Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 42 Keributan


__ADS_3

Begitu banyak makanan yang di pesan oleh dua keluarga yang tengah berkumpul ini..


Membuat suasana menjadi ramai oleh tingkah anak anak berkumpul, kecuali Salsa karena Yudha tak mengijinkan..


Bukan tega cuma Yudha tau bagaimana perangai anaknya kalo bermain ingin menang sendiri bahkan terkesan egois..


Itulah hasil didikan dari Stella, berbeda dengan Hana yang mendidik kembar dengan kelemahan lembutan..


"Ayah, tolong carikan sepatu Dit. Maaf mommy Dit lupa letak sepatu Dit" kata Dit dengan wajah penyesalan..


"Mau daddy bantu carikan?" tanya Sean..


"No thanks dad!, lanjutkan makan daddy, Dit meminta tolong ayah karena Dit melihat ayah yang sudah selesai makan" terang Dit..


"Bukankah mommy pernah bilang kalo jangan mengganggu orang yang sedang makan, kerja dan tidur tapi boleh asalkan memang penting sekali" lanjut Dit dengan senyumannya yang ceria..


"Ayo ayah, sekalian membantu Dee mengambil jam tangannya di dekat jendela" ajak Dit sambil memegang tangan Yudha lalu mengayunkan seirama langkah kaki Dit..


Tak henti hentinya Yudha berterima kasih pada Hana melihat kesopanan kembar dan kebaikan mereka..


Begitu juga dengan keluarga Yudha yang menyaksikan tingkah laku kembar..


Merasa tidak di anggap, Stella memutuskan untuk pulang bersama Salsa dan Yudha..


"Mas, ini sudah malam besok Salsa sekolahdan mas pun harus kerja" ajak Stella..


"Pulanglah duluan memakai mobilku, aku masih ingin bermain bersama anak anakku dan ingin menginap di rumah papa dan mama agar bisa bersama sama dengan mereka" jawab Yudha tanpa melihat wajah Stella..


"Aku gak mau, aku mau pulangnya sama sama kamu" kukuh Stella lalu melihat anak kembar Yudha dengan mata yang melotot menandakan marah pada Dit Dee..


"Kamu apa apaan sih" kesal Yudha..


Mendengar ayahnya berdebat dengan istri kedua ayah mereka membuat Dee dan Dit langsung berlari menuju ke Sean..


"Daddy ayo kita pulang" ucap Dit yang terdengar oleh orang tua Yudha..


"Cucu oma dan opa kenapa minta pulang?, katanya mau nginap di rumah" tanya mama Anne..


"Tante itu melototkan matanya pada kami serta anaknya ayah yang baru mencubit tangan Dee dan memaksa ayah untuk pulang" jujur Dit pada oma dan opanya sambil menunjukkan tangan Dee yang memerah bekas cubitan bahkan sampai memerah. Pas mau di sentuh aunty Dinda Dee mencegahnya..


"No aunty, sakit" cegah Dee..


"Kenapa Dee tidak bilang, sama yang lain" tanya aunty Manda..


"Dia bilang akan membuat ayah akan marah pada kami" jujur Dit..


Hana yang mendengar anaknya di perlakukan seperti itu hanya menangis terdiam..

__ADS_1


Melihat Hana menangis terdiam, Sean memegang tangan Hana dan mengenggamnya di bawah meja, Sean lakukan itu karena tak ingin menganggu momen bahagia keluarga besar Yudha..


Tak ingin cucu mereka berubah pikiran untuk menginap di rumah oma dan opa mereka, maka oma pun membujuk mereka..


"Nginap si rumah oma dan opa aja yah, besok kita ke bandara menjemput kakek dan nenek buyut sama mami dari mommy kalian" bujuk mama Anne penuh kelembutan..


"Betulkah itu mommy?" tanya Dee lalu Hana mengangguk angukkan kepala tanda IYA..


"Yeahhhh" kembar pun menjadi senang sehingga melupakan ketakutan mereka tadi


Mendengar perkataan jujur Dit, tentu sebagai oma dan opa dari kembar tidak menerima semua itu..


"Dinda, Manda bawa kembar pulang ke rumah kalian semobil biar Hana dan Sean serta kembar, mama tidak mau cucu mama tidak leluasa di dalam mobil" titah oma Anne..


"Cucu cucu oma dan opa lulang duluan ke rumah oma dan opa yah, kami mau membayar makanan semua ini" kata oma Anne penuh cinta..


Dinda dan Manda tau apa yang akan mama mereka lakukan dari raut wajah mama yang berubah pias..


"Mamam tuh gelar istri kedua" kata Manda..


"Man, tuh condet bisa di jaga gak?, banyak anak kecil tuh" tegur Putra...


"Sori bang, lupa" bela Manda..


"Gak usah di pikirkan Dek" ucap Manda lagi tetapi kali ini pada Hana..


"Jangan ngadi ngadi tempelan kolkas, adik dari mana?, kakak ipar iya" Putra protes..


Setelah melihat semua pergi, mama dan papa pun berdiri hendak melangkah namun keburu Yudha Stella dan Salsa menghampiri..


"Yang lain kemana Mah?" tanya Yudha bingung..


Tiba tiba terdengar bunyi tamparan di samping Yudha..


"Mah.. "


"Mama.. "


"Oma.. "


"Diam jangan panggil saya oma karena kamu bukan cucu saya dan kamu sebagai seorang ibu ajarlah anakmu menjadi anak yang baik dan sopan" kata mama..


"Mama boleh memarahi saya tapi tidak dengan anak saya, apa salahnya hingga mama membencinya" tanya Stella yang syok mendapatkan tamparan serta melihat Salsa yang di marahi oleh omanya sendiri..


"Pantas lah saya marah karena anak kamu sudah menyakiti bahkan melukai cucu saya" jawab mama Anne..


"Anak kamu mencubit tangan anak saya sampai memerah dan mengancam akan mengadu domba Yudha hingga marah kepada cucu cucu saya dan tidak di akui sebagai anak, Pantaskah anak seusia dia mengatakan seperti itu?"..

__ADS_1


" Bagaimana kamu mendidik anakmu itu"..


"Didik istri dan anak kamu biar berakhlak mulia, contohi cara didikan Hana"..


" Bagaimana nanti jika saya membawa anak kalian ini ke acara keluarga dan arisan kalo anak kalian seperti ini, dasar memuakkan"..


"Lihatlah saya berkata begitu bukannya menyesal malah balik marah melihat saya, kenapa kamu marah bukankah itu kejadian yang sebenarnya?"..


Mama melampiaskan emosinya pada tiga orang di depannya, tak peduli dia anak atau pun anak kecil sekali pun..


"Kamu sendiri yang memilih dia yang menjadi istri sebenarnya buat kamu kan, jadi pertanggungjawaban kan semuanya sampai akhir dan papa tidak menerima cucu papa di pelotin marah dari istrimu"..


" Jangan membuat papa kecewa yang berlebihan Yudha dan kamu tau kan papa lebih memilih kehilangan kamu dari pada kehilangan Dit dan Dee" tegas papa..


Orang tua Yudha memilih pergi setelah memarahi Yudha dan Stella..


"Apa yang orang tua aku katakan benar Stella?, kamu dan Salsa melakuka semua itu?" tanya Yudha dengan mimik wajah menakutkan..


"Cepat kan" bentak Yudha hingga membuat Salsa menangis..


"Benar ayah Salsa melakukan apa yang di katakan oma" jujur Salsa..


"Memang, aku melakukan seperti yang kamu dengar. Emangnya aku salah menyuruh pulang suami ku" tantang Stella..


"Kalian berdua memang tak berhati, seandainya kamu kebalikan dari Hana apa kamu terima anak kamu di perlakukan seperti itu?"..


" Apa kamu marah klo Hana melototi anak kamu seperti yang tadi kamu lakukan?" tanya Yuda bertubi tubi..


Stella bingung mau menjawab apa dan Salsa masih menangis karena marah dan semakin benci pada kembar..


"Nih kunci mobil, kalian pulang sendiri saya mau menyusul anak anak saya dan meminta maaf tidak mengetahui kejadian ini"..


" Kamu Stella mulai sekarang kamu saya berikan nafkah yang di jatah dua ratus lima puluh juta per bulan, entah cukup atau tidak jadi berhemat dan saya akan memblokir semua kartu kredit yang saya berikan padamu" putus Yudha..


"Untuk kamu Salsa tidak ada lagi semua fasilitas kamu yang sekarang tidak bisa di pergunakan dalam waktu sebulan.. Jadi ke sekolah mama kamu yang antar begitu juga jemputan, Bermain handphone hanya di hari sabtu dan minggu selebihnya taruh di kamar papa" tambahnya..


"Saya sepertinya salah langkah karena telah menikahimu" tatap Yudha pada Stella yang menatap Yudha balik setelah mendengar kata kata Yudha..


"Mas, maksud kamu apa bilang begitu?" tanya Stella..


"Kamu tidak memberikan kembar dan saya banyak waktu untuk bersama, malah kamu berbuat ulah, kamu lupa atau pura pura kalo kembar juga anak saya, malah kalau mau di urut mereka lah yang lebih berhak banyak atas saya" ucap Yudha..


Waktu tak bisa di putar kembali, yang ada hanyalah penyesalan..


Itulah yang di alami Yudha sekarang, berharap istri pilihan hatinya dia bahagia ternyata Jauh panggang dari api..


Yudha pun melangkah hendak membayar tapi dari pihak resto mengatakan bahwa sudah di bayar..

__ADS_1


"Pasti papa" yakin Yudha..


Bersambung...


__ADS_2