
Sudah hampir satu mingu Qinara bekerja di heotel itu.. ia mulai di sibuk kan dengan pekerjaan nya sehingga dia tidak sempat bertemu dengan Frisska... karena waktu Qinara pulang bekerja Friska selalu sudah tidak ada di rumah itu.. mereka kinii jarrang bertemu.. tapi jika Qirana libur bekerja, mereka sering menghabis kan waktu untuk sekedar makan bersama dan mengobrol bersama..
Malam itu Qinara hendak pulang ke kontrakan nya, ia berjalan santai menyusuri lorong hotel itu.. tiba-tiba dari arah yg berlawanan ia melihat seorang wanita yg terdiam di depan kamar hotel itu.. gadis itu tertunduk bingung dan seperti nya gadis itu seusia dengan nya, saat itu gadis yg dia lihat itu masih memakai seragam sekolah nya.. Gadis yg di lihat berambut panjang dan bermata bulat itu terus termenung menatap kamar itu.. Qinara merasa aneh melihat nya.. namun ia mencoba acuh dan tidak peduli pada gadis itu.. Nara terus melewati nya walau pun perasaan nya sangat penaasaran dengan gadis itu..
Gadis yg nara lihat itu dengan terpaksaa membuka pintu kamar itu.. namun entah datang dari mana semua keberanian Qinara saat itu dia menghampiri dan menarik tangan gadis itu.. tangan itu sangat dingin dan berkeringat.. ia terdiam menatap Qinara.. "maaf apa kau sedang dalam masalah..?" tanya Qinara.. Gadis itu terdiam ia menangis melihat Qinara.. "sebenar nya aku.. aku..!!" ucapan nya terhenti ia tidak melanjut kan lagi ucapan nya.. nara mengerti pasti ada sesuatu dengan gadis itu.. ia menarik tangan gadis itu dan membawa nya pergi.. nara tidak melihat wajah gaadis itu karena wajah nya tertutup masker dan juga topi.. sementara gadis itu juga tidak melihat wajah Qinara dengan jelas..
Nara membawa nya ke sebuah toilet ia ingin membantu gadis itu.. "ada apa..? kau bisa mencerita kan nya.. untuk apa kau berdiri di depan kamar itu tadi.. maaf bukan aku ingin ikut campur urusan mu tapi aku melihat mu kebingungan tadi.. .aku Qinara... kita bisa berteman mulai sekarang." ucap nara.. Gadis itu terkejut mendengar nara menyebut kan nama nya, ia memandang wajah Qinara dan terkejut saat melihat nya. ia dengan cepat membuka masker yg menutupi wajah nya dan juga topi nya. nara dan gadis itu sama-sama terkejut nya saat mereka melihat wajah mereka.. gadis itu melangkah beberapaa langkah dari tempat nya.. "Aku Qirana...!! dan percaya atau tidak kita memang benar-benar mirip..!! lihat di cermin itu.. wajah kita sangat mirip dan tidak hanya wajah yg mirip nama kita juga mirip.. aku Qirana dan kau Qinara..!! tidak ada yg kebetulan di dunia ini..!! sebenar nya siapa diri mu..?" tanya nya..
__ADS_1
Qinara termenung untuk ke dua kali nya ia melihat diri nya sendiri dengan orang yg berbeda.. ia benar-benar terkejut .. "kamu tahu, aku berdiri di depan kamar hotel itu tadi kenapa..? aku terkejut mendengar obrolan ayah ku dan om Fahri.. jika om Fahri menemukan anak yg ayah ku cari.. dan ayah ku berkata jika sebenar nya aku memiliki kembaran.. yg kami sangka kan dia sudah meninggal ternyata dia masih hidup.. dan aku yg menemukan mu lebih dulu.." ucara Qirana.
Qinara tidak mengerti.. "bagaimana kita bisa kembar jika kita lahir dari rahim yg berbeda..!! dengar ya aku tidak mengenal mu wajah dan nama kita mirip hanya kebetulan saja..! itu tidak mungkin terjadi , aku dan kau kembar.. hah itu tidak mungkin.. aku tidak percaya.. sekarang aku menyesal telah menolong dan mengajak mu bicara.." ucap nya.. Qinara terkejut dengan semua nya.. ia pergi meninggal kan Qirana..
Qirana mengejar nya.. "heh tunggu aku.. tunggu dulu,.. aku mengatakan yg sebenar nya..!! jika kau tidak percaya ayo temui ayah ku dan buktikan ucapan ku itu benar..!! Qinara... tunggu aku.." teriak nya, namun qinara tetap pergi.. tiba-tiba saja ia menabrak orang di depan nya.. "aaf tuan.." ucap nya tergesa. laki-laki yg ada di depan nya itu terkejut saat melihat Qinara.. "tuan.. kau itu kenapa Qirana.. aku ini ayah mu.. kau panggil ayah apa tadi tuan..?" ucap nya terkejut.. tarnyata yg Qinara tabrak itu adalah Steve.. ia termenung saat melihat pakaian yg di pakai putri nya itu berbeda..
"Ayah... Kebapa membiarkan nya pergi..? Bukan nya ayah mencari nya..? Dan kenapa ayah tidak memberi tahu momy tentang Qinara...? Aku akan mengejar nya..!!" ucap Qirana...
__ADS_1
steve menghalangi nya... "jangan dulu kau kejar Rana ..!! dia masih terkejut biarkan dia tenang dulu besok baru kita temui dia lagi di sini.. Dan kita bisa buktikan bahwa dia adalah kembaran mu... Biar kan dan beri dia waktu untuk menerima nya, ayah juga harus mencari tahu dahulu selama ini dia tinggal di mana, dan dengan siapa dia tinggal, karena dari info yg ayah dapat Qinara saat bayi di tukar oleh seseorang... Dan ayah perlu tahu dia hidup dengan siapa selama ini, agar kita bisa menghukum orang yg menculik dan memisahkan nya dari kita.." ucap Steve...
Qirana hanya mengangguk mengerti ia tidak lagi banyak bertanya pada ayah nya itu... "besok kita temui lagi dia di sini.. Jangan membuat nya terkejut... Kamu harus perlahan mendekati nya" ucap Steven,..
Qirana hanya mengangguk.. "Baiklah ayah, boleh aku pulang sekarang?!" tanya nya Steven nengangguk.. "Ayo kita pulang, tapi kau jangan dulu bicara soal ini pada ibu mu ya... Kita haarus merahasia kan ini hingga kita punya bukti jika benar. Qinara itu adalah kembaran mu..!! Tapi apa kau tidak terkejut Rana..,?" tanya Steven...
Gadis itu menggeleng, ''tidaak terkejut ayah karena aku sudah tahu terkadang isting seorang anak kembar lebih kuat dari apa pun.. Lagi pula aku pernah bertemu dengan nya... Saat aku dan momy ke makam di desa itu, saat itu aku mulai menyadari jika sebenar nya kembaran ku masih hidup.. Dan pasti aku akan di pertemukan lagi dengan nya" jawab nya.. Steven hanya terdiam...
__ADS_1
Bersambung