
Beberapa bulan setelah kepulangan antara ke London pria itu kini bisa dibuka dengan pekerjaannya dia sengaja ini bukan dirinya untuk bisa melupakan Kinara dia menerima beberapa Proyek besar di London untuk memajukan perusahaannya dia juga belajar untuk menerima kehadiran Zena dan Zefanya dikarenakan kesibukannya Andara bahkan jarang pulang ke rumah dia lebih sering tidur di luar terutama di villa yang pernah Andara dan Kinara datangi beberapa waktu yang lalu Andara juga tidak mengurus dirinya dengan benar terkadang dia melupakan jam makan siang atau makan malamnya terkadang dia juga bisa seharian tidak mau makan apapun dikarenakan rasa sakitnya dan dia juga ingin melupakan Kinara dengan menyebutkan dirinya dengan pekerjaan-pekerjaan yang ada
Siang itu di rumah tidak biasanya Andara berada di sana dia nampak menatap ke arah bayi yang baru berumur 7 bulan tersebut bayi itu Tengah merangkak mendekatinya sembari tersenyum riang mata bulatnya mengingatkan Andara pada gadis yang sudah meninggalkannya lebih dulu itu bandara mendekati bayi tersebut Lalu menggendongnya
"ada apa ,Vanya ingin main dengan ayah ?Ayo kita main bersama.." ucapnya perlahan-lahan dia mulai bisa menerima anak itu dan tidak jarang pulang dia mengajak main bayi tersebut Jika dia berada di rumah bersama keluarga kecilnya Ketika anda rasibuk bermain sama Zefanya tiba-tiba saja perutnya terasa sakit dia menurunkan Zefanya dan berlari mengambil obat yang dia lupa minum itu "ah Kenapa harus sekarang ,perutku rasanya sakit sekali mungkin karena aku sering telat makan makanya penyakit lambung kumat lagi !" ucapnya sendiri Dia segera mengambil obat lalu dia bawa ke mana-mana obat itu adalah obat penghilang rasa sakit ya selama ini selalu dia simpan Jika tiba-tiba saja pria itu terasa sakit seperti ini dia segala minum obat itu nomor rasa sakitnya tidak kunjung hilang juga antara berbaring karena menahan rasa sakitnya
Zena datang menghampirinya membawakan satu gelas kopi dan roti bakar kesukaannya dia menghampiri Andara yang tertidur di sofa "Andara ,..Andara bangun ini kopimu !!" ucapnya Seraya menyentuh tangan suaminya itu namun antara tidak terbangun sama sekali Zena terkejut karena tidak biasanya Andara seperti itu jika Zena membangunkannya dia akan segera bangun dan meminum kopinya tetapi dia tidak Biasanya hari ini Sudah beberapa jam menunggu Andara tidak bangun-bangun juga dan Sena menjadi sangat khawatir dia coba sekali lagi untuk membangun andara namun Andara masih seperti keadaan semula
"Ada apa denganmu Andra ?apakah terjadi sesuatu padamu ?Ayo bangunlah jangan membuatku takut ?kau itu tidur atau pingsan antara ?!" ucapnya perlahan tapi anda tidak memberikan respon apapun ketika zina membangunkannya dan membuat Zena semakin khawatir pada laki-laki itu akhirnya dia menyuruh sopir pribadinya untuk membantu memapah Andara dan membawanya ke rumah sakit karena zena benar-benar khawatir pada laki-laki itu
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit Andara langsung mendapatkan perawatan khusus dari berbagai dokter di sana Zena terlihat bingung Mengapa dokter-dokter itu terkejut saat melihat anda datang ke sana dan Andara harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi karena setahu dia anda tidak pernah mengeluh sakit apapun Kenapa tiba-tiba saja andara menjadi seperti ini dia sungguh tidak mengerti
2 jam kemudian Andara masih juga belum siuman dia kini dirawat di salah satu ruang perawatan di sana salah satu dokter menghampiri zina dan menyuruhnya untuk Apakah sesuatu di ruangannya wanita itu hanya menuruti ucapan dokter tersebut Dia terpaksa meninggalkan Andara sendiri di ruangan perawatan itu
dokter itu Menarik nafas panjangnya Dia sangat hati-hati untuk memberitahu hasil pemeriksaan andara tadi wanita itu "Apakah ibu adalah istri dari pasien tersebut ?" tanyanya Zena hanya mengangguk "Sebenarnya ada apa Dok dengan suami saya ?mengapa dia pingsan begitu lama ?" tanya zaena penasaran dokter itu mengambil sebuah berkas tadi tersimpan di mejanya Tyas siap untuk pembacakan diagnosa penyakit yang diderita oleh Andara
"saya tidak pernah tahu jika dia sedang sakit dok ,Dia jarang ada di rumah karena dia sibuk bekerja Tapi selama ini saya tidak pernah melihatnya kesakitan apakah Dokter tidak salah mendiagnosakan ?Apakah benar suami saya terkena kanker ?lalu dok apakah dia masih bisa disembuhkan ?" tanyanya penasaran perasaannya pun hancur berkeping-keping ketika mengetahui laki-laki yang dicintainya itu sakit Mungkin dia tidak akan bisa pulih kembali
"iya suami Ibu terkena kanker perut stadium 4 ,untuk penyakit kanker yang sudah Stadium akhir sulit rasanya untuk bisa disembuhkan tetapi kita bisa merawatnya dengan cara kemoterapi dan juga radiasi walaupun penyembuhannya akan sangat lama atau mungkin Sel kankernya akan kembali lagi tidak ada salahnya untuk dicoba karena semua penyakit pasti akan ada obatnya tetapi kan pasien penderita kanker Stadium Akhir biasanya akan sulit disembuhkan dan pasien-pasien kami banyak yang tidak tertolong karena kanker Stadium Akhir kamu mohon maaf kami harus beritahukan kenyataan ini pada ibu tetapi jika Ibu tidak mengetahuinya akan menjadi penyesalan di akhirnya nanti" ucap dokter itu Zena berdiri dan berjalan tetapi meninggalkan ruangan dokter tersebut dia kembali ke ruang perawatan Andara dan melihat Andara sudah siuman
__ADS_1
"Andara kau sudah sadar ?Bagaimana keadaanmu ?" tanyanya Panik dan juga bingung Andara hanya menatapnya "aku baik-baik saja ,kau membawaku ke rumah sakit ?Ada apa denganku Apakah aku pingsan ?" tanyanya heran karena Yang dia ingat dia hanya tertidur ide sofa siang itu dan ketika dia terbangun dia sudah berada di rumah sakit dia tidak ingat apa-apa lagi
"andar Apakah kau menutupi sesuatu dariku ?Coba katakan dan jujurlah padaku ?" tanya zina Andara menggeleng tidak mengerti dengan pertanyaan yang lebih enak ucapkan tadi "aku tidak menutupi apapun darimu ,apa yang mau aku tutupi kau saja tahu aku sibuk bekerja selama ini Aku bahkan tidak mengurus diriku sendiri dan kenapa kau bertanya itu padaku seolah-olah aku membuat kesalahan?"tanyanya balik
Zaina menatapnya dan menggenggam tangannya "Apakah kau tidak tahu jika kau sakit ?Mengapa kau sakit tidak mengatakannya padaku ?!'' tanyanya lagi Andara menggeleng tidak mengerti dia bangkit dari tidurnya dan melepaskan infusan yang ada di tangannya "Aku baik-baik saja aku tidak sakit ,Ada apa sebenarnya denganmu Kau itu dari mana Kenapa meninggalkanku sendiri di sini ?!" jawabnya sinis
Zaina tertunduk menangis "Dokter tadi mengatakan padaku jika kau terkena penyakit kanker perut dan kakakmu sudah Stadium Akhir tidak tahu jika kau sakit ?" ucapnya sedih Andara sendiri pun terkejut saat mendengar ucapan selamat tadi "apa kanker ?aku terkena kanker ?" ucapnya tidak percaya
Bersambung
__ADS_1