Queen/Istri Tuan Vampir Season 2

Queen/Istri Tuan Vampir Season 2
59


__ADS_3

Angel seakan terjaga. Menatap sekitar yang terlihat asing. Sebuah tempat yang dulu sering Noa datangi dalam mimpi. Tapi ada perubahan aneh, sebab api yang menjilat-jilat tidak lagi berwarna merah melainkan hitam.


Di mana ini?


"Ini tempatku Nduk." Sahut Nyai tersenyum simpul. Angel menoleh dan tersenyum ke arahnya. Dia mengira jika wanita di hadapannya adalah Noa.


"Mama."


"Bukan. Aku bukan Mamamu. Panggil aku Nyai."


"Nyai? Siapa?" Tanya Angel terbata.


"Seiring dengan kekuatan yang membesar. Ada tugas besar yang ada di hadapan kita nanti. Akan banyak pertumpahan darah sebab perang besar akan di mulai." Angel mengerutkan keningnya.


"Perang besar?"


"Hal yang paling berbahaya itu hati yang menghitam. Jika sampai hati yang menghitam itu menjadi penguasa. Tentu saja tidak bisa amanah."


"Nyai bilang apa? Saya tidak mengerti."


"Kamu pasti tahu maksud Nyai."


"Saya tidak mengerti."


"Owalah Nduk. Nyai senang berada di tempat ini. Nyai tidak perlu lagi mencari wadah baru. Nyai bisa menemanimu selama jutaan tahun nantinya." Perkataan Nyai terdengar ganjil sebab Angel tidak memahaminya.


"Saya bingung Nyai."


"Tidak perlu bingung. Tuhan bersama kita. Dia tidak akan diam melihat seseorang menghakimi nyawa yang seharusnya menjadi miliknya."


Blaaaaammm!!!!


Tiba-tiba saja Angel tersadar dari lamunannya. Dia merasa bingung dengan apa yang terjadi padahal saat ini dia tidak sedang tidur.


Kenapa aku bisa bermimpi?


"Kamu baik-baik saja sayang?" Tanya Noa memastikan.


"Ya Ma."

__ADS_1


"Kenapa berhenti makan?" Angel melihat sebuah sendok berada di tangannya.


"Oh iya hehehehe." Sebaiknya ku bicarakan pada Ayah.


"Apa tidak enak masakannya Non." Tanya Bik Minah ramah.


"Enak kok Bik. Terimakasih ya."


Angel melanjutkan acara makannya. Setelah habis, dia kembali ke ruang tamu untuk membicarakan sesuatu yang terjadi di bawah alam sadarnya.


"Aku bermimpi soal Nyai. Siapa dia?" Noa terdiam sebab hingga sekarang dia tidak juga sadar jika Nyai adalah khodam yang menjaganya. Daya tahan tubuh yang terlalu lemah membuat Noa tidak sanggup mengingat semua mimpi yang mendatanginya.


Mustahil? Noa bahkan belum meninggal? Kenapa dia sudah menemui Angel?


"Apa yang dia katakan sayang?" Tanya Lucas ingin tahu.


"Perkataan tidak tersambung dengan benar Ayah. Dia membahas pertumpahan darah, penguasa yang menghitam hatinya, apa maksudnya?"


"Angel melihat jutaan makhluk mengerikan di ruang bawah tanah. Mungkin itu juga yang Andra lihat." Sahut Daniel lirih.


Lucas terdiam sesaat. Penyesalan kembali menyelimuti hatinya. Dia mempercayai mimpi Angel sebab dia juga menyaksikan saat khodam Noa di panggil dulu.


"Siapa?"


"Andra dan Matra?"


"Mereka aman." Jawab Lucas tidak ingin membicarakan kematian Patresia lebih dulu." Kamu pernah datang ke sana sayang?" Lucas menatap Angel dengan sorot mata sendu.


"Belum Ayah. Aku melihatnya dari jauh."


"Kamu yakin jika jutaan?"


"Hm iya."


Apa artinya adalah perang? Dengan siapa? Seluruh rakyat sudah menghilang. Apa Alex ingin berperang dengan manusia lemah itu?


"Apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Noa ingin tahu.


"Tidak ada. Sebaiknya kamu bawa Angel ke kamar. Aku akan pergi sebentar bersama Daniel." Lucas memberi isyarat pada Angel untuk membawa Noa pergi. Dia takut Noa ikut terbebani dengan pembahasan yang akan mereka bicarakan.

__ADS_1


"Ayo Ma." Angel bergegas berdiri di ikuti oleh Angel. Setelah memastikan Noa pergi. Lucas mulai membuka pembicaraan lagi.


"Kita harus menghentikan Alex sebelum semua terlambat."


"Nyai itu siapa Ayah?" Tanya Daniel ingin tahu.


"Dia menyebut dirinya khodam, penjaga tubuh Istriku. Dia akan berpindah pada Angel jika Noa sudah meninggal tapi kenapa dia mendatangi Angel sekarang." Daniel mengangguk-angguk begitu juga Elena.


"Aku juga merasa jika Alex merencanakan hal buruk."


"Hm perang. Dia akan menyerang manusia tidak berdosa itu."


"Bagaimana Ayah tahu?"


"Semua rakyat sudah tidak ada. Lalu untuk apa dia mengurung makhluk mengerikan itu? Kita harus pergi untuk melakukan negoisasi. Aku tidak ingin para manusia itu menjadi korban kegilaan Alex." Lucas berdiri di ikuti oleh Daniel. Keduanya hendak pergi namun tertahan oleh pelindung yang di buat Angel." Kau yang membuat ini?" Tanya Lucas menatap pelindung yang hampir tidak pernah di pakai.


"Putri mu."


"Aroma tubuhnya seperti Istri ku tapi.." Tiba-tiba saja pelindung itu musnah.


"Sudah ku atasi Ayah." Teriak Angel dari lantai dua.


"Siapa yang mengajarinya?"


"Saya tidak tahu Ayah." Lucas melesat pergi di ikuti oleh Daniel menuju hutan larangan di mana kerajaan Vampir bersemayam di sana.


🌹🌹🌹


Aku minta maaf ya untuk segelintir para reader 🙏Di karenakan kondisi yang tidak kondusif😁Mungkin untuk 2 hari ini aku nggak bisa update 😭


Mungkin terlalu kecapekan atau apa.. Tapi sekarang kondisi tubuhku sedang tidak baik🙏


Aku minta sedikit pengertiannya 🥰🙏


Semoga aku cepat sehat agar bisa lanjut..


Terimakasih yang masih setia mendukung..


Love you all...

__ADS_1


__ADS_2