Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 44 Permintaan Kakek


__ADS_3

Yudha pun tiba di rumah keluarga Adam Halim sambil membawa pesanan kembar..


"Assalamu'alaikum semuanya" salam Yudha..


"Waalaikumsalam Yud" jawab yang lain..


"Bawa apaan nih?, kok banyak banget" tanya Nenek Wati..


"Pesanan kembar yah?" tanya Hana yang baru datang dari ruang tengah..


"Iya, tadi kembar nelpon minta makanan Western food, gak mau makanan yang di buat Hana" ucap Yudha kepada seluruh keluarga yang berkumpul..


"Ada makanan yang gak cocok di kembar" sahut Hana tak enak hati karena semuanya pada makanan yang Hana masak di bantu keluarga yang lain..


"Gakpapa, belum terbiasa aja. Nanti pasti mau kok" kata kakek membela..


"Pantes tadi kembar aku gak liat makannya, ternyata gitu" sambung Manda..


"Mana pesanan mereka biar aku aja yang menemani mereka" ujar Manda menawarkan diri..


"Uda kamu duduk aja bareng yang lain biar kakak sama kembar" setelah berbicara sebentar dengan keluarga besar, Yudha pun akhirnya pergi mencari kembar untuk memakan makanan pesanan mereka..


"Kids, ayah datang!" panggil Yudha pada kedua anak kembarnya.


"Yeeehhhh ayah datang" sambut Dit dan Dee dengan riang gembira.


"Ini ayah membawakan pesanan anak anak ayah" ujar Yudha sambil menunjukkan tentengan yang berada di tanganya.


"Makan bersama sama yang lain yah, saling berbagi itu baik" nasehat Yudha.


"Baik ayah" kata kembar patuh.


"Kalo begitu ayah masuk ke dalam dulu yah, bergabung bersama para orang dewasa" canda Yudha.


"" Makan bersama kami ayah, karena waktu kita tak banyak bersama sama ayah, kata mommy selesai urusan ayah dan mommy selesai maka kita pun harus kembali pulang" terang Dit.


Seketika itu jantung Yudha terasa sakit mendengar perkataan anak gadisnya.


"Kenapa kalian harus kembali ke sana lagi, sedangkan di sini ada ayah" tanya Yudha yang matanya sudah berkaca kaca.


"Kata mommy, di sini ayah mempunyai kehidupan serta tanggung jawab yang lain. Dan kami berdua tidak termasuk di dalamnya" jawab Dit merasa sedih.

__ADS_1


Dari jauh Hana melihat percakapan anak gadisnya Dit, sungguh hati Hana terasa teriris. Anak anaknya dari dulu tidak mendapatkan kasih sayang dari ayah mereka dan ketika mereka bersama ayah mereka ada hati yang tersakiti bahkan membenci pada kedua anaknya.


Hana tidak sesanggup itu bila menyangkut kedua buah hati nya sendiri. Untuk itulah Hana mempercepat urusannya dan kembali ke tempat di mana tidak ada kesakitan.


"Dit, Dee kalian membicarakan apaan sih sampai tidak di sentuh makanan yang di bawa ayah, liat yang lain tengah asik makan kalian malah berpelukan" canda Hana berpura pura tak tahu.


"Kami hanya berpelukan mengucapkan Terima kasih pada ayah karena sudah baik membawakan kami makanan ini" ucap Dee menutupi tangisnya.


" Baiklah kalo begitu, sekarang berhentilah berpelukan dan habiskan pesanan kalian bersama ayah. Bukankah ayah juga belum makan kan?" tanya Hana yang perhatian.


Hana pun masuk mengambilkan makanan yang di masaknya buat Yudha dan segelas air putih.


"Makan mas, Hana tau kalo mas Yudha belum makan kan?" ucap Hana.


"Makasi Na uda ambilin mas makan" ujar Yudha lalu mengambil makanan yang di bawa Hana.


Namun Yudha tak memakannya, malah melihat kembar dengan tatapan yang tak terbaca.


"Iihh mas ini yah, kalo di suruh makan pasti susah banget. Liat aja sampe kurus kayak gini" kesel Hana lalu mengambil piring Yudha dan meletakkan piring di kedua paha Hana.


"Aaaa, di buka mulutnya mas, biar Hana suapin mas Yudha. Sudah besar juga seperti anak kecil, paling susah di suruh makan nanti giliran di suap makannya lahap seperti orang kesurupan" omel Hana sambil memasukkan sendok ke dalam mulut Yudha yang sudah terdapat nasi serta lauk pauk.


Melihat hal itu tak ayal membuat Yudha bahagia setengah mati.


"Tuhkan akhirnya bisa abis juga, Hana tambah sedikit lagi ya biar mas Yudha kenyang beneran, tunggu di situ jangan kemana mana" pesan Hana.


Setelah menunggu beberapa saat datang Hana membawa lagi piring makannya.


"Kok banyak Na, aku gak sanggup ngabisinnya" tanya Yudha.


"Sekalian buat Hana juga, kita makannya barengan. Liat mas Yudha makan Hana ikut lapar" sekali lagi Yudha di buat kaget dan bahagia. Hana bergantian menyiapkan sendok ke dalam mulutnya dan mulut Yudha.


Mereka makan dengan tenang sambil melihat anak anak bermain lari larian, sampai tidak terasa makanan di piring telah habis.


"Ini semua gara gara mas Yudha, kalo seandainya mas Yudha mau makan sampai puas pasti Hana gak tergoda buat makan malam lagi" kesal Hana setelah tersadar dirinya makan sepiring berdua dengan Yudha dan itu adalah makan malam kedua kalinya buat Hana, padahal tadi Hana sudah makan bersama keluarga besar.


"Kok malah ayah yang di salahin sih, bukannya yang nambah tadi kan ibu" ujar Yudha pura pura bego.


"Coba tanya sama kembar sebagai saksi" sambung Yudha sambil tersenyum.


"Iya mommy yang pengen nambah, tadi Dee denger sendiri karena Dee duduk di sebelah mommy" bela Dee.

__ADS_1


"Kalian pasti sekongkol kan buat ngerjain ibu, biar ibu jadi gendut kan" tanya Hana dengan opininya.


"Dih mana ada yah kayak gitu, ibu mah suka ngarang bebas" balas Yudha lagi membuat Hana makin kesel di buatnya. Karena kesal Hana pun pergi dari gazebo.


Hahahhahaha kompak kembar dan Yudha.


"Ibu kalian kok bisa semengemaskan itu? " tanya Yudha pada si kembar.


"Siapa yang lebih menggemaskan kami atau mommy? " pertanyaan jebakan buat Yudha.


"Tentu saja ibu lah lalu kalian. Kenapa bisa begitu karena ayah lebih dulu melihat ibu lalu bertemu kalian" jawab Yudha bijak.


"Iya yah, kan bertemu mommy dulu baru ayah dan mommy menikah maka lahirlah kami" ppikiraan positif Dee.


"Yupss, anak anak ayah memang hebat" puji Yudha.


Acara penyambutan kedatangan Hana pun telah selesai, maka sebagian keluarga telah kembali tinggal papa Kaisar dan mama Anne.


"Kids, kalain mau pulang bareng oma opa atau nginap di rumah kakek dan nenek buyut? " tanya mama Anne.


"Kami mau pulang ke rumah mommy dan ayah, karena ayah akan tidur bwrsama kami berdua" terang Dit bersemangat.


"Ayah di mana mommy?, bukan kah ayah akan tidur bersama kami? " tanya Dee yang takut ayahnya ingkar janji.


"Ayah ada bersama kakek buyut di ruang kerja uncle Tri, lagi membahas masalah pekerjaan" kata Hana menenangkan kembar.


Kembar tidak mengetahui keberadaan ayah mereka dari beberapa saat yang lalu dan tidak melihat kepergian ayah mereka dan kakek buyut mereka.


Di ruang kerja Tri.


"Kakek tidak akan menanyakan kabarmu Yud karena sepenglihatan kakek kamu baik baik saja tanpa Hana atau pun ada Hana"..


"Bisakah kami melepaskan Hana sekarang?, kakek tidak akan menyuruh kamu memilih diantara kedua istri kamu karena bagi kakek Hana bukan pilihan. Hana merupakan keharusan"..


" Bukan kah hubungan kamu baik baik saja dengan istri keduami dan anak kalian?, jangan memberikan perhatian lebih pada kembar karena kakek takut mereka akan merindukanmu ketika mereka memutuskan kembali ke luar negeri. Kakek mohon pisahlah secara baik baik karena ada anak di antara kalian, bukankah Hana juga berhak bahagia dengan cintanya yang baru?".


Ucapan ucapan kakek ibarat cambuk cambuk yang menghantam lubuk hati terdalam Yudha. Bahkan membuat Yudha sesak menghirup oksigen.


"Tapi aku gak bisa kek, aku terlanjur mencintainya. Jangan berkata seolah olah kakek tau kehidupanku selepas Hana dan kembar pergi dari hidupku. Kalian bahkan tak tau seberapa kuatnya aku berusaha berdiri ketika mereka lepas dari genggamanku, berapa banyak kesakitan yang aku rasakan biarlah aku yang tau".


"Aku mohon jangan meminta aku melepas mereka bertiga, aku memang egois mempertahankan kedua istriku tapi bukan berarti aku baik baik saja, ada beberapa hal yang harus aku selesaikan dulu. Bahkan jauh hari aku sudah memutuskan pilihanku" mohon Yudha akan kemurahan hati kakek, karena bila sudah kakek yang bertindak, sekuat apa pun Yudha pasti akan tumbang juga.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2