Queen/Istri Tuan Vampir Season 2

Queen/Istri Tuan Vampir Season 2
30


__ADS_3

Lucas menatap Noa yang tengah duduk mematung. Tatapannya terlihat kosong padahal saat ini dia tengah menonton acara televisi.


Tidak ada kabar dari Daniel, membuat semangat Noa kembali terpatahkan. Dia tidak sanggup menerima kenyataan jika putri semata wayangnya sudah tiada.


Aku harus membujuknya keluar rumah. Jika dia terus saja di dalam rumah. Dia akan terperangkap di sini selamanya.


Lucas duduk perlahan. Walaupun dia sadar jika sikap Noa keterlaluan. Namun hal itu tidak membuatnya mengingkari janji untuk selalu bersikap lembut.


"Apa yang kamu lihat Baby?" Noa tersadar dari lamunannya dan menoleh.


"Acara televisi." Lucas menarik nafas panjang. Acara televisi terlihat lucu namun wajah yang di perlihatkan Noa begitu datar.


"Tidak ingin keluar untuk berjalan-jalan? Sangat banyak perubahan yang terjadi di kota. Apa kamu melupakan keinginanmu untuk pergi ke luar negeri?" Selembut mungkin Lucas mengatakannya. Dia tidak ingin menyinggung perasaan Noa yang sedang terhantam masalah berat.


"Bagaimana mungkin aku bersenang-senang tanpa putri ku." Lucas mengangguk. Dia sudah tahu dengan jawaban yang sudah ratusan kali terdengar.


"Mungkin saja kita bisa mencarinya sendiri di luar. Sambil berjalan-jalan agar fikiran mu sedikit fresh." Noa mendengus lalu menatap tajam Lucas.


"Apa menurutmu fikiranku sudah tidak berjalan dengan baik? Kau selalu saja tidak mengerti dengan apa yang ku rasakan sayang. Dia putri kita! Kenapa kau menyepelekannya!!"


"Aku tidak menyepelekannya. Dengarkan aku." Lucas menggeser tubuhnya lalu menggenggam jemari kanan Noa erat seraya sesekali menciumnya." Pencarian sudah kita lakukan. Kita sudah meminta bantuan pada Ayah beberapa tahun silam. Tidak ada hasil hingga sekarang. Kau ingat perkataan Daniel." Tiba-tiba ide itu terlintas. Lucas benar-benar ingin membawa Noa keluar agar pola fikirannya kembali membaik.


"Daniel?"


"Hm Daniel. Bukankah dia mencurigai Alex." Noa mengangguk. Manik matanya menunjukkan jika sekarang dia merespon ucapan Lucas." Jika Elena yang menculik dan Alex berkerja sama dengannya, bukankah pencarian ini tidak berguna jika kita tidak turun tangan sendiri." Sambil mengatakan itu, Lucas berdoa di dalam hati agar Noa bisa menerima sugestinya.


"Itu hanya dugaan sayang."


"Tapi mungkin saja terjadi. Itu Angel kita Baby. Walaupun kemungkinannya hanya ada 1 persen saja, seharusnya kita mencobanya."


"Tentu saja sayang. Bagaimana rencana mu." Senyum Lucas mengembang. Dia sangat bahagia akhirnya Noa bisa mendengarkan keinginannya.


"Kita berjalan-jalan untuk mencari Angel. Kita datangi tempat-tempat yang memungkinkan. Jika memang Angel masih hidup, kita akan menemukannya asal kita yakin." Terpaksa kebohongan Lucas lontarkan sebab sebenarnya dia merasa tidak yakin.

__ADS_1


"Aku setuju. Kapan kita lakukan." Tanya Noa bersemangat.


"Besok bagaimana?" Noa mengangguk seraya tersenyum. Dia langsung berdiri seraya mengulurkan tangannya ke Lucas.


"Kita harus beristirahat agar besok bisa berjalan dengan baik." Lucas menyambut uluran tangan Noa lalu berdiri.


"Oke Baby." Lucas mendekap tubuh Noa lalu mengecup puncak kepalanya begitu lama. Ini kedua kali aku memohon. Jangan patahkan hatinya lagi. Aku tidak sanggup melihatnya terluka. Jika memang Angel ku masih hidup, pertemukan mereka. Tapi kalau dia sudah musnah. Bukalah pintu hati Istriku agar dia sanggup menerima kenyataan ini..


Aku sendiri tidak yakin apa anak kita masih hidup? Kemampuan mu bahkan tidak bisa mengendus keberadaannya. Mereka sudah memaksimalkan pencarian hingga ke luar negeri. Aku tahu sikapku sangat membebani mu. Aku berpura-pura setuju karena aku yakin jika kamu sedang ingin membuatku bangkit seperti dulu. Akan ku coba walaupun aku tidak yakin bisa. Ide darimu ku anggap sebagai ikhtiar penghabisan. Jika memang Angel kita sudah musnah, aku tidak tahu bagaimana lagi aku bisa bersemangat untuk hidup..


🌹🌹🌹


Perlahan, Elena membuka pintu kamar Tiara. Dia kembali tidak menemukan Tiara di atas ranjang.


Biar ku periksa di kamar mandi..


Untuk meyakinkan hatinya, Elena memeriksa kamar mandi yang tentu saja kosong.


Tidak ada. Kemana Angel pergi? Aku bahkan duduk di depan tapi tidak melihatnya melintas. Apa kuncian kekuatannya sudah hilang sehingga dia bisa menghilang selayaknya Vampir? Tidak! Itu tidak mungkin.


Bagaimana ini!!!


Sebisa mungkin Elena bersikap biasa saja agar Alex tidak curiga.


"Kenapa datang malam-malam?" Tanya Elena berjalan menghampiri Alex.


"Dia sudah tidur?" Elena mengangguk.


"Jangan menganggunya. Akhir-akhir ini emosinya labil akibat ulahmu." Alex tersenyum. Dia menyodorkan sesuatu.


"Aku hanya ingin memberikan ini." Elena mengambil sebuah kantung belanja cukup besar dari tangan Alex.


"Apa ini?"

__ADS_1


"Beberapa baju yang tidak kuno." Sebenarnya Alex ingin sekali memanjakan Tiara. Namun hatinya masih mengambang tidak berarah.


Elena membuka bungkusan itu dan tersenyum saat melihat beberapa potong baju.


"Dia selalu mengeluh soal baju." Gumam Elena ikut merasa senang.


"Hm ya. Mungkin esok aku tidak berkunjung. Bilang padanya aku sedang keluar kota." Elena terkekeh saat membaca raut wajah tidak baik yang Alex tunjukkan.


"Cemburu pada Lucas?" Alex membuang nafas kasar." Kau memiliki anaknya. Dia jauh lebih cantik dari Noa yang bisa menua itu." Ingin rasanya Alex melakukan itu. Tapi nyatanya dia tidak sanggup melupakan Noa dari fikirannya.


"Kau tetap saja tidak punya hati! Itu kenapa kau tidak tahu bagaimana sakitnya mencintai tapi tidak bisa memiliki."


"Aku tidak perduli. Aku hanya ingin kau lebih perhatian pada Tiara."


"Aku sedang berusaha! Aku pergi." Alex menghilang dari hadapan Elena yang langsung menghela nafas panjang.


"Syukurlah. Besok aku harus berbicara dengan Tiara. Aku tidak ingin dia ketahuan."


Sementara Elena merasa khawatir, Tiara malah belum beranjak dari tempatnya sekarang. Beberapa kali Daniel menawarkan untuk pulang. Namun Tiara selalu menolak dengan berkata..


"Sebentar lagi." Ucapan itu sudah terlontar kesekian kalinya." Tidak ada kelas pagi." Imbuh Tiara beralasan padahal dia sedang ingin menenangkan perasaannya.


Hiatus...


Maaf teman-teman. Aku memutuskan untuk hiatus dulu 🙏 Sudah beberapa hari aku kehilangan semangat untuk menggerakkan jari-jari ku🙄Padahal ide banyak. Ending untuk cerita dan konfliknya juga sudah aku fikirkan.


Tapi ide dan tanganku sedang tidak bersahabat. Ide tidak akan bisa berjalan jika fikiran kita sedang tidak baik🙏


Daripada nanti ceritanya tidak sesuai. Aku memutuskan untuk hiatus sejenak 😁🙏Mungkin satu bulan atau lebih😭🙏atau sampai fikiranku membaik🙏🙏


Pasti sangat banyak yang kecewa. Tapi ceritaku mungkin tidak seberapa menarik hingga tidak mampu mengudang minat pembaca.


Sambil menunggu pembaca banyak. Aku hiatus sejenak🙏

__ADS_1


Terimakasih dukungannya 🥰


__ADS_2