
Para tawanan melebarkan matanya saat melihat perubahan pada tangan Angel. Jemari yang tadinya lentik, tergantikan dengan kuku panjang berwarna gelap.
Namun mereka hanya beranjak, lalu berdiri di sudut ruangan. Mereka tahu jika Angel berada di pihaknya.
Mana mungkin bisa menang. Makhluk apa itu?
Berbagai pertanyaan bersarang di hati para tawanan. Mereka sudah pasrah. Karena merasa tidak yakin akan ada yang menyelamatkan. Tapi kehadiran Angel membuat harapan itu timbul walaupun hanya setitik debu.
Ini tidak seimbang. Gadis itu sendiri sementara...
Salah satu tawanan melihat ke sisi lain lalu berteriak histeris ketika menyadari perubahan wajah pada makhluk yang tadinya memiliki paras tampan.
"Kau tidak akan menang melawan kami. Pergi atau penyesalan yang kau dapatkan!!!" Mereka berharap Angel mengurungkan niatnya untuk bertarung.
"Kalian harus mengingat namaku. Aku Anggelina, putri Tuan Lucas, seseorang yang ingin di hancurkan Tuan mu."
Setelah pengakuan itu terlontar, Angel bergerak cepat. Membabat habis makhluk di hadapannya yang berjumlah puluhan.
Cara bertarung Angel sangat berbeda sebab tidak ada taring pada giginya walaupun wajahnya kini berubah mengerikan. Dengan kedua tangannya, dia menyeret serta mencabik dada para makhluk itu lalu mengeluarkan jantungnya. Memusnahkan dengan sentuhannya hingga membuat senyum para tawanan tersungging.
Harapan untuk bisa bebas membesar, saat melihat puluhan makhluk bergelimpangan. Di dalam hati, mereka mulai memanjatkan doa untuk kebebasan mereka yang dulunya hanya sekedar mimpi.
Tangan runcing Angel berbalut darah, dengan baju yang berubah menjadi merah.
Tiga makhluk yang merupakan sahabat baik Alex saling melihat satu sama lain. Raut wajah mereka berubah gelisah melihat sosok yang terlihat rapuh ternyata memiliki kekuatan besar.
Alex harus tahu ini. Gadis ini ternyata putri Tuan Lucas yang hilang itu. Bagaimana mungkin dia masih hidup? Bukankah dia sudah menghilang puluhan tahun yang lalu..
Alex sangat bodoh. Dia ingin merahasiakan Angel dari para sahabatnya hingga tanpa sadar rahasia itu menjadi bumerang untuknya.
Dengan gerakan cepat, salah satu dari mereka membuka kunci penjara untuk mengeluarkan makhluk mengerikan yang ada di dalam.
Teriakan para tawanan semakin nyaring ketika makhluk itu menghancurkan jeruji dan hendak memangsanya. Angel menariknya kasar lalu menghempaskan tubuhnya.
Dentuman keras terdengar. Makhluk itu terlibyat berdiri lagi dan memfokuskan perhatiannya pada Angel, sosok yang di fikirnya sebagai penghalang.
Makhluk yang sudah tidak memiliki hati dan nurani. Di peruntukan menjadi mesin pembunuh. Dia hanya memikirkan makanan sebab rasa lapar yang selalu mendorong kuat. Tidak perduli dia berhadapan dengan siapa, jika ada yang menghalanginya mendapatkan makanan. Sosok itu akan di anggapnya musuh.
Seraya menggeram, dia berlari cepat ke arah Angel dan berusaha menyerang balik. Angel yang sudah melihat makhluk sejenis saat berada di hutan larangan. Langsung menghantam dadanya hingga tubuh makhluk itu kembali terdorong mundur.
Kuat sekali...
Angel berfikir cepat, seakan tengah membaca isi buku dari Elena yang sudah tergambar di otaknya. Percikan api mulai keluar dari ujung kuku Angel dan menjalar di seluruh lengannya.
Ketiga makhluk yang tersisa memundurkan tubuhnya, menatap nanar pada perubahan kulit Angel yang seakan berbalut api.
__ADS_1
Tangannya meraih leher makhluk yang sudah berdiri dan akan menyerang. Teriakan memekakkan telinga menggema. makhluk itu merintih, meronta-ronta ketika jari panas itu mengeratkan genggamannya hingga membuat kepalanya terlepas dari tubuhnya.
"Ini." Angel menenteng kepala makhluk tersebut lalu melemparkannya." Kau fikir dia bisa mengalahkan ku." Dengan cepat, Angel sudah berpindah tempat dan kini berdiri di hadapannya ketiganya." Menyesal sudah bersekutu dengannya!! Tuan mu menyiapkan apa!! Katakan!!!" Tanya Angel lantang. Ketiganya hanya saling melihat." Terus saja bungkam jika nyawa kalian ingin melayang!!!" Ancamnya ingin mengetahui rencana Alex.
"Ampun Nona. Kami hanya suruhan saja."
"Pertanyaanku bukan itu bodoh!!!"
"Tuan menyiapkan penyerangan besar-besaran."
"Tujuannya?"
"Untuk merebut permaisuri Noa." Emosi Angel membuncah dan memusnahkan ketiga makhluk yang merupakan sahabat Alex. Jika kau fikir ini akan berjalan mulus. Kau salah besar Alex. Seharusnya kau makhluk yang ku hormati. Tapi rencana busuk mu membuatku merasa malu memiliki anggota keluarga seperti mu!! Tidak akan ku biarkan kau memisahkan kedua orang tuaku!! Aku sendiri yang akan membunuhmu!!!
Setelah Angel merendahkan emosinya. Dia berjalan ke arah tawanan lalu membuka pintu jeruji.
"Kalian berjalan ke arah barat, di sana ada jalan utama dan mintalah pertolongan."
"Terimakasih Nona. Kami tidak menyangka bisa bebas hiks hiks hiks." Ketakutan pada wajah para tawanan tergambar jelas.
"Hm ya. Ingat untuk merahasiakan ini. Kalian fikirkan alasannya dan jangan menceritakan soal aku."
"Baik Nona."
"Pergilah."
"Aku menjamin keselamatan kalian. Cepat pergi dan cari bantuan."
"Sekali lagi terimakasih Nona." Puluhan tawanan keluar dari lubang yang Angel buat. Sementara Daniel sendiri hanya bisa melihat dari tempatnya berdiri.
Dia berusaha masuk namun tidak bisa. Pelindung yang Angel keluarkan tidak gampang di tembus bahkan dia tidak sanggup mendengar tentang apa yang terjadi di dalam.
"Para tawanan itu." Alan menunjuk ke arah belakang.
"Sudah selesai. Biarkan saja. Kita lihat siapa yang keluar dari sana." Jawab Daniel menjadi tidak sabar.
"Saya tidak tahu apa dia orang yang sama sebab dia mengenakan topi dan masker."
"Jika itu Angel. Bagaimana dengan Tiara." Daniel hanya tersungging seraya menatap rumah yang mulai terbakar.
Saat sebuah bayangan hitam keluar, Daniel melesat di ikuti oleh Alan dan Stefan.
"Hei." Teriaknya seraya menarik sedikit kasar pergelangan tangan Angel yang sudah menjadi asap.
"Ach!!! Lepaskan!!" Gawat!! Kak Daniel! Kenapa dia di sini.
__ADS_1
"Siapa kamu." Mata Daniel memicing saat melihat tanda mahkota pada belakang telinga.
"Sialan lepaskan." Seakan terkunci, tangan Daniel begitu kuat mencengkram. Jika ku lawan? Aku takut Kak Daniel terluka. Tapi.. Rencananya?
Angel menarik kasar tangannya. Dia berubah menjadi asap dan berusaha untuk kabur namun Daniel kembali menangkapnya lalu memojokkannya pada sebuah pohon besar.
Aneh!!! Aneh!!! Kenapa aku jadi lemah!!
Angel mencoba melarikan diri dari kuncian tangan Daniel yang tengah memegang erat kedua tangannya. Alan dan Stefan berdiri di belakang Daniel dan memperhatikan sosok mungil berbalut darah tersebut.
"Kau Angel." Daniel tersungging, menghirup aroma tubuh yang tidak asing. Terjawab sudah kecurigaan ku..
Dengan gerakan cepat, Daniel menarik topi juga masker yang Angel kenakan hingga membuat ikat rambutnya ikut tertarik dan putus.
Sosok itu kini terlihat jelas. Wajah cantik dengan rambut panjang menjuntai milik seorang gadis yang di kenalnya sebagai Tiara ternyata sosok yang di carinya.
"Tiara." Gumam Daniel lirih.
"Sialan!!!" Angel menendang tubuh Daniel hingga terdorong mundur. Stefan dan Alan malah melongok dan terkesima dengan paras cantik Angel.
"Ach... Babe, itu kenapa pukulan mu terasa kuat." Daniel berdiri dengan cepat dan berpindah ke hadapan Angel." Apa kau tahu jika aku sedang mencarimu." Angel melirik malas sehingga Daniel terkekeh.
"Kenapa!!! Kenapa kau menangkapku dan membuat semuanya terbongkar!!" Teriaknya geram.
"Aku sudah menduga ini walaupun aku merasa tidak yakin." Daniel melepaskan jaketnya dan memberikannya pada Angel." Kita berjodoh." Imbuhnya menatap lekat Angel yang tertunduk.
"Mana mungkin!!!" Angel meraih jaket lalu memakainya untuk menutupi baju buruknya.
"Aku baru sadar jika bidadari itu ada." Sahut Alan. Dia berjalan menghampiri lalu mengulurkan tangannya." Alan." Angel tidak bergeming sehingga membuat Alan menarik tangannya kembali.
"Aku harus pulang. Bibik akan khawatir."
"Dengan keadaan seperti ini. Ikut aku." Tanpa menunggu persetujuan. Daniel membawa Angel pergi menuju tempat pribadinya yang tersembunyi.
"Sumber masalah sudah di temukan."
"Apa maksudnya Tuan." Tanya Stefan tidak mengerti.
"Angel adalah putri tunggal Tuan Lucas. Jika dia di temukan, aku berharap kerusuhan ini akan segera berakhir." Alan tidak tahu tentang rencana perang besar yang Alex siapkan.
š¹š¹š¹
Sudah doubel update ya teman-teman š¹
Kalau masih penasaran, tunggu part selanjutnya š„°
__ADS_1
Terimakasih dukungannya š¹