Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 29 Kesempatan Kedua


__ADS_3

Semua wanita pasti ingin rumah tangga nya langgeng hingga Jannah NYA, tak terkecuali Hana yang mencintai seorang CEO Yoga Group bernama Yudha Prayoga, anak sulung dari Kaisar Prayoga dan Anne Prayoga..


Berbanding terbalik dengan Hana..


Yudha begitu mencintai istri keduanya bernama Stella Angela yang di nikahi secara Siri, di banding Hana istri pertama yang di nikahi secara Agama dan Negara..


Ketika Yudha tau kalo istri pertamanya hamil membuat Yudha menjadi bahagia sehingga sedikit melupakan istri keduanya yang bernama Stella..


Waktunya kini di habiskan berkumpul bersama dengan Hana dan bayi yang masi berada di dalam perut Hana, apa lagi mengetahui kalo Hana tengah mengandung anak kembar..


Di kediaman Hana dan Yudha..


"Na, ayo turun.. Mbok Ina uda nyiapin makanannya" bujuk Yudha karena dari siang tadi Hana mengalami Bad mood di karenakan mau ke mall dengan Silvi tapi Yudha tak memberi ijin ketika Hana menelepon mau jalan jalan ke mall..


"Gak lapar bang" ujar Hana cemberut..


"Udahan yah ngambeknya, kasian kakak dan adik di dalam pasti kelaparan" bujuk Yudha tapi kali ini sambil mengelus perut Hana..


Membuat Hana akhirnya luluh juga dan mau keluar kamar untuk makan malam..


"Mau abang suapin?" tanya Yudha ketika mereka sudah duduk di meja makan..


"Hana makan sendiri saja bang" jawab Hana..


Hana tak tega melihat suaminya yang tampak kelelahan karena bekerja, di tambah lagi menuruti kemauan Hana..


Flashback on..


Ketika siang hari di kantor Yudha


Tringg... Tringg.. Tringg..


Telepon Yudha berbunyi memecah konsentrasi Yudha tapi tak membuatnya menjadi kesal,yang ada malah senang setelah melihat nama si penelepon..


Tepat panggilan yang ke tiga Yudha menjawab..


"Assalamu'alaikum bang" salam Hana..


"Waalaikumsalam istrinya abang" balas Yudha..


"Abang, Hana mau keluar dulu ya ke mall bareng Silvi nih" kata Hana pamit mau ke jalan jalan..


"Hana istrinya abang, tolong teleponnya di kasihkan Silvi, ada yang mau abang bicarakan" pinta Yudha..


"Sil bang Yudha mau ngomong katanya" ujar Hana mengikuti perintah suaminya..

__ADS_1


Dengan takut takut Silvi menerima gawai kepunyaan Hana..


"Selamat pagi pak! " sapa Silvi segan..


"Kamu tau kan kalo istri saya itu lagi lagi hamil dan masih rawat kandungannya?" to the point Yudha tanpa basa basi..


"Iya Pak saya tau, maafkan saya pak" kata Silvi dengan wajah pucat..


"Na, di rumah aja ya temanmu Silvi gak keberatan kok pas bang Yudha ngomong di telepon" kata Yudha manis..


"Tapi Hana mau keluar jalan jalan, bosen di rumah terus" kata Hana menjadi bad mood setelah mendengar perkataan Yudha..


"Patuhi abang yah, abang lakuin ini karena takut terjadi apa apa dengan kalian bertiga, jadi di rumah aja yah.. Istri abang mauu di bawakan apa biar nanti pulang kerja abang singgah beliin" kata Yudha dengan sabar..


"Huhh abang gak asing, yah udah Hana mau di belikan cilok kuah rawon yang di dalam ada tetelan mercon level sepuluh" kata Hana bersemangat..


"Baiklah nanti akan abang beli" janji Yudha..


Di seberang Hana tertawa pelan takut terdengar suami nya..


"Abang tutup teleponnya dulu ya, mau lanjut kerja" pamit Yudha..


"Teh, pak Yudha bisa romantis juga yah, tapi mengerikan.. Ibarat diam diam menghanyutkan, seram gak tuh" kata Silvi yang selalu saja merasa tak nyaman bila bersama dengan Yudha..


Flashback Off...


Tepat jam sebelas malam pintu kamar Yudha dan Hana ada yang mengetuknya..


"Bagaimana mbok?" tanya Hana yang terbangun mendengar suara ketokkan pintu..


"Maafin mbok yah, susah menganggu istirahat nyonya Hana" kata mbok Ina tak enak hati..


Apa lagi yang membuka pintu kamar majikannya adalah nyonya di rumah ini dan sedang hamil lima bulan tapi seperti sembilan bulan..


"Gak apa apa mbok, kebetulan tadi saya ke bangun karena mau buang air kecil" kata Hana yang memang benar adanya..


"Di bawah ada tamu Nya, katanya mau bertemu dengan tuan dan kata tamu tersebut dia adalah istri kedua tuan" kata mbok dengan bingung..


"Suruh nunggu aja mbok lalu berikan minuman" lalu masuk ke kamar membangunkan Yudha sambil menerka nerka maksud kedatangan Stella, sang madu alias istri kedua..


"Bang bangun yuk, kata mbok ada tamu yang ingin bertemu" kata Hana sengaja tak memberitahukan siapa yang datang malam malam begini..


"Abang cuci muka dulu yah" kata Yudha yang sebenarnya malas beranjak dari tempat tidur..


"Kalo begitu Hana tunggu abang biar kita turun sama sama" ucap Hana..

__ADS_1


Yudha menjadi kaget ketika mengetahui tamu siapa yang datang mengganggu istri hanya bersama istrinya Hana..


Setelah Yudha dan Hana duduk tanpa basa basi Stella mengatakan tujuan kedatangannya..


"Saya memutuskan untuk tinggal bersama sama kalian di rumah ini" kata Stella sambil melihat Yudha dan Hana..


"Gak bisa Yank, nanti kalo keluarga aku dan Hana datang gimana?" tanya Yudha yang tiba tiba sakit kepala mendengar keputusan Stella..


"Kalo keluarga kalian datang, aku hanya akan berada di dalam kamar saja, gampang kan?" kata Stella memberi solusi..


"Tetap gak bisa Yank, ini rumah atas nama Hana yang berarti kepunyaan Hana dan kamu pun ada bagian tersendiri juga bukan?" kata Yudha pusing..


Entah dari mana datangnya ide itu, namun berhasil membuat Yudha kelabakan..


"Kamu jangan egois Yank, sudah sebulan lebih kamu gak pulang ke rumah kita, aku juga berhak atas kamu" protes Stella..


"Aku di sini karena memang sekarang Hana prioritas aku, Hana lagi hamil dan saya sebagai suaminya harus melihat, mengetahui dan melihat kondisi Hana selam kehamilannya" kata Yudha menjelaskan..


"Tapi kamu tetap tidak adil Yank biar pun Hana lagi hamil kamu jangan lupa juga kewajiban kamu sebagai seorang suami, jangan kayak gini Yank.. Bukan cuma Hana yang butuh kamu tapi aku juga, jangan kamu jadikan kehamilan Hana lalu melupakan aku" kata Stella mengeluarkan semua unek uneknya yang di pendam beberapa bulan ini..


" Jadi maunya mbak apa?" tanya Hana langsung..


Dari pada sakit kepala melihat keributan mereka berdua, akhirnya Hana bertanya apa kemauan Stella..


"Aku mau kita tinggal serumah biar adil sama sama di perhatikan" kata Stella lantang..


"Terus pembagian tidurnya bagaimana?, kan tidak mumgkin kita bertiga tidur se kamar" tanya Hana lagi mau melihat sejauh mana saran Stella..


"Dua mingguan, dua minggu pertama mas Yudha sama kamu dan dua minggu akhir mas Yudha sama aku, begitu juga pengurusan mas Yudha selama mas Yudha bersama dengan salah satu di antara kita, mulai dari pakaian dan makan serta segala sesuatunya si pegang oleh istrii yang mendapatkan giliran" Stella menjelaskan tanpa ragu..


"Baiklah kalo begitu, sekarang kamu pulang dan akan kembali setelah dua minggu waktu bang Yudha bersamaku dan di itung mulai bulan depan" kata Hana memberikan keputusan..


"Bukan kah lebih baik aku berada saja di sini, biar berdekatan dengan mas Yudha" bujuk Stella yang tak mau pulang..


"Ikuti keputusan atau kita membatalkan perjanjian" ancam Hana melihat kekeraskepalaan Stella..


Setelah itu mereka pun membubarkan diri..


"*Berharap aku bisa bertahan sampai garis finish, demi anak aku bisa bertahan.. Tapi kalo sampai anak anak ku tetap tak bisa membuat aku bertahan, jalan satu satunya mungkin adalah pergi menjauh" bathin Hana..


"Kenapa aku bisa dengan tengah menghianati cinta tulus seorang Hana, aku yang tak cinta atau aku yang memang seorang brengsek.. Nyatanya kesempatan yang di berikan tetap membuatnya terluka" bathin Yudha..


"Maafkan aku istriku dan maafkan ayah anak anakku" sambung Yudha*..


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2