Rahasia Cinta Kania (Alzhaimer Sang Penyelamat)

Rahasia Cinta Kania (Alzhaimer Sang Penyelamat)
Tragedi Balap Motor Yang Terulang Kembali


__ADS_3

Komunitas yang diikuti oleh Deni memiliki kegiatan yang tidak didukung oleh aparat dan penduduk sekitar. Bahkan cenderung melanggar hukum.


Kegiatannya dilaksanakan tengah malam ketika jalan raya sepi dan sempat memakan korban jiwa.


Kecelakaan yang terjadi dua bulan lalu menjadi tragedi yang mengakibatkan aparat hukum turun tangan dan berjaga tengah malam.


Akibatnya event yang akan dilaksanakan bulan depan, mengharuskan adanya dukungan dari aparat setempat. Hal ini disebabkan karena tragedi tersebut telah menjadi sorotan masyarakat.


Orang yang bertanggung jawab dalam hal ini masih wajib lapor setiap hari.


Sedangkan event kali ini beritanya sudah merebak kemana-mana, tiket masuknya pun sudah banyak terjual.


Akhirnya sesuai kesepakatan, event


balap motor kali ini akan diadakan di tepi laut atau pesisir pantai yang letaknya kira-kira 3 jam perjalanan atau 80 kilometer dari kabupaten kota.


Seminggu sebelumnya, area pesisir pantai tersebut sudah dibooking dan dipersiapkan agar pas hari yang telah disepakati tidak ada lagi rintangan yang menghalangi.


Berhubung panitia yang mengadakan kegiatan balap ini adalah dua geng yang sudah terkenal yaitu geng panah beracun dan pedang halilintar, segala keperluan untuk balap motor ini ditanggung bersama.


Tidak heran meskipun keduanya merupakan musuh bebuyutan yang sudah turun temurun, mau tidak mau mereka harus bekerja sama.


Seperti siang itu h-2, kedua geng sedang membuat garis batas penonton, bahan-bahan yang diperlukan ada yang belum lengkap. Terdengar ada yang berteriak.


" Cuuy, batas penonton yang sebelah sini mana belum ada?"


"Tuh masih diletakkan di gudang penyimpanan cuy! "


Antar teman atau pun antar geng biasanya hanya memanggil dengan kata "Cuy". Mungkin supaya akrab terdengarnya.


Ada lagi yang bertanya dengan perkara yang lain, " karcis sudah habis cuy, gimana nih? "


Temannya menjawab, "tanya sama Deni cuy! "


Begitulah obrolan diantara mereka, terlihat kompak dan akrab.


Deni sebagai ketua panitia dijadikan tempat bertanya jika ada masalah, seperti karcis yang sudah habis itu, akhirnya bagian penjualan karcis mencetak lagi untuk memenuhi anemo masyarakat.


Sebenarnya dengan adanya dukungan dari pemerintah dan aparat, event balap motor ini mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat, mungkin juga mendatangkan keuntungan yang besar.


Yang menjadi halangan bagi kedua geng tersebut secara terbuka di hadapan aparat adalah karena adanya taruhan yang dilakukan.


Sehingga tatacara pelaksanaan permainan lombanya menggunakan cara yang membahayakan bagi pembalapnya, ketentuan-ketentuan yang diberlakukan untuk mendapat poin yang tinggi juga harus melalui rintangan yang sangat berbahaya.

__ADS_1


Personel pembalap yang direkrut boleh berasal dari mana saja, jadi sistemnya bayaran. Walhasil, personel pembalap mempraktekan gaya bermotornya yang bisa membayakan jiwanya.


...........................


" Yan, pembalap kita udah siap?" Deni mengecek kesiapan anak buahnya. Ia ingin agar pembalap yang menjadi andalannya dalam keadaan fit agar dapat mencapai kemenangan.


"Kasih doping Yan! "


Deni masih penasaran dengan kondisi anak buahnya, jadi ia bertanya kembali.


"Siap Den, udah ku kasih jamu biar fit abis, " Sambil mengacungkan jempol Ryan berlalu dari hadapan Deni.


"Yan, siapa nama pembalapnya? "


Masih juga Deni bertanya padahal Ryan sudah berada beberapa meter di depannya.


Akhirnya Ryan menghentikan langkahnya lalu menjawab, " Sukma Den, aku dapat dari kampung aki di kampung."


Jawaban Ryan meyakinkan Deni dan menghentikan pertanyaannya yang selalu keluar dari mulutnya, padahal kondisi Deni waktu itu seperti orang yang masih ngantuk.


"Siiplah kalau begitu, semoga pembalap kita menang."


...........................


Ketika tidak ada pembeli, dengan yang mata tajam, ia mengamati daerah sekeliling dibalik topi yang menutup separuh Keningnya.


Orang yang melihat tidak akan menyadari, jika sesungguhnya ia adalah interpol yang sedang bertugas mengawasi dua geng yang disinyalir sudah melakukan tindakan kriminal terselubung berupa pemaksanaan anak di bawah umur, dengan meiming-imingi hadiah yang besar serta penjualan obat terlarang.


Pengintaian ini sudah lama dilakukan namun selalu gagal berhubung ketika akan terjadi penangkapan informasi sudah bocor.


Kesempatan kali ini akan dipergunakan secara maksimal, sehingga petugasnya juga berusaha dengan berperan sebagai penjual es serut.


...................................


" belut licin, belut licin, roger ganti," suara kode terdengar dari balik semak-semak sebelah ujung kanan tempat event berlangsung.


Tak seberapa lama datanglah orang lain dengan menggunakan penampilan yang sama, menggantikan pemeran penjual yang pertama.


Tidak banyak obrolan diantara mereka, setelah peran itu digantikan, pemeran pertama berjalan cepat menuju arena balap dan melebur dengan para penonton.


" Semangat Sukma.... Semangat! "


gegap gempita pendukung Sukma berteriak memberi semangat, Sukma menjadi idola dalam event kali ini.

__ADS_1


Hal ini disebabkan usianya yang relatif lebih muda tetapi memiliki keahlian dalam memainkan atraksi-atraksi motornya.


Tepuk tangan pun riuh rendah ketika Sukma akan berlaga, ia menstarter motornya, membunyikannya dengan irama kegaduhan yang disukai oleh penonton penggila balap motor. Kemudian bersiap-siap menunjukkan atraksinya.


"mbremmm.....mbremmmm...... mbremmmm... "


Motor Sukma melesat seperti kilat menuju bagian demi bagian tantangan yang harus dilalui.


Suara tepuk tangan penonton pun semakin kuat, hingga akhirnya pada bagian tantangan terakhir, motor Sukma tidak bisa dikendalikan lagi. Badan Sukma terpental dari motornya, lalu terjatuh ke tanah dalam keadaan pingsan.


Keributan pun terjadi, permainan dihentikan untuk sementara, evakuasi dilakukan dan Sukma di bawa ke rumah sakit dengan menggunakan ambulance.


.................................


Suara isak tangis keluarga Sukma memenuhi ruangan rumah sakit. Tidak ada yang berbicara kecuali tangisan yang terdengar dan wajah yang saling memandang.


Tiba-tiba seorang perawat keluar dari ruang ugd, "keluarga Sukma, keluarga Sukma? "


Seorang ibu dengan mata yang sembab setengah berlari menghampiri suara perawat itu.


"Ya sus. "


Perawat itu mempersilahkan beberapa keluarga Sukma untuk masuk.


Ternyata dokter akan memberikan informasi mengenai keadaan anak mereka.


"Begini ya bu, berdasarkan hasil rontgen ternyata ada beberapa bagian tulang yang patah, " dokter itu menunjukkan bagian tulang yang dimaksud.


Selain itu ternyata Sukma mengalami pendarahan pada bagian kepalanya. Sampai saat ini Sukma belum juga siuman.


Berita yang sangat mengejutkan ini membuat hancur hati ibu dan keluarga Sukma, terlebih lagi anaknya sampai sekarang belum bangun dari pingsannya.


Wakil dari keluarga Sukma yang pandai dalam menangani masalah keluarga, mengadakan rapat dadakan untuk menyamakan persepsi mereka tentang langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya.


" Jadi setuju ya... kita lapor polisi dulu? "


Yang lain tidak ada yang menolak, mereka akan melaporkan kejadian ini ke polisi agar ditangani lebih lanjut.


......................


Deni sangat kecewa akan hal ini, ia langsung pulang ke rumah kantor gengnya, tidak ada kata-kata yang keluar, ia masuk ke dalam kamar, lalu memejamkan matanya.


............................

__ADS_1


__ADS_2