Queen/Istri Tuan Vampir Season 2

Queen/Istri Tuan Vampir Season 2
62


__ADS_3

Pertama-tama aku ucapkan selamat hari raya idul Adha bagi yang menjalankan๐Ÿฅฐ


Happy reading...


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Meskipun sebenarnya Lucas tidak ingin menceritakan perihal hal buruk yang akan terjadi. Tapi mau tidak mau dia harus menceritakan semuanya pada Noa yang kini memperlihatkan wajah tegang. Noa tidak menyangka jika pertemuannya dengan Alex dulu berbuntut panjang sampai harus melibatkan kehidupan manusia.


"Mama tidak perlu ikut memikirkannya. Mama hanya perlu berdoa saja untuk kami." Ujar Angel mendekap pundak Noa lalu menyandarkan kepalanya di sana.


"Mama tidak setuju kamu ikut sayang." Tentu saja Noa melontarkan ucapan tersebut. Dia tidak ingin kehilangan Angel untuk kedua kali.


"Aku putri Ayah Lucas. Bagaimana mungkin aku tidak ikut? Mama akan tetap di sini bersama Bibik Elena."


"Tidak." Angel menegakkan posisi duduknya." Mama tidak ingin kehilangan kamu lagi. Jika kamu ikut, Mama juga ikut." Imbuhnya dengan mata berkaca-kaca.


"Di sana sangat berbahaya." Jawab Lucas lirih. Dia tahu jika kejadiannya akan seperti ini mengingat stress berat menemani Noa selama puluhan tahun. Lalu di saat Angel baru saja bersamanya. Hal besar kembali menghadang di hadapannya.


"Lebih baik kita musnah bersama daripada Mama menunggu di sini. Mama tidak mau kehilangan kamu lagi Angel."


"Aku berjanji akan kembali Ma. Kalau Mama ikut, itu akan menyulitkan."


"Benar Noa. Lebih baik kita di sini saja." Sahut Elena menimpali.


"Tidak." Angel menoleh ke arah Lucas seraya mengangguk.


"Hm baik. Mama akan ikut." Benar kata Ayah. Mama tidak akan mau. Dia sangat mencintai ku. Seharusnya mereka tidak lagi memikirkan keburukan ini tapi Alex membuat semuanya kembali menjadi sulit. Terpaksa, aku harus menidurkan Mama sementara kalau waktunya tiba. Walaupun perbuatan itu akan mengikis sedikit memori nya.


"Sayang. Itu tidak mungkin."


"Sudahlah Ayah. Mama akan jadi tanggung jawab ku." Noa tersenyum menggembang. Jawaban dari Angel membuat perasaannya langsung menjadi tenang." Sebentar, Kak Daniel datang." Angel bergerak cepat menuju kebelakang untuk membuka pelindung dan kembali bersama Daniel juga kedua Cucu Elena.


"Teman-teman saya akan ke sini." Ucap Daniel menjelaskan.


"Siapa mereka Daniel?" Tanya Noa tersenyum hangat menatap Matra dan Andra.

__ADS_1


"Matra dan Andra." Elena melebarkan matanya lalu berdiri. Rasa haru yang bercampur aduk dengan rasa bahagia kini memenuhi hatinya.


"Cucuku?" Gumam Elena terbata.


"Hm mereka anak Patresia." Segera saja Elena menyerbu keduanya dengan pelukan erat." Itu Nenek mu." Imbuh Lucas menjawab kebingungan yang di perlihatkan Andra dan Matra.


Sembari menunggu kedatangan teman-teman Daniel. Mereka berbincang hangat dan ingin sejenak melupakan hal besar yang tengah menghadang di depan.


Raut wajah mereka terlihat bahagia, meski terbesit kekhawatiran pada hatinya masing-masing. Angel dengan keraguannya, Daniel memikirkan strategi sementara Lucas sendiri fikirannya terasa mengambang.


Keselamatan manusia juga Noa dan Angel, terasa sama-sama penting untuknya. Sesal kembali melintas sebab dulu sebelum Stefanus berpindah ke Brazil. Lucas sudah di perintahkan untuk mengawasi Alex seakan Stefanus tahu akan kemungkinan Alex untuk ingkar.


"Aku ingin melakukan itu tapi wilayah ini terlalu besar. Jika aku melindungi sebagian wilayah, maka wilayah lain akan di serang." Angel sempat memikirkan untuk membangun sebuah pelindung. Tapi rasanya ide itu tidak cukup bagus. Sangat tidak mungkin jika dia harus membangun pelindung untuk seluruh belahan bumi.


"Bagaimana dengan Nyai." Tanya Lucas mengharapkan kejelasan bantuan seperti yang terjadi puluhan tahun silam.


"Nyai hanya mengatakan itu." Jawab Angel lemah. Dia bahkan tidak memahami jenis makhluk apa sosok Nyai.


"Mungkin dia akan keluar jika kamu merasa terdesak."


"Hm mungkin Ayah." Angel tersenyum bimbang menatap Daniel yang sejak tadi menatapnya. Apa yang harus ku lakukan? Jumlah teman Kak Daniel tidak sebanding dengan makhluk yang ada di jeruji itu..


Sementara Alex sendiri, tengah memeriksa satu persatu makhluk yang ternyata begitu penurut padanya. Ramuan dan mantra yang di dapatkan, sengaja di modifikasi untuk dirinya sendiri sehingga sudah bisa di pastikan jika jutaan makhluk itu patuh pada Alex.


"Untuk permulaan, lepaskan jeruji pertama. Aku berharap Lucas bisa berubah fikiran saat melihat kerusuhan besar yang akan di mulai malam ini." Gumam Alex seakan berbicara sendiri.


Prajurit yang tengah berdiri di sampingnya bergegas membuka pintu jeruji pertama yang berisi 100 ribu makhluk dengan bentuk yang mengerikan.


Memang mereka tidak sanggup bergerak seperti para Vampir pada umumnya. Tapi penciuman yang tajam membuat mereka bisa dengan mudah menemukan manusia.


Makhluk itu merasa terpanggil dengan aroma daging segar milik manusia. Seakan hewan buas, mereka mulai bergerak cepat membelah hutan larangan untuk menuju desa terdekat.


Alex tertawa nyaring. Dia merasa bahagia akan keyakinannya untuk menang. Dia berdiri tepat di atas menara kerajaan seraya memandangi makhluk yang mulai memasuki area perdesaan.


Sebagian warga desa sudah terlelap tidur. Hanya ada beberapa Bapak-bapak yang tengah duduk di pos ronda.

__ADS_1


Selama ini desa mereka sangatlah aman sebab letaknya yang jauh dari perkotaan. Itu yang membuat para Bapak-bapak sering menghabiskan waktu untuk bermain kartu saat mereka mendapatkan jatah ronda.


Wuuuuuuuussssshhhhh...


Kelima Bapak-bapak menghentikan gerakan tangannya saat sebuah angin dingin membelai tengkuknya. Mereka merasa jika aura dinginnya terasa lain seakan membawa pesan kematian.


"Dingin sekali yah." Eluh salah satunya seraya membungkus tubuhnya dengan sarung.


"Padahal sudah masuk kemarau. Tapi eh! Dinginnya membuat merinding." Mereka melihat satu sama lain seraya memperhatikan ke arah utara.


"Iya. Perasaanku langsung tidak enak." Ucap lainnya menimpali, mimik wajahnya terlihat ketakutan seraya terus menatap semak belukar yang ada di hadapannya.


"Jangan-jangan demit di hutan larangan keluar." Kelimanya tertawa kecil. Mereka tahu jika jarak antara desa dan hutan larangan sangatlah jauh. Sehingga dugaan yang mereka bicarakan tidaklah nyata. Apalagi sekalipun mereka tidak pernah mendekati area hutan yang di bicarakan sebagai tempat paling angker.


Kraaaaasakkkkk... Kraaaaasakkkkk... Kraaaaasakkkkk...


Para Bapak-bapak itu menghentikan tawanya ketika mendengar suara tersebut di iringi dengan bunyi geraman.


"Hei apa itu." Salah satu dari mereka berdiri seraya membawa senter di tangan.


"Apa hewan buas?" Jawab lainnya ikut berdiri.


"Sebaiknya kita periksa." Kelimanya saling melihat satu sama lain kemudian menyorot semak belukar.


"A apa itu." Gumamnya terbata menyorot makhluk mengerikan bertubuh besar.


Awalnya makhluk itu hanya terdiam sebab lampu sorot dari lampu senter yang bisa membuat matanya buram seketika.


Namun saat senter terlepas ke bawah, makhluk tersebut langsung menyerang di ikuti oleh kedatangan makhluk yang lain.


Dua orang seketika tewas dengan tubuh terkoyak tidak beraturan. Sementara tiga lainnya berusaha melarikan diri namun dengan cepat ketiganya di temukan.


Teriakan mereka memicu terbukanya pintu para warga sekitar sehingga memudahkan para makhluk mengeksekusi desa tersebut.


Sudah di mulai..

__ADS_1


Angel beranjak dari tempat duduknya memandang langit berwarna gelap di utara.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2