
Satu bulan berlalu Qinara masih belum juga kembali ke desa itu, Bernad juga tidak kembali ke sana mereka seperti menghilang di telan bumi... sejak hari menghilang nya Qinara, Tiara sibuk mencari nya kemana-mana ia memasang pamvlet dan juga poster untuk mencari gadis kesayangan nya itu..
Steven dan juga Qirana tidak tinggal diam mereka juga ikut mencari nya, yg di utamakan oleh Steven adalah Bernad karena bernad lah kunci dari semua nya... dia pasti tahu tentang keberadaan Qinara...
Adinda pun sudah mengetahui jika bayi yg di kuburkan nya itu bukan lah anak nya, ia kini jatuh sakit karena mengetahui putri nya yg selama ini hilang, kini menghilang kembali... ia menyesali kenapa dulu ia langsung percaya pada pihak rumah sakit itu jika bayi kembar itu meninggal salah satu nya, kenapa dia dulu tidak mencari tahu nya lebih dulu... jika dia mencari tahu nya lebih dulu ia pasti tidak akan kehilangan lagi putri kandung nya seperti sekarang... Ia menyesali semua nya keterlabatan nya, dan tentu nya ia juga takut jika Bernad tidak akan pernah mengembalikan Qinara..
Malam itu Tiara termenumg sendiri ia terdiam di kamar putri nya, ia sudah merapikan kembali barang- barang Qinara, pada posisi nya semula... "maaf kan ibu nak.. Jika saja ibu tidak melakukan itu pada mu dulu... Jika saja ibu tidak menculik mu dulu dan Membiarkan mu hidup bahagia bersama orang tua dan saudara kembar mu.. dan andai saja ibu tidak membawa mu ke kehidupan ku yg seperti ini, aku kini tidak akan kehilangan mu.. Atau mungkin aku dan kau tidak akan saling mengenal.. Aku yg membawa mu ke dalam situasi rumit ini.. Aku yg melibat kan mu dan kau terlibat dengan laki-laki brengsek itu... Itu semua salah ku Qinara maaf kan aku... tolong pulang lah.. Pulang lah nak... Aku merindukan mu... Kau di mana Qinara..." ucap nya menangis...
tiba-tiba. Saja nuri datang menghampiri .. "masih belum ada kabar soal Qinara? Bagaimana Steven apa dia sudah menemukan Bernad!!" ucap nya Tiara hanya menggeleng... "Tidak ada... Steven belum berhasil menemukan nya, sudah satu bulan putri ku menghilang... aku tidak tahu keadaan nya, aku bahkan tidak tahu dia masih hidup atau tidak.. aku takut terjadi sesuatu pada nya, polisi pun belum juga menemukan keberadaan mereka" jawab nya... Nuri hanya bisa mengrlus-elus pundak tiara... Dia tahu perasaan nya.. Dia tahu walau pun tiara bukan lah ibu kandung nya, tapi dia tahu Tiara sangat menyayangi Qiinara...
__ADS_1
"BAgaimana jika menghilang nya Qinara atas kemauan nya sendiri... Mungkin saja dia terkejut karena dia mengetahui jika kau bukan lah ibu nya... Dan dia memiliki saudara kembar... Bagaimana bila seperti itu..? Mungkin nanti jika sudah waktu nya dan dia sudah siap mungkin dia akan kembali dengan sendiri nya?!" ucap nuri..
Tiara menggeleng.. ''tidak mungkin nur.. Qinara tidak mungkin melakukan hal itu.. Jikalau pun ia melakukan nya seluruh pakaian nta tidak mungkin berantakan seperti itu.. Aku yg menemukan nya pertama kali.. Qinara seperti ingin mengambil selurruh pakaian nya dan saat itu lah Bernad melakukan hal buruk pada nya... Jika Qinara melakukan itu... Dia pergi dari rumah ini dan menghilang tidak mungkin dia tidak membawa baju-baju nya" jawab Tiara,. Nuri hanya terdiam tidak menjawab nya... Dia sendiri. Bingung bagaimana cara membantu sahabat nya itu..
Sementara itu steven ia masih terus mengawasi keadaan Adinda,. Ia menunggui nya di rumah sakit seorang diri.. Adinda terbangun dari tidur nya, iia menatap steven yg asik dengan buku nya...
"bang kau masih belum menemukan Qinara?! Bagaimana dengan Bernad?!" tanya nya.. Steven menggeleng ia juga bingung harus menjawab apa, sebenar nya ada keraguan di hati dan perasaan nya sejak dia menikahi Adinda.. Tapi dia selalu menepis nya dan mencoba mempercayai istri nya itu selama belasan tahun berumah tangga dengan nya...
Steven menyadari perasaan itu tumbuh kembali sejak pertemuan nya dengan tiara hari itu dan bernad memperkenal kan nya pada diri nya sebagai istri,. Dia sangat terkejut tambuh terkejut nya lagi saat dia tahu seluruh ucapan. Bernad tentang anak kembar nya masih hidup... Dan tiara lah yg mengurus nya selama ini.,..
__ADS_1
"Sudahlah momy harus beristirahat aku yakin Qinara pasti akan secepat nya di temukan..." jawab nya ia mengelus kening istri nya dengan lembut... "Dan di saat itu tiba momy harus sudah sembuh agar bisa memeluk Qinara" ucap nya lagi... Adinda hanya mengangguk lemah,.
"Agh bernad... Kemana kau membawa anak ku... Qinara menghilang ketika kami belum pernah memeluk nya... Kenapa kau melakukan itu pada Anak yg tidak bersalah dan dia tidak tahu apa-Apa tentang masalalu kita semua" batin nya...
Flash back on...
Adinda menatap Sayu pada seorang laki-laki yang kini menyindir tubuhnya Dia merasakan satu kenikmatan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya darah perawan itu mengucur dari celah-celah kewanitaannya dan laki-laki yang kini berdiri di atasnya merasakan kenikmatan yang luar biasa dia tersenyum dan terus menciumi Adinda dahi ,pipi dan juga bibirnya tak luput dari serangan laki-laki itu Adinda hanya menatap sayup padanya tidak dia pungkiri dia juga merasakan kenikmatan itu karena mereka saling mencintai sebelum sesaat mereka tahu jika Adinda akan dijodohkan bersama Steven ,laki-laki yang kini ada di atasnya mengerang melepaskan kenikmatannya dia terus menggenggam tangan wanita itu "aku mencintaimu sayang ,Aku tidak akan pernah menyia-nyiakanmu karena kau telah berkorban dan memberikan mahkotamu untukku kau juga harus berjanji tidak akan pernah meninggalkan aku ,aku akan tetap berada di sisimu Dan aku harap kau pun begitu padaku Kau tidak perlu takut sayang ,Kau tidak perlu takut jika kau akan hamil karena aku tidak akan bisa memiliki keturunan dokter telah memberi memvonis aku seperti itu Jadi kau tidak perlu khawatir tidak akan terjadi kehamilan pada aku hanya perlu kau menerimaku apa adanya karena aku yakin cintamu padaku memang besar dan aku pun sangat mencintaimu ,Aku berharap kita bisa selamanya dan aku berharap aku bisa menikah denganmu ,," ucap laki-laki itu Adinda yang masih berada di bawahnya tersenyum simpul dia mengangguk "aku juga mencintaimu Bernard Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Apapun Yang Terjadi aku berjanji ....!!!" ucapnya yang ternyata laki-laki itu adalah Bernard
Flashback off
__ADS_1
bersambung