
Lima bulan sejak kepergian Han dan kembar, kehidupan keluarga Yudha dan keluarga Hana tetap baik adanya..
Tak ada benci, marah atau apa pun.. Yang ada cuma kebencian kepada Yudha seorang..
Segala sesuatu yang menyangkut Yudha tak mereka perdulikan, sama hal dengan keadaan yang sekarang..
Sudah dua bulan mama bangun dari komanya, tak mau bersosialisasi lagi bahkan mengurung diri di dalam kastilnya..
Mama sengaja sebagai bentuk menghukum dirinya karena tidak bisa menjaga Hana dan cucu cucunya hingga mereka pergi seolah olah hilang di telan bumi..
Tringg.. Tringg.. Tringg..
Bunyi ponsel mama..
"Pah siapa ini yang dari tadi nelepon melulu" tanya mama pada papa..
"Mah, mama aja gak tau apa lagi papa" jawab papa sambil sibuk dengan ponselnya..
"Kalo mau tau yah di jawab Pah, uda tua juga mas harus di kasih tau" omel mama..
"Yang punya ponsel siapa?" tanya papa..
"Papa kan laki suami, jadi kalo soal begini harus papa yang turun tangan, kalo yang telepon orang mesum gimana?" ucap mama yang mulai naik darah..
"Kalo gitu gak usah di jawab kalo, gak mau tau" putus papa lalu ke kamar mandi..
"Yuk Mah mandi sama sama" tak lupa mengajak istrinya..
" Mama uda mandi, papa mandi sendiri sana gak usah manja deh, uda tua juga" sambung mama..
Ponsel mama masih berbunyi, mau tak mau harus di jawab siapa tau penting, pikir mama..
"Halo siapa nih?" tanya mama..
"Mama ini Yudha nelpon pake nomornya Stella, cuma mau kasih info kalo mama dan papa uda mau punya cucu lagi karena Stella sudah melahirkan" kata Yudha dengan cepat takut keburu di tutup teleponnya..
"Maaf, saya tidak kenal dengan orang yang bernama Yudha atau pun Stella" jawab mama lalu menutup teleponnya dan tidak mau membahasnya dengan suaminya..
"Merepotkan saja" ujar mama lalu ke luar rumah untuk menikmati sore hari..
"Mbok tolong bikinkan teh dua dan kue yang tadi kita bikin" ucap mama lalu melangkah ke taman bunga miliknya..
"Mah.. mah lagi ngelamunin apa sih sampe gak nyadar kalo papa sudah duduk di sampingnya" tanya papa..
__ADS_1
"Mama kangen Hana dan si kembar" sambil mengeluarkan air mata..
"Papa juga turun tangan ngebantu cariin Hana dan cucu kita Pah" desak mama..
"Iya Mah, ini papa lagi berusaha mencari mereka dengan bantuan para ahlinya tapi belum ada hasil" kata papa lagi..
Setelah pembicaraan Hana dan cucu mereka, papa dan mama menikmati sore hari dengan kue dan teh..
Di tempat lain, tepatnya di rumah sakit..
Sworang wanita sedang berjuang melahirkan seorang anak dan suaminya menungui dengan cemas..
Oek.. Oek.
Terdengar suara bayi daei dalam ruang persalinan tak lama keluar seorang dokter..
"Selamat pak Yudha istri anda sudah melahirkan dan kelaminya anak bapak perempuan, silahkan masuk untuk mengadzani anak bapak" kata dokter lalu pergi dari hadapan Yudha..
Lalu Yudha pun masuk dan melihat anak bayi perempuannya yang mirip seperti Stella..
"Ayah, liat anak kita.. Cantikkan mirip aku banget" kata Stella bangga yang telah memberikan anak kepada Yudha dengan harapan dapat mengalihkan pikiran Yudha pada Hana dan anak anak mereka..
Tak menjawab perkataan Stella, Yudha langsung menggendong anaknya lalu mengadzani nya..
"Sudah Bu"..
" Trus bagaimana tanggapan mereka. Mereka mau datang liat cucu mereka kan" tanya Stella yakin karena telah melahirkan..
"Mama bilang tidak mengenal aku" Yudha bersedih..
"Kok mama kamu bisa tega kayak gini sih, ini kan cucu mereka darah daging mereka juga, masa gak mau di tengok" Stella emosi atas tanggapan orang tua Yudha..
"Itu hak mereka mau mengakui kita atau tidak, jangan memaksa kalo tetap memaksa takutnya semakin membenci kita"..
" Tapi kamu kan anak kandung mereka laki satu satunya di keluarga Kaisar Prayoga" kata Stella berapi api tidak terima dirinya dan anaknya tidak di anggap keluarga Prayoga..
"Pantaslah mereka bersikap begitu karena aku membuat mereka terluka dan kecewa" Yudha menjelaskan..
Pembicaraan mereka terhenti karena suster membawa masuk anak kami dan memindahkan Stella ke ruang rawat yang lebih nyaman..
Kabar kelahiran bayi Yudha dan Stella telah di ketahui Keluarga besar Hana dan keluarga besar Yudha, tapi tak ada yang menanggapi bahkan memberikan keselamatan..
Hanya Putra yang datang membawakan bingkisan buat anak Yudha..
__ADS_1
"Hai gue masuk yah" kata Putra tanpa mengucapkan salam..
"Nih buat anak loe, tapi gue gak bisa lama ya bro gue cabut pulang dulu" kata Putra yang langsung pamit..
"Duduk dulu kek atau basa basi, ini main pulang aja" tegur Yudha..
Tapi tetap mengantar Putra sampai depan pintu..
"Kalian sepertinya sudah terlalu jauh menjaga jarak, gue gak tau apa salah dan dosa gue pada kalian" kata Yudha sedih..
"Engkau yang sudah terlalu jauh untuk kami genggam ke jalan baik, loe terlalu terlena dengan apa yang sekarang ada"..
" Loe memiliki dua istri tapi tak adil, istri pertama loe terluka tapi loe tak perduli malah semakin mengikat dia pernikahan yang tak sehat ini"..
"Sekarang loe uda ada anak lain, percaya sama gue kalo loe akan ngelupain anak kembar loe" ..
"Aku tau loe pun tengah terluka karena tanpa loe sadari loe telah jatuh cinta pada Hana bukan?"..
" Teruslah hidup dan jalani hidupmu dengan kesakitan dan cintamu pada Hana, jadi anggap saja ini karmamu Yudha"..
Kata kata Putra yang khusus buat Yudha agar dia tersadar akan sikapnya sambil berjalan ke arah pinntu lift untuk balik pulang..
Setelah Putra pergi, Yudha terduduk di kursi khusus penunggu pasien sambil memegang kepalanya yang sakit memikirkan permasalahan yang sedang menerpanya..
"*Na, aku bahagia, aku senang banyak yang mencintai dan menyayangimu terutama keluarga ku yang rela memutuskan hubungan anak dan orang tua karena kepergianmu"..
" Tapi Na, kenapa tidak ada yang bertanya "apakah aku mencintaimu", kenapa tidak ada yang bertanya padaku rasanya di tinggal dirimu"..
" Ini bukan tentang anak Na, tapi tentang perasaanku, tentang hatiku, seberapa lukanya aku, bagaimana jadi aku yang engkau tinggal pergi*"..
Yudha melamun di lorong rumah sakit memikirkan nasib dirinya, Hana serta si kembar anak anaknya lalu tiba tiba Yudha menangis sedih..
Tanpa Yudha mengetahui kalo Stella melihat kesedihan serta duka yang di sembunyikan Yudha selama bersama dengan Stella..
Itulah yang di lakukan Yudha sekarang kalo sedang tidak bersama dengan Stella..
Yudha dengan dunianya sendiri, Yudha tidak mau mengatakan sakit dan sedihnya serta kangen juga rindu pada Hana..
"Yudha, aku mohon kamu jangan goyah akan cintamu padaku" Stella bergumam..
"Hana kembali lah dan kita cari jalan keluarnya, jangan bersembunyi kayak gini, sungguh aku tersiksa"..
Bersambung...
__ADS_1