Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 41 Kembar Tantrum


__ADS_3

Sambil berjalan Yudha memikirkan bagaimana caranya agar Hana agak lama di sini dan merubah pikiran untuk berpisah dengan Yudha..


Tak lama suatu ide pun terlintas..


"Kita ke rumah orang tua ku dulu" ujar Yudha..


"Aku gak mau di usir terus terusan mas, kamu tau betapa bencinya orang tua kamu kepada kita bertiga" kata Stella..


"Kali ini tidak akan terjadi" jawab Yudha yakin..


Akhirnya mereka telah tiba di rumah orang tua Yudha..


"Apakah ada acara hingga gerbang terbuka" tanya Stella merasa heran..


"Kalian tunggu di mobil"..


" Gak, kami berdua ikut"..


"Sepertinya hati dan telinga telah terbiasa dengan perkataan adikku"..


" Bodo amat"..


Pintu ruang tamu terbuka..


"Assalamu'alaikum Mah Pah" salam Yudha..


"Heemm, ada apa kamu kemari?" tanya papa Kaisar judes..


"Ada yang ingin Yudha katakan" ujar Yudha sambil mendudukkan dirinya serta Stella dan Salsa..


"Siapa yang menyuruh kalian untuk duduk di kursiku?, mbok ingatkan saya untuk mengganti sofanya, najis" kata mama pedis..


"Terserah mama, Yudha kemari cuma mau bilang kalo Yudha mau ke rumah Hana dan Yudha. Hana dan kembar ada di rumah dan sedang menunggu Yudha, kalo tidak percaya silahkan tanya Putra dan Tri. Keluarga besar Hana akan datang esok hari" kata Yudha menceritakan..


"Kalo begitu Yudha pamit dan jangan lupa bakar sofa ini" kata Yudha lagi sambil melangkah keluar dan menuju mobil untuk menuju ke rumah miliknya dan Hana..


Mendengar berita yang di sampaikan mama pun menelepon Putra..


"Tra, kata lelaki berengsek yang suka berpoligami itu benar kalo Hana dan kembar ada di sini?" mama to the point..


"Wow, lelaki itu anak mama loh kalo mama lupa" Putra mengingat kan..


"Jawab aja, bacot" ketus mama Yudha..


"Iya mah" jawab Putra..


"Tuttttt" tanda panggilan terputus..


"Buset bar bar amat nih emak" geleng Putra yang tak habis pikir dengan kelakuan mama Yudha..


"Apakah semua emak emak begitu" tanya Putra sendiri..


Setelah mengetahui kebenaran berita kedatangan Hana dan kembar dengan segera mama memanggil kedua anak serta suami mereka beserta cucu tak lupa papa Kaisar ke rumah yang ada Hana beserta kedua cucu kembar mereka..


Mobil keluarga Yudha dan mobil Yudha masuk. Mereka bisa berbarengan karena Yudha singgah ke toko kue membeli kue dan eskrim buat kedua anak kembarnya..


"Hana" kata mama pada Hana yang sudah ada di pelukkannya ketika membuka pintu rumah..


"Mah, kasian Hana susah napas gitu" kata papa Kaisar..


"Ayo masuk semuanya" ajak Tri kepada keluarga Yudha yang masih berdiri di depan pintu untuk di persilahkan masuk..


Mama dan Hana masuk sambil bergandeng tangan..


"Tante kayak mau menyembrang aja" goda Tri..


"Gak suka yah liat mama senang" tanya mama Anne..


Semuanya kini telah berkumpul di ruang tamu meminta Hana menjelaskan kepergiannya selama beberapa tahun ini..


Hana merasakan seperti menjadi terdakwa di hadapan mereka..


"Mommy, di mana?" tanya kembar kompak kepada Tri, tanpa menyadari bahwa mereka berdua ditatap beberapa mata yang penuh kerinduan dan perasaan bersalah dan bahkan ada yang biasa saja..

__ADS_1


"Kakak adik sini, salim sama oma dan opa sama uncle aunty n cousin kalian berdua" titah Hana..


Kembar mengikuti perkataan mommy mereka..


Papa Kaisar dan mama Anne menangis bahagia ketika melihat mereka dan sangat merindukan mereka..


Yang lain takjub melihat wajah mereka yang terlalu mirip dengan Yudha dan papa Kaisar..


Dit yang ceria seperti mama Anne dan Dee yang kaku serta acuh seperti papa Kaisar..


Komunikasi mereka tidaklah sulit karena keluarga Yudha dan Stella tau bahasa yang di gunakan kembar termasuk Salsa pun bisa walau pun sedikit sedikit..


Dan mereka bangga dengan segudang prestasi dari kembar dan kembar pun bangga memperlihatkan piala piala mereka yang di taruh dalam lemari kaca khusus tempat mereka menaruh piala tersebut..


"Mommy bolehkah kita tidur di rumah opa dan oma bersama sepupu sepupu Dit" kata Dit meminta ijin..


"Bolehkah besok saja?, ibu mau memperkenalkan ayah kalian" kata Hana lemah lembut..


"Dia?, uda tau kok" tembak Dee..


"Sayangnya Ibu, gak boleh gitu yah biar bagaimana pun dia adalah ayah kandung Dee. Ibu mohon yah kakak dan adik harus sopan entah kepada siapa pun, miskin atau kaya, kenal atau tidak, tua atau muda" kata mama penuh harap..


"Gak ada tuh teman kakak dan adik yang mempunyai mommy sampai dua, kenapa kita harus mempunyai dua mommy" tanya Dit penasaran..


"Siapa yang nikah duluan?" tanya Dit lagi..


"Cheating is bad" kata Dee. .


"Sayang, ibu mohon"..


" Dit tidak mau punya ayah, Dit hanya mau daddy" dengan suara yang bergetar..


"Mommy bilang tidak memaksa kami, tapi mommy memaksa"..


"Ibu tidak memaksa Dit, ibu hanya meminta Dit dan Dee berbuat baik dan sopan"..


" Kenapa harus dia yang jadi daddy kita?"..


"Kenapa harus balik ke sini lagi?"..


Melihat kembar sudah memulai tantrum mereka membuat Hana pusing dan yang bisa menenangkan mereka hanya " Daddy" mereka..


"Bang tolong telepon Sean suruh segera kemari" kata Hana berbisik..


Tri pun bergegas ke kamar mengambil telepon..


"Loe di mana?" tanya Tri saat sambungan terhubung..


"Otw dengan Putra ke rumah" jawab Sean..


"Kembar tantrum" ucap Tri..


" Buruan Tra" kata Sean lalu menutup telepon..


Tri kembali ke ruang tamu melihat kembar yang di bujuk Hana, kembar tak mau dengan siapa pun..


Kakak dan adik sudah tantrum dengan cara menangis dan memukul mukul Hana..


"Sudah yah nak, badan ibu sakit" kata Hana..


"Ayo kita pulang"..


"Gak mau di sini"..


"Gak mau punya ayah"..


"Gak mau punya dua mommy"..


"Dia berselingkuh"..


Kata kembar bersahut sahutan. Tak ada yang berusaha memisahkan kembar dan Hana karena Hana sempat berkata kalo di bujuk orang lain mereka semakin tantrum dan semakin lama diamnya..


Hana mulai merasakan sakit.. Setelahnya Hana merasa lega melihat Sean dan Putra yang telah datang..

__ADS_1


" Kids" panggil Sean..


"Daddy"..


"Ayo kita pulang sekarang"..


"Kata daddy kita liburan tetapi ini bukan liburan"..


"Mommy memaksa keinginan mommy"..


"Jangan menangis kids, kita memang akan liburan dan bersenang senang tapi bukan sekarang, bisa jadi esok atau esok lusa" dengan sabar Sean menjelaskan..


"Bukan kah kita sudah melakukan pembicaraan sebelum kemari"..


"Apa yang mommy bilang itu pasti baik adanya biar kalian, artinya mommy menyanyangi kalian" terang Sean..


"Minta maaf dong sama mommy, kasian mommy sedih tuh" imbuhnya..


Kembar pun diam seketika dan meminta maaf pada Hana lalu meminta maaf pada yang lain juga karena sudah "Nakal"..


Melihat Hana dan Sean mendidik si kembar membuat kedua orang tua Yudha menjadi bangga..


Yudha yang sedari tadi hanya terdiam akhirnya membuka mulutnya..


" Maafkan ayah yah, yang sudah berselingkuh dari ibu dan menikah lagi. Mohon maafkan ayah kalian ini" ucap Yudha dengan tangisan menyesal menyakiti hati istri dan anaknya..


Melihat hal itu membuat mereka merasa iba dengan kehidupan Yudha..


"Pasti sekarang kakak menyesal"..


"Nasi uda jadi bubur Yud"..


"Berlian yang kau sia siakan kini berkilauan"..


"Maaf yang tak berarti"..


"Dulu kemana aja"..


Kata hati beberapa orang..


"Jangan menangis ayah, kita memaafkan ayah" kata kembar kompak setelah Sean membisik di telinga mereka "Maafkan ayah kalian kids, berilah kesempatan dan tunjukkan kalo kalian memiliki hati yang luas"..


Semua terlihat bahagia kecuali Stella dan Salsa yang merasa terancam dengan keberadaan kembar dan Hana..


"Kakak dan adik jadi nginap di rumah oma dan opa?" tanya mama Anne..


Sebelum menjawab si kembar melihat jawaban Hana, mereka senang ketika Hana mengangguk kepala tanda setuju..


"Horeeee kita akan berpetualangan di rumah opa dan oma" kata kembar kompak..


"Ayo kita ke restoran ABX untuk merayakan kedatangan kembar dan Hana. Yudha yang akan membayar semuanya" kata mama langsung..


"Loh.. Loh.. " kaget Yudha..


"Sama anak gak usah pelit" tegur Putra..


"Bukan pelit, tapi hanya Hana dan kembar, kalian gak usah ikut" kata Yudha..


"Durhaka kamu sama orang tua sendiri tapi pelit" kata papa akhirnya..


"Hadeh, yauda semuanya deh" putus Yudha akhirnya..


Keluarga besar Yudha dan keluarga Hana pun akhirnya pergi termasuk Putra dan Sean..


"Tra, loe bareng Stella dan Salsa yah, gue bareng Hana dan kembar serta Sean" usul Yudha..


"Tolong jangan rusak kebahagian aku, baru juga anak aku maafkan diriku, jangan membuat mereka kembali membenciku karena tingkah mu" Yudha memberi ultimatum setelah melihat Stella akan memprotes usul Yudha..


"Kok bisa Sean dengan loe?" kepo Putra..


"Kembar yang minta" Yudha menjawab..


"Ciecie yang sebegitunya takut ama si kembar" tawa Putra..

__ADS_1


Selesai mengatur formasi, akhirnya mereka pun pergi ke resto ABX..


Bersambung..


__ADS_2