
Genap sudah tiga puluh sembilan hari umur si kembar..
Dari kemarin siang kembar sudah berada di kediaman orang tua Yudha bersama Hana dan Yudha..
Esok hari akan di laksanakannya Aqikahan si kembar dan pemberian nama untuk si kembar..
"Yudha sebentar malam suruhlah Stella kemari dan menginap di rumah ini" kata mama pas masuk ke kamar yang khusus di sediakan buat Hana Yudha dan cucu kembarnya..
"Besok selesai Aqikah akan di umumkan pernikahan kedua mu dan memperkenalkan Stella secara umum" sambung mama..
"Tapi mah" kata Yudha dan Hana kompak..
"Itu keputusan mama dan papa, mungkin akan membuat malu serta kehebohan yang membuat kamu serta papa dan mama malu dan saham akan menurun tapi kami yakin bisa mengatasinya" masih lanjut mama..
"Dan kami memutuskan tidak akan memperlihatkan wajah kembar karena takut dampak dari kisruh rumah tangga kalian, ingat jejak digital tak akan pernah hilang" lalu mama pun melangkah keluar kamar..
"Berbahagialah bang, besok hari bahagiamu karena akan mengumumkan pernikahan abang dan Stella.. Hana mohon setelah itu ke depannya kita tidak usa bertemu kembali, cukup kembar saja yang abang temui dan setiap bertemu kembar bawalah Stella akhir tidak ada kesalahpahaman" mohon Hana..
"Abang tidak akan mengabulkan keinginanmu Hana" tampak jelas kemarahan di wajah Yudha..
Bagaimana tidak, sejak pertemuan terakhir kali Hana sudah pernah terlihat lagi padahal mereka berdua masih di rumah yang sama..
Hana betul betul menghindarinya bahkan seolah olah tak ada keberadaan Hana, setiap bertemu kembar pun Hana tak terlihat..
"Ma pa, kenapa sih harus ada acara memperkenalkan Stella, mama dan papa bilang tidak akan mencampuri urusan rumah tangga kami, tapi kenapa sekarang lain?" tanya Yudha dengan emosi yang belum reda membuat keluarga inti Yudha dan Hana menjadi kaget..
"Hai bung jangan meninggikan suaramu pada istriku" kata papa tak kalah dengan suara Yudha..
"Bukan kah ini yang kau inginkan kami hanya memperlancar kan kemauanmu" sambung papa..
"Karena kamu saya dan istri saya harus datang ke kota S bertemu keluarga Hana meminta maaf dan kau tau seumur hidupku baru kali ini saya berlutut memohon maaf karena kelakuan bajinganmu" kata papa lantang..
Yudha tak mmenyangka kini keluarga Hana pun sudah tau keadaan rumah tangga mereka berdua..
"Kami kecewa Yudha, betul betul kecewa.. Kami merasa bersalah telah melepaskan Hana padamu, tak pernah menceritakan kesakitannya, dan baru beberapa hari ini kami mengetahui permasalahan ini di tambah dengan cerita dari Tri" om Herman mewakili suara hati kakek dan nenek yang sangat merasa bersalah..
__ADS_1
Mereka yang tengah berkumpul semua meneteskan air mata dan menangis..
"Maminya saja belum dari sakit jiwa sekarang anaknya pun menderita karena berumah tangga.. Terbuat dari apakah hatimu, kenapa tidak bilang dari awal kalo kau ada kekasih sekarang keadaan sudah jadi begini sesal pun seprti percuma, berdoa supaya Hana tidak mengalami seperti yang maminya alami sekarang" sambung om Herman..
"kami bersepakat sebaiknya memang kalian lebih baik berpisah supaya Hana dan kamu tidak tersiksa menjalani biduk rumah tangga" kata om Bastian..
"Saya tidak akan mengikuti kemauan Hana dan kalian yang menginginkan perpisahan antara saya dan Hana" kata Yudha dengan suara rendah namun tegas lalu mengambil kunci mobil keluar menenangkan suasana hatinya..
Sesampai di mobil Yudha menekan gas mobilnya dalam sambil keluar gerbang rumah mewah milik papa Kaisar Prayoga dan Anne Prayoga..
"Abang tidak akan melepasmu Hana, apa pun yang terjadi sekali pun kau memaksa, abang akan tetap mengikatmu dalam pernikahan kita" kata bermonolog..
Tiba hari Aqikahan si kembar..
Gerbang utama rumah mewah papa Kaisar Prayoga telah di buka untuk para undangan dan memiliki pengawalan yang ketat dan terorganisir untuk membantu Aqikahan cucu kembar papa Kaisar agar berjalan dengan tak ada kendala..
"Jangan ada yang melakukan hal hal selain Aqikahan anak saya, bila kalian masih bersih keras, saya akan meratakan rumah anda tuan Kaisar dan saya akan membawa pergi Hana dan kedua anak saya, ku pastikan kalian tak akan pernah melihat mereka hingga kalian mati"..
" Kalo kalian tidak percaya, silahkan mencoba menentang keputusan saya, kalian tentu tahu sifat saya bukan?"..
"Semakin di tantang semakin bersemangat menantang" kata Yudha serius di ruang tengah sambil mengendong kedua bayi kembarnya menimang penuh cinta dan sayang..
"Huhhh dasar egois" kata Hana..
"Abang egois karena Hana dan bayi kembar" ucap Yudha tidak mau memperpanjang lagi takut rumit..
"Suka enaknya aja, giliran uda gini gak Terima" sambung Hana..
"Iya Hana, abang minta maaf ya" kata Yudha sambil mengecup pipi Hana cepat..
"Abang...... " teriak Hana..
"Hana sudah ya Nak, tuh tamu tamu uda pada datang" kata Kakek penuh kelembutan..
Sebelum acara Aqiqah di mulai, pengumuman nama anak kembar Yudha dan Hana..
__ADS_1
"Yuditha Adinda Prayoga binti Yudha Prayoga" nama anak perempuan sulung kami..
"Yudhi Ananda Prayoga bin Yudha Prayoga" nama anak laki laki kami, si bungsu..
Itulah nama anak kembar Yudha dan Hana cucu dari Kaisar dan Anne Prayoga, cicit dari Adam Salim dan Wati Salim..
Setelah beberapa jam, akhirnya Aqiqah kembar telah usai, tamu tami pun sudah tak ada..
Semua keluarga hanya melakukan pembicaraan yang seperlunya saja, semua terdiam karena tau akan ada badai yang datang sebentar lagi..
Perempuan cantik yang perutnya membuncit datang membawa sejumlah bukti untuk di perlihatkan pada Yudha..
Yah, wanita itu adalah Stella Angela istri kedua Yudha..
"Mbok Dar, panggilkan Hana dan Yudha terus suruh suster Ayu dan suster Maria untuk menjaga cucu cucu saya" kata papa Adam..
"Baik tuan besar akan bibi panggilkan" balas mbok Dar segera melakukan yang di suruh kan tuan besar Prayoga..
Mbok pun sampai ke pintu kamar si kembar..
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk" jawab Hana dari dalam kamar..
"Permisi tuan muda dan nyonya muda di panggil sama tuan besar ke lantai satu" kata mbok menyampaikan apa yang di suruh..
"Baik mbok kami akan turun" jawab Hana ringan..
Setelah keluar dari lift Hana dan Yudha sempat melihat mimik wajah wajah keluarga inti mereka..
"Apa yang terjadi dengan mereka?" kata Yudha..
"Ayo cepetan" balas Hana..
Sampai di ruang tamu besar, Yudha dan Hana terkaget melihat Stella yang telah duduk manis bersama dengan orang tua Yudha, kakek nenek, om Bastian dan om Herman..
__ADS_1
"Apa yang harus Hana lakukan bang? Apa Hana harus pergi dari kehidupan abang?. Seperti memang Hana dan kembar harus pergi dari kehidupan abang.. Abang pasti tidak akan terlalu sedih dan merasa kehilangan karena Stella pun akan memberikan abang keturunan yang baru.. Kesayangan ibu, maafkan kalo kalian nanti tidak akan merasakan kasih sayang seorang ayah"..
Hana sudah bertekad akan menghilang bersama si kembar..