
Malam itu di London Kirana berjalan seorang diri di gang sempit dan gelap Rupanya dia baru saja pulang dari kampusnya malam itu sopir pribadi nya tidak bisa menjemput dia karena mobil mereka rusak jadi dia terpaksa pulang sendirian Kinara terlihat Tengah asik memainkan ponselnya di tepian jalan itu "ah sebentar lagi aku sampai apartemenku ,Aku sangat lelah sekali .." batinnya ketika itu dia melihat seseorang yang berdiri mematung memandanginya dari seberang jalan sana Kirana sedikit merasa takut karena dia takut jika orang yang dia lihat itu berniat jahat padanya namun dia mencoba untuk menepis pikiran itu..
Kirana mencoba memberanikan dirinya untuk menghadapi laki-laki itu namun dia berpikir Sepertinya laki-laki itu dalam keadaan mabuk karena tubuhnya terlihat lunglai tidak bertenaga
ia kini berdiri di hadapan laki-laki itu..
Betapa terkejut nya dia, saat melihat laki-laki itu adalah Andara, Qirana terkejut sekali melihat nya.. "Tuan Andara? Untuk apa kau ke sini ..?'' tanya nya.. Andara hanya memandangi nya...
saja..
"Aku merindukan mu Qinara...!!" ucap nya tidak sadar, Qirana hanya mengernyit kan dahi nya, "Aku bukan Qinara, aku Qirana, kak nara tidak ada di sini..!! Dia sudah kembali ke indonesia" jawab nya acuh.. Rana kini memilih untuk meninggal kan Andara di sana..
Andara terdiam.. ia tidak menyadari jika gadis yg dia temui itu bukan lah gadis yg dia rindukan.. Andara berjalan tertatih ia mengejar Qirana yg akan masuuk ke dalam apartemen nya..
Ia menarik tangan gadis itu dan memeluk nya.. Rana mencoba untuk melepas kan nya, nMun laki-laki itu menahan nya.. "Tuan Andara, sudah aku katakan, aku bukan Qinara,.. Aku Qirana..!!" teriak nya, namun andara tidak mendengar kan ucapan gadis itu..
__ADS_1
Qirana terpaksa terdiam.. Ia tidak lagi memberontak.. Karena dia fikir, percuma memberontak pada pria yg tidak sadar karena minuman keras... Namun beberapa saat kemudian laki-laki itu melepas kan pelukan nya, dia kini berdiri menatap gadis itu...
"Aku tahu kau bukan nara, tapi aku tidak perduli.. Karena wajah kalian sangat mirip, jadi aku melampias kan rindu ku pada mu... Maaf kan aku.. ,baku tidak akan mengulangi nya lagi.. Dan tolong sampai kan pada nara, dia harus menjaga diri nya dan maaf kan aku.." ucap nya, Andara kini pergi meninggal kan rana yg terdiam terpaku dia tidak mengerti yg di ucap kan laki-laki itu..
"Ada apa dengan nya? apa dia itu mabuk..? Tadi dia mengira jika aku itu adalah qinara, tapi dia tahu jika aku bukan dia...!! Ah sudah lah, aku tidak mengerti.. Lebih baik aku masuk saja, aku sudah lelah seharian kuliah, aku tidak ingin memikir kan ini lagi.." batin nya, "Si tuan Andara itu memang orang yg tidak jelas sekali.." ucap nya sendiri..
Andara kembali ke mobil nya yg terparkir tidak jauh dari apart Qirana.. "Maaf kan aku Rana, aku tidak bermaksud jahat, aku hanya ingin melihat Nara, jika aku melihat mu Rindu ku rasa nya sedikit berkurang.. Walau pun aku tau kau itu bukan dia" batin nya..
Andara kini pulang ke rumah itu.. Sementara Zena sudah menunggu nya, terlhat ia sudah menyiap kan makan malam untuk mereka berdua... Andara melihat nya, namun dia melewati nya begitu saja..
Pernikahan mereka, yg baru saja menginjak satu bulan lana nya, tjdak tetlihat kehangatan di dalam nya , Andara berubah menjadi lebih dingin lagi.. Dia tidak pernah menyentuh zena, jangan kan menyentuh berbicara atau hanya melirik nya pun tidak sama sekali...
Zena terdiam.. Ia menyadari jika Andara membenci mya,andara tidak pernah menunjukan sikap peduli nya terhadap nya, apalagi terhadap Zefanya, semenjak dia tahu kenyataan nya jika hasil tes Dna itu di palsu kan..
Andara melewati kamar bayi itu.. ia melihat bayi itu menangis keras, dan tidak ada yg menghamoiri nya, karena Zena berada di lantai satu.. Dia menghampiri nya,.. "Berhenti lah menangis,, tangisan mu tidak akan membuat ku luluh pada mu" ucap nya, namun zefanya kecil terdiam.. Dia seperti mengerti apa yg andara ucap kan pada nya..
__ADS_1
Andara melihat mata bulat bayi itu.. tanpa dia sadari dia menggendong bayi itu... Ada senyuman kecil di bibir nya saat bayi itu tersenyum pada nya.. "Aku tahu kau tidak bersalah, aku tidak membenci mu.. Aku hanya kesal dengan apa yg ibu mu lakukan pada ku... Kau tidak berdosa untuk kesalahan yg ibu mu perbuat, aku tidak akan menjahati mu.. Kau tenang saja, aku bukan laki-laki jahat.. Mungkin suatu saat nanti aku yg akan melindungi mu.. Walau pun aku bukan ayah kandung mu'' ucap nya.. bayi mungil itu hanya menatap nya, tatapan nya seoerti memiliki arti sendiri bagi Andara...
Tidak beberapa lama, Bayi itu tertidur di gendongan Andara, dengan perlahan dia menyimpan bayi itu di box nya, Andara segera pergi meninggal kan kamar itu.. Dia kembali ke dalam kamar nya, dan merebah kan tubuh nya di atas ranjang king size nya..
"Apa yg aku lakukan tadi. .! Seharus nya aku tudak memberi hati pada bayi itu..!! Namun bayi itu tidak bersalah, zena lah yg bersalah, dia yg nemanfaat kan kehamilan nya untuk menjebak ku..!! Tapi sebenar nya siapa ayah kandung anak itu..,? Siapa yg tega melakukan itu dan tidak mau bertanggung jawab pada anak nya, jija dia tidak mencintai zena saat utu, lalu kenapa dia harus menghamili wanita itu? Apa aku harus mencari tahu nya!! Aku hanya ingin tahu, mengapa zeba bisa senekat iyu dan menjebak ku." ucap nya sendiri...
"Aku juga tahu jika dia tidak pernah mencintai ku.. dan dulu ketika aku menodai nya, itu pun karena keinginan nya lepas dari ku.. Sebagai ganti nya semua hutang orang tua nya aku bebas kan..!! Tapi kenapa menjadi begini sekarang?
Aku yg malah terjebak oleh semua nya" batin nya..
Andara mencoba mengingat kembali semua kejadian nya, sejak pertama kali dia bertemu dengan zena dulu... Cerita nya hampir sama seperti Qinara, dulu.. Namun zena yg lebih memilih pergi meninggal kan Andara dulu..
Jika Qinara tidak mau membayar hutang-hutang itu dengan tubuh nya, berbeda dengan zena, dia memberikan tubuh nya untuk laki-laki itu atas keinginan nya sendiri. Bukan karena Andara yg meminta atau memaksa nya, dan di situ lah hubungan itu di mulai., Andara sempat jatuh hati pada nya dulu...
Bersambung
__ADS_1