
Qinara masuk ke dalam kamar nya ia sedikit terlihat kesal, entah karena wanita itu atau ada hal lain yg membuat nya marah ia sendiri tidak mengerti perasaan nya, Qinara terdiam ia mengingat perlakuan Zena pada nya tadi.. Ia mengelus siku tangan nya yg masih terasa sakit... "Sebenar nya siapa wanita itu...? Apakah dia benar kekasih tuan Andara? Tapi kemana dia selamA ini... Kenapa dia baru muncul di sini sekarang" ucap nya sendiri... Ia mendengus kesal..
Sementara itu Andara dan zena sibuk berdebat di taman belakang rumah itu, Qinara hanya memperhatikan mereka dari atas kamar nya ia sedikit nya bisa tertawa saat melihat Andara mendorong kasar tubuh Zena ia mengusir wanita itu dari rumah nya..
"Aku tidak mengharapkan mu kembali pada ku... Tidak sama sekali.. Bukan kah kau yg meninggal kan ku lebih dulu.. Kau yg menghianati aku.. Kau yg lebih memilih laki-laki itu..? Bukan hanya memilih nya dan pergi meninggalkan ku, aku melihat mu tidur dengan nya, dengan mata ku sendiri.,. Kau mau mengelak...? Atau kau mau beralasan apa lagi Zena... Tiga tahun lalu kau menghianati aku... Sekarang kau tiba-tiba datang pada ku da. Bersikap seolah-olah tidak tahu apa-apa..? Kau melupakan kejadian itu... Kau menutup mata mu kau menghiraukan aku kau bahkan tidak perduli pada perasaan ku.. Jadi untuk apa kau kembali..? Untuk apa..!! Jangan mengusik aku dengan kehidupan baru ku.. Kita sudah lama berakhir... Sudah lama sekali.. Aku sudah membuang jauh perasaan ku... Aku tidak akan terpengaruh pada mu.. Sekarang kau pergi dan jangan kembali atau menginjak kan lagi kaki mu di rumah ku.." teriak Andara...
Zena tersenyum getir mendengar nya.. "Andara aku benar-benar menyesali semua nya maaf kan aku... Aku masih sangat mencintai mu.. Aku khilaf pada saat itu... Tapi Andara kau tidak bisa menilai ku lebih buruk dari mu... Aku juga tahu Andara, kau juga sama dengan ku.. Kau menikmati wanita selain aku di belakang ku.. Aku hanya membalas perbuatan mu.. Kau fikir kau saja yg terluka.. Kau lebih dulu menghianati ku kau juga yg lebih dulu meniduri seluruh wanita yg datang pada mu... Itu kau Andara... kau fikir aku tidak terluka...? Lalu sekarang kau mengungkit kesalahan yg baru pertama kali aku buat? Aku juga korban mu di sini.. Sebelum aku tidur dengan nya kau gg merebut kegadisAn dulu... Dan situasi ku sama seperti gadis itu bukan...? kau hanya akan mencicipi tubuh gadis itu... Setelah itu kau akan langsung membuang nya seperti yg kau lakukan pada ku.." jawab Zena... Andara terdiam.. Ia mengingat jelas semua yg Zena katakan... Ia juga bersalah pada wanita itu... Semua yg di katakan Zena semua nya benar... Dia yg lebih dulu menghianati zena... Dia juga mengakui sebrengsek apa diri nya dulu... Dan dia juga menyasari jika zena juga melakukan hal itu bukan tanpa alasan... Andara yg lebih dulu menghianati Zena.. Dia bahkan bisa tidur dengan lebih dari banyak wanita dalam satu malam...
Zena terdiam ia menghampiri Andara dan memeluk nya.. "tidak kah kau rindu pada ku? Tidak kah kau rindu dengan wangi tubuh ku..? Apa yg kau dapat dari gadis kecil tadi.. ! Nafsu mu itu besar, hanya aku yg bisa memuas kan mu... Aku yakin kau merindukan ku juga... Aku tahu kau menyiksa diri mu selama beberapa tahun kepergian ku.. aku bahkan tahu semua yg kau lakukan walau pun kita tidak bersama..." ucap nya ia mencium leher Andara.. Membuat pria itu mengelijang... Gadis itu paling tahu titik lemah Andara...
__ADS_1
Qinara memejam kan mata nya, ia tidak ingin melihat adegan mesra itu... Ia langsung menutup Tirai yg ada di jendela nya itu... "Ada apa dengan ku..? Kenapa di sini sakit sekali..?!" ucap nya pelan, ia memegangi dada nya sendiri..
Qinara membaringkan tubuh nya, ia menatap hampa pada langit-langit di atap kamar nya,. "Perasaan ku sakit... Aku sakit melihat tuan Andara dan wanita itu..." ucap nya ia menitikan air mata nya..
Qinara tertidur malam itu dengan perasaan yg tidak tenang, ia tidak ingin menghirau kan Andara dan Zena... sementara itu pergulatan panas antara Andara dan zena berlanjut ke atas ranjang king size milik tuan itu..
Andara melagap habis bibir merekah gadis itu.. Tangan nya yg mulai nakal memain kan ke fua bukit kembar milik gadis itu... Tidak puas di situ ia turun langsung ke arah sensitiv Zena.. Gadis itu menggeliat hebat nya, ia menikmati permainan yg di lakukan Andara..
Namun tiba-tiba saja fikiran nya tersadar, ia menghentikan apa yg sedang mereka lakukan.. Andara menghempas kan tubuh Zebs yg menindih nya.. Ia langsung beranjak dan memakai kimono nya... "Zen aku tidak bisa!! Aku tidak bisa melakukan nya... Aku sudah tidak mencintai mu.. Sekali pun aku merindukan mu.. Merindukan tubuh dan sentuhan mu... Tapi aku tidak bisa" ucap nya, ia pergi meninggal kan kamar itu...
__ADS_1
Zena terdiam.. Ia tidak menyangka jika Andara bisa berhenti di tengah permainan mereka... "Tapi... Andara... Kau tidak bisa berbuat seperti itu pasa ku... Kau tidak bisa meninggal kan aku dalam keadaan begini" ucap nya tapi Andara tidak menghiraukan nya
Andara pergi mencari Qinara yg masih menangis sendirian di kamar itu ia membuka paksa kanar utu... Andara langsung menarik tubuh gadis kecil nya itu... Qinara terkejut melihat Andara..
Andara langsung saja mendaratkan bibir nya pada bibir gadus itu.. Qinara terkejut melihat nya, namun Andara tetap melanjut kan aksi nya... Qinara tidak bisa melawan atau pun melepas kan ciuman itu
Qinara menikmati nya, ini kali pertama nya di perlakukan seperti itu oleh seorang pria.. membuat jantung nya berdegup kencang.. Andara mulai melepas kan ciuman nya.. Ua mengelus rambut panjang Qinara...
"Aku mencintai mu... Wanita itu..!! Zena aku sudah tidak lagi mencintai nya, dia datang hanya untuk menggodaku... Jika dia datang lagi dan menggodaku kau harus bisa mengusir dan menghalangi nya, jangan sampai laki-laki mu ini di sentuh oleh nya... Kau boleh menyiram nya mendorong nya atau kau juga boleh membunuh nya jika kau mau..." ucap nya... Mata bulat Qjnara menandakan rasa penasaran di hati nyaa,.
__ADS_1
Bersambung