
"Maaf Mama." Angel mengusap lembut pipi Noa lalu meniup wajahnya. Seketika Noa tertidur seakan tidak sadarkan diri.
Lucas yang melihat itu, tentu saja merasa curiga mengingat saat ini mereka di hantui oleh ancaman Alex.
"Kenapa sayang?" Tanya Lucas seraya berdiri.
"Dia memulainya malam ini Ayah. Kita harus pergi." Wajah tegang terpatri jelas pada raut wajah Elena. Dia turut merasa bersalah atas apa yang terjadi hari ini.
"Aku hanya bisa berdoa semoga kalian berhasil."
"Aku titip Mama Bik."
"Hm iya. Maafkan Bibik."
"Sudah terlanjur." Jawab Lucas belum merasakan firasat apapun. Namun saat pelindung Angel lepas, hawa dingin dari para makhluk tercium olehnya. Lucas mengendus aroma daging busuk seperti apa yang di ceritakan Angel tadi.
"Aku duluan." Tanpa rasa sungkan, Daniel mencium kening Angel sejenak." Cari kelemahannya agar kita bisa melumpuhkan mereka." Pintanya langsung melesat pergi di ikuti oleh yang lain.
"Kami sudah bertukar darah." Lucas menoleh cepat.
"Kalian sudah menikah?" Tanyanya memastikan.
"Hm ya Ayah. Dia menjebak ku." Lucas menghela nafas panjang. Itu cukup mengejutkan meskipun sebenarnya dia menginginkan Daniel menjadi menantu nya." Jika ini bisa kita lewati, aku ingin pesta besar untuk merayakan pernikahan kami." Imbuh Angel tersenyum di balik rasa tegangnya.
"Itu masalah mudah."
"Ayah pergi duluan. Aku akan membangun pelindung."
"Ayah tunggu di atas. Kita tidak boleh terpisah." Tatapan Lucas beralih pada Elena." Jika kami gugur. Maukah kau melakukan sesuatu untukku." Elena mengangguk pelan." Bunuh Istri ku. Pastikan dia benar-benar mati agar Alex tidak bisa memilikinya." Raut wajah Angel berubah sendu. Dia tidak rela mendengar kepedihan yang harus kembali kedua orangtuanya telan.
"Aku juga akan terbunuh bersama nya. Aku tidak mau Alex memanfaaatkan ku lagi."
"Kau bisa memusnahkan manusia bukan." Elena mengangguk lagi.
"Itu tidak akan terjadi. Ayo Ayah." Seakan mendapatkan tambahan semangat. Perkataan dari Lucas membuat hati Angel termotivasi untuk memenangkan perperangan.
Setelah membangun pelindung, Angel dan Lucas melesat menuju lokasi. Dari tempatnya berdiri, mereka melihat bagaimana payahnya para sahabat Daniel melawan ratusan makhluk yang tidak mudah tumbang.
__ADS_1
Tubuh mereka tidak gampang tersentuh. Bahkan Daniel sendiri hanya bertengger di salah satu pohon untuk memantau kelemahan makhluk buas di bawahnya.
"Buruk sekali! Makhluk apa mereka?" Gumam Lucas melebarnya matanya. Dulu dia menganggap jika makhluk paling buruk rupa adalah prajurit kerajaan. Namun setelah dia melihat sendiri bentuk makhluk di bawahnya. Lucas tidak mengerti, bagaimana bisa Alex menciptakan makhluk tersebut.
"Aku pernah mengalahkannya satu." Seketika, tangan Angel berubah hitam dengan bara api yang mulai terbentuk pada kulitnya.
Lucas menjauhkan tubuhnya karena hawa panas yang di hasilkan tubuh Angel seakan membakarnya.
Angel turun lalu mencabik tubuh makhluk di hadapannya dengan gerakan cepat. Lucas yang melihat itu malah melongok tidak percaya.
"Ayah ingin jadi penonton saja. Aku akan bertanya bagaimana caranya melakukan itu." Daniel ikut turun untuk membantu walaupun dia mengakui ketangguhan makhluk bertubuh mengerikan itu.
Sesekali Daniel menoleh, merasa terkesima dengan cara bertarung Angel yang seakan sudah berpengalaman. Memang saat ini Angel terlihat mengerikan. Tapi nyatanya wujud itu malah membuat Daniel semakin mencintainya.
Perbandingan kekuatan sangat jelas terlihat. Ketika Angel bisa mengalahkan 10 makhluk, Daniel dan lebih Lucas hanya mampu satu.
Para penduduk memilih terdiam tanpa bergerak. Pemandangan yang tersuguh di hadapannya begitu mengerikan.
Mereka siapa? Makhluk apa mereka?
Beberapa saat pertarungan sengit terjadi, erangan dan raungan tidak lagi terdengar. Makhluk itu musnah tanpa meninggalkan jejak.
Abu-abu mereka terbawa angin kencang yang berhembus malam itu. Seiring dengan itu, wajah Angel berubah pulih. Kulitnya kembali normal, walaupun sisa darah berbau busuk membalut tubuhnya.
"Ajarkan aku." Ucap Daniel tersenyum menghampiri Angel.
"Jangan bercanda. Ini belum semuanya." Jawab Angel lirih.
"Ayah juga ingin tahu bagaimana kamu melakukannya."
"Entahlah Ayah. Sebaiknya kita selamatkan para warga ke suatu tempat." Angel beranjak dari tempatnya berdiri untuk memberikan arahan para warga agar berkumpul pada satu rumah.
Segera saja mereka mengikuti arahan tersebut. Tulang belulang para manusia yang berserakan, membuat mereka langsung bertidak cepat. Mengumpulkan sisa para warga untuk berkumpul di rumah kepala desa.
"Jangan keluar dari pintu pagar sebelum matahari terbit." Ucap Angel tegas.
"Sebenarnya apa yang terjadi Nona." Tanya salah satunya.
__ADS_1
"Saya juga tidak mengerti. Saya hanya berusaha menolong saja." Beberapa warga yang selamat saling memandang satu sama lain dengan wajah cemas.
"Apa makhluk itu tidak bisa masuk nantinya?" Tanyanya memastikan. Mereka tidak bisa melihat pelindung yang Angel bangun.
"Mereka terpancing dengan aroma tubuh kalian. Saya sudah melindungi tempat ini. Mereka tidak akan lagi bisa masuk atau mencium aroma tubuh kalian asal kalian tidak melewati pintu pagar. Bisa di pahami?"
"Baik Nona." Angel tersenyum di balik balutan darah lalu keluar untuk menemui Lucas dan Daniel.
Baru saja dia melangkah keluar. Suara buruk Alex terdengar menggema.
"Bagaimana Lucas!!! Aku masih memberikan waktu untuk berfikir." Lucas mendongak untuk mencari keberadaan Alex." Ini hanya sebagian kecil. Aku masih memiliki banyak pasukan yang siap menuruti kemauan ku! Jika kau menyerah, maka kita akan berdamai. Tapi jika kau masih bersikukuh..."
"Kerahkan semua pasukan mu Alex!!!" Jawab Angel lantang. Dia tidak ingin mendengar Alex melontarkan ancaman perpisahan pada kedua orang tuanya.
"Nyalimu sangat membuatku terkesan. Aku tidak mengerti jika kau bisa menjadi sekuat ini hahahaha." Seakan tengah mengejek, Alex tertawa lebar tanpa menunjukkan wujudnya.
"Apa yang ku takutkan dari makhluk bermulut busuk sepertimu! Aku akan membalas tahun-tahun terburuk yang sudah kau berikan padaku Alex!!" Lucas merangkul kedua pundak Angel.
"Ayah tidak akan menerima tawaran itu." Jawab Lucas lirih." Kita berjanji untuk musnah bersama." Daniel menghela nafas panjang. Setelah merasakan sendiri ketangguhan makhluk tersebut. Ada rasa tidak yakin akan bisa menang. Tapi mendengar perkataan Lucas, membuat perasaannya membaik.
"Tidak baik pesimis." Sahut Daniel tersenyum." Kita harus yakin jika hari ini Raja terkutuk itu akan bisa di lumpuhkan." Angel mengangguk begitupun Angel juga Matra dan Andra.
"Kalian sedang membayangkan lelucon!!! Kalian tidak mengerti jika makhluk itu tidak mudah di kalahkan. Mana khodam dari Tempat Istri mu!! Aku menantangnya!! Apa bisa dia mengendalikan ini!!! Panggil dia Lucas!!" Alex terkekeh nyaring seakan tengah berputar-putar di sekitar.
"Yang tertawa di awal akan menangis di akhir. Jangan banyak bicara Baginda! Cepat lepaskan semua pasukanmu agar kemenangan bisa terlihat." Tantang Daniel dengan suara santai.
"Seharusnya kau pulang ke negaramu! Kau akan menyesal sudah terlibat!!!" Suara Alex terdengar menjauh seiring dengan datangnya awan hitam yang menandakan keluarnya jutaan makhluk yang Alex lepaskan secara bersamaan.
Nyai... Bagaimana ini? Tuhan.. Bantu kami..
Tatapan Angel menerawang, melihat dengan jelas jumlah makhluk yang mulai berjalan menuju kota.
Banyak sekali. Aku tidak yakin akan bisa menang..
"Kita pergi ke selatan Ayah." Meski ketakutan terbesit. Angel menunjukkan sebuah senyuman dengan tangan kanan menggenggam erat jemari Lucas.
š¹š¹š¹š¹
__ADS_1