Qinara kembar yg tertukar

Qinara kembar yg tertukar
bab 16: Tuan Andra


__ADS_3

Qinara nenangis sendiri saat laki-laki itu pergi meninggal kan kamar nya, ia hanya bisa menangis tanpa suara, ia tidak percaya jika ia di jual oleh Bernad, ia tidak mengerti kenapa uni menjadi jalan takdir nya, ia juga tidak tahu dua berada di mana.. Semua nya terasa asing bagi nya.. Qinara menatap diri nya sendiri di depan cermin... "Lihat nasib mu malang sekali aku tidak tahu aku di mana, dan aku juga baru tahu jika ibu ku ternyata bukan ibu kandung ku.. Yg lebih parah nya lagi, akuyg selalu sendirian tiba-tiba saja memiliki saudara kembar,.!! namun aku tetap sendirian.. Aku sendirian lagi di tempat asing ini... Entah apa yg akan di lakukan pria itu pada ku di sini... Aku tidak tahu.." batin nya, ia menghapus air mata nya, ia membuka pakaian nya satu persatu lalu pergi ke ruangan lain nya, "Rasa nya Qinara ingin mengakhiri semua nya, tanpa dia tahu di kamar itu tersimpan satu kamera yg menghubung kan nya pada laki-laki itu sehingga laki-laki itu tahu apa yg Qinara sedang lakukan di kamar itu...


"Waw lihat tubuh seksi itu... Aku sangat menyukai nya" gumam pria itu,. Ia bangkit dari tempat nya dan ia hendak menghampiri Qinara... Namun ia mengurung kan niat nya.. "Tidak Andara tidak kau sudah berjanji untuk tidak menyentuh nya... Jika dia tidak mengizin kan nya..." ucap nya sendiri...


Laki - laki yg bernama Andara itu menyuruh seorang pembantu nya untuk mengantar kan pakAian untuk Qinara... "Antarkan nona itu pakaian yg baru... dan suruh dia berdandan untuk makan malam bersana ku... dia pasti sangat kelaparan sekarang" ucap nya yg mendapati sebuah Anggukan dari pelayan wanita yg lebih tua dari nya itu..


Qinara terlihat sangat terkejut saat masuk ke dalam sebuah kamar mandi yg berukuran besar itu.. Ia sampai tidak mengedip kan mata nya.. Qinara mulai membersihkan diri nya, semua kebutuhan nya sudah tersedia di sana... Ia mulai berendam di bak mandi yg berukuran raksasa itu... Ia menikmati nya, untuk beberapa saat ia terkejut saat mendengar sebuah ketukan dari pintu nya... dengan bingung Qinara menutupi sebagian tubuh nya.. Namun wajah nya sedikit berubah saat melihat pelayan wanita itu yg masuk ke dalam nya...


Wanita itu tersenyum pada nya, terlihat dia membawa beberapa gaun malam yg harus Qinara pakai... "Nona tua. Andara menyuruh Abda untuk memilih dan memakai nya, beliau menunggu Anda untuk turun dan makan malam bersama nya" ucap nya, Qinara hanya terdiam ia tidak menjawab nya.. Ia masih sedikit takut pada laki-laki itu...


"maaf tapi apa tidak ada baju yg lebih rertutup dari ini..? Aku tidak pernah memakai pakaian yg seoerti ini..?!" tanya nya... Pelaya. Itu menggeleng... "Tuan Andara tidak suka wanita yg berpenampilan tertutup... Dia lebih suka jika kau memakai gaun yg dia pilih kan, jika tidak ingin dia marah .. Tuan Andara paling tidak suka di bantah...!!" jawab nya... Qinara hanya terdiam ia menuruti perintah pelayan itu...


Qinara berdandan cantik ia termangu melihat duri nya sendiri di depan cermin... Ia memberanikan diri nya untuk bertanya di mana keberadaan nta sekarang pada pelayan itu..

__ADS_1


"Maaf tapi jija boleh tahu ini di mana? Aku kini berada di maba ...?!" tanya nya namun pelayan itu tetap diam tidak menjawab nya... Tiba-tiba saja pintu kamar nya terbuka...


"Sekarang kau berada di London... Kau jauh dari indonesia... Mulai sekarang kau akan tinggal di sini bersama ku.. Kau tidak akan pernah kembali lagi ke indonesia, sebelum kau melubasi hutang-hutang ayah mu..." jawab nya.. Ternyara Andara masuk ke dalam kamar itu..


Qinara menunduk ia tidak berani menatap mata Andara... "Tapi dia bukan ayah ku...!! Sebelum aku di bawa nya ke sini aku jugaa baru tahu jika aku bukan lah putri kandung ibu ku.. jadi aku tidak ada hubungan nya dengan orang itu.." jawab nya lesu...


Andara tidak percaya pada ucapan Qinara.. Ia melihat kesungguhan pada mata gadis itu.. "seperti nya dia tidak berbohong.." batin nya... "Aku tidak peduli jika kau bukan anak nya pun.. Yg terpenting kau ada di sini sebagai bayaran hutang-hutang si bernad pada ku... Aku akan melepas kan mu jika semua hutang nya lunas" jawab nya acuh...


Andara terdiam.. Ia melihat kepolosan di mata gadis itu ... "Dengan tubuh mu...!! Kau bisa membayar ku dengan tubuh mu itu?!" jawab nya, mata nya melirik Qinara dari atas hingga ke bawah...


"tubuh ku...? Apa aku harus menjadi pelayan seperti dia? Jika begitu aku tidak keberatan jika aku harus menjadi pelayan untuk melayani mu .. Lalu sekarang mana seragam pelayan ku..? Kenapa kau menyuruh ku untuk memakai ini... Ini terlalu seksi untuk seorang pelayan seperti ku" jawab nya asal...


Andara terdiam.. Ia tidak mengerti dengan ucapan nara ... Atau nara lah yg tidak mengerti dengan ucapan nya. Ia menarik tangan Qinara sehingga wajah mereka berdekatan...

__ADS_1


"Kau itu pura- pura tidak mengerti? Atau sungguh-Sungguh tidak mengerti..?" tanya nya Nara menghindari wajah dingin Andara... "Tuan tadi tuan berkata jika aku harus membayar mu. Dengan tubuh ku... Yg ada di tubuh ku ini hanya tenaga... Tidak ada lagi... jadi aku akan membayar mu dengan tenaga ku... Aku akan menjadi pelayan mu Tuan.." jawab nya..


Membuat Andara tertaaa terbahak.. Para pelayan yg ada di ruangan itu terkejut saat melihat tuan mereka tertawa karena Qinara... Selama ini Andara tidak pernah tertawa atau pun tersenyum semenjak kekasih nya menghianati nya... Sosok abdara berubah dratis ketika wanita lebih memilih orang lain dari pada dia..


.


"Hmmm kau menarik sekali..? Baik lah mulaibesok kau menjadi pelayan pribadi ku.. Dengar semua nya tidak boleh ada yg menyentuh ku selain dia" ucap nya semua pelayan nya mengangguk..


"Kau harus ikut aku kemana pun akuu pergi... Kau sekarang pelayan khusus untuk ku.. kau yg harus mengurus nya mulai sekarang dari hal yg kecil hingga yg terbesar... Mengerti.." ucap nya..


Qinara terdiam ia mengangguk setuju.. "Baiklah tuan Andara aku mengerti aku yg akan mengurus mu mulai besok.." jawab nya... Andara hanya tersenyum.. "Kita lihat apa kah kau bisa mengurus ku gadis kecil..." batin nya, ia tersenyum licik....


bersambung

__ADS_1


__ADS_2