
Daniel membaringkan tubuh Ibra di depan klinik kampus. Dia kembali berdiri seraya menatap ke dalam klinik.
"Tunggu di sini." Tiara mengangguk seraya memperhatikan Daniel yang sudah masuk ke dalam. Terlihat jelas jika Daniel tengah membuat dokter jaga tidak sadarkan diri." Ayo masuk." Tubuh Ibra di angkat dan di baringkan." Kamu yang melakukan ini?" Tanya Daniel lirih seraya mulai menyentuh tangan patah Ibra.
"Aku tidak sengaja."
"Sekuat itu." Daniel tersenyum tipis. Dia semakin penasaran dengan sosok Tiara. Bagaimana cara dia memukulnya? Ini benar-benar patah bukan retak.
Sinar putih terlihat saat Daniel mulai mengeluarkan tenaga dalamnya untuk menyembuhkan patah tulang pada tangan Ibra.
"Aku tidak mengerti kenapa bisa sampai patah. Itu terjadi begitu saja." Daniel merasa kasihan melihat raut wajah Tiara yang setengah mati ketakutan.
"Tenang saja. Ini sudah pulih." Daniel memperlihatkan tangan Ibra yang kembali baik.
"Hm terimakasih."
"Sama-sama. Sebaiknya kita keluar sebelum dokter jaga sadar." Tiara mengangguk lalu berjalan keluar di ikuti oleh Daniel." Kamu tidak ingin mencari orang tua kandung mu?" Tanya Daniel tiba-tiba. Dia merasa ada kekuatan bersemayam pada tubuh Tiara. Aku yakin dia benar-benar manusia. Penciuman Daniel bahkan tidak bisa mengedus tentang jati diri Tiara sebenarnya.
"Tidak ada kejelasan. Memangnya kenapa?"
"Tulang begitu keras dan kamu bisa mematahkannya. Jika mungkin kamu dari golongan Vampir aku masih percaya tapi kamu." Daniel tersenyum simpul.
"Manusia?"
"Tentu saja. Aku mencium aroma manusia pada tubuh mu."
Berarti aku memang manusia.
"Bagaimana pencarian Angel kemarin." Tiara mengganti topik pembicaraan. Dia menganggap jika kekuatan yang ada pada tubuhnya adalah kelebihan biasa.
"Kau tahu tempat terpencil yang menjadi sarang penyekapan." Tiara mengangguk pelan." Tempat itu hancur dan terbakar tidak tersisa. Aku dan Alan menebak jika itu perbuatan Angel." Tiara menelan salivanya kasar. Kerongkongannya mendadak kering saat Daniel mengutarakan kecurigaannya.
Aku Angel hahahaha. Kak Daniel bercanda. Aku sengaja di buang. Daddy berkata menemukan ku di depan rumahnya. Jika memang Ayah Lucas orang tuaku. Kenapa sekarang mereka mencariku?
"Berarti sudah sedikit mendapatkan titik temu." Tiara tidak ingin jujur. Dia masih merahasiakan tentang kejadian semalam karena kebingungan hatinya.
"Hm. Tidak ada yang bisa memusnahkan seperti itu jika bukan dari golongan kerajaan."
Tidak mungkin. Ini membingungkan. Aku yang melakukannya tapi kenapa Kak Daniel berkata itu.
"Mungkin saja manusia yang memiliki kelebihan Kak." Ada rasa berdebar-debar dan rasa penasaran yang langsung menjalar pada otak Tiara. Apa aku harus mencari tahu?
"Banyak juga yang seperti itu. Tapi untuk urusan memusnahkan bangsaku hingga menjadi abu, itu hanya di miliki keturunan kerajaan. Sebab kelebihan manusia bukan seperti itu."
Apa aku Angel? Lalu jika benar, kenapa mereka membuangku. Aku harus mencari tahu.
Tiara memasuki kelas lalu duduk di tempat biasa. Dia menoleh ke tempat Dinda yang kosong.
__ADS_1
"Temanmu tidak masuk?" Tanya Daniel mengeluarkan buku.
"Aku tidak tahu." Tiara tersenyum aneh dan berpura-pura membaca buku. Dinda mungkin takut berteman denganku. Ketidakhadiran Dinda membuat hati Tiara terasa sesak walaupun dia ingin memakluminya. Aku sudah biasa sendiri.
"Sudah menyiapkan jadwal?"
"Jadwal apa?"
"Keluar malam." Wajah Tiara langsung memerah saat kejadian semalam melintas. Debaran yang di timbulkan masih sangat terasa apalagi kini Daniel duduk tepat di sampingnya.
"Aku mendadak malas." Aku harus mencari tahu keberadaan orang tuaku. Dengan kekuatanku, mungkin aku bisa mencari informasi soal mereka.
"Sebentar saja lalu pulang."
"Itu hanya akan membuang waktu mu."
"Jika kau sebut itu membuang waktu. Aku tidak masalah melakukannya." Tiara tersenyum seraya menunduk untuk menyembunyikan wajah bahagianya." luangkan sedikit waktu sebelum beristirahat." Setidaknya beri aku bekal agar aku bisa melewati beberapa jam tanpamu.
"Akan ku fikirkan."
"Aku menuntut Babe. Atau kamu mau aku masuk diam-diam." Tiara menoleh cepat seraya mendengus.
"Tidak sopan!"
"Terserah. Tidak ada orang tahu bukan."
"Andai aku bisa. Fokusku teralihkan setelah aku mengenalmu." Dengan gamblang Daniel melontarkan kebenaran akan perasaannya. Dia merasa itu harus di ungkapkan walaupun dia tidak tahu akan berakhir seperti apa." Ayah akan membenciku. Tapi aku menyukaimu." Imbuhnya sontak membuat Tiara mematung.
"Sesama teman memang harus saling menyukai."
"Bukan sebagai teman. Lebih dari itu." Sahut Daniel lirih.
Astaga.. Aku tidak percaya! Kak Daniel menyukai ku?
"Kita habiskan waktu berdua sebelum kita sama-sama menjalani kehidupan masing-masing." Tiara menoleh dengan raut wajah bertanya-tanya.
"Maksud Kak Daniel?"
"Kau di jodohkan dan aku.." Tarikan nafas panjang berhembus." Aku tidak ingin membahayakan mu hanya karena perasaanku ini. Ayahku orang yang tegas dan selalu berlaku kejam pada sesuatu yang tidak di sukai." Kebahagiaan Tiara langsung runtuh saat menyadari kenyataan tersebut.
Baru saja aku akan berharap tapi Kak Daniel sudah menjatuhkannya.
"Ayah Lucas?"
"Bukan Babe. Ayahku, Raja Darren."
"Lalu untuk apa melakukannya jika sudah tahu akhirnya? Itu akan membuang waktu saja."
__ADS_1
"Tidak. Setiap detik bersama mu itu sangat berharga."
Andai aku benar-benar Angel. Ini saatnya aku bergerak untuk mencari tahu. Aku merasa ada hal ganjil pada tubuhku.
"Hanya main-main?" Daniel menddesah lembut.
"Ingin serius." Jawab Daniel menantang.
"Tidak!" Jawab Tiara ketus.
"Begitu."
"Yah!"
"Bagaimana Babe."
"Apanya?" Daniel tersenyum tipis menatap wajah kesal Tiara.
"Biarkan aku membahagiakan mu sebentar saja atau..." Tiara menoleh, membalas tatapan Daniel karena merasa penasaran.
"Atau apa?" Tanyanya lirih.
"Izinkan aku untuk melepaskan mu dari orang yang kau panggil Daddy." Tiara kembali duduk tegak saat Dosen masuk. Sambil sesekali melirik dia memikirkan tawaran dari Daniel.
"Bagaimana dengan Angel dan raja Darren." Tanya Tiara berbisik.
"Akan ku usahakan asal kamu mau. Jika kamu tidak mau. Aku juga tidak akan memaksa."
Aku mau, sangat mau. Tapi.. Aku juga ingin tahu tentang siapa orang tua kandungku. Kekuatan ini membuatku sadar jika mungkin Daddy sengaja menyembunyikan sesuatu dariku. Selama bertahun-tahun, aku memang tidak mengenal Daddy dengan baik. Apa perkerjaannya? Di mana letakkan? Bagaimana kesehariannya? Aku ingin tahu itu..
"Aku tidak ingin menjadi seseorang yang lupa akan sebuah jasa." Terpaksa Tiara melontarkan jawaban tersebut. Dia tidak ingin melawan dulu sebelum tahu kebenarannya.
"Oh begitu. Kamu memilihnya?"
"Hm. Pergi saja jika kau merasa kesal."
"Tidak. Aku tidak kesal. Aku hanya semakin penasaran bagaimana bentuk Daddy mu itu. Tenang saja Babe. Aku bukan makhluk yang mudah putus asa. Aku akan menunggu, mungkin saja kamu berubah fikiran." Tiara hanya melirik lalu beralih ke Dosen yang tengah menjelaskan pelajaran.
Rasanya sangat lega walaupun dia menolak. Ketampanan ini tidak berguna. Tapi wajar.. Daniel menoleh seraya tersenyum. Dia sangat cantik dan indah, sampai sanggup mencuri hatiku. Aku tunggu Babe. Meski nantinya kamu masih memilihnya.
š¹š¹š¹
Sesungguhnya aku juga pengen doubel update šš
Tapi... Aku masih sibuk teman-teman š Kalau tidak sibuk ingin rasanya aku update banyak setiap harinya..
Aku mohon pengertiannya..
__ADS_1
Terimakasih dukungannya š„°š„°