
Typo bertebaran ๐ฅฐ
Lucas tiba di kediamannya dengan raut wajah lesu. Angel menyambut kedatangannya sekaligus membuka pelindung yang tidak dapat Lucas tembus.
"Kak Daniel ke mana?" Baru saja pertanyaan itu terlontar, Daniel sudah berdiri di samping Lucas seraya tersenyum. Meski hatinya di liputi kebingungan dan ketakutan, selalu saja Daniel menghadapi semuanya dengan sikap santai.
"Darimana kamu belajar ini sayang." Tanya Lucas menunjuk ke pelindung yang kembali Angel bangun.
"Buku dari Bibik. Beliau bilang buku itu adalah salinan kitab kuno di kerajaan." Lucas merangkul kedua pundak Angel seraya mencoba memperlihatkan senyum.
"Ayah juga mempelajarinya. Tapi Ayah tidak bisa membangun pelindung sekuat itu."
"Kalau masalah itu, aku hanya sekedar membacanya. Apa pelindungnya berbeda?" Angel yang hanya sekedar mempelajari, tidak mengerti dengan kekuatan yang memiliki level dan tingkatan.
"Dulu pelindung milik Ayah yang terkuat tapi sekarang..." Lucas mengiring Angel duduk di taman samping. Dia tidak ingin Noa mendengarkan pembicaraan mereka." Ayah rasa, milik mu yang terkuat." Puji Lucas memperlihatkan mimik wajah penuh kekhawatiran.
"Ada apa Yah." Tanya Angel lirih.
"Dia merencanakan perang."
"Alex?" Sahut Angel cepat.
"Hm ya."
"Dengan manusia?"
"Lalu dengan siapa lagi." Jawab Daniel menyela." Para penghuni hutan larangan sudah tidak ada." Imbuhnya.
"Mereka tidak bersalah."
"Itu yang sedang Ayah fikirkan."
"Dia menunggu jawaban sampai besok." Lucas menoleh ke arah Daniel.
"Jawaban apa?"
"Keputusan. Jika Ayah tidak memutuskan maka perang akan di mulai."
"Apa yang di inginkan!!" Tanya Angel tegas. Lucas hanya terdiam sebab dia tidak kuasa untuk menjelaskannya." Apa dia masih menginginkan Mama?" Lucas melebarkan matanya.
"Kamu tahu?"
"Hm Ayah. Apa dia masih menginginkan itu?"
"Ayah rasa, itu memang tujuannya sejak awal. Dia menganggap Mamamu adalah reinkarnasi dari Istrinya." Angel mendengus dengan sorot mata hitam. Saat kenyataan itu terdengar di telinga, selalu saja emosinya terkoyak.
"Itu tidak akan terjadi selama aku masih hidup." Tiba-tiba saja Angel menoleh ke arah depan." Dia menuju ke sini." Gumam Angel berdiri.
"Siapa?"
__ADS_1
"Alex." Angel berjalan cepat menuju pintu gerbang di ikuti oleh Lucas yang sebenarnya merasa tidak yakin.
Tapi saat melihat sosok Alex tengah berdiri di depan, Lucas mengakui indera penciuman Angel yang tajam.
"Tidak perlu pergi Angel." Teriak Lucas merasa jika negoisasi tidak akan bisa Alex terima.
"Aku akan bicara padanya. Ayah tunggu di sini." Lucas berusaha menyusul namun tertahan. Pelindung yang Angel buat tidak dapat tertembus olehnya termasuk Daniel.
"Angel!!! Masuk lagi!!" Teriak Lucas merasa khawatir jika sampai Alex kembali membawa Angel.
"Percuma Ayah. Aku sendiri tidak bisa menembusnya. Bukankah ini jenis pelindung terkuat yang sudah lama menghilang." Lucas mengulurkan tangannya dan mencoba menembus namun belum sampai pelindung tersebut tersentuh. Jari-jarinya sudah lebih dulu terbakar.
"Jika dia kembali membawanya bagaimana?" Gumam Lucas panik. Daniel tidak menjawab dan hanya memperhatikan Angel yang tengah berdiri di hadapan Alex.
Entah benar atau salah. Tapi rasa khawatirku sedikit terkikis. Aku yakin kamu memiliki kekuatan besar Angel..
Alex menatap Angel dengan senyuman Iblis. Dia masih tidak bisa mendeteksi kekuatan Angel apalagi saat dengan mudah Angel melewati pelindung yang mengelilingi.
Aromanya masih seperti manusia. Itu berarti kekuatannya belum terlepas.
Itulah anggapan Alex. Dia berfikir jika Lucas lah yang sudah membangun pelindung tersebut. Padahal kini Lucas tengah memperhatikannya. Sementara pengelihatan Alex tidak sanggup menjangkau apa yang ada di balik pelindung.
"Waw sayang. Aku terkejut. Kenapa kamu sudah berada di sini." Ucap Alex menatap intens ke Angel.
"Cabut tuntutan mu. Aku tidak akan membiarkan kau memisahkan mereka." Alex terkekeh nyaring lalu berjalan cepat menghampiri Angel yang tidak bergerak dari tempatnya.
Selayaknya kaca satu arah, Lucas yang bisa melihat kegiatan mereka semakin di liputi kekhawatiran.
Dengan sekejap tangan lentik itu berubah menghitam lalu menghempaskan tubuh Alex hingga menimbulkan dentuman besar.
Blaaaaammm!!!!
Lucas melebarkan matanya, menatap nanar perubahan tangan Angel. Gadis yang awalnya terlihat lemah kini berubah menjadi sosok mengerikan dengan aura hitam yang mengelilingi tubuhnya.
"Aku tidak sedang main-main Alex!!!" Tubuh Angel terbang lalu berdiri di hadapan Alex yang sudah berdiri." Hentikan kegilaan mu dan pergilah dari wilayah ini!!" Alex memundurkan tubuhnya. Aura tubuh Angel terasa menyengat kulit.
Sejak kapan kekuatan terlepas. Kenapa sampai saat ini aku tidak bisa mendeteksinya?
"Jangan bercanda. Mana mungkin aku berhenti hanya karena gertakan dari bibir anak kecil seperti mu!!" Angel meraih leher Alex. Mencekiknya hingga tubuhnya terangkat. Alex sedikit mengelepar, merasakan panas pada leher yang seolah-olah putus.
Tidak ini sulit!!!
Alex mulai kesulitan bernafas lalu tiba-tiba saja tubuhnya berubah menjadi asap hitam yang terbawa bersama hembusan angin kencang.
"Perang akan di mulai!! Sampaikan peringatan itu pada kedua orang tuamu hahaha.." Angel menghela nafas panjang. Mendongak menatap asap hitam yang melesat pergi menjauh.
Hm silahkan saja Alex. Silahkan kau atur peperangan. Selama aku masih berdiri tegak seperti sekarang. Aku pastikan kau tidak bisa lagi menghadiahkan kesakitan untuk kedua orang tuaku..
Tubuh Angel kembali pulih. Dia berjalan tenang menembus pelindung dan langsung di sambut oleh Lucas yang setengah mati merasa khawatir.
__ADS_1
"Jangan lakukan lagi. Jika dia sampai kembali mengambil mu. Ayah tidak tahu bagaimana harus mempertanggungjawabkannya pada Mama mu." Angel malah tersenyum lalu memeluk tubuh Lucas erat.
"Ayah tenang saja."
"Bagaimana bisa tenang jika makhluk itu akan merencanakan perperangan." Jawab Lucas lirih.
"Tolong buka pelindungnya. Aku akan pergi untuk memanggil para sahabat juga Matra dan Andra."
"Hm baik Kak." Daniel melesat pergi setelah pelindung di buka." Jangan pernah Ayah berfikir untuk memenuhi keinginan Alex. Aku merasa dia makhluk yang begitu buruk yang tidak akan pernah bisa menepati janji." Angel kembali membangun pelindung bersamaan dengan datangnya Bima. Keduanya memilih masuk daripada harus mempedengarkan sebuah obrolan yang tidak masuk akal.
"Bagaimana dengan manusia itu? Mereka tidak bersalah."
"Aku tahu Yah. Seharusnya dia tidak melibatkan mereka."
"Itu memang sudah di rencanakan sayang."
Apa benar Nyai akan memberikan bantuan padaku dan menemani ku..
"Tapi kejahatan tidak akan bisa bertahan. Dia sudah terlalu lama menebar keburukan. Aku yakin ini saatnya Alex di lumpuhkan." Meski aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Aku hanya merasa yakin jika Tuhan berpihak pada kebenaran. Sesuai dengan ucapan Nyai di mimpi itu..
๐น๐น๐น
Alan menddesah lembut ketika Daniel menyampaikan perang besar yang sudah Alex rencanakan. Dia juga merasa tidak habis fikir kenapa Alex menumbalkan manusia sebagai ancaman hanya demi cinta yang tidak berbalas.
"Begitu gilanya cinta." Gumam Alan beranjak. Dia mengambil papan pengumuman lalu mulai menulis penutupan Cafenya selama tiga hari." Aku akan mengumpulkan semuanya setelah menutup Cafe." Imbuhnya.
"Aku merasa bimbang. Antara yakin dan tidak yakin." Daniel membandingkan jumlah pasukan Alex yang berjumlah jutaan sementara dirinya hanya memiliki puluhan sahabat.
"Dari jumlah?" Daniel mengangguk lemah." Aku juga. Anggap saja ini perjuangan terakhir kita. Sudah seharusnya kita menghalau sesuatu yang kekuatannya tidak sebanding dengan manusia itu. Apalagi yang bisa kita lakukan. Aku juga tidak menyukai cara Alex yang sudah memanfaatkan kekuasaan hanya untuk membalaskan sakit hatinya." Tangan Daniel terangkat lalu menepuk-nepuk pundak Alan lembut.
"Terimakasih sudah mau menuruti kegilaan ku. Seharusnya ini bukan masalah kita."
"Hahahaha. Aku juga suka petualangan dan kita adalah sahabat. Apa aku harus membiarkanmu menghadapi semuanya sendiri."
"Aku beruntung. Sebaiknya kau cepat tutup tempat ini. Aku akan menemui Matra dan Andra. Kalau semua sudah berkumpul, datang langsung ke alamat yang ku sebutkan."
"Siap."
"Aku pergi." Alan tersenyum, menatap kepergian Daniel. Sebenarnya ada ketakutan terbesit namun kesetiaan membuatnya tidak mampu meninggalkan Daniel sendirian.
Aku bisa saja kabur Daniel. Tapi akan lebih terhormat jika aku musnah dalam peperangan daripada harus lari dari peperangan. Ini akan jadi petualangan terbesarku..
๐น๐น๐น
Hoooiiii para reader ๐
Aku masih belum sehat. Itu kenapa aku nggak bisa rajin update..
Semoga kalian sabar menunggu kelanjutannya..
__ADS_1
Aku akan usahakan update setiap hari tapi kalau tidak ada update jangan tanyakan aku kemana๐๐
Terimakasih dukungannya ๐น๐น