
Pagi menyingsing matahari bersinar terang cahayanya memasuki celah-celah jendela di kamar itu Andara terbangun dari tidurnya Iya tidak menyadari apa yang telah dia lakukan semalam ya melihat sekelilingnya semua pakaiannya luluh lantah berantakan dan berceceran di lantai kamar itu ya melihat ke arah sampingnya ada seorang wanita tertidur di sana wanita itu tertutupi oleh Selimut Putih yang buku seluruh tubuhnya ya tidak tahu siapa wanita itu Andara memegangi kepalanya yang masih terasa sakit yang memijit-mijit dahinya dan mencoba mengingat apa yang terjadi Iya sama sekali tidak ku ingat Kinara yang seharusnya dia pergi bersama gadis itu ke Indonesia Andra beranjak dari tempatnya Ia membuka selimut yang menutupi gadis itu iya terpelan ya terkejut saat melihat Zena tertidur di sampingnya dengan tidak memakai Satu helai pun pakaian di tubuhnya "astaga apa yang sudah aku lakukan kenapa Zen ada di sini tidak tidak tidak mungkin aku melakukan itu dengannya tidak mungkin aku tidur dengannya aku tidak mengingat apapun mengapa aku bisa melakukan itu tidak mungkin ini tidak mungkin "ucapnya sendiri dia memanggangi kepalanya semakin sakit andara benar-benar tidak ingat apapun kejadian yang menimpanya malam itu dan mengapa ia bisa tertidur bersama Zena..
Iya beranjak perlahan memunguti pakaian yang kuserahkan di lantai Iya memakainya kembali dan pergi dari kamar itu tidak sedikitpun Andara menyentuh atau membangunkan wanita itu Iya masih tidak percaya pada apa yang terjadi dia masih berusaha keras untuk mengingat apapun yang dia bisa ingat tapi rupanya andalah tetap melupakan kejadian itu
sementara itu Kinara iya Baru saja sampai dan turun dari pesawat untuk pertama kalinya Setelah dia menghilang dia kembali ke Indonesia rasanya dia Rindu pada negeri nya itu Iya memandang lemah pada deretan gedung-gedung yang dia lihat selama iya di perjalanan pulang ke desanya Iya tidak mengabari pada siapapun soal kedatangannya dia bahkan berniat untuk bertemu dengan Tiara saja dia tidak ingin jika kembarannya Kirana dan juga orang tua kandungnya mengetahui kedatangannya hari itu dia hanya ingin bertemu dan memeluk Tia karena baginya wanita itulah adalah ibunya ibu yang sudah merawat dan membesarkannya selama ini
Kinara telah sampai di desa itu Iya menggeret kopernya berjalan menyusuri jalanan kecil yang menghubungkannya pada rumahnya dahulu ya memakai jaket dan menutupi wajahnya dengan topi juga Masker agar tidak ada yang mengenalnya di sana karena dia takut jika seseorang mengenalinya markas Steven dan juga Kirana akan datang menjemputnya dia tidak bisa ikut dengan mereka Karena dia sudah berjanji pada Andra Jika dia akan kembali lagi padanya dia juga tidak bisa pergi terlalu lama meninggalkan andara karena pastinya dia akan sangat-sangat merindukan andara
__ADS_1
Kinara memandang Hampa pada bangunan tua di depannya yakini berdiri di rumah masa kecilnya ya bingung dan juga terharu Apakah Tiara masih ada di situ ataupun tidak dia maju Ia hendak masuk ke dalamnya iamelihat sekelilingnya rumah itu tapak berantakan katanya tidak berpenghuni di depan pintu itu terdapat pamflet ada gambar dirinya iya menangis melihatnya "rupanya selama ini Ibu mencariku Ibu tidak melupakan aku aku berpikir karena dia bukan Ibuku Dia mungkin tidak peduli padaku dan dia tidak mungkin mencariku tapi kenyataannya Hanya ibu lah yang peduli padaku tapi Apakah Ibu masih di sini Apakah Ibu masih tinggal di sini sepertinya rumah ini Sudah lama tidak berpenghuni dan aku tidak tahu Ibuku ke mana apa aku harus bertanya pada tante nuri atau Ibuku tinggal bersamanya atau mungkin Bernard melakukan sesuatu Pada Ibuku seperti yang dilakukan pada Aku tidak tahu apa-apa Sudah lama aku menghilang dan disaat aku kembali rumah ini tapak sepi dan kosong "ucapnya sendiri
Kinara mencoba mengetuk pintu rumah itu untuk beberapa saat namun tidak ada yang membukanya dia bingung harus ke mana mencari keberadaan Tiara untuk menghubunginya pun dia tidak tahu ke mana karena Tiara sejak dahulu tidak memiliki telepon genggam
Kinara terdiam Ia tertunduk sedih dia sengaja terbang dari London ke Indonesia hanya untuk bertemu dengan ibunya namun Tiara tidak ada di situ dia bahkan tidak tahu Apakah wanita itu masih hidup ataupun tidak
Kinara beranjak pergi dia hendak mencari Nuri sahabat ibunya mungkin saja Nuri tahu tentang keberadaan Tiara sehingga dia bisa bertemu dengan Tiara Kinara menyimpan seluruh barangnya di dalam rumah itu Dia segera pergi dengan cepat menuju kediaman nuri dia yakin nuri masih berada di rumah itu tidak mungkin jika ngerti pergi dari desa itu
__ADS_1
"Ya Tuhan Kinara kau benar Kinara?" ucap Nuri yang tidak percaya saat melihat gadis itu berdiri di hadapannya yang dia sangka bahwa Gadis itu telah meninggal satu tahun yang lalu seperti yang Bernard katakan ternyata Nara yang masih hidup dan berdiri di depannya saat ini
Nuri langsung memeluknya dengan erat tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang dia menangis sejatinya saat melihat Gadis itu berdiri di hadapannya dia juga tidak percaya seluruh ucapan yang Bernard katakan bahwa Kinara sudah meninggal setahun yang lalu
"tante Ibuku mana Ibu ke mana bagaimana kabar ibu aku tadi datang ke rumahnya tapi dia tidak ada aku benar-benar merindukannya Aku Ingin Bertemu Dengannya tolong tante katakan di mana Ibuku Apakah dia baik-baik saja ?" tanya Kinara
Nuri terdiam ia tidak bisa menjawabnya Ia juga bingung harus menjawab apa pada Gadis itu dia tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya jika terjadi sesuatu pada Tiara Nuri mengambil nafas panjang siapkan dirinya untuk memberitahu kenyataannya pada gadis itu
__ADS_1
"Nara sebenarnya ,sebenarnya ibumu sudah tidak ada Ibumu meninggal 3 bulan yang lalu karena penyakitnya kambuh sebenarnya ibumu memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi dia menyembunyikannya darimu selama ini karena dia takut membuatmu khawatir dan beberapa bulan yang lalu penyakit itu kambuh mungkin karena ibumu memikirkan terus disaat kau menghilang ibumu sangat sedih dia sampai lupa makan dan melupakan semuanya yang dia lakukan hanya mencarimu kemana-mana sehingga membuat kondisinya menurun sampai akhirnya Ibumu meninggal 3 bulan yang lalu" jawab nuri Nara terkejut mendengarnya Iya tidak percaya dengan kenyataannya dia menangis dipelukan nuri Nuri hanya bisa menenangkan gadis dia tidak tahu apalagi yang harus dia katakan pada Kinara
Bersambung