Queen/Istri Tuan Vampir Season 2

Queen/Istri Tuan Vampir Season 2
54


__ADS_3

Setelah kepergian Daniel. Angel berjalan menuruni tangga dan berniat menemui Elena. Langkahnya terlihat pelan, sebab jantungnya masih saja bergetar karena sesuatu yang spesial sudah terjadi malam ini.


"Bibik." Sapanya duduk di samping Elena yang tengah menonton televisi.


"Bibik tadi takut sayang. Untung saja kamu sudah datang." Mata Elena membulat ketika menyadari wajah memerah Angel.


Tangan Angel terangkat lalu melepaskan pengait liontin. Dia ingin menunjukkan aroma darahnya agar Elena bisa mengedusnya. Angel merasa ingin tahu dengan apa yang di sebut pernikahan dalam bangsa Vampir.


"Astaga.. Aroma darah siapa." Tanya Elena tentu merasa terkejut.


"Bibik bisa mengedusnya?" Tanya Angel pelan.


"Bisa sayang. Kalau Alex tahu. Ini akan jadi masalah." Angel menyembunyikan aroma tubuhnya.


"Bagaimana dengan sekarang?" Bibir Elena tersungging saat aroma tubuh Angel menghilang seakan kehadirannya tidak ada.


"Kamu belajar dengan cepat?" Elena mengusap puncak kepala Angel lembut." Terus? Aroma tubuh siapa tadi?" Tanyanya penasaran.


"Sebelum aku menjawabnya. Aku ingin tahu, bagaimana bangsa kita menikah Bik?" Angel merasa tidak yakin dengan kesucian pernikahan yang terlihat sepeleh.


"Bertukar darah sayang. Pasanganmu meminum darahmu dan sebaliknya."


Berarti aku...


"Kamu sudah melakukan itu?" Tanya Elena tidak sabar.


"Aku tidak tahu Bik. Dia menyuruhku meminum darahnya dan dia menghisap darahku." Senyum Elena terlihat mengembang. Berita itu cukup membahagiakan karena sebenarnya dia tidak ingin Angel menikah dengan Alex." Jika aku tahu. Aku tidak akan mau melakukan itu." Langsung saja Elena memeluk Angel erat.


"Siapa? Katakan? Apa Daniel?" Angel mengangguk pelan.


"Astaga. Selamat ya. Bibik ikut senang. Dengan begitu, Alex tidak akan bisa menikahi mu." Elena merenggangkan pelukannya dan memberikan beberapa ciuman pada wajah Angel.


"Serius Bik? Aku tidak yakin dengan pernikahan itu."


"Pertukaran darah itu sangat sakral di dalam bangsa kami. Sama halnya kita sudah menjadi satu setelah darah bercampur aduk. Meski kamu tidak yakin tapi mulai malam ini, Daniel sudah menjadi Suamimu." Jantung Angel kembali berdebar. Mengingat percintaan hangatnya yang terjadi begitu singkat namun berkesan.


Sesuai janji. Daniel tidak akan menuntutnya macam-macam dan akan fokus pada masalah yang belum terpecahkan. Sehingga kini Daniel tengah bertengger di salah satu pohon untuk kembali memantau. Dia masih tidak yakin dengan markas utama yang terbakar. Daniel masih harus waspada jika mungkin akan ada korban lagi.


Semoga saja gadis-gadis itu tidak lagi menghilang..


Daniel menoleh ketika seseorang berdiri di sampingnya. Ada rasa terkejut walaupun bibirnya tersungging menyambut kedatangan Lucas.


Dia sekarang Ayahku...


"Ayah." Sapa Daniel ikut berdiri namun Lucas terlihat duduk." Apa yang terjadi Ayah?" Dia kembali duduk dan membaca mimik wajah Lucas

__ADS_1


"Aku yakin jika wanita itu bukan Angel." Gumam Lucas lirih.


"Maksud Ayah?"


"Wanita yang menghancurkan markas Alex tempo hari! Dia datang memberikan ancaman! Bagaimana penyelidikan mu! Apa kau sudah bertemu Angel!!" Suara Lucas terdengar kasar. Fikirannya terasa kalut saat membayangkan perpisahan adalah jalan satu-satunya untuk membebaskan Angel.


"Siapa yang datang."


"Alex! Dia mengaku sudah menyekap Angel selama ini." Sesaat, Daniel tidak bergeming. Dia ingin membicarakan kebenaran namun dia tidak boleh gegabah dalam mengambil langkah.


"Kita pergi ke kerajaan. Kita temui Alex untuk membicarakan ini." Maaf Ayah. Aku ingin menepati janjiku pada Angel.


"Mana mungkin makhluk buruk itu bisa di ajak negoisasi."


Aku hanya ingin Ayah tahu bagaimana keadaan kerajaan sekarang. Aku tidak mengerti kenapa tempat itu begitu sunyi seakan tidak berpenghuni.


"Setidaknya kita sudah berusaha. Aku akan membantu berbicara." Daniel merangkul kedua pundak Lucas untuk memberikan sedikit semangat.


"Dia menginginkan kami berpisah." Daniel menoleh cepat.


"Berpisah?"


"Angel akan di lepaskan jika aku meninggalkan Istriku." Saliva tertelan kasar. Daniel tidak menyangka ada makhluk seburuk Alex yang mampu menawarkan sebuah kegilaan.


"Itu tidak akan terjadi Ayah. Sebuah pernikahan itu sakral." Aku bahkan sudah menikahi Angel.


Sebuah cinta sejati dapat di ukur dari keikhlasan pasangan. Level tertinggi terlihat saat kita di tuntut untuk mengikhlaskan kebahagiaan kita hanya untuk orang yang kita sayangi.


"Bilang pada Ibu Noa jika Angel akan bersedih melihat perpisahan kalian. Ayo Ayah. Semoga Alex bisa di ajak negoisasi. Aku juga ingin menunjukkan sesuatu."


Keduanya melesat menuju kerajaan. Setibanya di sana, Daniel tidak langsung menuju kerajaan melainkan rumah penduduk yang sejak awal terlihat ganjil.


Lucas terpaksa ikut turun dan baru menyadari keanehan yang terjadi.


Kemana semua penghuni? Apa Alex sudah memangsanya..


Tidak pernah terlintas soal peperangan yang Alex rencanakan. Lucas tidak tahu jika kegilaan Alex sudah berada di level tertinggi hingga menginginkan kehancuran terjadi besar-besaran agar dia dan Noa menjadi penghuni satu-satunya.


Bisa di tebak, jika keinginan yang di lontarkan Alex tidak akan menjadi pemecah masalah. Karena setelah dia bisa mendapatkan Noa. Mesin pembunuhnya akan di lepaskan agar bisa membabat habis kehidupan manusia.


"Ini yang mau ku tanyakan. Apa mereka punya perkerjaan lain." Tanya Daniel berbisik. Dia yakin jika Alex bisa mendengar pembicaraan sehingga peredam suara kembali dia pergunakan.


"Perkerjaan apa Daniel. Mereka tidak membutuhkan uang." Saat Lucas akan melangkah, tangan Daniel meraih bahunya.


"Kita pergi diam-diam Ayah. Pegang tangan saya." Lucas yang sudah lama tidak mengasah ketangkasannya tentu tersaingi oleh Daniel yang sudah lebih banyak menguasai banyak kekuatan." Ayah percaya pada saya." Walau ragu, Lucas meraih pergelangan tangan Daniel lalu seketika tubuh keduanya terlihat samar.

__ADS_1


"Bagaimana bisa." Tanya Lucas memandangi tangannya yang menerawang.


"Nanti saya ajarkan." Keduanya berjalan seperti angin. Memeriksa setiap rumah tanpa mengeluarkan langkah kaki dan pergerakan.


Lucas tercengang, melihat kenyataan jika semua penghuni rumah sudah tidak ada. Rumah-rumah itu kosong dan hanya menyisakan hewan ternak yang terlihat kurus.


"Ini tidak mungkin. Mereka tidak bisa keluar dari wilayah ini."


"Sejak awal tempat ini sudah sepi. Di dalam istana juga tidak terlihat makhluk lain kecuali Alex."


"Kita ke rumah Patresia. Mungkin saja dia tahu keberadaan mereka."


"Patresia?"


"Anak Elena." Daniel di giring menuju rumah Patresia yang berada cukup jauh dari istana.


Namun lagi-lagi Lucas di buat bingung saat melihat pintu rumah Patresia terlihat rusak. Keduanya menerobos masuk dan tidak mendapati seseorang di sana.


"Patresia, Pedro. Matra, Andra." Ucap Lucas setengah berteriak." Kemana mereka." Gumam Lucas bingung.


"Tidak ada Ayah. Em, kapan terakhir Ayah berkunjung."


"Beberapa Minggu lalu. Tapi aku langsung ke istana untuk menemui Alex. Aku tidak melihat keadaan sekitar." Daniel mengangguk seraya mengedarkan pandangannya dan terhenti pada sebuah pintu yang juga rusak.


Segera saja dia menghampiri pintu tersebut lalu masuk ke ruang bawah tanah. Bau daging busuk menyeruak di hidung membuat Daniel dan Lucas semakin penasaran dengan apa yang ada di bawah.


"Patresia!!!" Segera saja Lucas berjongkok saat melihat serpihan baju juga sisa daging dan tulang yang berceceran. Tangannya meraih darah lalu mengedusnya." Bagaimana mungkin ini terjadi." Lucas yakin jika tulang belulang itu milik Patresia.


Daniel memicing, saat melihat sebuah benda mengkilap berada di dalam ceceran isi perut Patresia. Dia memungut benda berbentuk panjang tersebut. Daniel membuka penutupnya lalu mengeluarkan gulungan kertas dari sana.


"Ayah baca ini."


Isi surat


Jika kamu menemukan surat ini. Tolong jemput anakku yang ada di gua persembunyian milikmu sebelum mereka menemukannya. Jangan biarkan mereka mengubahnya menjadi makhluk buruk itu. Maaf atas kelancanggan ku. Hanya tempat itu yang aman.


"Kita harus pergi." Lucas meraih pergelangan tangan Daniel untuk membawanya pergi ke tempat tersembunyi miliknya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Maaf teman-teman..


Mungkin untuk beberapa hari ke depan. Aku nggak bisa doubel update ๐Ÿ™


Tiba-tiba saja tanganku sakit, mungkin otot-ototnya terlalu menegang๐Ÿ˜

__ADS_1


Doakan saja cepat sembuh supaya bisa doubel update lagi๐Ÿ’™


Terimakasih dukungannya ๐ŸŒน


__ADS_2