
Nara berlari keluar hotel ia ketakutan dan juga kebingungan dengan situasi yg dia hadapi tadi.. ia tidak mengerti dengan semua yg terjadi.. Qirana yg tiba-tiba saja muncul dan mengaku sebagai kembaran nya, ia tidak mengerti dengan semua itu.. seingat dia Tiara tidak pernah menceritakan tentang diri nya dan tidak npernah mengatakan jika dia memiliki saudara kembar.. Qinara berjalan perlahan.. ia masih tidak mengerti dengan semua nya...
Qinara mengambil ponsel nya ia mencari nomor telepon ibu nya, ia ingin menanyakan tentang itu pada tiara.. tapi dia ragu apa ibu nya itu akan memberi tahu nya atau tidak.. ia mulai menyadari jika selama ini selalu penuh dengan kejanggalan.. tiara tidak pernah menceritakan tentah ayah pada nya, dia tidak pernah menunjukan soso ayah pada QinarA, Jika nar a bertanya tentang ayah nya tiara selalu menghindar dari nya.. "siapa aku sebenar nya..? jika benar Qirana dan aku saudara kembar.. lalu ibu ku itu siapa..? apa aku harus bertanya pada nya..? dan jika aku bertanya pada ibu apa dia akan menjawab nya..? apa aku harus mempercayai semua ucapan orang itu tadi..!! agh.. semua ini membuat ku bingung.. aku tidak tahu harus apa.. dan apa yg harus aku lakukan..!! saudara kembar apa.. aku tidak mudah untuk mempercayai nya.." ucap nya.. ia terus berjalan pulang ke kontrakan nya ia mencoba untuk melupakan semua nya, dia tidak munngkin mudah mempercayai semua nya
sesampai nya di rumah itu, terlihat Friska yg ssedang erdandan ia akan pergi bekerja.. Nara menghampiri nya dari wajah nnya ia masih terlihat bingung.. ia duduk di samping Friska.. "Fris lu percaya takdir ga..? bagaimana perasaan lu jika tiba-tiba saja ada seseorang yg datang ke lu dan tiba-tiba dia bilang dia itu saudara kembar lu..? dan memang semua yg lu lihat dari dia semua nya mirip.. wajah lu mata lu bahkan rambut lu juga sama..? apa yg akan lu lakuin Fris../ mempercayai nya atau lu cari tahu dulu kebenaran nya..?" tanya nya..
Friska terlihat berfikir ia masih sibuk merias wajah nya "ya kalau gue mah sih ya.. coba dulu cari tau kebenaran nya.. benar atau tidak.. ga mungkin kan tiba-tiba orang itu datang dan menngakui jika dia kembaran kita jika dia tidak punya bukti nnya.. dan jika benar wajah nya mirip sama seperti yg lu katakan tadi, bisa di bilang ya kalian itu benar-benar kembaran..!! kembar yg terpisahh mungkin..? tapi kenapa lu tiba-tiba nanyain itu..?" tanya Friska.
Nara menggeleng.. "engga ada fris. gue cuma nanya aja.. tadi ada seseorang ya memang gue udah bertemu dia dua kali, wajah kami memang miriup dan nama kami pun juga mirip.. dia Qirana dan aku Qinara.. tidak mungkin kan itu sebuah kebetulan..!!! tapi tidak mungkinj juga kan jika kembar itu berbeda ibu..? aku masih tidak mengerti dengan itu..?" jawab nya..
__ADS_1
Friska terdiam.. ia bingung harus menjawab nya.. ia mendekati Nara dan mengambil ponsel milik nya yg tersimpan di atas meja.. "sebenar nya om Fahri pernah mengirim ku foto ini.. awal nya aku fikir itu kau.. tapi om fahri bilang itu adalah anak dari teman nya dan setelah aku lihat-lihat ternyata memang perempuan yg ada di foto ini begitu mirip dengan mu.. Nar tidak ada salah nya jika kalian tes DNA untuk membuktikan jika kalian itu kembar atau tidak.. karena dari ccerita om Fahri,.. ayah dari perempuan yg mirip dengan mu ini memang sedang mencari anak nya yg hilang.. dan tenyata kebetulan kau bekerja di hotel om fahri.. gue sih tidak kaget mendengar ucapabn lu tadi. karena sebelum nya om Fahri sudah memberi tahu gue lebih dulu.. " jawab Friska..
Nara terkejut mendengar nya.. "jadi kau sudah tau ini lebih dulu..? Kenapa tidak memberitahu ku Fris.. Jika kau memberi tahu ku mungkin aku tidak akan seterkejut tadi... Aku tadi bertemu dengan nya dengan Qirana..!!" ucap nya..
"Kau sudah bertemu dengan nya secepat itu? Om fahri tidak memberi tahu ku jika dia akan mempertemukan kalian secepat itu...! Tapi Ra... Lebih baik kau bertanya dulu pada ibu mu.. Agar kau yakin dengan semua nya.. Kau harus tahu dulu semua tentang mu... Bagaimana jika benar Qirana ini kembaran mu? Lalu apaa yg ibu mu lakukan pada mu kenapa kau bisa ada bersama dengan nya..? Dan kenapa kau bisa di rawat oleh nya...? Tidak ada yg tidak mungkin nara... Semua nya bisa terjadi... Apa lagi jika di fikir kan sebelum kau kemari ibu mu menyuruh mu pergi tanpa alasan kan...? Apakah itu srmua ada hubungan nya dengan Qirana atau tidak..? Tidak mungkin jika tidak terjadi sesuatu pada ibu mu, dia bisa dengan mudah nya mengusir mu pergi jika tidak untuk menutupi sesuatu..!" ucap nya...
Qinara terlihat berfikir... "ya baiklah aku akan menanyakan nya pada ibu ku... Nanti jika aku libur bekerja aku akan pulang kampung dan menanyakan nya pada ibu ku...!! Aku ingin semua nya lebih jelas untuk ku" jawab Qinara..
"ApA benar aku memiliki saudara kembar? Apa itu mungkin..?? Aku harus segera bertemu dengan ibu ku... Aku harus mananyakan langsung.. Apa rahasia yg ibu sembunyikan dari ku.. Dan siapa aku sebenar nya" batin nya..
__ADS_1
Qinara tertidur karena lelah, ia lelAh bekerja seharian dan juga ia lelah memikir kan siapa diri nya.. Keesokan pagi nya, ia terbangun jarena mendengar ketukan pintu di luar, ia melirik jam di dinding nya "Apa itu Friska..?" batin nya ia segera membuka pintu nya..
Dia terkejut melihat gadis yg berdiri di hadapan nya dengan memakai seracam sekolah nya... Ia tersenyum manis pada Qinara... "Pagi kembaran ku... Hari ini aku malas ke sekolah, aku mau menemani mu di sini saja...!!" ucap nya, ia membuja sepatu nya dan masuk ke dalam tanpa di perintah..
Qinara terdiam... "bAngunlah kau harus sekolah... Lagi pula aku belum mempercayai mu tentang itu.. Kau tidan boleh ada di sini...!!" ucap nya... Namun Qirana tidak.mendengar nya ia memilih untuk menutup telinga nya dengan earphon yg dia bawa...
"Sudahlah kak.. Aku menbolos hari ini saja, besok aku akan sekolah bersama kak Nara... Karena ayah kita sedang mengurus sekolah mu itu.
Aku ingin satu sekolah dengan mu.. Agar ada yg melindungi ku... kau tidak boleh bejerja... Kau harus pergi sekolah bersama ku..." jawab nya santai.. Qirana memejam kan mata nya...
__ADS_1
Nara hanya terdiam.. Ia tidak menjawab nya
Bersambung