Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 13 Penyelesaian


__ADS_3

Suasana sore hari di rumah sakit banyak orang berlalu lalang..


Saking banyak terkadang kita sulit membedakan mana pasien (bukan yang gawat darurat), pengunjung atau pengantar bahkan sales obat..


Diantara mereka semua ada 5 orang pekerja yang datang untuk menjenguk salah satu pasian rumah sakit tersebut..


"Ini ruangannya" kata Angga pasti..


"Ya uda kita masuk aja" balas Ridwan..


Tok.. Tok.. Tok..


"Silahkan masuk pak Rusli dan rekan kerja Hana" sambut Tri dengan hangat..


"Trima kasih pak Tri" balas pak Rusli binggung..


"Kenapa bisa ada pak Tri dan pak Yudha di sini?, mereka ada hubungan apa dengan karyawan ku?,, akan saya cari tau" bathin pak Rusli bertanya tanya..


"Perkenalkan ini teman seTeam Hana di kantor.. Ini Ridwan, Bagas, Angga dan Ayu" kata pak Rusli memperkenalkan..


"Kalo saya Tri dan ini Boss saya pak Yudha, Sean dan Putra" ucap Tri balik memperkenalkan diri..


Sambil menjabat satu per satu tangan Tim Hana dan mempersilahkan mereka untuk duduk..


Tri bertingkah seolah olah dia ada hubungan spesial dengan Hana..


"Apakah anda pak Yudha CEO Yoga's Group?" tanya Ayu sambil berusaha menarik perhatian Yudha..


"Iya,, anda benar nona" kata Tri menjawab pertanyaan Ayu..


Karena tidak mendapat balasan dari Yudha membuat Ayu menjadi keki,, lebih keki lagi ketika Ayu melihat arah mata Yudha yang dari tadi hanya melihat Hana di brankar.. Membuat Ayu semakin iri dan berniat mengerjai Hana lebih parah lagi..


KHAWATIR,, itu lah arti tatapan Yudha yang tertuju pada Hana..


"Kalo boleh tau Hana sakit apa ya?" kata Angga sambil berdiri ingin melihat keadaan Hana yang masih menutup mata..


"Loh kalian gak tau ya,, kalo Hana mengalami tipes di karenakan kurang istirahat dan jadwal makan yang tidak teratur dan sembarangan yang penting kenyang.. Uda 3 minggu ini Hana lembur loh?" kata Tri..


Awal pertunjukan,, SHOWTIME !!..


Tri, Putra, Sean saling bertukar pandangan..


"Lembur?" tanya pak Rusli kebingungan..


Bagaimana gak bingung,, karena memang tidak ada lembur 1 bulan ini.. Kalo pun ada lembur Tim mereka pun juga lembur dan itu pasti di ketahui oleh pak Rusli..

__ADS_1


Bukan hanya pak Rusli yang bingung,, Ridwan Bagas dan Angga pun bertanya tanya..


Tinggal Ayu yang gugup ketahuan kalo dia yang mengerjai Hana sampai sakit


"Iya pak,, masa sebagai pimpinan anda tidak tau kalo salah satu karyawan anada yang lembur,, bahkan merevisi laporan yang tidak selesai selain pengerjaan ya" kata Tri..


"Saya tau karena Hana bercerita dan meminta bantuan saya dalam merevisi laporannya" kata Tri lagi..


"Hana itu tetangga di apartemen yang kami tempati dan saya, pak Yudha sama Hana ada terlibat kerja sama yaitu Hana akan membuat saya dan pak Yudha bekal sekalian dengan makan siang" kata Tri menjelaskan..


"Bisa jadi Hana lelah dan capek karena sebelum ke kantor harus di sibukkan dengan masak memasak" ucap Ayu..


Mendengar kata kata Ayu membuat Yudha mengepalkan tangannya ingin memukul wanita iblis itu..


Melihat perubahan Yudha,, Sean dan Putra menghimpit Yudha agar tidak melakukan keributan, hal yang tidak di sadari oleh mereka semuanya..


Tri mengeluarkan gawainya lalu memperdengarkan kepada semua curhatan Hana..


Setelah selesai curhat semua mata memandang Ayu dengan pandangan yang berbeda beda tetapi sebagian menatap benci pada Ayu..


"Bisa jelaskan apa yang terjadi nona Ayu" kata Pak Rusli dengan nada penekanan..


"Maaf Pak Rusli, kekhilafan saya" kata Ayu memohon pada pak Rusli agar dia tidak di pindahkan ke bagian lain..


"Sebaiknya kamu jujur dari pada di pecat" kata Bagas..


"Maaf Pak saya memang sengaja mengerjai Hana,, saya marah sama Hana karena sudah merebut Ridwan dari saya dan mengambil semua perhatian Ridwan semenjak dia masuk ke Tim kita" jujur Ayu akhirnya..


"Emang kamu pacaran dengan Ridwan?" tanya pak Rusli lagi..


"Enggak pak" jawab Ayu malu..


"Kamu gimana?" tanya pak Rusli pada Ridwan..


"Selama ini saya hanya hanya mengganggap Ayu sebatas rekan kerja pak,, tapi beda cerita dengan Hana.. Semenjak Hana masuk Tim kita saya uda menaruh hati padanya.. Malah rencananya saya mau mengajak Hana langsung dengan Ta'aruf" kata Ridwan menjelaskan rencana ke depannya dengan Hana..


Tak ayal membuat pak Rusli memijit keningnya yang mendadak pusing dengan tingkah laku karyawannya..


Yudha yang mendengarnya sudah tak bisa lagi menahan emosi langsung menyuruh Tri mengusir mereka sambil Yudha masuk ke kamar mandi mencuci muka biar menghilangkan gemuruh yang ada di hati..


Tri pun melakukan apa yang di suruh oleh Yudha tapi dengan sopan..


"Permasalahan ini sampai di sini saja dan bila nanti ada sangsi atau tidaknya buat Ayu biarlah itu menjadi urusan pak Rusli sebagai penanggung jawab" kata Tri bijak..


Tak lama datang 2 orang suster membawa makan malam dan obat buat Hana..

__ADS_1


Melihat situasi tersebut akhirnya pak Rusli dan Timnya memutuskan buat menyelesaikan kunjungan mereka..


"Nona Hana,, apa anda mendengar suara saya?" 2x suster memanggil Hana dan akhirnya dia pun sadar..


"Saya membawakan anda makan malam dan obat yang harus di habiskan" kata suster menerangkan..


Samar samar Hana mendengar suara suster..


"Mba nanti tolong di bantu ya nona Hana tuk makan dan minum obat" kata suster sekali lagi sebelum keluar dari ruang rawat Hana..


"Silvi kami keluar ngopi dulu ya buat nenangin pikiran yang mumet karena kejadian tadi nanti gue bawain loe makan malam" pamit Sean..


Yudha keluar kamar mandi..


"Silvi,, loe ikut mereka aja cari makan malam biar gue yang ngejaga Hana" kata Yudha yang tak ingin di bantah..


"Yuk Silvi" panggil Sean..


Akhirnya mereka berempat keluar dari ruang rawat menuju kantin rumah sakit untuk makan malam sambil ngopi..


Setelah 1 jam lamanya mereka makan tiba saatnya kembali ke ruang rawat Hana..


Tanpa di sangka bertemulah mereka ber empat dengan keluarga Yudha yang mau keluar dari kantin rumah sakit mengisi tenaga mereka yang abis melakukan medical check up..


"Siapa yang sakit Tri" tanya papa Yudha sambil menepuk pundak Tri..


"Malam om tante" sapa mereka kompak..


Hanya Silvi yang diam saja karena tak mengenal pasangan suami istri yang ada di hadapannya..


"Tumben Yudha gak ada pas kalian kumpul?" tanya mama Yudha merasa heran..


"Yudha ada di ruangan rawat menjaga teman kami yang lagi sakit" Sean menjelaskan agar tak ada kesalahpahaman..


"Ayo sayang berhubung kita di sini sekalian jenguk teman mereka" ajak papa Yudha sambil menggandeng tangan mama Yudha..


Mereka berdua pasangan yang terkenal romantis..


Tri yang berjalan bersama orang tua Yudha,, Sean dan yang lain mengikuti dari belakang..


* Trii membuka pintu ruang rawat Hana *


YUDHA....


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2