Queen/Istri Tuan Vampir Season 2

Queen/Istri Tuan Vampir Season 2
69


__ADS_3

"Namanya Tiara Tuan. Kami sudah menyelidiki tempat tinggalnya tapi rumahnya kosong." Walaupun perwalian sudah di alihkan pada Lucas. Namun untuk alamat rumah, Angel masih memakai alamat rumah milik Alex.


"Terus selidiki. Aku yakin ini bukan wajah aslinya." Nathan meletakkan identitas Angel dengan sedikit melemparkannya. Foto buruk yang terpajang di sana, terlihat berbeda dengan kulit bersinar yang di lihat pagi ini.


"Baik Tuan." Valen yang merupakan orang kepercayaan Nathan, meninggalkan ruangan setelah mengangguk sejenak untuk menunjukkan rasa hormatnya.


Penghianatan itu membuatku tidak berselera lagi pada Alexa. Aku merasa jika gadis itu cocok menjadi pendamping ku nantinya.


🌹🌹🌹


Alexa berdiri di samping bangku kuliah Angel. Dia berusaha memaksa Angel untuk ikut bersamanya ke kantin. Daniel sendiri memilih diam dan menyerahkan keputusan pada Angel.


"Tolong bujuk dia Kak. Aku hanya ingin kita bisa akrab." Ucap Alexa tersenyum penuh harapan.


"Dia tidak bisa di rajuk." Jawab Daniel santai.


Apa aku harus mengiyakannya? Aku ingin hidup normal.


"Bersama Dinda?" Menunjuk ke Dinda.


"Temanmu adalah temanku." Dinda tersenyum aneh. Dia merasa canggung dan rendah diri. Terbesit rasa tidak nyaman sebab dia mengenal Alexa dengan hidup serba mewahnya.


Kalau Tiara masih terlihat pantas menjadi teman Kak Lexa. Tapi aku...


Segera saja Angel merangkul pundak Dinda. Dia menunduk dan membisikkan sesuatu.


"Kamu temanku." Dinda menoleh lalu tersenyum. Walaupun Angel berkata demikian, namun nyatanya rasa tidak percaya diri tetap saja ada.


Pasti anak miskin itu menghambat jalanku untuk berteman dengan Tiara. Niatku berteman hanya ingin tahu rahasia kecantikannya itu apa. Aku tidak ingin Tiara mengalahkan kepopuleran ku..


Angel menarik nafas panjang mendengar kejujuran yang Alexa lontarkan dalam hati.


Sekali busuk tetap saja busuk..


"Aku tidak bisa." Tolak Angel tegas. Dia tidak mau berurusan dengan manusia buruk seperti Alexa.


"Kenapa sih?"


"Tidak apa." Angel menjinjing tasnya lalu meraih pergelangan tangan Dinda." Aku duluan." Imbuhnya melangkah pergi di ikuti oleh Daniel yang langsung berdiri.


Ketika Daniel akan melangkah, kaki kanan Alexa menghalanginya. Bibirnya tersungging menatap paras tampan Daniel yang masih menjadi favoritnya.


"Ku dengar kau membawa mobil pagi ini." Tanyanya lirih.


"Hm ya."


"Itu mobil mewah. Apa perkerjaan orang tuamu." Dengan gamblang Alexa menanyakan hal tersebut. Dia ingin tahu apa hatinya tidak salah memilih.


Meski dia mencoba untuk setia dan mencintai Nathan. Tapi pertemuannya dengan Daniel hari ini kembali membuat hatinya bimbang.


"Untuk apa menanyakan itu?"


Sejak kecurangan ku lakukan. Papa tidak lagi bersikap hangat padaku seperti dulu. Kalau Kak Daniel kaya. Alexa tersenyum tipis. Membayangkan jika suatu hari Daniel bisa menjadi miliknya. Aku akan putar haluan dan merebutnya dari Tiara..


"Mobil itu sangat mahal Kak. Aku ingin sekali berada di dalamnya sesekali." Kemiskinan yang dulu menyelimuti hidup Alexa, membuatnya tidak lagi memperdulikan harga diri. Dia akan melakukan apapun untuk mencapai keinginan agar bisa hidup terhormat.

__ADS_1


"Buang jauh-jauh keinginan itu." Kenapa sangat banyak gadis munafik seperti Alexa.


"Aku akan berbicara pada Tiara agar dia mengizinkan ku."


"Mustahil."


"Aku yakin dia akan mengizinkan." Daniel tersenyum lalu menyingkirkan kaki Alexa dengan ujung sepatunya.


"Meski dia mengizinkan. Jika aku tidak, itu hal yang sia-sia. Jangan menggangguku, aku sudah memiliki kekasih. Apa kau sedang belajar menjadi pengganggu hubungan orang lain."


Alexa menatap geram kepergian Daniel. Keinginannya kian menggebu dan kembali menekan perasaannya dalam.


"Bagaimana menurut kalian?"


"Aku yakin Kak Daniel itu anak orang kaya yang menyamar."


"Itu memang mobil terbaru." Alexa duduk kasar seraya mengendalikan emosinya yang meluap-luap." Kenapa harus Tiara! Bukan aku saja! Padahal aku lebih dulu mencintainya!" Meski tengah emosi. Sebisa mungkin Alexa menekan kata-katanya. Dia tidak ingin para ajudan Nathan mendengarkan umpatannya.


"Jawabannya sudah jelas. Tiara itu lebih cantik. Kulitnya bahkan seperti bayi yang baru lahir. Aku tidak melihat pori-pori sedikitpun." Tentu saja fisik tidak masuk akal Angel menjadi pemicu kecemburuan sosial.


Banyak dari para mahasiswi menebak-nebak perawatan apa yang di gunakan Angel. Padahal faktanya, Angel memang selayaknya bayi baru lahir sebab umurnya yang masih menginjak 19 tahun.


"Kita cari cara lain! Aku lapar." Alexa kembali berdiri lalu berjalan keluar kelas di ikuti oleh kedua temannya.


.


.


Daniel tersenyum saat menyadari Angel masih menunggunya. Wajah kesal itu menandakan jika Angel mulai memperlihatkan kecemburuannya.


"Kalian bisa membaca itu?" Tanya Dinda ingin tahu.


"Ya bisa. Itu kenapa kamu tidak boleh merasa rendah hati. Lebih baik aku memiliki satu teman daripada harus memiliki banyak teman yang tidak bisa menerimamu." Tentu saja Dinda sangat senang mendengarnya.


"Aku terkesan. Kamu terlalu baik padaku."


"Sebaiknya kita makan siang di depot saja." Ajak Angel berusaha mengganti topik pembicaraan.


"Aku akan membelinya di kantin. Kamu tunggu di taman."


"Kenapa begitu?"


"Bukankah, emm Vampir hanya minum darah?" Tanya Dinda lirih. Dia takut menyinggung perasaan kedua sosok yang di ketahui bukanlah manusia.


"Apa itu benar? Aku bahkan merasakan lapar jika tidak memakan nasi atau makanan berat." Daniel tersenyum begitupun Dinda. Cara Angel berbicara terdengar polos meski sikap tegas bisa di tunjukkan pada saat yang tepat.


"Kamu bercanda Tiara. Aku akan menghormati privasi kalian jadi sebaiknya aku membeli makanan sendiri."


"Serius. Aku lapar sekarang. Aku ingin makan nasi bukan..."


"Dia tidak sedang bercanda Dinda. Setiap hari dia makan sajian manusia dalam jumlah yang besar." Sahut Daniel menimpali. Dinda mengangguk-angguk seraya tersenyum.


"Kak Daniel juga?"


"Tidak. Aku minum darah tapi bukan darah manusia."

__ADS_1


"Oh begitu. Terus kenapa?" Dinda menatap lekat Angel.


"Mungkin aku Vampir spesies baru." Ketiganya terkekeh seraya berjalan menyebrang menuju depot terdekat.


🌹🌹🌹


🚫Bagi yang belum cukup umur, harap di skip💦


Setelah menitipkan Angel pada Bima dan Bik Minah. Noa berjalan menuju kamarnya bersama Lucas. Keduanya beriringan menaiki anak tangga.


"Semuanya sudah selesai. Apa kamu yakin menemani ku tinggal di kerajaan?" Tanya Lucas untuk kesekian kali. Dia tidak ingin Noa terpaksa melakukannya hingga stress kembali menghantam otaknya.


"Sudah ku jawab iya sayang. Aku yakin dengan keputusan ini. Sesuai janji ku dulu."


"Keinginan itu tertahan saat Angel di culik. Aku tidak keberatan jika kamu tinggal di sini. Aku yakin Angel akan mau mewujudkan keinginan mu untuk berpergian. Kekuatannya luar biasa sayang. Kamu akan aman bersamanya." Lucas menutup pintu kamar lalu menguncinya.


"Aku sudah tidak menginginkan itu. Aku minta maaf atas sikap ku tempo hari dan tahun-tahun berat yang terbuang hanya untuk menjagaku." Lucas tersenyum lalu memeluk erat tubuh Noa.


"Aku melakukannya dengan senang hati. Itu bukan salahmu, tidak perlu meminta maaf."


"Terimakasih sayang." Noa mendongak lalu memberikan beberapa kecupan pada dagu Lucas. Rasanya sungguh lain sebab kini hatinya bergetar hebat begitupun Lucas yang hasratnya langsung tersulut.


"Hmmm." Tangan Lucas menahan tengkuk Noa lalu memberikan lummatan singkat pada bibirnya." Rasanya seperti berada di surga." Gumam Lucas lirih. Tangannya mengusap lembut punggung Noa. Dia berharap bisa mendapatkan lagi sebuah percintaan panas yang sudah lama tidak di rasakan.


"Mungkin tenagaku tidak sekuat dulu. Tapi aku ingin itu sekarang." Jawab Noa dengan nafas memburu. Menatap sendu Lucas dengan berbagai kekhawatiran yang terbesit di hati. Lucas terlihat jauh lebih muda darinya. Sementara kecantikannya sendiri mulai memudar seiring berjalannya waktu.


Lucas tidak menjawab perkataan Noa yang pasti akan menjurus ke pembahasan soal umur pendek manusia. Meski dia sendiri merasa risau dan takut kehilangan. Namun dia berjanji untuk menikmati sisa waktu yang berharga dengan sangat indah.


Segera saja dia mengangkat tubuh Noa lalu membaringkannya di ranjang tanpa melepaskan pagutan bibir. Rasa rindu akan sentuhan membuat keduanya hanyut hingga dalam waktu singkat, baju yang mereka kenakan sudah berserakan di lantai.


Noa menddesah hebat dengan bibir tersungging sebab Lucas bisa mengimbangi tenaganya yang tidak lagi muda.


Gerakan pinggangnya sengaja di perlambat walaupun sebenarnya Lucas ingin menghujamkan miliknya cepat. Namun rasa sayang dan cintanya, membuatnya mampu mengendalikannya keinginannya.


"Sedikit cepat sayang." Pinta Noa malah menekan-nekan pinggang Lucas dan sesekali mengusapnya.


"Jangan Babe.. Ah aku takut melukai mu." Mata Lucas terpejam. Mencoba mengendalikan naffsu yang semakin meledak-ledak akibat sentuhan Noa yang tidak berhenti.


"Lebih cepat.. Aku mohon." Akal sehat Lucas terkoyak, tatkala Noa mencumbui dada bidangnya. Kedua tangannya masih sibuk menekan dan mengusap pinggangnya di bawah sana.


"Ah Baby maafkan aku." Ucap Lucas sebelum mempercepat laju pinggangnya. Tubuh Noa seakan terkoyak, menerima ketangguhan Lucas.


Walaupun tubuhnya terasa melemah, namun dessahan yang lolos dari bibir Lucas sanggup memberikan sedikit tambahan tenaga.


Apa yang di lakukan Noa semata-mata hanya untuk menebus kesalahannya selama ini. Tahun-tahun yang harusnya berlalu bahagia. Malah terbuang sia-sia hanya karena sikap egoisnya.


Sisa hidupku hanya untuk membahagiakan mu..


🌹🌹🌹🌹


Ingin sekali tidak ku skip😁Tapi aku ingin menghormati kalian yang mungkin tidak menyukai konten vulgar🤗🌹


Untuk yang kecewa karena ada konflik lagi😁Aku minta maaf. Karena tanpa adanya konflik aku lebih memilih menamatkan cerita ini🙏


Terimakasih dukungannya...

__ADS_1


__ADS_2