
"Assalamu'alaikum opa dan oma" sapa kembar dengan hebohnya.
"Waalaikumsalam cucu cucu oma, kenapa tidak telepon kalo mau datang biar oma bikinkan cemilan buat kalian" tanya oma bahagia melihat kedatangan kembar.
"Kami mau katakan sesuatu pada oma dan opa" ucap Dit pura pura serius.
"Katakan pada oma jangan buat penasaran" oma menjadi kepo.
"Opa kenapa tante itu menangis dan kalian pada sedih?" bisik Dee pura pura tak tau.
"Tante lagi bersedih karena itu dia menangis tapi kalian tidak usa tau karena itu masalah tantenya sendiri" kata opa bijak.
Melihat itu Dee menuju Stella dan duduk di samping Stella sambil mencium pipi Stella begitu juga dengan Dit melakukan hal sama seperti Dee.
"Mommy selalu mencium pipi kami jika kami menangis, katanya biar air matanya malu untuk keluar" ujar Dee jujur.
Mereka yang melihatnya menjadi terharu sekaligus bangga, kembar tidak membenci bahkan memendam pada Stella setelah kejadian di restoran bahkan mungkin melupakan.
"Pintar banget sih anak anak ayah" ucap Yudha lalu mengendong kembar sambil bergantian mencium kedua pipi kembar.
"Ayah juga harus mengendong... " ucap Dit sambil memikirkan siapa nama anak ayah yang lain.
"Namanya Salsa sayang" bantu Hana.
"Iya maaf lupa" jujur Dit.
Setelah mendengar kata kata Dit Yudha pun menurunkan kembar lalu memeluk anak anaknya.
"Ayah bagaimana kalo kita liburan bersama saja" tanya Dit tapi menatap wajah Hana.
"Aku dan Dee tidak ingin bahagia sendiri, bagaimana pun Salsa tetap anak ayah dan juga tanggung jawab ayah" ucap Dit dengan lirih.
"Ayo sama sama menciptakan bahagia, buatlah kenangan indah yanng tak terlupakan" ajak Dit.
"Iya, jangan sedih sedih lagi" tambah Dee.
"Baiklah sekarang masing masing dari kita bersiap siap untuk piknik dua hari kita" mama Anne memberi saran..
Mereka pun membubarkan diri untuk bersiap siap agar esok hari bisa piknik bersama.
Tiba hari di mana mereka akan piknik, namun Yudha menjadi kaget dengan kedatangan kembar, Hana, Tri dan Sean yang membawa mobil.
"Ohh Sean, kamu ikut piknik juga?" tanya Yudha kaget.
__ADS_1
"Iya nih, di ajak semalam sama si kembar. Itu pun di info tengah malam. Aku kaget di telepon mereka, kirain ada apaan, ternyata ajak piknik" Sean menjelaskan pada Yudha sambil tertawa mengingat kejadian semalam.
"Kamu sama Stella dan Salsa aja mas, biar kami dengan formasi yang sekarang aja biar gak ribet langsung jalan. Nanti singgah kan di swalayan membeli bahan bahan masakkan sama cemilan anak anak" kata Hana.
"Gak papa biar Yudha bareng kalian aja, nanti aku sama mama dan papa serta Salsa" ucap Stella yang ingin memberikan kesempatan Yudha bersama Hana dan kembar.
Semalam Stella menyiapkan bajunya dan baju Salsa sambil berpikir serta merenungkan semuanya. Dan dia sadar diri kalo Yudha memang harus bersama sama dengan Hana dan kembar menggantikan waktu yang hilang selama lima tahun.
"Tapi Stel.. " Hana hendak melanjutkan perkataannya tapi keburu di potong Stella.
"Aman kok Na, gak usah merasa sungkan ama aku" ucap Stella.
Mereka pun pada akhirnya melakukan perjalanan menuju villa Yudha. Di mobil pertama ada papa, mama, Stella dan Salsa serta sopir pribadi papa.
Di mobil kedua ada Dinda, suaminya, anaknya serta Dinda dam memiliki sopir juga. Di mobil ketiga Hana, kembar, Yudha, Tri dan Sean, mereka tidak memakai sopir karena berpikir mereka bisa bergantian bawa mobil.
Selama perjalanan di mobil ketiga tentulah yang banyak menarik perhatian, bagaimana tidak sepanjang jalan mereka ribut di dalam mobil. Si kembar dan Sean tak ada habisnya saling bercanda dan sasaran keisengan mereka tentu saja Hana.
"Daddy, kuku Dit kenapa tidak sebagus punya mommy?" tanya Dit penasaran.
"Kata siapa kuku punya mommy bagus, malah menurut daddy jelek gak ada bagus bagusnya apa lagi kuku kaki mommy pasti bau" goda Sean.
"Iiuuhh pasti kalo tidur mommy tidak mencuci kaki dan tangan" tebak Dee.
"Gak bau yaah, mommy rajin kok membersihkannya" Hana tak terima.
"Mentang mentang pebisnis, tiap ada peluang pasti di sambet" ucap Tri santai dan bergabung.
"Yehh sirik aja loe" tolak Yudha yang tak mau mengakui.
"Ayah, ada anak anak loh nanti mereka menirunya" tegur Hana.
"Maafin ayah yah Bu" Yudha memelas.
"Mampos loe Yud" tambah Tri.
"Ayah what is the meaning Mampos" tanya Dee yang baru mendengar istilah itu.
"Aahh mati gue salah ngomong" runtuk Tri tiada yang mendengar.
Tak lama kemudian terdengar suara Dee yang sedang menelepon.
"Opa what is the meaning Mampos" tanya Dee lagi.
__ADS_1
"Who said that?" tanya papa Kaisar yang sepertinya marah.
"Uncle Tri opa" Dit yang menjawab.
"Tri bisakah ucapanmu di jaga selama ada cucu cucu saya?, atau kamu gantiin sopir saya di sini?" papa Kaisar mode marah.
"Maaf om keceplosan" ucap Tri menyesal berkata buruk.
"Kalo kamu dekat tante, uda tak jewer kuping kamu" tambah mama Anne.
"Opa pertanyaan Dee belum di jawab" kekeh Dee.
Melihat semua orang pada bingung menjelaskan, Yudha pun turun tangan. Tak tega melihat situasi canggung ini.
"Dee, di tutup teleponnya dulu nanti ayah yang akan menjelaskan" ucap Yudha akhirnya.
Setelah menjelaskan pertanyaan Dee menurut jalan pikiran anak seusianya, maka sampailah mereka di swalayan. Melihat mama dan adik adik Yudha yang kalap dalam belanja bahan makanan selama menginap membuat yang lain geleng geleng kepala, tak terkecuali anak anak malah Salsa mengambil banyak jajanan untuk dia nikmati sendiri. Membuat Hana turun tangan mengontrol si kembar.
"Apakah kalian ingin memindahkan semua jajanan yang di dalam swalayan ini ke dalam villa?" ucap Hana yang akan menjadi bomerang buat dirinya sendiri.
Si kembar pun berlari menuju ke papa Kaisar.
"Opa, bolehkah mami memiliki semua jajanan ini? " tanya Dee sambil menunjuk bagian swalayan yang terdapat jajanan dari yang murah sampai yang mahal.
"Sepertinya itu ide yang bagus" kata papa Kaisar yang hendak menuruti semua kemauan kembar.
"Papa... " ucap Hana yang kaget dengan perkataan papa Kaisar.
"Jangan di biasakan kembar berbuat sesuka hati mereka Pah" mohon Hana.
"Biarin aja Bu, kan gak setiap saat papa memanjakan mereka, lagian bukan cuma kembar tapi anaknya Dinda dan Salsa" bujuk Yudha.
"Tapi itu kan ide kembar Yah" bantah Hana.
"Sudah biarin aja, yuk kita ke bagian buah buahan. Ayah pengen makan salad buatan ibu, sekalian bikinin ayah ikan woku ama kangkung terasi dong. Udah lama ayah gak makan itu" ajak Yudha yang tangannya sudah berada di pinggang Hana seolah olah mengatakan bahwa wanita cantik di sampingnya ini adalah istrinya.
"Stella, ayo kamu juga harus belanja minimal cuci mata atau beli skincare baru deh. Kamu kayak bukan seperti Stella yang dulu, sudah seperti wanita lima puluhan" canda Tri yang tidak tega melihat pandangan Stella pada Yudha dan Hana.
"Kamu sembarangan aja kalo ngomong, tuh ajak Sean juga. Enak aja nongkrong kayak gak punya beban padahal gunanya dia dan kamu ikut untuk bantuin angkat angkat barang kan?" tanya Stella dengan wajah polos.
"Enak aja kalo ngebacot" pungkas Tri tidak terima.
"Sambil nunggu kekhilafan mereka yuk gue jajanin elo es krim" sambung Tri.
__ADS_1
Membuat Stella yang tadinya murung merasakan di acuhkan tersenyum kembali.
Bersambung..