Queen/Istri Tuan Vampir Season 2

Queen/Istri Tuan Vampir Season 2
52


__ADS_3

Pengumuman ๐Ÿ˜


Warning 21+


Sebelumnya aku mau memberitahu kalau setelah ini akan banyak adegan tidak pantas.


Aku harap para pembaca tidak menganggap semuanya serius sebab ini hanyalah cerita fiktif. Hanya sekedar karangan, imajinasi yang bersifat menghibur.


Kau kalian tidak menyukai adegan dewasa dan sejenisnya. Mohon di skip๐Ÿ˜๐Ÿ™Aku usahakan untuk memberikan tanda sebelum adegan itu ku tulis.


Terimakasih pengertiannya..


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


๐Ÿ”ž๐Ÿ”ž


Setelah kepergian Daniel. Angel cepat-cepat masuk untuk mengganti baju. Dia takut jika Alex datang tiba-tiba lalu mempertanyakan tentang baju yang di kenakan sekarang.


Baru saja Angel akan memegang gagang pintu, tiba-tiba saja Elena muncul dari balik pintu tersebut. Angel terkejut setengah mati seraya mengusap dadanya sendiri.


"Bibik!" Elena mengisyaratkannya untuk diam seraya menunjuk ke belakang dengan isyarat mata.


"Syukurlah Non belum tidur. Tuan Alex datang Non." Sebisa mungkin Angel memasang senyuman manis untuk menyambut kedatangan Alex yang sudah berdiri di belakang Elena.


"Daddy." Seakan rindu. Angel menyerbu Alex dengan pelukan.


"Kenapa belum tidur?"


"Tidak bisa tidur. Em Daddy akan menginap?" Tanya Angel lirih. Dia berusaha menahan rasa kesal yang bergemuruh di hatinya.


"Jangan kamu bebankan Daddy dengan pertanyaan itu. Daddy hanya singgah sejenak. Ayo, ku temani tidur." Elena tersenyum kemudian pergi seraya sesekali menatap keduanya yang sudah masuk ke dalam kamar.


Untung saja sudah datang..


Di dalam kamar, Alex menggiring Angel di sisi ranjang dan memandanginya begitu dalam. Ada rasa mual bercampur aduk dengan rasa muak saat Angel menyadari tatapan tersebut.


"Kenapa Daddy?" Tanya Angel lirih.


Aku sudah sangat berhasrat tapi kenapa markas malah hancur seperti itu!!! Batin Alex menahan hasrat yang menjalar di otaknya. Apa bisa aku melakukan itu dengan lembut? Tubuh Alex seakan terbakar karena kewarasannya sudah terkontaminasi dengan naffsu.


Dengan cepat, Alex mengangkat tubuh Angel dan memangkunya. Nafasnya memburu, menatap wajah cantik di hadapannya.


Tidak! Kenapa dia!!! Ini menjijikkan.


Hidung mancungnya mengedus kuat seraya mendekatkan bibirnya lalu mulai mengendus lengan Angel dengan cumbuan ringan.


"Daddy." Angel menyingkirkan lengannya dan hendak beranjak namun tangan kekar Alex menahannya.


"Sebentar sayang. Daddy sangat ingin." Pinta Alex dengan suara beratnya.


Angel melebarkan matanya. Dulu dia sangat ingin Alex menyentuhnya tapi sejak kebusukannya terbongkar. Angel tentu saja tidak menginginkan itu.


"Tidak Dad." Angel berdiri di ikuti oleh Alex yang langsung meraih tubuhnya dan menempelkannya begitu erat.


"Kenapa tidak?" Tangan Alex mulai membelai area punggung untuk memberikan rangsangan pada Angel yang kini tengah menahan emosi.


"Aku masih kesal!!" Jawab Angel ketus.


"Ini mendorongku sayang. Berikan Daddy sedikit saja." Angel mencoba melepaskan diri sehingga membuat geraman keluar dari bibir Alex.


Dia yang sudah terbiasa bersetubuh dengan cara ekstrim, menjadi lupa diri. Belaian tangan yang tadinya lembut kini berubah menjadi kasar. Jari runcingnya pun mulai keluar dengan mata merah menyala.


"Lepaskan Dad!!!" Teriak Angel.


"Agh!!! Sialan!!!" Tanpa sengaja, Alex menghempaskan tubuh Angel hingga membuatnya terpental membentur tembok.

__ADS_1


Ini sifat aslimu Alex!!!


"Daddy bilang apa?" Tanya Angel seakan memasang wajah kecewa.


Alex tertunduk dengan kedua tangan ke belakang. Dia berusaha menyembunyikan perubahan tubuhnya.


Aku harus mencari gadis lain!!! Ini tidak terkendali!!!


Tanpa menjawab ucapan Angel. Alex keluar dan lebih memilih pergi daripada harus menyakiti Angel.


"Ahhhhh!!! Menjijikkan!!!" Teriak Angel geram. Dia berjalan ke kamar mandi dan langsung membersihkan diri.


Tanpa melepaskan baju, Angel menguyur tubuhnya seraya mengusap kasar lengan dan punggungnya. Dia ingin membersihkan jejak sentuhan Alex dengan caranya sekarang.


"Maaf aku cemburu." Sontak Angel membalikkan badannya saat mendengar suara Daniel.


"Kak Daniel." Gumamnya memundurkan tubuhnya." Bukankah kau sudah.."


"Aku belum pulang dan berniat menunggu mu tidur. Tapi fakta yang ku dapat sungguh menyakitkan!" Kata-kata Daniel begitu tegas dan lantang seakan dia tengah marah besar.


"Untuk apa menunggu ku tidur."


"Bukankah aku sudah bilang jika aku masih rindu." Angel menelan salivanya kasar saat menyadari mimik wajah frustasi yang Daniek perlihatkan.


"Keluar Kak, ini sangat tidak sopan." Daniel tersungging dan mulai melangkah maju.


Dengan cepat dia melepaskan kemejanya lalu meraih pergelangan Angel dan menariknya lembut.


"Kau tahu bagaimana cara bangsa kami menikah." Angel menatap Daniel dengan mata bulatnya dan dalam keadaan basah.


"Ti tidak."


Daniel meraih tubuh Angel dan memojokkannya pada dinding kaca untuk menghindari guyuran shower. Kepalanya menunduk dengan taring runcing yang mulai keluar lalu menancapkannya pada leher Angel.


"Egh Kak." Sesekali mata Angel terpejam dengan tangan kanan menekan bahkan mengusap kasar rambut Daniel. Dia menginginkan sebuah kegilaan sebab sejak awal bertemu, Angel memang sudah tertarik pada Daniel.


"Sekarang giliran mu." Daniel mengangkat tubuh Angel agar posisi mereka bisa sejajar.


"Giliran apa?" Tanya Angel bingung. Tatapannya terlihat sayu dengan wajah merah padam.


"Hisap darahku."


"Aku tidak tahu caranya." Daniel tersenyum. Itu terdengar sangat konyol.


"Aku yakin kamu bangsa Vampir walaupun aroma tubuhmu tidak. Ayolah Babe, hisap darahku."


"Aku tidak tahu Kak."


"Serius?" Angel mengangguk pelan." Tempelkan bibirmu di sini." Menunjuk ke arah leher.


Angel menurutinya sebab dia menginginkannya. Tapi yang terjadi selanjutnya sungguh di luar dugaan. Taring Angel tidak juga keluar dan malah mengigit lembut leher Daniel.


"Bagaimana mungkin." Daniel menurunkan tubuh Angel lalu memeriksa giginya yang masih rata." Apa kamu tidak merasa ada yang ingin mendorong keluar dari sini." Menyentuh bibir Angel dengan telunjuknya.


"Tidak Kak." Angel mendesis lalu mengigit lembut ujung telunjuk Daniel.


"Sikapmu menggemaskan sekali. Tapi kita harus menikah dulu." Daniel menurunkan tangannya lalu mengigit pergelangannya sendiri." Hisap ini." Pintanya menatap Angel penuh harap.


"Untuk apa Kak?"


"Hisap saja. Nanti ku jelaskan." Angel menghisap darah Daniel dengan kuat seiring dengan perubahan cuaca yang tadinya sunyi.


Suara guntur menggelegar, di iringi dengan kilat yang menyambar. Suasana seperti ini selalu terjadi saat sebuah pernikahan terjadi apalagi Angel dan Daniel sama-sama keturunan kerajaan.


Angel mengangkat kepalanya dengan noda merah pada sudut bibirnya. Daniel tersungging lalu membersihkan sisa darah dengan sapuan jemarinya.

__ADS_1


"Alex sudah tidak bisa memilikimu." Daniel menunduk lalu mulai melummat lembut bibir Angel.


"Tidak!!!"


Duaaaak!!!


Tubuh Daniel terhempas hingga membentur langit kamar mandi.


"Apa yang tidak?" Tanya Daniel kembali berdiri di hadapannya Angel.


"Kenapa Kak Daniel melakukan itu! Cepat keluar!!" Angel tidak memahami dengan maksud Daniel.


"Kau Istri ku sekarang." Angel terkekeh kecil lalu memasang wajah geram.


"Keluar Kak! Jangan bicara omong kosong!!" Pergelangan tangan Daniel di pegang. Angel berusaha mengiringnya keluar namun tubuh Daniel malah menghimpitnya.


"Kamu harus tahu. Bangsa Vampir menikah dengan cara saling bertukar darah. Kita sudah melakukannya, sekarang kamu milikku dan aku milikmu. Tidak ada yang bisa memisahkan kita kecuali maut." Mata Angel sontak melebar. Dia tidak tahu menahu soal itu, mengingat baru beberapa hari lalu jati dirinya terungkap.


"Kak Daniel bercanda?"


"Tidak. Aku akan membawakan buku yang menjelaskan tentang itu semua."


"Ke kenapa Kak Daniel melakukan itu! Bagaimana dengan penyelidikan kita!" Angel mendorong tubuh Daniel menjauh. Dia duduk lemah di atas toilet.


"Aku akan mengajarkanmu bagaimana cara menghilangkan aroma tubuhmu saat Alex datang."


"Aku sudah bisa! Apa harus?" Daniel terkekeh mendengar suara buruk Angel." Baru juga terbongkar tapi kau sudah menjebak ku seperti ini!!" Imbuhnya geram.


"Aku cemburu. Aku tidak ingin dia menyentuhmu." Daniel duduk berjongkok tepat di bawah Angel. Kedua tangannya meraih jemari Angel dan mengecupnya lembut." Jika Alex datang. Kamu harus menyamarkan aroma tubuh mu agar dia tidak bisa mengedus hubungan kita." Sesungguhnya Angel merasa bahagia namun dia tetap ingin menyelesaikan misinya.


"Bukankah dia tidak akan tahu."


"Darah kita sudah bercampur dan itu berarti dia bisa mengenalinya. Berjanjilah."


"Hm. Sudah terlanjur."


"Jangan biarkan dia menyentuhmu seperti tadi."


"Aku tidak menginginkannya."


"Menghindar atau aku akan keluar untuk membawamu pergi."


"Iya! Kau mengancam!!" Angel berdiri di ikuti oleh Daniel.


"Aku lelaki yang posesif! Kamu milikku sekarang." Daniel kembali meraih tubuh Angel dan langsung melummat bibirnya lembut.


Dia melakukannya berulang kali hingga membuat bibir Angel yang tadinya tertutup rapat kini mulai terbawa arus hasrat.


"Aku berjanji akan menerapkan batasan hingga semuanya selesai." Manik keduanya saling beradu, seiring dengan penyatuan bibir yang terjadi berulangkali.


"Apa kita benar-benar sudah menikah?"


"Hm ya. Aku tidak ingin melakukan ini jika kamu bukan Istriku."


Ini terdengar gila. Bagaimana mungkin kami menikah dengan cara tidak menyakinkan itu. Tentu saja Angel merasa ragu sebab pernikahan yang di ketahui tidak seperti apa yang di lakukan.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Maaf jika adegan di atas membuat sedikit tidak nyaman๐Ÿคฃ


Itu mungkin belum seberapa...


Mungkin di part selanjutnya akan banyak adegan seperti itu bahkan mungkin lebih๐Ÿ˜ karena kini Angel sudah menjadi Istri Daniel.


Terimakasih dukungannya ๐Ÿฅฐ

__ADS_1


__ADS_2