
Keesokan harinya, waktu menunjukkan waktu pukul enam pagi. Semua penghuni villa keluarga Yudha telah bangun dan melakukan aktivitas yang berbeda beda.
Salsa langsung bangun dan berlari ke kamar ayahnya, ketika masuk ke kamar ayah Salsa melihat ayahnya tidur dengan si kembar. Hatinya merasa cemburu bahkan iri dan marah.
Salsa tidak akan marah kalo ayahnya tidur dangan ibu dari kembar, namun yang di lihat Salsa ayahnya tidur dengan kembar dengan lelapnya sehingga melupakan janji ayahnya.
"Selamat pagi ayah" ucap Salsa sambil menguncang guncang tubuh ayahnya.
"Eehh Salsa, kamu sudah bangun Nak!, ada apa?" tanya Yudha yang masih ngelek karena di kagetkan dari tidurnya.
"Ayah janji kalo pagi ini kita akan lari pagi bukan?" Salsa mengingatkan janji Yudha.
"Aahh iya nak, maaf ayah ketiduran" sesal Yudha yang langsung bangun menuju kamar mandi mencuci muka dan gosok gigi.
"Aku tau kalian sudah bangun" kata Salsa hendak memanas manasi kembar.
"Kalo sudah bangun terus kenapa?, selamat bersenang senang adik tiri" ucap Dit penuh penekanan.
"Hahahaha, panaskan hati kalian. Itu bukan urusanku" ucap Salsa lalu melangkah keluar.
Namun sebelum keluar pintu kamar, Salsa berhenti sejenak sambil berucap "Kalo ayah mencariku, bilang pada ayah kalo aku lagi bersiap siap".
"Wow tumben gak ngamuk, biasanya langsung menerkam" ganggu Dee.
"Kamu tau binatang berRas kucing?, mereka sebelum memakan mangsa mereka akan bermain main dulu dengan makanan mereka. Ayo pura pura tidur sebelum ayah keluar kamar mandi" kata Dit.
Dee pun hanya mengikuti apa yang diperintahkan oleh kakaknya Dit.
Sepulang dari lari pagi Yudha, Salsa dan beberapa anggota keluarga melangkahkan kaki mereka ke meja makan yang telah siap dengan hidangan sarapan.
"Hummm wangi apa nih?" tanya Yudha yang pura pura tidak mengetahui apa yang akan di makan kembar.
"Daddy memasak pancake buat aku dan Dit, pakai sirup apple yang wangi dan sayap ayam goreng karamel. Apa ayah ingin coba?" tanya Dee antusias karena sarapannya di buat daddy lagi dan daddy Sean tau apa keingina serta mau mereka.
"Boleh, kayaknya enak nih" balas Yudha dengan ceria, walau hati merasa cemburu.
Sarapan pagi telah berakhir, semuanya telah bersantai di samping vila yang terdapat gazebo dan kolam renang.
__ADS_1
"Ayah, bukankah ayah mengatakan akan mengajariku berenang?, apa sekarang saja?" tanya Salsa dengan memelas membuat Yudha merasa tak tega.
"Baiklah kalo begitu" ucap Yudha.
Namun baru dua langkah terdengar suara Dit.
"Salsa bisakah kau berbagi ayah dengan kami?, bukankah tadi pagi kalian telah bersama dan sekarang waktu ayah dengan kami?" tanya Dit sambil melihat wajah Salsa yang berubah masam.
"Ayah, bukankah kita pulang esok pagi?, kenapa kamu tidak bisa membagi waktu antara kami dan anak kamu yang lain?. Awalnya kita berencana cuma mommy ayah aku dan Dee, tapi kami tak mau egois dan serakah, kalo tau begini lebih baik hanya berempat saja dari awal" sambung Dit.
"Salsa ayah, kami di sini tidak lama tapi kalian... " Dit tidak sanggup berkata kata lagi karena menahan tangis yang memecah.
"Mommy daddy, ayo kita kembali ke rumah kita yang sebenarnya" ajak Dee yang ikut bersedih melihat kakaknya.
Dee menarik tangan Dit lalu berlari ke kamar Hana dan mengunci pintunya segera.
Melihat kejadian tersebut Yudha merasa dilema dan keluarga Yudha hanya diam tak ingin mencampuri urusan rumah tangga mereka, karena sudah menjadi kesepakatan bersama.
"Inilah yang ku maksud dalam pembicaraan kemarin" ujar Tri sambil berdiri ketika melihat Hana berlari mengejar si kembar.
"Dengan kejadian seperti ini, kamu sudah seharusnya merenung bukan. Jangan sampai kembar membencimu dan menjadi trauma dengan pernikahan. Aku tidak menyuruhmu untuk memilih, kali ini biar Hana dan kembar yang memilih" kata Sean lalu melangkah mengikuti Tri.
Yudha menyusul Hana dan kembar ke dalam vila diikuti dengan yang lain. Tertinggal Stella dan Salsa.
"Ibu tau sandiwaramu Nak!, bersaing memperebutkan ayah bukan dengan cara saling menyakiti, ibu kecewa dengan kamu" jujur Stella.
"Tapi bu.... "
Stella hanya mengangkat tangan kanannya menyuruh Salsa untuk diam.
Disaat bersamaan, Hana tengah sibuk membujuk kedua anaknya untuk membuka pintu kamar yang terkunci.
"Dit Dee, anak kesayangan ibu. Tolong di buka yah nak pintunya" bujuk Hana sedari tadi.
"Kids, tolong buka pintunya. Kasian mommy berdiri, bicaralah dengan ibu untuk menyelesaikan semuanya, dengan kalian begini membuat kami yang mencintai kalian akan ikut bersedih" bujuk Tri membantu Hana.
"Kids, kalian ingin pulang bukan?, ayo kita pulang. Kalian tidak ingin melihat ayah kalian lagi kan?, ayo kita lakukan" perkataan Sean barusan ternyata membuat kembar membuka pintu kamar Hana.
__ADS_1
"Kami tidak ingin berbagi ayah, kenapa ayah menikah lagi setelah menikah dengan mommy?, kalo tak cinta mommy jangan hadirkan kami ke dunia ini. Kami benci ayah" teriak Dee dengan suara menggelegar membuat siapa pun dapat mendengarkan perkataan Dee.
"Ayo selesaikan urusan mommy dan ayah, biar kita kembali ke rumah kita. Kami tak mau ikut merasakan sakit dan cemburu sepeti yang mommy alami bersama ayah" lanjut Dee menangis di pelukan Sean.
Yudha mendengarkan semuanya dari awal, kesakitan di dadanya mem jat dia seolah kekurangan oksigen. Dia tak menyangka semuanya bakal jadi begini, perhatian kepada anaknya menimbulkan kecemburuan buat anaknya dari ibu yang lain menjadi cemburu.
Selesai kembar tenang dan tertidur, Hana mencari Yudha yang ternyata duduk melamun di gazebo.
"Mas Yudha, boleh Hana duduk di sebelah mas?" tanya Hana.
"Ibu dari anak anakku silahkan duduk" canda Yudha agar suasana tidak menjadi canggung.
"Ayah dari anak anakku terima kasih" balas Hana sambil tertawa kecil.
"Maafkan Dit dan Dee yah, kalo membuat hati mas tersinggung atau terluka. Mereka masih terlalu kecil bahkan mempunyai sifat egois, maafkan mereka" pinta Hana.
"Aku tidak marah atau pun tersinggung Na, aku tau kesalahanku pada mommy mereka wajar mereka marah bahkan ikut terluka. Aku tak bisa marah karena mereka darah daging ku, tapi aku juga tak bisa membenci Salsa karena dia juga darah daging ku sama seperti kembar" terang Yudha.
"Aku mengerti mas, kamu tau kalo kembar dan Salsa memperebutkan kasih sayang kamu. Kamu berusaha untuk adil bagi mereka, tapi tidak buat mereka.
Kembar ingin kamu sepenuhnya milik kamu"..
"Bahkan mereka ingin kita bersama, namun setelah kejadian ini mengubah keinginan mereka bahkan mereka ingin kembali ke negara yang sekarang mereka tinggali"..
"Lepaskanlah aku dan anak anank mas. Cukup aku yang terluka jangan mereka ikut terluka, kali ini aku memohon dengan sangat. Mas sudah dengarkan permintaan mereka tadi"..
" Berbahagialah dengan cinta dan kehidupan mas bersama Stella dan Salsa. Biarlah aku dan anak anak hanya berperan sebagai cameo dalam sebuah drama kehidupan mas Yudha"..
"Aku akan menunggu akta perceraian kita mas" tutup Hana lalu melangkah masuk ke dalam vila karena hari sudah gelap dan harus menyiapkan makan malam.
Hingga makan malam tiba, semua duduk dalam hening dan rasa canggung sampai makan malam berakhir.
"Mommy, malam ini kami akan tidur bersama oma dan opa, jadi mommy bisa mengunci pintu kalo mau tidur" ucap Dit lalu berjalan bersama Dee mengikuti opa dan oma mereka. Tanpa memperdulikan Yudha yang berharap bisa menyelesaikan masalah mereka.
"Ayo opa dan oma kita tidur, besok pagi kita akan kembali pulang" ucap Dit dengan lirih.
"Cucu cucu oma jangan lupa sikat gigi yah" kata oma Anne ketika mereka sampai di pintu kamar.
__ADS_1
"Baik oma" jawab kembar kompak.
Bersambung..