Queen/Istri Tuan Vampir Season 2

Queen/Istri Tuan Vampir Season 2
53


__ADS_3

Alex tersungging saat melihat seorang gadis tengah berjalan sendiri. Dia langsung turun dari atas pohon dan memasang wajah penuh pesona.


Bagaimana mungkin markas utama hangus! Aku bahkan baru saja datang tadi pagi! Ah!! Ini menyulitkan ku!!!


Sengaja. Alex menabrak sedikit bahu si wanita untuk mencari simpatiknya.


"Ah maaf."


"Tidak apa." Maniknya menatap nanar tubuh molek di hadapannya.


"Sendirian?" Tanyanya basa basi.


"Iya Kak."


"Di mana rumahmu?" Alex melakukan gerakan aneh. Naffsunya berada di ubun-ubun dan ingin segera di salurkan.


"Jauh Kak."


Terlalu lama!!


Setelah melihat keadaan aman. Alex membawa tubuh gadis itu ke area persawahan yang terletak cukup jauh dari lokasi.


"Kak! Di mana aku!!!" Teriaknya bingung.


"Di surga." Alex melucuti pakaian si gadis dengan sangat kasar. Dia langsung menghujamkan miliknya dengan dessahan yang selalu menyebut nama Noa.


"Ah sakit!!! Emm tidak!!!"


"Ini nikmat sekali Noa." Miliknya di hujamkan dengan sangat kasar, hingga darah segar mulai keluar dari paha gadis tersebut." Agh sial!!! Kau bukan Noa!!!" Gerakan pinggul Alex semakin brutal sementara tubuh si gadis sudah tidak berdaya. Dia hanya mampu terdiam seakan tanpa nyawa.


Saat pelepasan sudah Alex dapatkan. Tubuh gadis itu di mangsa tidak tersisa. Di hisap darahnya hingga habis lalu jasadnya di hanguskan bersama tulangnya.


"Siapa yang sudah menyerang ku diam-diam! Aku melihat Tiara ku ada di rumah. Lantas siapa? Apa Daniel!!" Alex kebingungan menebak sebab selama ini perbuatannya tertutup rapat tanpa celah.


Tiba-tiba saja hidungnya bergerak cepat saat dia mengendus aroma tubuh seseorang yang tidak asing. Langsung saja Alex menghilang dan melesat menuju sebuah rumah makan.


Bibirnya tersungging saat melihat Noa tengah berdiri menunggu Lucas yang sedang menyelesaikan pembayaran.


Keriput itu tidak terlihat di mataku. Kamu masih sangat cantik Noa.


Noa yang hanya seorang manusia biasa, tentu mengalami siklus penuaan walaupun parasnya masih terlihat sangat cantik.


"Lama tidak bertemu." Sapa Alex tersenyum. Noa menoleh dan memasang wajah datar saat tahu pemilik suara tersebut.


"Kau." Jawab Noa ketus. Lucas yang mengetahui itu langsung meletakkan beberapa uang pada meja kasir dan pergi tanpa perduli teriakan dari pegawai.


"Hm aku. Apa kabar?"

__ADS_1


"Di mana anakku!!!" Alex tersenyum simpul. Menatap Lucas yang sudah berdiri di samping Noa.


"Peka sekali." Aku tidak tahan!!! Aku harus mengatakan kebenaran ini agar aku bisa mengancam mereka.


"Apa maksudmu Alex!!!" Lucas meraih kerah baju Alex tanpa melihat situasi di sekitar yang langsung menegang.


"Sabar." Alex menurunkan tangan Lucas dengan kasar." Kita bicara di tempat lain. Tempat yang sesuai dengan pembicaraan kita nantinya." Dengan terpaksa, Lucas mengiyakan keinginan Alex. Dia berjalan keluar area restoran kemudian melesat pergi mengikuti kemana Alex membawanya.


Di sebuah daerah pengunungan, Alex turun untuk membicarakan penawaran gilanya.


"Katakan!" Ucap Lucas geram.


"Apa Angel baik-baik saja?" Imbuh Noa tidak sabar.


"Baik. Aku merawatnya dengan sangat baik."


Blammmm!!!


Lucas menghantam tubuh Alex hingga membuat Alex terdorong mundur.


"Kau menculiknya!!!"


"Terus saja seperti ini! Aku tidak akan mengatakannya!!" Ancam Alex mulai memberikan ikatan pada perasaan Lucas dan Noa yang sangat menyanyangi Angel.


"Sayang, turunkan tanganmu. Kita bicarakan baik-baik." Segera saja Lucas menurunkan tangannya walaupun dia ingin memusnahkan Alex saat ini juga.


"Jangan membuang waktu!"


"Aku mohon. Bukankah kita anggota keluarga?"


"Aku sangat ingin menganggap kalian para keponakan ku. Tapi.. Aku tidak bisa berhenti mengagumi mu." Lucas meraih leher Alex dan mencengkram nya erat. Tentu saja emosinya terkoyak karena seseorang yang tengah di bicarakan Alex adalah Noa, Istrinya." Bu bunuh saja Lucas! Bunuh aku! Agar kau selamanya tidak bertemu dengannya!!" Fikiran Noa yang lemah langsung menghampiri Lucas dan menurunkan tangannya.


"Lepas sayang!!" Pintarnya kasar." Tahan emosimu!!" Ucapan Noa langsung mencabik hati Lucas.


"Dia mencoba merayumu."


"Kita tidak lagi muda. Kita harus memikirkan keselamatan anak kita." Alex terkekeh di dalam hati. Dia sudah membayangkan kemenangan akan segera di raih." Di mana anakku Paman." Tanya Noa lemah.


"Ada syaratnya." Jawab Alex tersenyum jahat.


"Apa? Katakan?"


"Jadilah Istri ku maka Angel akan ku lepaskan."


"Tutup mulutmu Alex!!!" Teriak Lucas geram." Katakan Baby? Apa aku harus diam!!" Noa tertunduk bahkan sudah menangis. Kewarasannya yang sudah terkikis membuat fikirannya tidak lagi baik.


"Apa tidak ada cara lain Paman?"

__ADS_1


"Tidak. Kalian sudah bersama selama puluhan tahun dan sekarang giliran ku untuk membahagiakan mu." Lucas membuang nafas kasar. Emosinya terasa meluap-luap namun dia takut mendengar suara buruk Noa.


"Aku bukan barang Paman. Aku hanya mencintai Lucas."


"Hm oke. Angel tidak akan ku biarkan hidup." Noa kembali tidak bergeming seakan tengah menimbang keinginan Alex.


"Beri kami waktu." Jawab Noa saat melihat Alex akan melangkah pergi.


"Hubungi aku jika kalian sudah setuju. Aku pergi. Aku mencintaimu." Otak Lucas memanas. Dia menatap geram Alex yang sudah menghilang.


"Dia tidak akan mudah terbunuh." Lucas meraih jemari Noa dan berusaha merajuk Noa untuk tidak terbawa arus ancaman." Angel kita tidak akan mudah terbunuh." Imbuh Lucas menyakinkan.


"Aku sangat ingin bertemu dengannya sayang hiks hiks hiks. Apa salahnya kita berkorban demi kehidupan anak kita."


"Itu hanya ancaman Baby. Makhluk seperti Alex tidak akan berhenti."


"Umurku hanya sebentar lagi. Aku ingin bertemu dengannya sebelum ajal datang." Ucapan dari Noa menimbulkan kebimbangan pada hati Lucas. Keinginan Noa masih menjadi prioritas untuknya.


"Itu menyakiti ku. Sangat." Lucas tertunduk. Hatinya terhantam keras dengan keinginan Noa. Walaupun umur Noa memang tinggal sebentar. Namun dia tidak memiliki fikiran untuk menyia-nyiakan waktu.


"Demi anak kita."


"Pasti ada cara lain. Aku akan bicara pada Ayah."


"Tidak sayang. Itu akan membuat Angel celaka." Noa mulai terisak. Dia juga merasakan kesakitan yang sama tapi keinginan untuk bertemu Angel sangatlah besar." Aku masih menganggap mu satu-satunya meski nantinya aku bersama nya." Lucas mencengkram kepalanya kuat lalu meremasnya. Ketakutan terbesarnya kini dengan gamblang Noa ungkapkan.


"Mana mungkin Baby. Ini gila. Bagaimana aku bisa mengikhlaskan mu bersama nya. Sama halnya kau membunuhku."


"Aku sudah tidak bernyawa sejak Angel menghilang. Aku terbunuh lebih dulu daripada kau!" Lucas menoleh saat suara buruk Noa kembali di lontarkan.


"Bagaimana cara memanggilnya?" Lucas menelungkup wajah Noa dan menatap maniknya dalam.


"Memanggil apa?"


"Sesuatu yang ada di tubuhmu? Kenapa dia tidak bergeming dan membiarkan semuanya terjadi begitu saja." Sesungguhnya Lucas juga ingin bertemu Angel. Namun dia tidak kuasa memilih sebab Noa adalah satu-satunya jalan yang harus di pertaruhkan.


Dia akan melemah jika menyangkut Noa. Hal itu yang membuat Lucas tidak mampu berfikir jernih dan membiarkan kerusuhan menyelimuti selama puluhan tahun.


Lucas terlalu fokus pada sosok yang kini menginginkan sebuah perpisahan. Sehingga sudah bisa di pastikan jika Lucas tidak mengsetujui keinginan Noa.


"Sesuatu apa?"


"Keluarlah! Kenapa kau diam!!" Lucas mengguncang tubuh Noa dengan tidak beraturan.


"Lepaskan! Kau menyakiti ku!!!" Dengan gerakan perlahan Lucas melepaskan tangannya.


Aku harus membicarakan ini dengan Daniel..

__ADS_1


"Maaf Baby. Ku antarkan pulang. Aku ingin pergi ke suatu tempat." Tanpa menunggu persetujuan, Lucas membawa Noa pergi menuju kediamannya.


🌹🌹🌹


__ADS_2