Queen/Istri Tuan Vampir Season 2

Queen/Istri Tuan Vampir Season 2
44


__ADS_3

Setibanya di lokasi. Lucas sanggup menghirup bahkan memperkirakan berapa banyak Vampir yang terbunuh. Dia menjadi yakin jika itu perbuatan anaknya, satu-satunya gadis keturunan kerajaan.


"Bagaimana Ayah?"


"Hm mustahil jika manusia." Gumam Lucas mengedarkan pandangannya." Seharusnya menghilangkannya para gadis akan berhenti. Bukankah kamu bilang kalau dalangnya adalah Adam?" Daniel mengangguk.


"Kita lihat saja Ayah. Walaupun saya kehilangan bukti tapi dengan terbakarnya tempat ini. Kita bisa tahu dalang sebenarnya di balik ini semua."


Lucas terdiam. Dia masih memikirkan kecurigaannya pada Tiara yang kini tengah mengobrol hangat bersama Noa.


"Maaf Tiara. Ibu tidak bisa memasak jadi Bibik yang menyiapkan." Noa memperhatikan Tiara yang tengah menikmati sajian di hadapannya.


"Tidak apa-apa Bu."


"Mama mu pasti sangat cantik." Tiara tersenyum seraya menelan makanannya pelan.


"Hm mungkin." Kalau Elena yang di maksud Ayah Lucas adalah Bibik. Berarti Ibu Noa adalah Mama. Aku tidak percaya ini. Ku fikir aku benar-benar di buang.


"Memangnya kamu tidak tahu foto Mamamu?"


"Daddy tidak pernah memperlihatkannya."


"Perasaan ku menjadi lebih baik setelah bertemu denganmu. Ibu sangat merindukan Angel."


"Kenapa Angel bisa menghilang Bu?" Tanya Tiara lirih.


"Semua terjadi begitu saja. Dia sedang tidur di kamar. Padahal Ibu hanya meninggalkannya sebentar."


"Hubungannya dengan Elena?"


"Elena adalah Ibu tiri Suami ku. Dia memiliki sifat begitu buruk hingga raja Stefanus tepaksa mengurungnya di jeruji khusus. Tepat di saat Angel menghilang, Elena juga kabur dari jeruji itu sehingga Suamiku menuduh Elena penculik Angel." Tiara mengangguk pelan. Elena yang di kenalnya begitu baik dan jauh dari kata jahat.


"Hanya Elena?" Tanya Tiara lagi.


"Bersama raja Alexander." Mata Tiara membulat saat mendengar nama Alexander di sebut.


Daddy? Bibik? Tidak mungkin jika semuanya hanya kebetulan? Apa selama ini Daddy tidak berkerja tapi sibuk mengurus kerajaan? Ya Tuhan!! Apa Ibu Noa benar-benar Mamaku?


"Apa hubungan raja Alexander dengan Ayah Lucas?" Tiara menyembunyikan perasaan yang bercampur aduk. Ingin sekali dia memeluk wanita di hadapannya namun dia juga ingin tahu tujuan Alex mengurungnya.


"Dia Paman Suami ku. Kakek Angel." Ada sesuatu yang menghantam keras perasaan Tiara sehingga membuat selera makannya hilang.


Daddy? Kakek? Itu kenapa Bibik selalu menyuruhku menganggapnya Nenek.


"Kenapa? Tidak enak?" Tanya Noa ketika melihat perubahan raut wajah Tiara.


"Makan ku hanya sedikit Bu." Dia Mama. Aku ingin memeluknya tapi aku harus menyelidiki semuanya agar jelas.


Noa meraih tangan kiri Tiara dan menggenggamnya erat. Ada sensasi hangat. Samar terlihat perubahan wajah yang terjadi pada Noa.


Kenapa Mama seperti lain? Dengan jelas Tiara melihat mahkota bertengger di atas kepala Noa.


Kamu itu wadah baru Nyai, Nduk..

__ADS_1


Sontak Tiara melepaskan tangannya dari genggaman Noa. Dia mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk mencari sumber suara.


"Ada apa?" Tanya Noa mengikuti gerakan kepala Tiara.


"Suara siapa itu Bu?"


"Suara apa?"


"Tidak tahu."


"Bibik sedang pergi. Lalu suara siapa." Noa berdiri untuk memeriksa namun Tiara mencegah.


"Mungkin saya salah dengar." Tiara berdiri tepat di hadapan Noa.


"Kita harus kembali Tiara." Sahut Daniel yang ternyata sudah tiba. Tiara melirik ke jam dinding yang menunjukkan pukul 11." Kelas sudah di mulai. Tapi jika masih ingin di sini, kita membolos dulu."


"Tidak baik membolos. Kamu bisa datang lain kali." Noa mencium pipi kanan dan kiri Tiara lalu membetulkan posisi maskernya.


"Saya bisa." Lucas menarik nafas panjang ketika melihat adegan di hadapannya. Hatinya teriris saat menyadari sorot mata Noa yang seakan berkata ingin Tiara tinggal lebih lama.


"Sudahlah sayang. Anggap aku Mama mu. Kecantikan ini memang harus di tutupi." Hati Tiara bergemuruh, menatap bulir air mata keluar dari sudut pipi Noa.


"Kenapa Ibu menangis?" Dengan lembut Tiara mengusap air mata yang terlanjur menetes.


"Ibu hanya bahagia bisa bertemu dengan gadis yang seumuran dengan Angel. Maaf." Noa mengeringkan sudut pipinya.


"Kamu bisa sering berkunjung ke sini." Sahut Lucas.


"Terimakasih untuk harapannya. Kamu gadis yang sangat baik Tiara." Dengan cepat Noa melepaskan pelukannya." Sekarang kamu harus kuliah. Jangan membuat Daddy mu marah." Tiara tersenyum lalu mencium punggung tangan Noa.


"Saya pergi Bu." Tiara menghampiri Lucas dan melakukan hal yang sama. Dia Ayahku.. "Terimakasih izinnya Om." Ucap Tiara canggung.


"Panggil aku Ayah."


"Baik Ayah. Saya permisi. Ayo Kak." Tiara takut tidak sanggup menahan air matanya sehingga dia berjalan pergi melewati Daniel. Daddy ternyata makhluk yang jahat! Aku merasa jika kerusuhan yang terjadi ada hubungan dengannya.


"Mereka baik kan."


"Iya." Aku keturunan Vampir. Itu kenapa aku merasa aneh saat melihat darah. Kak Daniel sudah menemukan Angel tapi dia tidak sadar. Itu alasan kenapa aku menarik perhatiannya. Mungkin kita sudah di takdir kan bersama.


"Kenapa?"


"Tidak Kak. Ayo kembali." Tiara memegang erat lengan Daniel. Keduanya tiba di sisi taman kampus yang sepi lalu beriringan menuju kelas.


🌹🌹🌹


Alex tersenyum simpul saat sebuah keluarga terakhir di seret paksa ke arahnya. Keluarga Vampir yang terdiri dari Ayah, Ibu dan dua orang putranya sudah mengenakan liontin pemberiannya.


Alex menyebut keluarga itu terakhir sebab mereka satu-satunya keluarga yang belum terlatih.


Tanpa sepengetahuan Lucas. Kerajaan yang tadinya damai, di ubah Alex menjadi sunyi seakan tidak berpenghuni.


Rumah-rumah mereka masih terlihat berdiri kokoh namun para penghuninya sudah Alex rubah selayaknya mesin pembunuh.

__ADS_1


"Tolong lepaskan kami Baginda." Ucap si Suami. Meski mereka keturunan Vampir, mereka sudah terbiasa hidup damai dan saling berdampingan.


"Siapa kalian hingga berani menyuruhku! Letakkan batu itu ke dalam liontin!"


Prajurit kerajaan yang sudah menjadi mesin pembunuh, langsung menyeret si Istri untuk lebih dulu mencoba. Si Suami menggeram lalu mencoba melawan untuk melindungi keluarganya. Tapi dengan tega Alex memusnahkan tubuh si Suami setelah menghisap habis darahnya.


🌹🌹🌹


Seperti janji yang sudah di sepakati, sepulang kuliah Tiara mempertemukan Daniel dengan Elena. Sebisa mungkin Tiara menyembunyikan kekecewaannya pada Elena yang seharusnya makhluk yang harus di hindari.


Bibik sangat baik. Dia seperti Ibu untukku. Tapi kenapa dia tega melakukan ini padaku? Katanya tidak boleh ada rahasia tapi Bibik menyembunyikan rahasia sebesar ini..


Elena keluar dari dapur untuk menemui Daniel yang sudah duduk bersama Tiara.


"Dia Daniel Bik." Ucap Tiara dingin. Tidak biasanya dia enggan melihat ke arah Elena.


"Daniel." Elena menyambut uluran tangan Daniel seraya tersenyum. Maniknya memperhatikan Tiara yang tengah tertunduk lesu.


"Non Tiara kenapa?"


"Tidak apa Bik." Tiara memperlihatkan senyuman getir. Elena sanggup membaca itu mengingat hubungan keduanya yang begitu dekat.


"Ada yang ingin Bibik tanyakan pada saya?" Tanya Daniel ingin mencairkan suasana. Ketakutan yang tergambar pada mimik wajah Elena menandakan jika dirinya sangat takut membuat Tiara marah.


"Tidak ada Aden. Bibik hanya titip Non Tiara kalau ada di luar rumah."


Apa dia benar-benar khawatir atau pencitraan saja?


"Siap Bik."


"Em sebenarnya Bibik ingin tahu, Aden berasal dari mana. Bibik tahu kalau Den Daniel bukan manusia."


"Saya dari Brazil."


"Jauh sekali."


"Saya suka berpetualang. Saya sudah mendatangi beberapa negara tapi hanya di sini yang bermasalah."


Aku yakin dia mengenal Alexander. Apa aku tanyakan saja langsung. Aku takut Alex pulang dan bertemu dengannya.


"Kamu pasti kuat. Boleh Bibik Mita sedikit bantuan."


"Katakan Bik. Saya akan membantu dengan senang hati." Elena mengeluarkan liontin dengan gerakan ragu-ragu.


"Liontin ini sulit di lepaskan Den. Bisa minta tolong lepaskan."


"Darimana Bibik mendapatkan liontin itu?" Daniel mengenal liontin yang sering bangsanya gunakan untuk mengikat kekuatan.


🌹🌹🌹


Lanjut gag ya😩


Aku sedang tidak bersemangat 😁🤣

__ADS_1


__ADS_2