Qinara kembar yg tertukar

Qinara kembar yg tertukar
bab 5: dia berani kembali ke sini..


__ADS_3

Malam itu Qinara tertidur di rumah Nuri. tubuh nya semakin demam nuri lah yg merawat nya malam itu, karena Tiara tidak juga kunjung datang menyusul mereka, Tiara tidak  pergi dari  rumah itu, dia tidak mungkin meninggal kan Bernad sendirian, dia khawatir jika Bernad pergi mencari Qinara, walau pun laki-laki itu telah mengatakan jika dia tidak akan menyentuh Qinara, tapi Tiara tidak mudah mempercayai nnya,. karena dia tahu jika laki-laki itu penasaran dengan satu hal, dia akan terus mengejar nya hingga dia mendapat kan nya..


"apa yg sebenar nya kau rencana kan..? aku tahu kau pasti memiliki niatan yg buruk terhadap ku dan juga Qinara.. aku tahu sifat mu.. aku tidak akan mudah  untuk percaya pada mu, mungkin saja kedatangan Steven ke sini, karena dia sudah tahu tentang Qinara.. karena mu juga yg mungkin memberi tahu nya.. aku tidak akan melepas kan Qinara.. untuk mereka, walau pun aku bukan lah ibu nya dan apa yg aku lakukan pada nya adalah kesalahan, tapi aku menyayangi nya seperti putri ku sendiri.."  batin nya.. Tiara menutup mata nya, ia merasakan lelah yg luar biasa..


ke esokan hari nya, Qinara terbangun dan bersiap ke sekolah.. ia bberjalan mengendapp-endap melewati Nuri yg masih tertidur pulas, ia berniat untuk pulang ke rumah nya dan mengganti pakaian nya.. ia harus pergi dan bberangkat sekolah pagi itu.. Qinara pulang dengan sedikit bberlari.. ia terkejut saat melihat laki-laki itu sudah berdiri di halaman rumah nya..


Benad tersenyum kesal.. "dia berani datang ke sini..!!" batin nya.. Qinara berhenti melangkah dia masih sangat ketakutan melihat pria itu.. namun bernad menghampiri nya, ia tersenyum menyeringai.. "kau berani menginjak kan kaki mu di sini ya..!! tenang tidak perlu takut aku tidak akan meyakiti mu.. aku ini kan juga ayah mu..!! kau mau sekolah lah..? pasti kau datang untuk mengambil seragam mu kan..?" ucap nya, ia menyodor kan seragam nya pada gadis itu..


Dengan ragu Qinara mengambil seragam sekolah nya itu.. dia buru-buru berlari ke dalam toilet, untuk mengganti nya, ia berdiri di hadapan cermin, "kenapa ibu membiar kan laki -laki itu tinggal di sini..? apa benar dia itu suami ibu.? batin nya.tapi dia tidak menghirau kan nya.. ia tetap pergi untuk bersekolah.. Qinara melewati bernad yg menunggu nya di luar, ia sudah menyalakan motor nya berniat mengatar Qinara..


"Ayo naik.. ayah akan mengantar mu..!! tidak  usah takut aku tidak akan melakukan hal jahat seperti semalam..' ucap nya.. namun Qinara menghirau kan nya ia tetap berjalan melewati nya.. Bernad tersenyum sendiri.. "kau itu sama seperti ayah mu saja Qinara.. sifat mmu itu sama persis jika kau sudah tidak menyukai sesuatu kau akan berusaha untuk menjauh dari hal yg tidak kau suka..!! kau memang benar anak kakak ku.." bisik nya dengan suara pelan.. sementara Qinara ia sudah pergi menjauh dari temat itu..

__ADS_1


Dia sedikit berjalan cepat. sesekali dia melihat ke belakang, dia takut jika Bernad mengikuti nya.. "Agh.. syukur lah diaa tidak mengikuti ku ke sini.." ucap nya.. tiba-tiba saja Qinara menabrak seseorang di depan nya.. buuk.. Qinara menunduk dan meminta maaf pada orang yg diaa tabrak.. "maaf kan aku... apa kau tidak apa-apa..?" tanya nya.. Qinara tidak melihat siapa yg dia tabrak..


Ke dua gadis itu terkejut saat melihat wajah mereka yg begitu mirip.. Qinara terdiam.. ia seperti melihat diri nya sendiri.. begitu pun dengan gadis yg berada di depan nya itu dia juga sama terkejut nya.. "Non.. cepat nyonya sudah menunggu di mobil..!!" teriak seseorang yg berada di belakang gadis itu.. Gadis itu segera pergi meninggal kan Qinara yg masih terpaku melihat diri nya..


Qinara berbalik dan melihat gadis itu masuk ke sebuah mobil mewah.. mobil itu tepat terparkir di sebuah makam tua yg ada di desa itu.. "apa yg ku lihat tadi..? apa aku melihat hantu..? kenapa gadis itu mirip sekali dengan ku..? aku tidak percaya ini.. aku tidak percaya dengan apa yg terjadi tadi... tapi jika dia itu hantu kenapa dia berjalan dengan kaki..yg ku tahu hantu itu tidak menapak dan ia melayang.."  ucap nya sendiri.. ia menggelengkan kepala nya tapi Qinara tidak lagi menghirau kan nya ia melanjut kan kembali perjalanan nya..


sementara Gadis yg tadi begitu mirip dengan Qinara ia juga sama hal nya memikir kan Qinara... Ia melihat aneh pada diri nya sendiri.. "Mih... Apa benar kembaran ku sudah meninggal..?" tanya nya pada seorang wanita di samping nya..


Gadis yg bernama Qirana itu terdiam.. "Tidak mungkin kan itu dia..!! Jika mamih mengatakan dia sudah meninggal, tidak mungkin kan itu dia..? Tapi kenapa wajah nya begitu mirip dengan ku..!! Aku seperti melihat diri ku sendiri tadi..!!" batin nya..


sementara itu Qinara menatap lemah pada gedung sekolah itu.. "Jika tidak terpaksa, dan sebentar lagi aku akan keluar dari sekolah ini aku sudah tidak ingin datang ke sini... Dan bertemu dengan mereka...!!" ucap nya sendiri.. Dengan berat hati ia masuk ke dalam kelas nya..

__ADS_1


Semua mata tertuju pada nya, ia meletak jan tas sekolah nya di meja belajar nya, semua tulisan hinaan yg tertulis di meja itu ia tutupi dengan tas sekolah nya.. Sesekali ia menarik nafas panjang..


"Semangat Qinara.. Kau harus lulus dari sekolah ini dan mencari pekerjaan yg layak hingga tidak akan ada lagi yg merendah kan dan menghina mu.." batin nya..


Ia mengambil buku yg ada di tas nya ia mulai membaca nya.. tiba-tiba saja, beberapa gadis menghampiri nya, ia langsung duduk di depan Qinara... "Heh miskin.. Berani juga ya kau masuk ke kelas ini.. Setelah aku peringatkan dan memberi mu pelajaran kemarin..!!" ucap nya..


Qinara tidak bergeming... "heh.. kalau di tanya itu jawab miskin..!! Kau itu gagu ya..?!" ucAp yg lain nya.. Ia meraih dagu Qinara agar ia melihat ke arah mereka...


Qinara langsung menghempas kan tangan gadis-gadis itu.. "Wah... Gadis miskin sudah berani melawan sekarang...! Kau tidak takut kami lapor kan ke kepala sekolah apa?!" tanya mereka sambil tertawa mengejek... Namun Qinara tetap diam dia tidak menjawab nya


bersambung

__ADS_1


__ADS_2