Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 25 Ketahuan


__ADS_3

Sebulan sudah waktu berlalu, sehari menjelang pernikahan Yudha dan Stella..


Kabar tersebut membuat kaget Sean Putra dan Tri..


Brakk...


"Apa apaan kamu Yudha" awal kata Tri yang masuk setelah membuka pintu kerja Yudha dengan cara di tendang..


Tri menjadi marah saat mengetahui bahwa Yudha akan menikah lagi degan Stella..


"Elo ternyata seorang bajingan gak punya otak dan hati" kata Putra juga..


"Ternyata seorang wanita lebih penting dari persahabatan kita" kata Sean lanjut..


"Loe nyakitin perasaan adek gue, dan gue gak tau hal itu" Tri kecewa dengan Yudha..


"Persahabatan kita sampai di sini saja dan besok gue akan serahin surat pengunduran diri gue ke bagian HRD" kata Tri tegas..


"Permisi tuan Yudha Prayoga yang terhormat" pamit Tri undur diri..


"Semoga loe bahagia dengan pernikahan loe yang kedua" pamit Putra juga..


Tinggal Sean dan Yudha yang kaget dengan kejadian yang terjadi..


"Jangan salahkan Hana kalo kita tau pernikahan loe besok, gue taunya dari Stella tadi ketemu di cafe Hana" bela Sean.


"Yudha, ada sebuah rahasia yang gue pendam selama ini ingin gue itarakan tapi gak mau hubungan persahabatan kita menjadi rusak" kata Sean..


"Gue jatuh cinta sama Hana pada pandangan pertama.. Lepaskan Hana biarkan gue yang ngobatin luka hatinya" sambung Sean membuat sisi hati Yudha tak menerima sahabatnya ternyata mencintai istrinya..


Setelah itu Sean pun pergi meninggalkan Yudha seorang diri dengan pemikiran dan mengoyahkan keputusan Yudha tuk menikahi Stella..


"Gue pasti akan bahagia dengan istri pilihan gue" kata Yudha memantapkan hatinya..


Hana.............


Flashback On...


Tok.. Tok...Tok..


"Silahkan masuk" sahut Hana dari dalam..


"Selamat siang ibu CEO" canda Tri ketika masuk di ikuti Putra dan Sean..


"Selamat datang para cassanova" balas Hana..


"Atau para Pematah hati wanita" sambung Hana..


"Tri, kenapa adekmu semengemaskan ini?, kalo belum ada yang punya mau gue bungkus bawa pulang" kata Sean..


"Enak aja main bungkus, loe pikir martabak spesial apa?" bela Putra..


"Ayo kita berdebat sampai besok" ajak Hana bercanda..


"Makan siang yuk sambil nongki ganteng di rooftop, gue ada bawain makan siang nih"sambung Tri..

__ADS_1


Mereka pun keluar lalu menuju ke rooftop tuk makan siang.. Di rooftop siang hari tak banyak pengunjung yang datang, biasanya akan ramai di sore sampai malam hari karena view nya lebih indah di lihat..


"Kalian duluan aja, gue mau pesan minuman dulu" kata Sean..


"Halah pesan minuman gaya loe, bilang aja mau liat koki baru" kata Hana mengetahui maksud Sean..


"Wahh,, gak bisa liat orang senang nih Hana" balas Sean..


Putra dan Tri hanya menertawakan kekonyolan Hana dan Tri..


Beberapa saat menunggu, minuman yang di pesan Sean sudah datang..


"Loh kok keduluan minumannya yang pesan belum datang" tanya Hana..


"Lupa jalan ke rooftop kali" kata Putra dengan jawaban ngasal..


"Gak ngefek juga kalo dia ada atau tidak" kata Tri..


Mereka pun melanjutkan makan siang..


Di lantai satu cafe, duduk Sean dan Stella di meja pojok membahas perkataan Stella yang baru saja terdengar oleh Sean..


"Hai Sean, ngapain kamu di sini?" tegur Stella..


"Loe Stella gue kira masih di negara S, ngapain ke balik?" tanya Sean..


"Gue mau nikah Sean" jawab Stella..


"Oihh selamatnya tuk pernikahannya nanti, btw siapa pengantin prianya, kita kita pada kenal gak" balas Sean..


"Emang Yudha gak ngomong sama kalian kalo dianya mau nikah sama aku" jujur Stella..


Karena ingin secara langsung mengetahui kabar berita itu akhirnya Sean mengajak Stella untuk duduk di pojokkan cafe tersebut dan Stella tak tau siapa pemilik cafe tersebut..


Di rooftop terdengar bunyi telepon milik Tri..


Rringg.. Rringg..


"Kok Sean telepon sih?" tanya Tri lalu menjawab panggilan Sean..


"Speakerin HP loe" terdengar suara Sean..


Dan Tri pun dengan wajah binggung tetap melaksanakan perintah Sean tanpa sepengetahuan Stella..


"Sekarang jelasin dari awal apa yang sudah loe katakan tadi, sungguh gue gak ngerti maksud loe" kata Sean pada Stella..


"Jadi loe belum tau kabar ini" tanya Stella yang berpikiran positif kalo Sean saja yang belum tau pernikahannya bersama Yudha..


Padahal memang Yudha yang belum memberitahukan kepada para sahabatnya perihal pernikahannya..


"Jadi, gue ini besok akan nikah dengan Yudha, tapi nikah siri dan sudah di setujui istri Yudha yang sekarang" terang Stella menjelaskan..


"Terus abis nikah kalian tinggal serumah dengan istri pertama Yudha gitu?" tanya Sean..


"Ya enggak lah, gue gak mau kalo tinggal serumah terus melihat Yudha membagi tidurnya, gue hanya mau Yudha lebih memprioritaskan gue" lanjut Stella egois..

__ADS_1


"Kok loe gak mau, terima konsekuensi nya dong sebagai istri kedua" pancing Sean..


"Dari awal pernikahan hubungan mereka tidak lebih dari sebuah sandiwara, nanti gue liatin surat perjanjian pranikah Yudha dengan wanita itu" Stella membela dirinya..


"Oihh gitu toh, baru tau gue" lanjut Sean..


"Loe kemana aja sih, masa sebagai sahabatnya gak tau sih" kata Stella sambil berdiri..


"Gue pamit ya, mau liat pesanan cincin nikah" kata Stella lalu berlalu keluar pintu cafe setelah bercerita panjang dengan Sean..


"Kumpul di ruangan Hana sekarang" kata Sean sebelum menutup telepon..


Di lantai rooftop..


"Dasar lelaki bedabah serakah....... " tak sedikit umpatan yang keluar dari mulut Putra..


Dan reaksi Tri membalikkan meja sehingga barang barang yang ada di meja berhamburan mengotori lantai..


"Ayo kita ke ruangan minta, dan jelaskan sejelas jelasnya semua ini Hana" kata Tri sambil menatap tajam Hana..


Hana hanya diam ketakutan melihat kemarahan dua lelaki yang ada di depannya..


Setibanya mereka di ruangan Hana di lantai dua, sudah ada Sean yang duduk di sofa..


Dari sorot matanya menandakan bahwa dia pun marah besar kepada Yudha..


Melihat mereka duduk, Hana berjalan menuju ke lemari tempat Hana menyimpan berkas berkas laporan cafe di mana ada juga brangkar tempat surat surat penting yang Hana simpan..


Setelahnya mengambil kertas yang akan Hana tunjukkan..


"Setelah membacanya akan Hana ceritakan semuanya dari awal" kata Hana dengan wajah serius..


"Harus" kata Tri yang masih di emosian..


Mereka bertiga melihat secara bergantin sesudah itu meluncur lah cerita yang sebenarnya dari Hana..


Putra menutup matanya sambil menyenderkan kepalanya, Sean berdiri memukul tembok dan Tri menendang meja sofa dan pecah..


"Kenapa tidak cerita?, kenapa tidak ngomong?, supaya kita bisa mencarikan solusinya.. Bukan diam kayak gini Hana, otak loe masih di kepala kan atau uda di loe buang?" tanya Tri yang sudah tidak bisa mengontrol emosinua lagi..


"Jawab jangan diam aja" bentak Tri untuk pertama kalinya..


Bagaimana tidak marah besar, sepupu perempuan satu satunya yang sangat di sayangi oleh keluarga besar Adam Halim tengah bermasalah pernikahannya, bila mereka semua tau maka Tri tidak tau bagaimana nasibnya nanti.. Secara Tri selalu di wanti wanti keluarga untuk menjaga Hana biar pun ada suaminya..


Setiap saat menanyakan keadaan Hana, padahal mereka sendiri rajin menghubungi Hana tapi seperti tak puas..


"Jangan cuma nangis, cepat jawab Dirhana Perwati Wijaya" kata Tri lagi lebih emosi melihat tangisan Hana..


"Sudah Tri, kasian Hana.. Kamu aja terpukul kayak gini, apa lagi Hana yang mengalami sendiri" bujuk Sean tak tega melihat Hana yang sudah menangis dari tadi..


"Awal bang Yudha kasih kertas itu Hana pengen membatalkan pernikahan ini tapi Hana gak mau keluarga kita dan keluarga bang Yudha malu karena undangan uda kesebar,orang tua Yudha yang baik serta bila Hana membatalkan bagaimana hubungan yang sudah terjalin lama dan di dalam lubuk hati Hana berharap selama menjalani pernikahan ini bang Yudha bisa jatuh cinta pada Hana, tapi hanya Hana saja yang mencinta tapi bang Yudha tidak.. Hana uda ngelakuin semua hal biar suami Hana bisa jatuh cinta pada Hana tapi sampai sekarang cinta itu tidak Hana dapatkan" kata Hana lirih di iringi tangisan pilu..


"Terkadang Hana pengen menyerah tapi Hana tidak mau mengecewakan kalian semua" sambung Hana lagi..


Setelah mendengar alasan Hana, mereka bertiga terdiam meredam emosi mereka..

__ADS_1


Flashback off...


Bersambung..


__ADS_2