin antara ingin mengenalkan zaena pada ayah dan ibu makanya dia membawa mereka ke sini" jawab Devin Kirana hanya terdiam terpaku dia hanya menatap pada makam Kinara di sana
__ADS_1
"Mungkinkah ke Andara sudah melupakan kakakku ?Apakah dengan mudahnya dia menerima zena di hidupnya ? Setelah Apa yang dia lakukan untuk memisahkan kakakku dan dia dulu .tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa karena Kak Nara sudah tidak ada di sini aku tahu pasti keputusan itu sangat berat untuk ke Andara dan aku berdoa semoga ini menjadi yang terbaik untuknya .." batinnya
Kirana berpamitan pulang kepada Kakak dan ibunya Sebenarnya dia malas bertemu dengan Zena apalagi ikut menyiapkan kedatangannya mengingat Apa yang dilakukannya pada Kinara dulu saat Kinara berada di London dan bekerja bersama Tuan Andara dia yang memisahkan kakaknya dari orang yang dia cintai namun Rana tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena itu memang bukan urusannya Dia hanya bisa menghormati dan menghargai apapun keputusan yang diambil oleh Andara karena jika Nara ada di sini pun Kinara pasti akan melakukan hal yang sama dia tidak ingin melihat seseorang hancur karena dirinya dan Kirana mencoba untuk menerimanya Walaupun dia tahu dia sangat kecewa pada andara karena begitu mudahnya Andara merupakan sosok kakaknya tersebut
Bersambung
__ADS_1