
Makhluk bertubuh besar nan mengerikan, berlomba-lomba menyusuri hutan menuju kota. Selayaknya binatang buas, mereka terus berlari cepat meski akar pohon dan bebatuan menggores kaki. Bahkan jurang sedalam 60 meter mereka terjang hanya agar rasa laparnya bisa terpenuhi.
Kedatangan kawanan itu, di iringi dengan suara gemuruh dan awan hitam serta udara dingin menusuk. Para penduduk kota yang melihat fenomena itu. Langsung bergidik ngeri walaupun awan tersebut masih terlihat cukup jauh.
"Apa itu mendung?" Tanyanya menunjuk ke salah satu arah.
"Ini bukan musim penghujan." Jawab salah satu temannya yang kala itu sedang menghabiskan waktu di sebuah Cafe.
"Sebaiknya kita pulang!" Sahutnya berdiri cepat. Pemuda yang mengatakan itu merupakan Vampir berkasta rendah. Dia bisa mencium aroma daging busuk yang mulai menyeruak.
"Kau bercanda. Pesanan kita bahkan belum datang." Ujar lainnya menolak.
"Itu bukan awan biasa." Tergambar mimik wajah ketakutan yang di perlihatkan." Kita pulang dan tutup semua pintu. Ayo!" Ajaknya tidak di dengar.
"Kau pulang saja sendiri hahahaha. Itu pasti hanya angin."
"Agh terserah." Vampir berkasta rendah itu memilih pergi. Dia mencium keganjilan yang terasa pada udara dingin. Ada apa ini? Mereka makhluk apa? Kenapa sebanyak itu?
Bukan hanya dia yang melesat pergi sebab banyak dari Vampir berkasta rendah memilih menghindar daripada harus menghadapi makhluk yang menurut mereka mengerikan.
Hanya butuh waktu singkat untuk mencapai kota. Rasa haus dan lapar membuat para makhluk tidak terkendali dan mulai memangsa apapun yang ada di sekitar.
Tidak perduli itu manusia atau hewan, mereka mengoyak tubuh mangsanya hingga teriakan histeris mulai terdengar.
Sementara Angel dan lain mencoba menghalau ke satu sisi gerombolan yang tentu tidak mudah. Jumlah yang tidak sebanding membuat mereka sulit mengatasi.
Sesekali Angel menarik kasar makhluk itu lalu menghempasnya ketika akan memangsa. Namun makhluk yang lain sudah menangkap manusia tersebut hingga pembunuhan besar-besaran tidak terhindarkan.
Suasana begitu mencekam. Tulang belulang berserakan di area yang sudah di lewati. Para polisi dan keamanan bahkan ikut turut tangan. Tapi apa daya, peluru juga senjata api tidak mempan menembus kulit tebal makhluk tersebut.
Mereka yang mencoba berlari tunggang langgang mencari persembunyian. Tertangkap dengan begitu mudah karena penciuman tajam mereka.
"Tidak!!!" Teriak Angel kesal, saat Lucas menarik kasar tubuhnya untuk bertengger di salah satu pohon.
"Ini tidak akan berhasil." Jawab Lucas menatap sendu ke lautan tulang yang ada di bawahnya.
"Lalu Ayah akan membiarkan mereka!!" Menunjuk ke Daniel yang masih berusaha menghalau.
__ADS_1
"Sebaiknya kita pergi dari wilayah ini." Angel menoleh cepat. Menatap Lucas dengan wajah kecewa.
"Pergi?" Tanya Angel mengulang.
"Ayah tidak ingin kehilangan kamu dan Mama mu."
"Mereka tidak bersalah tapi harus kehilangan anggota keluarga mereka!! Kenapa Ayah begitu egois dan memikirkan diri sendiri!!!" Fikiran Lucas yang mengambang mengelabuhi otaknya untuk mengambil jalan mudah.
"Ayah hanya ingin kalian."
"Lalu mereka?! Bukankah kita sudah berjanji untuk binasa bersama jika tidak berhasil!!" Kekecewaan terpatri jelas pada raut wajah Angel.
Rasa kepemimpinannya mulai terlihat saat kuncian kekuatan sudah terlepas. Hal itu membuat Angel tidak bisa diam apalagi pergi dari pertempuran dan mengorbankan banyak nyawa manusia tidak bersalah.
"Bukankah Ayah calon Raja?" Mata Angel mulai berkaca-kaca, menatap Lucas yang tertunduk tidak berdaya. Seluruh tubuhnya berbalut darah sehingga kesedihan pada wajahnya tersembunyi." Apa seorang Raja akan lari dari peperangan? Itu hanya sikap seorang pengecut!" Hati Lucas seakan terhantam. Mendengar perkataan Angel yang memang seharusnya terlontar.
"Ayah hanya takut kehilangan kalian."
"Lebih baik aku binasa daripada harus lari tanpa berjuang! Jika Ayah ingin pergi. Silahkan." Angel melesat pergi saat melihat salah satu makhluk berhasil menindih tubuh Daniel. Segera saja dia mengangkat tubuh makhluk itu dan menghempaskannya jauh.
"Ah terimakasih. Aku merasa payah sekali." Tidak ada senyum terlihat pada bibir Angel. Dia langsung kembali bertarung agar bisa mematahkan keputusasaan Lucas.
Blaaaaammm!!!!
"Angel!!!!"
Angel mendongak ke arah sumber suara sementara Daniel masih sibuk dengan pertarungannya. Tubuh kecilnya terlewati begitu saja sebab makhluk itu memang hanya terfokus pada aroma daging manusia.
"Ayah." Ucapnya lirih. Melihat jelas tangan buruk Alex yang tengah mencengkram leher Lucas.
Kecurangan kembali Alex lakukan jika mungkin dia bisa menembus pelindung yang Angel bangun di area rumah. Dia sempat datang ke sana untuk membawa Noa secara diam-diam. Tapi sayang, kekuatannya tidak sanggup menghancurkan pelindung tersebut.
"Menyerah atau ku musnahkan Ayahmu!!" Ancam Alex lantang. Angel melesat cepat namun terpaksa mundur saat melihat tubuh Lucas mulai menggelepar.
"Kenapa tidak juga cukup Alex!!"
"Hanya dua pilihan! Menyerah atau kau akan kehilangan Ayahmu selamanya."
__ADS_1
Kenapa aku selemah ini? Lucas berusaha melepaskan diri dan menyadari ketidakmampuan untuk menghindar. Kekuatan yang dulunya jauh di atas Alex. Kini terasa melemah sebab selama ini dia tidak lagi pernah melatih ketangkasan.
Seharusnya Alex masih bisa di lumpuhkan jika kekuatan yang di miliki tidak terbentuk atas bantuan iblis. Sebab Lucas termasuk Vampir yang memiliki kekuatan sangat besar. Tapi yang terlihat sekarang. Alex menguasai tubuhnya bahkan mampu melumpuhkannya hanya dengan cengkraman tangan.
"Jangan lakukan itu Alex!!!" Teriak Angel seraya mengedarkan pandangannya. Batinnya tertekan melihat pemandangan juga ancaman dari Alex.
"Maka menyerahlah hahahaha."
"Lepaskan kedua orang tuaku dan manusia-manusia itu. Kau bisa membawaku pergi." Alex terkekeh mendengar penawaran Angel. Sejak awal dia memang hanya menganggap Angel anaknya dan satu-satunya sesuatu yang di buru adalah Noa.
"Tidak berguna! Aku menginginkan Ibu mu hahahaha." Angel mendengus dengan kilatan mata menghitam. Selalu saja emosinya terkoyak saat Alex mengatakan ucapan tersebut.
Ibuku? Tidak mungkin Ibuku bersanding dengan makhluk buruk itu!!
"Bunuh aku! Lepaskan mereka!!" Teriak Lucas di sisa tenaganya. Kedua tangannya berusaha menahan jemari Alex yang hendak menembus kulit lehernya.
"Kau ku bunuh dan Noa ku miliki! Itu baru benar hahahaha." Angel sendiri terlihat mematung dengan tatapan datar. Ingin rasanya dia merobek mulut busuk itu sekarang juga agar Alex tidak bisa lagi menyebut penghinaan terhadap kedua orangtuanya.
"Angel awas!!!" Teriak Daniel saat melihat Alex menghadiahkan sebuah pukulan hingga membuat tubuh Angel terhempas.
Jika pembuat pelindung itu musnah. Pelindung akan menghilang dengan sendirinya!!! Hahahaha...
Tubuh Lucas di lepaskan begitu saja sebab kini Alex mengincar tubuh Angel yang terlihat melemah. Segera saja leher jenjang itu di raih dengan sebuah asap hitam yang mengelilingi tubuh keduanya.
Daniel tidak lagi memperdulikan para manusia dan berusaha menembus pelindung meski rasa panas membakar saat tubuhnya mendekati pelindung buatan Alex.
"Lepaskan dia Alex!! Bunuh aku!!!" Teriak Lucas seraya berusaha memulihkan tenaganya.
"Aku akan membunuhmu jika kau berani menyentuhnya!!" Daniel baru menyadari betapa besar perasaannya saat terlihat jelas tubuh Angel terangkat. Dia ikut tersakiti melihat pemandangan yang tersuguh di hadapannya.
Namun tiba-tiba dia berhenti menyerang, ketika menyadari jika bibir Angel tengah tersenyum sinis seakan menikmati cengkraman tangan Alex.
Bukankah seharusnya dia kesakitan?
๐น๐น๐น
Pasti sudah bisa di tebak endingnya ๐
__ADS_1
Tapi aku harap kalian masih setia menunggu kelanjutannya ๐๐
Terimakasih semangat komentarnya ๐นโค๏ธ๐ฅฐ