Qinara kembar yg tertukar

Qinara kembar yg tertukar
bab 68: Tidak mungkin....


__ADS_3

sesaat sebelum kematian Kinara ,malam itu Adinda seorang diri menjaga putrinya di ruang ICU rumah sakit sementara Steven karena dia kembali ke rumah untuk mengambil pakaian ganti untuk Adinda..


Deru alat pacu jantung yang terpasang di tubuh Kinara menandakan detak jantung yang melemah dengan bunyi yang menyaring membuat Siapa saja yang mendengarnya menjadi sangat ketakutan karen, Kinara sangat bergantung pada alat itu Steven sedang memberitahukan kondisinya pada Adinda hal terburuk yang akan terjadi kepada anak gadisnya adalah kematian dan mereka harus menunggu kondisi Kinara yang masih sangat kritis sehingga malam ini berlalu sebenarnya Steven tidak ingin meninggalkan anak gadisnya dia takut jika terjadi sesuatu padanya saat dia tidak ada di rumah sakit itu terlebih Kirana juga belum sampai ke Indonesia malam itu jadi Steven buru-buru kembali lagi ke rumah sakit hanya untuk melihat keadaan Kinara di sana


Suara alat potong jantung itu berbunyi nyaring menandakan jantung genera telah berhenti berdetak saat itu juga Adinda terkejut melihatnya dia langsung memanggil dokter-dokter yang ada di sana untuk memeriksa kinara


Kepada dokter tersebut langsung lari dan menghampiri Kinara yang keadaannya semakin kritis malam itu waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari saat keadaan Kinara yang tiba-tiba saja menjadi lebih parah dari sebelumnya deringan ponsel Kirana membangunkan dia dari tidurnya


Kirana hanya mendiamkannya saja dia tidak mengangkatnya karena dia sangat mengantuk dan memang di pesawat tidak boleh memainkan ponsel dia mematikan telepon tersebut tanpa melihat Siapa yang menghubunginya malam itu "Tunggu aku Bu aku pasti akan datang aku sedang di perjalanan Apakah kakak aku baik-baik saja ?!" tulisnya dia hanya mengirimkan satu buah pesan pada Adinda dan kembali mematikan ponselnya tersebut


Kirana kembali tertidur namun saat dia tertidur dia bermimpi bertemu dengan Kinara di sebuah tempat yang sangat indah Gadis itu tersenyum pada Kirana Dia memakai pakaian serba putih dan langsung memeluk tubuhnya dengan erat "Tolong maafkan kesalahanku Dan tolong jaga orang tua kita dengan baik aku tidak bisa menunggumu lebih lama lagi Aku harap kau bisa membahagiakan mereka aku tidak sempat bertemu atau merasakan yang mereka padaku tapi aku tahu jika mereka sangat-sangat sayang padaku aku pamit Kirana tolong jaga dirimu baik-baik jaga juga kesehatanmu dan jaga orang tua kita aku pasti akan mengawasi kalian dari atas sana ..!!!" ucapnya sembari memeluk erat Kirana saat itu

__ADS_1


Kirana tidak bisa menjawab apapun ketika Kinara mengatakan hal itu dia langsung terbangun dari tidurnya dan mengingat wajah Kinara yang tersenyum bahagia di mimpinya tadi


dia termenung seorang diri perasaannya berubah menjadi sangat tidak enak dia takut terjadi sesuatu pada kakaknya tersebut Tetapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena pesawat yang tumpangi akan ke landas pagi nanti


Setelah beberapa jam kemudian pesawat yang ditumpangi oleh Kirana Lepas Landas di bandara di Jakarta tidak pikir panjang Kirana langsung bergegas ke rumah sakit di mana ayahnya bekerja dia takut terjadi sesuatu pada Kinara terlebih dia mengingat mimpi yang semalam dia mimpikan Kinara seperti berpamitan padanya


Satu dengan ponsel berdering kembali di hp-nya ,Kirana langsung mengangkat telepon tersebut dia melihat Siapa yang memanggil dia di di layar ponselnya itu


"Kirana Apakah kau sudah sampai di Indonesia ?!jika kau sudah sampai Tunggu aku Aku akan segera menyusulmu karena aku pun akan turun dari pesawat sebentar lagi aku datang ke sini bersama andara... Aku sudah memberitahunya tentang keadaan kakakmu itu dan kami akan melihatnya bersamamu" ucap Devin di ujung teleponnya namun Kirana tidak menjawabnya dia langsung mematikan ponsel tersebut karena dia berpikir urusan Kinara lebih penting daripada menunggu mereka berdua


''Ada apa ini kenapa perasaanku sangat tidak enak sekali dari tadi ,aku mohon Kak Nara bertahanlah dan Tunggu Aku jangan pernah pergi meninggalkan aku sendirian Kak Nara kau sudah berjanji akan selalu menemani aku, Aku mohon jangan pergi.. Bertahanlah Kak Tunggu aku sebentar lagi aku akan segera sampai untuk menemanimu di sana ...!!" batinnya

__ADS_1


Taksi yang membawa Kirana pergi itu melesat dengan cepatnya tidak lama kemudian mereka sampai di sebuah rumah sakit dan Kirana langsung, segera turun dan berlari dan mencari keberadaan Kinara di rumah sakit itu beserta orang tuanya jantungnya berdebar hebat dan perasaan yang sangat tidak enak Dia memiliki firasat yang buruk tentang hal ini takut jika terjadi sesuatu pada kembarannya itu yang baru saja dia temui beberapa bulan yang lalu


Tap tap tap Kirana terus berlari menyusuri lorong rumah sakit untuk mencari kamar Kinara namun Betapa terkejutnya dia saat melihat Adinda menutupi seseorang dengan kain putih di depannya lututnya menjadi lemas dia tidak menyangka jika apa yang dimimpikan akan menjadi kenyataan dengan perlahan dia berjalan mendekati Adinda dan juga Steven di sana Adinda hanya menatap sedih pada Kirana saat itu baru saja sampai


Air matanya tidak bisa tertahankan lagi Adinda menangis seorang diri sementara Steven hanya memandangi bahunya untuk menenangkan istrinya tersebut Kirana hanya melihat pasrah pada wajah ayahnya yang tertunduk sedih


"tidak mungkin kan yah ?tidak mungkin itukah kak Nara kan ?Kak Nara masih ada di sini kan yah..?dia tidak mungkin pergi meninggalkan aku kan yah?"tanyanya tidak percaya Steven tidak bisa berkata apa-apa lagi kejadiannya begitu cepat dan membuat keluarga itu kebingungan


Rana berjalan mendekati sengaja yang tertutupi kain putih itu perlahan-lahan dia membuka kain penutup yang menutupi Kinara di sana, tubuh itu sudah terbujur kaku di depan kirana,


Air matanya sudah tidak bisa dia Tahan Lagi dia menangis sejadi-jadinya saat melihat Kinara sudah tidak ada di hidupnya diyakini benar-benar meninggalkan Kirana seorang diri di sana dia menangis tersedu-sedu di hadapan tenaga kakaknya tersebut

__ADS_1


"tidak ...Tidak Kak Nara tidak !!!Jangan pergi meninggalkan aku di sini sendirian ?bukankah kau berjanji padaku kau akan selalu menemani aku kau akan kembali lagi takkan tinggal bersama lagi seperti dulu seperti saat kita di London !!Tapi kenapa Kak Kenapa kok malah pergi Siapa yang berbuat jahat padamu Kenapa hidupmu begitu menyedihkan Kenapa kau tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan Kak Nara dan kenapa kau pergi begitu cepat ,,aku mohon Kak Nora bangun bukalah matamu Jangan pergi meninggalkan aku disini kak Nara !!!" ucapnya menangis sembari memalukan jenazah Nara di depannya dia tidak menyangka jika ini terjadi pada Kinara dia masih mengingat jelas senyum terakhir saat Kinara dahulu pergi dan berpamitan untuk pulang ke Indonesia dan dia juga tidak percaya jika saat itulah saat terakhir dia bertemu dengan kakaknya tersebut


Bersambung


__ADS_2