Qinara kembar yg tertukar

Qinara kembar yg tertukar
bab 7: Maaf kan aku bu..


__ADS_3

Tiara menatap tajam pada Bernad.. Ia menarik tangan pria itu.. ''Apa yg sebenar nya kau rencana kan.? Pendonoran apa..? Kau hendak mengorban kan Qinara putri ku..?!". Teriak nya marah.. Bernad tertawa sinis...


"Putri mu kau ucap...? dia itu putri bang Steven.. Dengar Tiara kau yg menculik nya, kau yg memisah kan dia dari ke dua orang tua nya Adinda dan juga Steven.. Kau tidak bisa mengakui jika dia putri mu... Kau tahu kembaran nya itu sakit keras, dan dia butuh bantuan Qinara, jika cocok aku akan memberikan anak itu pada bang Steven.. Bagaimana pun Qinara anak nya bang steven dia adik dari Qirana..!!" ucap nya..


Tiara menggelengkan kepala nya, "Tidak.. Aku tidak akan membiar kan itu terjadi.. Aku tidak akan menyerah kan Qinara pada mu,. Aku tidak akan mengorban kan putri ku walau pun itu untuk kembaran nya sendiri.. Aku memang menculik nya dulu tapi aku merawat nya aku menyayangi dan aku juga yg membesar kan nya, kau tidak bisa sesuka mu menyentuh anak ku..!!" ucap nya..


Bernad tidaak peduli dengan semua ucapan Tiara, ia menyalakan motor nya dan pergi meninggal kan Tiara, yg masih tersulut emosi.. "aku akan menjemput anak itu sekarang, kau tidak bisa lagi berbuat apa-apa tiara, jika Qinara sudah berada di tangan ku.. Kau tidak bisa lagi mencegah ku, biarkan dia bertemu dengan keluarga kandung nya" teriak bernad berlalu..


Tiara berusaha mengejar... "Tidak... tidak kau kurang ajar,. Laki-laki gila.. Jangan nenyentuh anak ku...!!" teriak nya,. Namun ia tidak berhasil mengejar nya... Tiara berbalik dan kembali ke dalam ia mengambil satu buah tas besar, ia memasuk kan seluruh baju-baju milik Qinara.. Ia berniat untuk menyuruh Qinara pergi dari rumah itu, hanya itu satu-satu nya cara untuk menyelamat kan putri nya itu..


Tidak berselang lama Qinara datang ke sana, ia sendiri heran kenapa ibu nya memberes kan seluruh pakaian nya dan menyuruh nya pergi, Qinara tidak perbah tahu alasan apa yg membuat ibu nya bertindak seperti itu tetapi ia menjadi kan kesempatanitu untuk mencari pekerjaan ke kota ia tidak ingin menyusah kan ibu nya dan juga ia ingin merubah semua kehidupan nya di kota..

__ADS_1


''nak kau pergilah tinggal lah dulu untuk sementara di rumah tante nuri... Jika urusan ibu sudah selesai ibu akan menyusul mu nak.. Qinara jaga diri mu.. Ingat kau harus lari jika perlu kau harus bersembunyi jika kau bertemu dengan laki-laki itu... Ibu tidak ingin kau di sakiti oleh nya..." ucap nya, Tiara memberikan buku tabungan nya pada Qinara, hanya itu yg dia punya, ia berharap Qinara bisa menggunakan nya dengan baik..


Qinara tersenyum dan mengangguk... Ia tidak mengatakan apa yg terjadi pada nya di sekolah dan apa yg sebenar nya ia rencana kan dia hanya menuruti perintah Tiara, yg sebenar nya jika di fikir kan rumah Nuri tidak begitu jauh dari tempat nya kini..


"Bu.. Ibu juga harus menjaga diri.. Bukan kah tempat tante nuri tidak begitu jauh..? Bagaimana jika dia menemukan ku bu..?!" tanya nya.. Tiara bergeming.. "Nuri pasti akan melindungi mu nara...!!" jawab Tiara..


Qinara beroamitan pada ibu nya itu... Dia terlihat ingin menangis.. "Maaf kan aku bu.. Aku terpaksa haruxms membohongi ibu.. Aku tidak akan pergi ke rumah tante nuri tapi aku akan langsung pergi ke kota, jika aku sudah sukses nanti aku akan datang dan menjemput ibu untuk tinggal bersama ku.. Aku akan berusaha untuk menajukan diri ku sendiri.. Maaf aku bu.. Aku pergi tanoa pamit dan tunggu aku bu.." batin nya saat dia berjalan menjauh dari Tiara...


Ia di kejut kan oleh seseorang yg sudah berdiri di belakang nya.. "Steven..!! Un.. Untuk apa kau ke sini lagi..!!" tanya nya gugup.. Namun tiba-tiba saja Steven memeluk nya..


"Aku merindukan mu... Aku masih tidak percaya jika kau sudah menikah.. Aku memang mendengar nya, tapi aku tidak percaya jika itu adik ku sendiri...!!! kenapa kau lebih memilih nya dan bukan nya aku?!" tanya nya dengan suara purau..

__ADS_1


Tiara mendorong tubuh nya sehingga pelukan itu terlepas, "kau bertanya kenapa aku memilih nya! Sekarang apa aku bisa juga bertanya pada mu, kenapa kau juga menikah dengan Adinda..? Dan bukan nya aku..? Apa kau bisa menjawab nya..?!" tanya tiara balik..


"Aku menikahi Adik mu karena dia bisa memperjuang kan aku..! Hingga ke dua orang tua mu luluh dan menerima ku..! Lalu apa yg kau lakukaan untuk memperjuang kan aku...? tidak ada..! Kau yg meninggal kan aku lebih dulu... Kau yg menikah lebih dulu dengan wanita itu.. Apa kau tidak ingat aku..? Aku wanita yg kau bilang kau cintai.. Tapi kau tidak memperjuang kan ku.. Kau nemilih nya.. Kini kau datang dan menanyakan itu..? Di mana hati dan fikiran mu semua itu di mulai karena mu..!!" ucap Tiara..


Ia pergi meninggal kan Steven . Perasaan nya berdebar hebat.. Ia takut jika Steven melihat wajah Qinara.. "Ya Tuhan semoga saja Steven tidak melihat wajah Qinara.." batin nya, lia berlalu pergi menjauh.. .


Sementara Steven ia hanya nampu menatap punggung wanita itu.. Dia tidak bisa menjelas kan alasan nyaa, alasan menikahi Adinda pada Tiara, karena percuma saja jika dia jelas kan pun Tiara tidak akan mengerti dan itu pun tidak akan merubah keadaan..


"Seperti nya semua ini ulah dari Bernad.. Aku tahu dia juga mencintai Tiara saat itu... Maka dari itu aku tidak percaya ketika dia bilang jika putri ku masih hidup.. Dan yg aku kubur kan itu bukan lah anak ku yg sebenar nya... Aku harus mencari tahu kebenaran nya, aagar aku bisa mempertemu kan Qirana denfan saudara kembar nya..!! Tapi siapa gadis yg bersama Tiara tadi...? Tidak mungkin jika dia itu putri dari Bernad, pernikahan mereka saja belum lama tidak mungkin jika gadis itu anak mereka... terlebih Bernad, tidak akan bisa memiliki keturunan..!! Tuhan jika benar anak ku nasih hidup pertemujan aku dengan nya" batin nya...


Tiara menutup pintu rumah itu dengan perasaan yg tidak tenang, ua takut jika Steven sempat melihat wajah Qinara tadi... "Semoga saja Steve. tidak melihat nya, aku belum siap jika dia mengetahui semua nya sekarang..." ucap nya pelan..

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2