Queen/Istri Tuan Vampir Season 2

Queen/Istri Tuan Vampir Season 2
57


__ADS_3

Angel sengaja tidak masuk ke kelas. Dia duduk di salah satu bangku sambil menunggu kepergian Alex. Tiba-tiba saja seseorang duduk di sampingnya, bersamaan dengan datangnya Daniel.


"Papa kembali padaku. Terimakasih." Sontak Angel menoleh melihat Alexa tengah duduk di sampingnya.


"Oh kau. Syukurlah jika begitu."


"Aku baru sadar jika aku sangat membutuhkannya. Aku berjanji tidak akan menganggu hubunganmu dengan Kak Daniel." Angel tersenyum. Dia sangat senang mendengar suara Alexa yang terdengar lembut.


"Kak Daniel bukan masalah. Aku tidak seberapa menginginkannya. Dia yang mengejar ku." Daniel menddesah seraya duduk di sebuah pohon dan mendengarkan obrolan sembari menunggu Alexa pergi.


"Itu karena kamu sangat cantik. Jika tidak keberatan, tolong bagi resepnya." Angel terkekeh kecil.


"Kamu sudah cantik Kak." Untuk ukuran manusia, Kak Lexa sudah sangat cantik.


"Agar Papa tidak pergi meninggalkan ku."


"Dia tidak akan meninggalkan mu."


"Lexa.." Alexa menoleh dan tersenyum menatap dua orang temannya. Segera saja dia berdiri lalu menjinjing tasnya.


"Sampai jumpa di kelas Tiara. Aku berharap kita bisa menjadi teman baik."


"Hm semoga saja." Alexa melambai lalu berlari kecil ke arah teman-temannya." Syukurlah Tuhan. Paling tidak ini sedikit terasa meringankan." Eluh Angel mulai memikirkan saran dari Daniel.


"Kamu tidak mengakui ku Babe. Kita sudah menikah loh." Protes Daniel. Dia sudah duduk di samping Angel seraya melihat beberapa mahasiswa yang mulai berdatangan.


"Apa itu penting Kak."


"Jangan merasa sendiri. Kau masih memiliki orang tua. Sebaiknya kau tinggalkan tempat itu dan kembali pada mereka sebelum Alex menghancurkan pernikahan mereka. Aku mendengar pertengkaran hebat semalam." Angel menddesah lembut. Kepalanya tertunduk dengan kedua tangan menelungkup wajahnya.


"Apa Kak Daniel mengenal Matra dan Andra? Alex mencarinya."


"Aku yang membawa mereka pergi bersama Ayah Lucas. Matra dan Andra adalah cucu Elena. Ayah mereka di ubah menjadi makhluk mengerikan sementara Ibu mereka.." Ucapan Daniel tertahan sebab merasa tidak tega melihat jasad Patresia yang hanya meninggalkan tulang belulang.


"Di musnahkan?"


"Entah apa namanya. Makhluk itu hanya meninggalkan tulang belulang dan serpihan daging-daging."


"Mereka." Hati Angel di liputi kebingungan juga ketakutan luar biasa. Apalagi dia sudah melihat sendiri jutaan makhluk mengerikan terkurung di ruang bawah tanah." Ini tidak sepadan Kak. Walaupun aku merasa sangat kuat tapi untuk jumlah yang tidak seimbang. Bagaimana cara kita menghentikan kegilaan Alex." Daniel juga memikirkan hal yang sama.


"Tidak masalah jika hanya bangsa kita yang musnah. Tapi kalau menyangkut para manusia tidak bersalah itu. Apa adil? Ayah Lucas menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi sekarang. Dia terlalu memikirkan Ibu Noa sehingga mengabaikan tugas yang seharusnya menjadi tanggungjawabnya."


"Nyawa manusia itu milik Tuhan. Alex tidak bisa begitu saja menghakimi mereka."

__ADS_1


"Semua sudah berjalan ke arah kita Babe. Kalau kamu pulang sekarang, satu masalah akan selesai dan kita akan memikirkan ini bersama."


"Hm." Angel berdiri." Aku akan membolos untuk hari ini. Mang Ujang dan Bibik harus ikut."


"Oke." Daniel berdiri bersamaan dengan datangnya Dinda.


"Tiara." Sapa Dinda berlari kecil ke arahnya." Mau kemana?" Tanyanya menatap bingung wajah serius yang keduanya perlihatkan.


"Aku harus membolos hari ini." Jawab Angel tersenyum.


"Kenapa?"


"Aku tidak bisa membicarakan itu. Berjanjilah, sepulang kuliah jangan berpergian dan tetap di rumah. Ingat pada kejadian itu."


"Iya masih ingat. Aku akan langsung pulang."


"Aku pergi."


"Bersama Kak Daniel?" Angel mendekatkan bibirnya pada telinga Dinda.


"Dia juga bukan manusia. Lain kali ku ceritakan."


"Jadi.." Mata Dinda membulat menatap Daniel. Itu kenapa ketampanan Kak Daniel terlihat ganjil.


"Sejak kapan dia tahu?"


Kenapa makhluk seperti mereka memiliki hati lebih baik daripada manusia? Bukan hanya satu. Aku memiliki dua teman bukan manusia.


๐Ÿ’™๐Ÿ’™


Elena tidak bergeming, mendengar keinginan Angel untuk pergi dari tempat tersebut. Bukan tanpa alasan dia bersikap seperti sekarang. Elena yakni jika Lucas dan Noa pasti akan membalas perbuatannya.


"Biar Bibik di sini saja sayang. Mungkin ini akan menjadi penebus kesalahan atas apa yang sudah Bibik lakukan dulu."


"Tidak Bik. Alex akan membunuhmu." Elena tersenyum hangat seakan dia sudah menerima akibat dari perbuatannya.


"Bibik sudah pasrah Angel. Asal kamu baik-baik saja."


"Aku tidak mau pergi jika Bibik tidak ikut bersamaku."


"Bibik takut bertemu Lucas dan Noa. Bibik sudah banyak salah dan menculikmu adalah kesalahan fatal." Elena masih ingat bagaimana sayangnya Noa pada Angel kecil dulu.


"Mereka akan memaafkannya Bik." Sahut Daniel menimpali.

__ADS_1


"Hm iya Bik. Aku yang akan membela." Tiba-tiba saja Elena terisak. Dia menyesali perbuatan jahatnya.


"Bibik tidak layak di maafkan sayang. Bibik itu seburuk-buruknya makhluk. Sejak awal Bibik berusaha memisahkan mereka lalu menculikmu. Bibik tidak yakin mereka mau menerima Bibik."


"Mereka akan berpisah jika Bibik tidak ikut pergi." Jawab Angel cepat.


"Kenapa begitu."


"Alex mengancam mereka. Jika Bibik tidak pergi berarti kesalahan yang di buat bukan hanya dua kali tapi tiga kali." Angel beralih menatap Daniel." Aku akan tinggal Kak. Aku tidak mau meninggalkan seseorang yang sudah merawatku." Hati Elena sesaat mendingin. Merasakan bagaimana cara Angel menghormatinya selayaknya orang tua.


"Ajak Mang Ujang juga."


"Itu berarti.."


"Bibik ikut dan akan meminta maaf." Angel tersenyum lalu menyerbu Elena dengan sebuah pelukan.


"Bereskan barang-barang penting dan kita pergi Bik."


"Bibik beritahu Mang Ujang dulu."


"Cepat Bik." Elena bergegas pergi ke depan untuk memberitahu Ujang.


Sementara di kediaman Lucas. Sejak semalam Noa enggan memejamkan matanya. Dia bahkan tidak mau makan sebagai bentuk protesan agar keinginannya di penuhi.


Lucas sendiri hanya duduk terpaku. Merasa bingung harus mengambil langkah apa. Kehilangan Noa adalah ketakutan terbesarnya dan sekarang dia harus di hadapannya dengan keinginan Noa untuk berpisah.


"Setidaknya makan dulu."


"Lebih baik aku mati sekarang. Aku sudah tidak sanggup menahan semuanya. Percuma saja aku hidup tanpa hati."


"Aku yakin akan ada jalan keluar Baby."


"Itu jalan satu-satunya. Kita sudah berusaha mencarinya puluhan tahun yang lalu. Sekarang saat semua mendapatkan kejelasan, kau tidak mau berkorban sedikitpun!" Ucapan yang sama kembali terlontar puluhan kali. Lucas tidak kuasa memilih hal yang menurutnya sama-sama penting.


"Aku takut ini hanya jebakan."


"Itu alasan mu saja! Kau terlalu egois dan memikirkan dirimu sendiri! Kau menganggap Angel tidak seberapa penting sehingga kau ingin ikhlas tapi kau harus tahu jika aku tidak sanggup melakukan itu! Dia anakku! Aku tidak bisa hidup tanpa anakku!" Ingin rasanya Lucas berteriak nyaring untuk mengungkapkan perasaan bimbang nya. Padahal selama ini dia sudah mengorbankan segalanya bahkan hidupnya.


"Oke Baby. Mungkin aku memang egois." Kamu juga sangat egois Baby. Kamu memberikan ku pilihan berat. Apa kamu tidak melihat pengorbanan hingga semua waktu ku terkikis. Aku minta kamu lebih sabar menunggu. Mungkin saja ada jalan lain tapi.. Lucas tidak tega saat melihat wajah Noa yang kembali memucat." Aku akan melepaskan mu jika memang kamu menginginkannya." Biar aku yang menanggung semuanya sendiri asal dua orang yang terpenting di hidupku baik-baik saja.


"Aku tidak menginginkan itu. Ini hanya bentuk pengorbanan." Senyum simpul Noa perlihatkan. Dia yakin Lucas akan mengsetujui keinginannya cepat atau lambat." Aku hanya mencintai mu sayang." Noa berdiri lalu berjalan menghampiri Lucas dan langsung memeluknya tanpa perduli pada senyum getir yang Lucas perlihatkan.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


Untuk yang tidak sabar๐Ÿ˜Semoga di beri kesabaran untuk menanti part demi part ๐Ÿ‘€


Terimakasih dukungannya..


__ADS_2