Queen/Istri Tuan Vampir Season 2

Queen/Istri Tuan Vampir Season 2
60


__ADS_3

Pertama-tama aku ucapkan terimakasih untuk segala doa dan dukungannya..


🌹🌹🌹


Setibanya di kerajaan, Lucas langsung saja menemui Alex yang baru saja keluar dari sebuah pintu kokoh. Sontak dia terkejut melihat kedatangan Lucas padahal rahasianya sudah terbongkar.


"Aku tidak mengingat ada pintu di situ." Tanya Lucas menatap curiga ke Alex yang mencoba bersikap biasa saja.


"Aku yang membuat."


"Untuk apa?"


"Tempat pribadiku." Alex tersenyum simpul lalu berjalan menghampiri Lucas." Kau mengenalnya?" Menunjuk ke Daniel.


"Ya." Alex terkekeh nyaring. Dia yakin jika orang yang berusaha menghancurkan rencananya adalah Daniel dan Lucas.


"Kalian tidak akan bisa menghentikan ku kecuali Noa menjadi milikku." Lucas menghela nafas panjang. Dia berusaha menahan amarahnya. Lucas ingin berdamai dengan Alex agar peperangan tidak terjadi.


"Aku mohon hentikan semuanya. Jangan menumbalkan para manusia tidak bersalah itu hanya demi ambisi mu."


"Oh jadi kalian sudah tahu? Bagaimana kalian tahu?" Alex yakin dengan kekokohan pintu ruang bawah tanah yang hanya bisa di buka olehnya.


"Bangkai tidak akan bisa selamanya di sembunyikan. Andra menceritakannya padaku." Sengaja, Lucas tidak menceritakan perihal Angel.


"Ternyata kau yang mengambilnya!"


"Hentikan Alex! Ini semua sudah terlalu jauh."


"Aku akan berhenti jika Noa sudah ku miliki!! Dia itu titisan Tiara!!!" Lucas melebarkan matanya. Dia baru menyadari kegilaan dan obsesi Alex. Selama ini dia tidak tahu jika Alex menganggap Noa sebagai titisan dari Tiara.


"Tiara Istri mu sudah meninggal. Noa adalah Istri ku dan bukan titisan dari Tiara!!"


NB. Tiara adalah Istri manusia Alex yang sudah meninggal.


"Dia titisan Tiara!!" Lucas mengerakkan tangannya dan menghantam tubuh Alex. Kekuatan Alex yang semakin membesar membuatnya tidak terpental.


Sejak kapan dia sekuat itu? Lucas menatap telapak tangannya lalu beralih menatap Alex yang tengah memperlihatkan senyuman iblis.

__ADS_1


Semakin banyak makhluk itu ku ciptakan. Sebesar itulah kekuatanku. Aku akan menaklukkan khodam yang ada pada tubuh Noa dengan kekuatan iblis ini.


Entah keburukan apa yang sudah Alex lakukan. Aura tubuhnya berubah menghitam dengan mimik wajah buruk yang samar terlihat.


"Sebaiknya kau menyerah Lucas. Serahkan Istrimu dan hiduplah dengan damai."


"Mana mungkin. Sampai kapanpun aku tidak akan menyerahkan dia. Lebih baik kami musnah bersama daripada harus menyerahkan Istriku dengan makhluk buruk seperti dirimu!!!" Lucas terhantam mundur saat Alex menggerakkan tangannya. Untung saja dengan sigap Daniel menahan tubuh Lucas agar tidak terpental terlalu jauh.


"Itu penawaran sekaligus titah yang harus kau taati!! Percuma saja kau tidak mau sebab apa yang ku lakukan nanti akan semakin buruk! Aku akan melepaskan pasukan ku untuk memangsa para manusia lemah itu jika kau tidak menyerahkan Noa. Tapi jika kau menyerahkannya sekarang. Kau bisa hidup tenang dan juga para manusia itu!!" Bukan hanya keji, kemunafikan Alex sudah terlihat seakan hati nurani sudah tidak tersisa. Seluruh tubuhnya yang sudah di kuasai iblis membuatnya selalu melontarkan sebuah kebohongan.


"Tidak Ayah. Jangan lakukan." Bisik Daniel membaca mimik wajah Alex yang seakan tengah berbohong.


Ayo Lucas. Ini pilihan berat bukan? Padahal.. Hahahaha.. Kalau Noa sudah ada di tanganku. Aku tetap akan memusnahkan manusia itu dan juga kau!!


"Ini semua kesalahanku." Gumam Lucas lirih.


"Ya memang!!! Jika saat itu kau langsung menjadi raja, tidak mungkin ini terjadi. Tapi... Terima takdirmu! Tuhan dan semesta sudah memihak ku."


"Omong kosong Baginda. Mana mungkin Tuhan memihak makhluk buruk seperti anda!!!" Sahut Daniel lantang.


"Kenyataan membuktikan semuanya! Kau tidak perlu ikut campur dan angkat bicara!"


"Perduli apa aku! Tuhan ataupun Iblis yang pasti. Dia sudah membuatku lebih kuat bukan! Bagaimana Lucas? Kau mau mengorbankan para manusia itu hanya demi Istrimu? Hahahaha memang itu yang sudah kau lakukan sejak dulu. Kau terlalu buta pada cinta. Lalu cintamu yang buta kini menjadi bumerang yang siap menyerang mu."


"Bagaimana dengan obsesi mu!"


"Ini bukan obsesi! Noa memang titisan Tiara!!" Alex kembali memberikan serangan dan dengan sigap Daniel menghalaunya. Bagaimana dia melakukannya? Aku merasa jika pemuda ini memiliki kekuatan lebih besar daripada Lucas.


"Lalu di mana Angel." Tanya Lucas berpura-pura." Kenapa perkataanmu sekarang lain? Jangan libatkan manusia itu. Mari bertarung satu lawan satu." Lucas sengaja mengatakan demikian sebagai bentuk penebusan kesalahannya. Dia berharap Alex bisa menerima tantangannya itu.


"Ya. Jika kau setuju. Angel dan kebebasan manusia itu akan kau dapatkan. Tapi untuk bertarung? Hahahaha.. Aku tidak ingin Noa menganggap ku buruk dengan membunuhmu. Aku ingin kau tetap hidup untuk melihat betapa serasinya kami berdua." Lucas melesat dan berdiri tepat di hadapan Alex.


"Di mana hatimu Alex!!!" Teriak Lucas.


"Aku tidak punya hati! Bilang padaku jika kau menerima penawaran ini!"


"Tidak! Lakukan sesuai rencanamu!"

__ADS_1


"Oh baik." Alex tertawa lebar, menatap rendah ke Lucas yang kini tidak sebanding dengan kekuatannya.


"Kita pergi Daniel." Lucas menghilang terlebih dahulu sementara Daniel masih berdiri di tempat yang sama.


Sengaja, Daniel melepaskan aroma tubuhnya dan tidak menutupinya agar Alex bisa menciumnya. Sontak saja mata Alex melebar saat aroma tubuh Daniel sudah bercampur aduk dengan aroma darah Angel.


"Sudah menciumnya Baginda." Tanya Daniel tersenyum simpul.


"Tiara.."


"Bukan Tiara tapi Angel! Kami sudah bertukar darah dan Baginda tahu apa artinya." Mata Alex berubah merah. Dia menghadiahkan sebuah serangan yang dengan mudah Daniel hindari. Sesuatu yang keras harus di lawan dengan sesuatu yang lembut...


Pengalaman Daniel yang sudah begitu banyak. Membuat banyak kekuatan mampu dia kuasai dengan baik termasuk menaklukkan kekuatan hitam Alex.


"Daniel!!!" Teriak Alex geram saat menyadari Daniel dengan mudah menghindari serangannya.


"Kenapa Baginda? Apa Baginda merasa kesal sebab kini Angel sudah berkumpul dengan keluarganya." Alex menatap nanar Daniel yang tengah berputar-putar di sekitarnya." Sebaiknya Baginda berhenti saja. Sesuatu yang buruk tidak mungkin bisa kekal. Meskipun nantinya Baginda akan menang. Tetap saja suatu saat ada seseorang yang bisa melawan." Ledek Daniel tersenyum tipis.


"Aku tidak akan mendengarkan ceramah mu!!! Terserah jika kau ingin memiliki gadis itu! Aku hanya mau Noa!!"


"Apa menurut Baginda, Angel akan diam saat melihat Ibu kandungnya Baginda rebut." Alex terkekeh nyaring.


"Apa yang bisa di lakukan gadis lemah itu!!! Dia sudah ku bodohi selama bertahun-tahun. Dia tidak memiliki kekuatan apapun Daniel!!" Aku yakin kuncian kekuatan Angel tidak mungkin terlepas. Hanya aku yang tahu bagaimana caranya membuka kekuatannya.


Alex tidak menyadari tentang kuncian kekuatan Angel yang sudah terlepas.


Aku merasa Alex tidak menyadari kekuatan Angel. Apa dia mengira jika pelaku keributan itu adalah aku.


"Bilang pada Lucas jika sampai besok dia tidak berubah fikiran. Perperangan akan terjadi!!!" Ancam Alex lantang. Menunjukkan kekesalannya saat mengetahui fakta jika Angel sudah terlepas. Awas kau Elena!!! Akan ku musnahkan kau!!


🌹🌹🌹


Aku mencoba update...


Maaf jika kata-katanya sedikit mengambang..


Semoga suka ❤️

__ADS_1


Kalau ada typo bisa komen ya😁


__ADS_2