Queen/Istri Tuan Vampir Season 2

Queen/Istri Tuan Vampir Season 2
36


__ADS_3

Sesuai rencana, Tiara dan Dinda kini berada di dalam swalayan. Meskipun stok sabun masih ada. Tiara menuruti saran dari Dinda untuk berbelanja sendiri. Dia ingin tahu kesenangan apa yang di dapatkan.


"Wah banyak sekali." Gumam Tiara tersenyum menatap rak yang penuh dengan berbagai produk sabun.


Hehehe Tiara lebih polos daripada aku. Kekesalannya hilang hanya dengan melihat rak penuh dengan sabun..


"Mana produk yang di beli oleh Bibik mu." Tanya Dinda ingin tahu.


"Sebentar." Tiara berjalan perlahan untuk melihat sekaligus mencari sabun yang biasa di pakai.


Tepat di saat dia menemukannya, sebuah tangan tidak sengaja bersentuhan. Sontak Tiara menoleh ke pemilik tangan tersebut.


Astaga.. Cantik sekali.. Batin Tiara merasakan getaran aneh ketika dia melihat Noa berdiri di hadapannya.


"Oh maaf. Kamu suka juga dengan sabun itu." Sapa Noa ramah. Getaran yang sama juga di rasakan sehingga Noa memandang lekat pada wajah tertutup masker tersebut.


"Tidak suka. Saya hanya terbiasa memakainya." Tiara melongok saat menyadari ada Lucas berdiri di samping Noa. Dia kan Ayah Lucas? Apa dia Istrinya.


"Bukankah kau teman wanita Daniel!!" Tanya Lucas ketus. Noa menoleh dengan raut wajah tidak suka.


"Iya Om hanya teman. Tidak lebih, Om jangan salah faham." Jawab Tiara lirih.


"Sayang. Kenapa kamu berkata kasar padanya." Tentu saja Noa berprotes. Hatinya lebih peka daripada Lucas yang sejak kemarin sudah menaruh benci pada Tiara.


"Dia adalah gadis itu! Gadis yang bersama Daniel!" Karena terbawa emosi, membuat Lucas tidak bisa mengendalikan diri. Dia dengan gamblang mengatakan kejadian semalam yang mencoba di tutupi.


"Gadis apa?" Tanya Noa bingung.


"Aku bertemu Daniel dan gadis ini bersamanya." Noa malah tersenyum dan beralih menatap Tiara lagi.


"Lalu apa yang salah? Bukankah dia bilang hanya berteman." Gumam Noa memandang Tiara berlama-lama. Dia seumuran dengan Angel.


"Janji itu Baby Kamu ingat janji Daniel pada kita." Noa kehilangan fokus sehingga dia tidak mendengar perkataan Lucas.


"Siapa namamu sayang?" Tanya Noa lembut.


"Tiara Tan."


"Kamu teman Daniel?" Tiara mengangguk seraya melirik ke Lucas yang menatapnya tajam.


"Iya teman kuliah." Tatapan Lucas yang di rasa semakin tajam membuat Tiara setengah mati ketakutan." Sa saya ada urusan Tan. Permisi." Secepat kilat Tiara menyambar pergelangan tangan Dinda dan berlari kecil untuk menjauh.


"Tunggu Tiara." Teriak Noa tidak di perdulikan." Kamu menakutinya sayang!!" Protes Noa geram.

__ADS_1


"Aku sudah melakukan hal yang benar Baby. Jika Daniel sibuk dengan gadis itu. Dia tidak akan fokus mencari Angel." Noa merasa sangat kesal. Hatinya bergemuruh padahal seharusnya dia marah saat mendengar Daniel mengurus gadis lain daripada pencarian Angel.


"Itu kenapa Angel tidak juga di temukan. Kau terlalu kasar dengan anak perempuan!!" Noa berjalan di ikuti oleh Lucas.


"Aku hanya memberikan dia peringatan. Bukankah kamu akan menjodohkan Daniel dengan anak kita?" Jawab Lucas lirih, menatap wajah Noa yang terlihat benar-benar kesal.


"Pengertian apa! Kamu memarahinya! Seharusnya kamu bisa bersikap ramah dengan gadis seperti Tiara! Dia seumuran dengan Angel. Mungkin saja dia bisa membantu tapi kau malah membuatnya kabur!!" Lucas mengerutkan keningnya. Dia tidak mengerti atas sikap yang di tunjukkan Noa padanya.


Apa Istriku semakin stres atau dia terlalu terobsesi dengan gadis seumuran dengan Angel. Dia benar-benar marah padaku. Aku mencoba bersikap benar tapi kenapa dia malah membela gadis asing itu?


"Aku hanya ingin Angel segera di temukan."


"Tapi tidak harus berbuat itu. Aku belum tahu di mana tempat tinggalnya."


"Maafkan aku Baby. Sekarang kita kembali untuk membeli kebutuhan mu." Rajuk Lucas.


"Tidak. Aku ingin pulang. Aku sudah kehilangan selera." Lucas tidak kuasa menolak. Dia mengikuti langkah Noa menuju mobil dan membukakan pintu.


Setibanya di rumah, Lucas kembali di buat kesal dengan kehadiran Daniel yang tengah menunggu bersama Bima di depan pos penjagaan. Sementara Noa menyambut kedatangan Daniel dengan ramah dan hangat.


"Sudah dari tadi?" Tanya Noa tersenyum.


"Baru saja Bu."


"Saya ingin menjelaskan masalah kemarin agar tidak terjadi salah paham."


"Apapun keperluannya, mari masuk dulu." Pinta Noa mempersilahkan Daniel.


"Terimakasih Bu." Walaupun raut wajah Lucas terlihat kesal namun Daniel tidak kuasa menolak keinginan Noa untuk masuk ke dalam.


"Em saya ingin minta maaf atas kemarin. Saya tidak bermaksud ingkar janji dan masih berusaha mencari Angel di tengah kesibukan." Lucas tersenyum sinis.


"Jika tidak memiliki hubungan spesial, tidak mungkin kalian pergi ke sana berdua!" Jawab Lucas menyangkal.


"Hanya malam waktu yang saya miliki. Dia teman saya, namanya Tiara. Sejauh ini kami memang hanya sekedar berteman..."


"Tapi tidak tahu nanti!" Sahut Lucas cepat. Dia yang sudah mengerti bagaimana gila nya jatuh cinta, tentu merasa kesal saat melihat sikap Daniel yang seolah ingin berbelok arah.


"Dia di jodohkan Ayah. Kami benar-benar hanya berteman. Saya bahkan sudah jujur tentang masalah Angel padanya."


"Kau bisa berbicara seperti itu karena kau tidak mengerti jika cinta sudah mengikat mu.." Noa meraih lengan Lucas agar Lucas berhenti bicara.


"Biar aku." Selah Noa lirih. Lucas langsung terdiam." Aku percaya padamu Daniel tapi apa yang di katakan Suami ku juga benar. Kami sudah melewati banyak masalah sebelum hidup kami tenang seperti sekarang hanya karena ingin mempertahankan cinta." Daniel terdiam. Dia sadar jika selama ini tidak pernah tertarik pada siapapun. Apalagi perasaan yang di timbulkan Tiara mulai membuatnya sedikit menggila.

__ADS_1


"Maaf Ibu. Saya cukup tertarik dengannya walaupun untuk bersatu, saya tidak yakin. Tiara sudah di jodohkan sehingga saya hanya di anggapnya sebagai teman." Noa tersenyum seraya mengangguk.


"Sudah tercium olehku! Kau pasti menyukai nya!!" Sahut Lucas.


"Sayang. Bisakah kamu diam daripada harus berteriak seperti itu?"


"Aku hanya tidak ingin kamu kecewa karena janji busuknya itu."


"Tidak ada siapapun yang tahu tentang takdir. Kita bisa berencana tapi tetap Tuhan yang menjalankan semuanya." Jawab Noa tidak kalah ketus.


"Aku membela mu Baby tapi kenapa kamu membelanya?"


"Bukan membela. Kita sebagai orang tua harus mampu menjadi penengah." Lucas mengangguk seraya tertunduk." Tolong tetap cari keberadaan Angel. Ibu hanya berpesan itu saja. Jika nantinya kamu memilih Tiara, Ibu tidak masalah." Imbuh Noa lembut. Dia kembali mengingat pertemuannya dengan Tiara tadi. Aku pastikan jika dia gadis yang cantik. Ya Tuhan, aku ingin bertemu dengannya lagi.


"Dia manusia Ibu, apalagi dia sudah di jodohkan. Dia juga menganggap saya sebagai teman."


"Apa kamu fikir aku Vampir?" Daniek tersenyum.


"Ayah Darren tidak akan merestui."


"Belum di coba sudah menyerah. Ibu fikir kamu lelaki yang suka tantangan." Daniel menjadi sangat bersemangat seakan mendapatkan tambahan semangat dari ucapan Noa.


"Saya sedang berusaha tapi dia sangat acuh."


"Ibu doakan yang terbaik tapi janji untuk tetap mencari keberadaan Angel."


"Saya berjanji. Saya sudah sebarkan sketsa wajah Angel pada sahabat-sahabat saya." Lucas cukup lega saat melihat raut wajah Noa. Dia membayangkan jika mungkin Noa akan kembali terhantam kekecewaan.


"Terimakasih Daniel."


"Sama-sama Bu."


"Ibu berharap suatu saat kamu kenalkan Tiara pada Ibu." Daniel tersenyum aneh.


"Untuk apa Bu?"


"Ibu ingin mengenalnya. Kami tidak sengaja bertemu di swalayan, bukan begitu sayang."


"Hm ya." Jawab Lucas singkat.


"Saya akan merajuknya nanti. Semoga dia mau." Noa tersenyum sumringah. Hatinya begitu peka sehingga dia bisa merasakan kebahagiaan yang berlipat-lipat setelah pertemuannya dengan Tiara.


Perasaan apa ini? Aku menjadi tidak sabar ingin bertemu Tiara..

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2