Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 1 Hana-Yudha


__ADS_3

"Penawaran selanjutnya adalah cincin Bloody Eyes yang di buat oleh pengrajin perhiasan kerajaan Romawi IV yang pengerjaannya menggunakan tangan selama 3tahun untuk di persembahkan kepada ratu Romawi pada zaman tersebut"..


Harga akan saya buka di harga 500jt dan selanjutnya lelang telah dibuka,, bagi penawar di persilahkan melakukan penawaran,, ucap seorang wanita bernama Dirhana Perwati atau di panggil Hana(28) seorang juru lelang yang masih betah dengan kesendirian yang tak mempercayai pernikahan..


Wanita yang sejak SMP mempunyai predikat anak Broken home,, walau pun begitu Hana termasuk anak pintar selama dia SD sampai S1..


"Aku harus mendapatkan cincin itu untuk Shella dan akan aku berikan buatnya pada saat aku akan melamar Shella urusan nikah akan aku pikirkan nanti,, soal restu aku akan terus membunjuk mami dan papi tuk merestui hubungan ini.. Sampai sekarang mami dan papi tidak mau merestui hubungan kita berdua padahal Shella wanita yg baik dan lemah lembut.. Entahlah apa yang ada di pikiran kedua orang tuaku yang tidak bisa mencoba melihat kebaikan Shella"..


Begitulah isi pemikiran dari seorang Yudhha Prayoga atau di panggil Yudha(32) seorang CEO di Yoga's Group putra sulung dari papi Kaisar Prayoga dan mami Anne Prayoga serta memiliki 2 orang adik bernama Dinda dan Manda..


Keluarga Kekaisaran dari negara I yang sangat terkenal tapi rendah hati serta dermawan..


Selamat kepada pak Yudha yang sudah berhasil melakukan penawaran dan mendapatkan cincin Bloody Eyes ucpa ketua pelelangan sambil menjabat tangan kepada Yudha dan menyerahkan kotak kayu langkah yg berisi cincin tersebut..


Asisten saya telah mentransfer uangnya ke rekening yang tertera dan ini uang tip 120uta buat mbak Hana sebenarnya saya mau memberikan langsung uang tipnya tapi dari tadi saya mencarinya tapi saya tidak melihatnya ucap Yudha..


Nanti akan saya sampaikan amanat yang telah pak Yudha berikan dan maaf Hana tidak ada karena saya meminta tolong kepadanya tuk mengecek barang lelang yang masuk saat ini dan silahkan pak Yudha mengikuti pegawai saya untuk di antarkan ke kamar tuk beristirahat dan semoga pak Yudha serta asistennya dapat beristirahat dengan baik ucap Ketua pelelangan..


Hana ini ada titipan buat mu dari pak Yudha ujar pak Rusli ketua pelelangan..


Baik Pak Terima kasih sambil membuka amplop coklat besar tersebut dan Hana pun kaget dengan isinya..


"wow banyak sekali biasanya tidak sebanyak ini besok aku mau bertemu dengan pak Yudha dan mengucapkan Terima kasih padanya" bathin Hana..


Selamat pagi pak Yudha dan pak Tri sapa Hana saat mereka bertemu di lift hotel yang menuju ke restoran tuk sarapan pagi..


Selamat pagi juga mba Hana sambil keluar dari lift dan langsung mengambil sarapan mereka masing masing..


Sambil meletakkan nampan yang berisi beberapa hidangan mereka menikmati sarapan mereka dalam diam..


Setelah selesai makan Hana mengeluarkan suaranya..

__ADS_1


"Maaf Pak Yudha menggangu waktunya,, saya mengucapkan Terima kasih karena titipan pak Yudha kemarin" ucap Hana sambil tersenyum..


"Sama sama mbak Hana semoga titipan saya berguna buat mba Hana" ucap Yudha tersenyum balik..


Saking asik bercerita akhirnya mereka sadar kalo sekarang sudah jam 8 pagi di mana mereka harus kembali melakukan aktifitas masing masing dan mereka pun berpisah saat keluar dari restoran hotel..


Di dalam kamar hotel Yudha..


Tri tolong kamu urus berkas yang yang kemarin tertunda,, suruh orang lapangan mengecek apa semua sudah berjalan dengan sebagaimana mestinya dan sudah sejauh mana perkembangan proyek dengan Mr Alex yang ada di kota M tanya Yudha pada tangan kanannya tersebut walau pun matanya tertuju pada ipad yang ada di tangan Yudha..


Semua sudah cek satu per satu tadi malam dan semua berjalan sesuai dengan keinginan tuan balas Tri..


Baiklah sekarang kita ke kantor karena ada beberapa hal yang ingin saya ketahui dengan keuangan kantor dan kamu sampaikan kepada ketua ketua bagian bahwa kita akan rapat setibanya saya di kantor..


Baik Tuan akan saya laksanakan kata Tri..


Permisi pak ucap Hana saat masuk ke ruangan pak Rusli yang sebelumnya telah Hana ketuk tuk meminta ijin saat masuk..


Hana beritau yang lain bahwa 15 menit lagi kita rapat tuk menyeleksi barang barang yang masuk untuk di lelang bulan depan ucap pak Rusli dan Hana langsung menghubungi para karyawan yang lain..


Saat pulang kerja Hana akan singgah ke pusat perbelanjaan di lantai bawah apartemen tempat Hana tinggal. .


Pada saat yang bersamaan 2 lelaki tampan dan berkarismatik memasuki pusat perbelanjaan yang sama dengan Hana..


"Tri selesaikan pekerjaan ini baru kita istirahat,, hari ini permasalahan seperti tidak ada habis habis,, banyak yang harus di selesaikan.. Temui kepala gudang dan minta laporan keuangan dari bendahara cocokan dengan data dari kantor pusat kata Yudha dengan emosi yang tertahan karena banyak orang di tempat ini"..


Selesai urusan mereka bertepatan dengan Hana yang akan keluar dari tempat tersebut..


"Tuan bukankah itu mbak Hana yang di pelelangan??,, tanya Tri.. Ya kami tidak salah itu Hana mari kita sapa ujar Yudha"


Selamat sore mba Hana tegur Tri,, karena namanya di panggil akhirnya Hana pun menoleh melihat Yudha dan Tri dan tak lupa membalas salam..

__ADS_1


Kami ada kerjaan di sini tadi dan pas kami mau pulang tak sengaja melihat mbak Hana kata Tri memberi alasan karena melihat mata Hana seolah bertanya sedang apa mereka di sini.. Apakah mbak Hana tinggal di sekitar sini tanya Tri kemudian..


Iya saya tinggal di apartemen ini di lantai 5 sambil menunjuk letak apartemen Hana dan hal itu membuat Yudha dan Tri pun kaget..


Saya juga tinggal di lantai 5 apartemen ini,, berarti kita tetangga yang tak saling mengenal di selingi tawa oleh Yudha dan Hana..


Kalau pak Yudha dan pak Tri berkenan mampir ke apartemen saya sekalian makan malam itung itung sebagai Terima kasih saya karena sudah di beri tipe yang besar kali ini..


Saat menuju apartemen masing masing mereka pun kembali kaget karena ternyata tempat Yudha dan Hana pintunya berhadapan akhirnya mereka pun kembali tertawa sambil masuk ke pintu masing masing..


Hana melanjutkan kegiatan memasaknya dan Tri serta Yudha melanjutkan kerjaan mereka,, hingga satu jam kemudian bunyi bel di apartemen Yudha dan di buka oleh Tri..


"Selamat malam Pak Tri makanan saya sudah siap dan tinggal di santap bila pak Tri dan pak Yudha mau mencicipi di persilahkan kata Hana..


Trima kasih mbak Hana tuk tawaran ya,, akan saya pada pak Yudha dulu apakah beliau bersedia atau tidak,, kalau bersedia kami akan datang ucap Tri"


Yudha kita di ajak makan malam sama Hana mau atau tidak kalau kamu tak mau biar aku aja mumpung di tawari mana cacing di perutku sudah berdemo minta di isi lagi ajak Tri dan belum sempat Yudha berpikir tubuhnya sudah di tarik Tri..


Terlalu banyak mikir loe Yud,, sumpah gue dari tadi uda kelaparan keburu pingsan gue nunggu loe ksi jawaban,, cepetan deh keburu dingin tuh makanan Hana,, rejeki mah jangan di tolak takutnya dosa omel Tri..


Dari tadi mulut loe ngoceh terus gak capek ya,, gue juga lapar kali tapi takut gak sesuai dengan mulut gue tau sendiri kalo makan gue harus bagaimana balas Yudha yang tak mau kalah.. Yaudah liat bagaimana nantinya yang penting kita berdua harus datang menghormati undangan makan dari Hana,, siapa tau ada benih cinta yang tumbuh, kalau orang lain memakai istilah dari mata turun ke hati,, kalau gue mah dari mulut turun ke hati dan istilah itu berlaku buat loe kata Tri.. Kagak ada istilah begitu ya dan juga gue uda punya Shella cinta pertamaku dan akan menjadi cinta terakhirku sambung Yudha.. Tri hanya mengangkat bahu acuh..


Sekarang gantian bel pintu Hana yang berbunyi dan Hana yakin kalau itu pak Yudha dan pak Tri yang datang..


Silahkan masuk pak Yudha pak Tri,, langsung aja ke meja makan keburu makanannya dingin dan maaf kalau hidangannya tak sesuai dengan pak Yudha dan pak Tri ucap Hana..


Dengan cekatan Hana mengambilkan piring Yudha dan Tri lalu mengisi piring tersebut dengan hidangan yang ada di meja makan,, tiba tiba muncul perasaan hangat pada kedua pria tersebut namun hanya Yudha saja yang menyangkal hal tersebut Yudha berpikir mungkin inilah bentuk Terima kasih Hana buat mereka berbeda dengan Yudha malah Tri merasakan hangat seperti seorang adik yang perhatian kepada kakak dan itu pun hanya ada di pikiran mereka berdua sedangkan Hana merasa senang karena sudah bisa membalas kebaikan Yudha tersebut..


"Masakkan nya enak padahal cuma menu sederhana dan sungguh membuat gue pengen habisin semua beda dengan makanan yang di masak koki gue di rumah pengen coba menu yang lain,, apakah sama enaknya atau hanya kebetulan aja makanan ini enak karena Hana terbiasa masak menu ini bathin Yudha"


"Kok gue merasa sama persis seperti masakkan ibu yah?? apa hanya perasaanku saja kalau Hana mirip sesorang yang ku kenal tapi siapa tanya Tri dalam hati"

__ADS_1


Mereka pun akhirnya makan di selingi dengan cerita cerita yang ringan tanpa berusaha masuk ke ranah pribadi masing masing,, setelah itu mereka pun berlalu ke tempat peristirahatan masing masing menyamnut hari yang baru serta sesuatu hal yang baru..


Bersambung


__ADS_2