Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 9 Damai itu Indah


__ADS_3

Tidak terasa sudah 3 minggu berlalu Hana dengan keteringnya dan tidak terasa sisa seminggu lagi kerja sama Hana dan Yudha-Tri beserta Putra dan Sean yang kadang ada kadang gak ada..


"Yud menurut elo kerja sama kita berakhir atau di perbaharui lagi?" kata Tri meminta saran..


"Kalo gue sih pengennya berlanjut tapi gak tau dengan Hana masih mau apa gak" jawab Yudha..


"Tri sepenglihatan gue minggu lalu,, kayaknya Hana ada masalah deh.. Seperti ada rahasia yang dia simpan sendiri,, tapi menurut gue sih semacam beban gitu.. Coba loe cari tau ada masalah apa biar kita bisa membantunya sekali pun Hana tidak memerlukan bantuan kita" kata Yudha dengan penuh keyakinan..


"Kok samaan ya,, padahal mau gue cari tau eehh elo udah filling.. Atau jangan jangan..." sebelum melanjutkan ucapannya Tri keburu di lempari pulpen milik Yudha..


"Orang lagi serius elo ajak bercanda" kata Yudha..


"Yaelah serius amat sih ngomong ama elo" ujar Tri..


"Tri pembicaraan kita kali ini pembicaraan yang serius jadi tolong di tanggapi juga dengan serius" balas Yudha..


"Gue bukan karena ada rasa sama Hana,, cuma gue itu peduli.. Karena bagaimana pun Hana itu uda menjadi teman kita sekaligus rekan kerja" kata Yudha menjelaskan..


"Apa iya gue gak ada perasaan sama Hana?, tapi kenapa di hati gue seperti ada yang ngeganjel ya?" bathin Yudha..


Kalo seandainya memang ada gue akan meminta pada Allah tuk menghilangkan perasaan ini,, karena ada hati yang harus di jaga agar tidak tersakiti..


Tri hanya diam saja menanggapi pernyataan Yudha..


"Hana"


"Lagi sibuk kah?"


"Uda makan siang belum?"


"Kok lama sih bales pesan abang?"


"Yuhuuu"


"Hana where are u"


"P"


"P"


Semenit kemudian pesan dari gawai Tri berbunyi,, menandakan ada pesan yang masuk..


Setelah di cek ternyata Hana lah yang membalas pesan Tri..


Gawai Hana..


"Selamat siang bang Tri"

__ADS_1


"Hana baru kelar istirahat dan tetap masi sibuk seperti kemarin kemarin (emot sedih)


" Abang ada perlu ya sama Hana,, ampe di spam kayak gini?"


Gawai Tri..


"Sebentar Hana pulang kerja jam berapa?"


"Abang jemput ya,, karena Hana gak bawa mobil kan hari ini?"


"Tadi pas Hana kasih bekal di parkiran,, abang balik lagi ke apartemen abang karena ada berkas yang tertinggal"


"Gak sengaja liat mobil Hana masih terparkir cantik,, jadi abang tau kalo Hana hari ini gak pake mobil ke kantor"


Gawai Hana..


"Oke bang,, jam 5 sore Hana tunggu di lobi kantor Hana"


"Abang Tri memang yang ter the best buat Hana"


Akhirnya percakapan mereka di gawai berakhir..


"Napa sih senyum senyum sendiri liatin tuh gawai?" tanya Yudha penasaran..


"Dih dasar kepo" balas Tri


Setelah berhasil tau apa yang membuat Tri senyum senyum sendiri,, timbul perasaan tak rela pada hati Yudha..


"Kenapa bisa sih berbalas pesan kayak gitu,, kayak mereka sepasang kekasih aja.. Dan juga si Hana kenapa kegatelan banget sih sok nanggepin pesan Tri kayak gitu kalo tau pesan mereka berdua kayak gitu mending gue gak usah cari tau" bathin Yudha menjadi kesel sendiri..


Sungguh sekarang Yudha bingung dengan perasaan baru yang ada di hatinya ini..


Mau di jelaskan dengan kata kata pun Yudha bingung merangkai ya..


"Ingat cari tau masalah apa yang Hana hadapi sekarang ini,, jangan becanda yang di banyakin" pesan Yudha serius..


"Iya Yud" balas Tri dengan beberapa pertanyaan di otaknya,, namun belum mau di utarakan..


"Tanda tandanya ada perasaan yang sedikit demi sedikit mulai berubah haluan deh,, setelah mencari tau masalah apa yang Hana hadapi abis itu gue mau mastiin perasaan Yudha uda berubah atau hanya pelampiasan saja.. Semoga beneran ada rasa tapi kalo sampai cuma pelampiasan akan gue bawa jauh Hana sampai gak ada yang dapat menemukannya" bathin Tri dengan tekad yang kuat..


"Tapi menurut filling loe,, sebenarnya apa yang Hana terjadi sama Hana?" kata Tri..


"Menurut gue sih sepertinya di lingkup kerja Hana deh,, karena kalo masalah dengan kita pasti Hana akan jujur.. Liat aja dari cara masakkan yang Hana masak pasti mempengaruhi cita rasa masakkan ya" kata Yudha yakin..


"Iya juga sih" sambung Tri..


"Tri loe ingat gak 2 minggu yang lalu pas kita bertiga belanja bahan makanan sama sama karena gue pengen di masakkin sop buntut,, karena lagi masuk angin.. Pas kita singgah ke resto tuk makan malam karena gak keburu masak Hana sempat bilang kalo dia sebenarnya lelah bekerja di kantor lelang karena tekanan yang di hadapi tapi Hana masih bisa bertahan karena mau mengumpulkan modal buka resto" kata Yudha mengingat kembali percakapn mereka bertiga..

__ADS_1


"Iya loe bener Yud" kata Tri yang sudah ingat percakapan tempo hari..


"Uda jam 05.30,,gue cabut duluan karena mau menjemput Hana dulu" kata Tri yang tiba tiba teringat janjinya tuk menjemput Hana jam 05.00,, Tri harus jalan sekarang karena takut dapet macet,, secara sekarang sebagian orang kerja pada pulang kantor..


Mengingat kalo Tri akan menjemput Hana pulang kerja,, membuat Yudha seketika jadi Badmood..


Tiba tiba muncul ide Yudha..


"Tri loe uda di mana?" tanya Yudha lewat gawainya..


"Baru nyampe parkiran,, kenapa?" Tri balik bertanya..


"Gue ikut sekalian ya,, lagi males bawa mobil" jawab Yudha..


"Yauda buruan gue tunggu" kata Tri sambil mengakhiri percakapan mereka melalui gawai..


"Curiga gue" hati kecil Tri berkata..


Berbeda dengan Tri,, lain juga Yudha yang keluar kantor dengan senyum yang menghiasi wajah tampannya,, membuat karyawan yang melihatnya bertanya tanya apa yang terjadi dengan CEO mereka karena tidak pernah mereka melihat Yudha tersenyum hingga akhirnya mereka dapat melihat senyumnya pada hari ini..


"Apa gue harus buat selamatan ya karena dapat melihat senyumannya pak Yudha" kata karyawati A..


"Mimpi apa semalam ya gue,, sampe dapet rejeki nomplok" kata karyawati B..


"Gue yang laki aja senang liat dia senyum" kata karyawan C..


Itulah kerusuhan yang terjadi di kantor Yoga's Group di sore hari pada saat sebagian karyawan/karyawati pulang kerja..


Grup gawai pun pada heboh membahas senyum pak Yudha..


Entah sadar atau tidak dengan kekacauan yang Yudha tinggalkan,, biarlah esok hari di pikirkan..


Sekarang fokus Yudha hanya ingin mengetahui permasalahan yang terjadi pada Hana dan membantu menyelesaikan permasalahan tersebut..


"Hana tunggu aku akan menjemputmu,, dan kita akan bertemu membicarakan beban apa yang ada di pundakmu sehingga menghilangkan cahaya di matamu" hati kecil Yudha berkata..


Tersadar dari pemikirannya membuat Yudha menggeleng gelengkan kepalanya..


"Loe sakit kepala ya Yud??, apa kita singgah beli obat dulu di apotik tuk ngilangin pusing di kepala loe?" tanya Tri dengan nada yang khawatir..


"Gak usah Tri, langsung aja ke kantor Hana kasian Hana kalo nunggu lama, lagian gue hanya pusing dikit ntar juga ilang dengan sendirinya" kata Yudha menutupi kebohongan yang ada pikirannya..


"Tuh Hana lagi sandar di tembok dekat pintu masuk kantornya" kata Tri..


"Coba loe liat secara seksama pandangan Hana yang melamun dengan pandangan yang kosong" sambung Tri..


"Apa sih yang lagi loe pikir Na?" tanya Yudha dalam hati..

__ADS_1


__ADS_2