
Mobil itu menepi di halaman besar rumah Andara Kinara dengan cepat turun dari sana dia ingin menghindari laki-laki itu entah Apa yang dirasakan oleh Kinara dia marah kesal dan juga takut jika anda akan berbuat lebih pada dirinya terlebih saat dia akan masuk ke rumah itu Zena terlihat memperhatikannya dari jendela kamar nya itu Kinara hanya menatap tajam pada wanita itu dia tidak bisa berkata apa-apa lagi sementara Andara terlihat mengejar gadis itu dia tidak tahu kesalahan apa yang dibuatnya karena setelah Kinara mengatakan hal itu padanya dia berubah Murung dan menjadi diam
"tunggu dulu tunggu aku ,ada apa ?Kenapa kau marah ?Apa aku salah menjawabnya ,aku memang tidak ingin kau pergi dari rumah ini karena aku masih membutuhkanmu Aku tidak akan melarangmu bertemu dengan benar Kirana atau boleh saja jika Kirana ingin tinggal di sini bersamamu asalkan kau tetap tinggal di sini denganku Jangan Pergi dari sini"ucap Andara
Dia berusaha menggenggam tangan Kinara namun Kinara melepaskannya "kau tidak mengerti tuan ,aku tidak mungkin meminta Kirana untuk tinggal di sini bersamaku ,Aku hanya ingin berdua dengannya tidak ada kau ataupun orang lain ,aku akan tetap bekerja denganmu Tuan Aku hanya ingin pergi dan tidak lagi tinggal di sini karena ini memang bukan tempatku Aku tidak akan melupakan perjanjian kita aku akan tetap bekerja denganmu sampai hutang-hutang Bernard lunas tapi hanya satu yang aku mau tuan Aku ingin tinggal bersama adikku itu saja ?!Apa aku salah "jawabnya sinis
Andara hanya bisa menatap kepergian gadis itu yang berlari masuk ke kamarnya di tengah-tengah perjalanan Kinara menuju kamarnya dia berpapasan dengan Zena wanita licik itu tersenyum menyeringai pada gadis itu "oh ,Jadi kau ingin pergi dari rumah ini ?baguslah !!aku jadi tidak perlu repot-repot lagi mengusirmu ?,jika kau memang ingin pergi ,Pergi Saja tidak perlu minta izin dari Andara Karena itu adalah hakmu di sini ada aku ,Aku Yang Akan mengurus anda karena sebentar lagi aku akan menjadi istrinya jadi ,sebelum Aku menikah dengan Andara Lebih baik kau pergi lebih dulu dari rumah ini..." ucapnya tersenyum licik Kinara hanya menatapnya ia tidak menjawab apapun dan lebih memilih meninggalkan zena daripada harus berdebat dengan wanita itu
__ADS_1
Zena hanya memandangnya senyumnya melebar dia senang karena melihat Andara dan Kinara bertengkar dengan cepat dia turun dan menghampiri andara, namun Andara tidak memandang wanita itu sedikitpun
Zena menyentuh bahu andara dia membersihkan sesuatu di telinganya "?Kenapa kau tidak membiarkannya pergi ,Biarkan saja dia pergi ,ini memang bukan rumahnya ,rumah ini adalah milikmu dan milikku !!sebentar lagi kita akan menikah dan kita akan memiliki seorang anak tidak mungkin kan jika kau masih akan berhubungan dengan wanita kecil itu ?apa yang akan kau katakan pada anak kita nanti jika dia tahu ayahnya menjalin hubungan dengan gadis kecil seperti dia! Mengapa kau melarangnya lepaskan saja dia kau masih ada aku ,aku masih ada di sini bersamamu dan kita akan hidup bahagia tanpa adanya Kinara di sini !!"bisiknya
Andara menatapnya marah dia mendorong Zena agar wanita itu mau melepaskan tangannya dan menjauh darinya "Tutup mulutmu dan berhenti bicara omong kosong di depanku Aku tidak mau mendengar kata pun dari mulut kotormu itu Siapa bilang aku akan menikah denganmu ?Aku tidak akan menikah denganmu dan kau harus camkan ini anak yang ada di perutmu itu belum tentu itu anakku jadi jangan senang dulu sekalipun Kinara pergi dari sini dia tetap Kekasihku cepat atau lambat kau yang akan pergi bukan dia jadi jangan pernah mengganggunya dan kau juga jangan pernah mendekatiku lagi di depan dia karena aku tidak ingin dia cemburu atau sakit hati melihat kau mendekatiku terus ,aku di sini terpaksa menerimamu karena kau berdalih jika anak yang ada di kandungan itu adalah anakku !!nanti waktunya tiba dan anak itu lahir Aku akan segera melakukan tes DNA buat aku bisa membuktikan Aku bukan ayah dari anak itu dan selama itu kau tinggal duduk manis dan Tunggu saja jangan mengusik aku dan kekasihku Kinara" jawab Andara, Zena tersenyum simpul dia yakin kemenangan akan ada di tangannya dan dia juga yakin jika Gadis itu akan pergi dari rumah itu saya secepatnya
Gadis itu kini menatap seluruh ruangan yang ada di kamar itu dia mencari sesuatu yang ada di kamarnya celah demi celah dia cari dengan teliti dia ingin menemukan satu kamera yang terhubung pada HP tuannya tersebut dia tidak ingin jika Andara terus mengintipnya memperhatikannya dari handphonenya karena itu membuatnya tidak nyaman
__ADS_1
Andara masih terus berusaha untuk masuk ke kamar itu tapi kali ini Kinara membuka pintunya dia menatap tajam pada Andara dan dia sudah membereskan seluruh pakaiannya dia sudah memasukkan ke kopernya nanti kalau membawanya pergi dari rumah itu ,"apa ini ?kau tidak dengar apa yang aku ucapkan tadi ?!kau tidak boleh pergi dari rumah ini ,aku tidak mengizinkanmu Kenapa kok malah membereskan pakaianmu mau ke mana kau ?!" ucap Andara marah namun Kinara tidak memperdulikannya dia tetap pergi menggeret kopernya tersebut
Andara mencoba untuk mengejarnya dan menarik tangannya "Aku kan sudah bilang padamu lebih baik jika Kirana lah yang tinggal di sini denganmu dan aku ?bukan kau yang pergi dari sini ??Kenapa kau tidak mendengarku aku masih tuanmu kau itu pelayanku jadi kau harus mendengar semua kata-kataku !!" ucapnya marah
Kinara kini berbalik menatapnya "yang seharusnya marah itu aku ,di mana ada Tuan yang menaruh kamera pengawas dan menghubungkannya ke ponselnya sendiri kau bahkan melihat semua yang aku lakukan di kamar ini Kau seperti menelanjangi aku sekalipun kau tidak menyentuhku Kau melihatku berganti pakaian kau melihatku tidur dan kau melihat semua apa yang aku lakukan di sini !!Apa itu pantas untukku ?apa semua pelayan di sini kau lakukan sama sepertiku ?!tidak kan !!!Kau hanya melakukan itu padaku saja kenapa ,Kenapa kau lakukan itu ?!kau mengawasi Aku bahkan ketika aku sedang berganti pakaian Aku benci pada dirimu ,aku seperti tidak ada harga dirinya di depan matamu kau sudah memandang rendah aku bukan karena Kirana ada di sini tetapi karena kau telah bersikap seperti itu padaku itu sama saja seperti melecehkan aku Aku akan pergi dari sini Aku tidak mau lagi tinggal di sini Kirana hanyalah sebuah alasanku untuk aku bisa pergi dari sini, seharusnya sebelum kau melakukan itu kau berpikir dulu apa akibatnya yang akan terjadi padaku ,,,!!" jawab Kinara tegas dia pergi membawa kopernya melewati Andara dan keluar dari rumah itu sementara Andara hanya terdiam dia mengakui kesalahannya kan ada karena diam-diam telah memasang kamera pengawas di kamar itu dan menghubungkannya ke hp-nya sendiri
bersambung
__ADS_1