Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 12 Permasalahan


__ADS_3

Setibanya di rumah sakit Hana langsung di tangani oleh dokter Rian dan beberapa dokter berpengalaman lainnya..


Setelah menunggu 20 menit keluarlah dokter Rian beserta beberapa dokter dan perawat..


"Nona Hana akan kami observasi dulu baru nanti di pindahkan ke ruangan pemulihan" kata suster yang di name tag nya bernama Siska..


"Di ruangan Vvip saja Sus" kata Yudha..


"Baiklah,, silahkan ke bagian administrasi untuk mengurus pendaftaran pasien bernama Hana" kata suster..


"Biar gue yang urus adminnya" sigap Putra..


"Yud,, gue ama Silvi beli sarapan dulu buat kita ber empat,, elo dan Sean makan apa?" tanya Tri..


"Gue samain aja dengan Yudha" ujar Sean sebelum Yudha mengatakan pesanannya..


10 menit setelah Tri dan Silvi pergi mencari sarapan..


Keluar seorang suster yang mengatakan bahwa Hana akan di pindahkan ke ruangan yang akan di tempati selama di rawat..


Setelah itu muncul Hana di atas brankar rumah sakit dan di dorong oleh 2 mantri(perawat rumah sakit berjenis kelamin lelaki) dan di dampingi seorang suster menuju ke ruangan pemulihan Hana..


Yudha dan Sean pun mengikuti dari belakang..


"Kita uda di ruangan kalian menyusul aja di ruang rawat 1 nomor 01" kata Sean yang uda duduk di sofa..


Dan Yudha duduk di sebelah ranjang Hana yang dapat menampung 2 orang dewasa..


Menatap Hana dengan perasaan yang bercampur serta pergejolakan bathin,, hingga tiba Tri Silvi dan Putra pun tak membuat Yudha tersadar..


Sean hanya mengangkat bahunya seolah olah berkata "Gue gak tau kenapa dia begitu" setelah pandangan Sean bertemu dengan mata Tri..


Lain halnya dengan Silvi yang menundukkan kepala karena malu,, setelah mendengar penjelasan Tri waktu mereka menunggu pesanan mereka di kantin rahasia sakit..


Dan tatapan tajam di berikan Putra pada Silvi karena telah menampar Putra tanpa bertanya dulu..


"Ayok makan dulu,, sejak pagi kita belum makan,, jangan sampai kita ikutan sakit.. Kalo kita semua ikutan sakit yang jagain Hana nanti siapa?" kata Tri..


Mereka pun mengambil makanan sesuai dengan pesanan masing masing..


Abis makan mereka pun melakukan aktifitas yang berlainan..


Kalo Yudha dan Tri melanjutkan kerjaan mereka..

__ADS_1


Sean sibuk teleponan karena asistennya memberikan informasi bahwa stok bahan makanan dan minuman ada beberapa yang mulai menipis..


Putra sedang berada di ruangan dokter Rian..


"Maaf mengganggu waktunya,, Silvi mau pamit pulang ke kostan Silvi tuk ambil baju ganti Silvi terus sekalian mau ke apartemen teh Hana juga mau ambil beberapa baju ganti teh Hana,, mungkin jam lima atau jam enam sore baru Silvi bisa sampe rumah sakit" kata Silvi sambil menjelaskan..


"Vi, loe bareng gue aja biar sekalian jalan.. Gue antar loe ke kostan elo dan apartemen Hana abis itu gantian elo temani gue ke cafe bentar aja lalu setelah itu sama sama balik rumah sakit" kata Sean menjelaskan..


"Gak usah bang Sean,, Silvi takut merepotkan dan juga takut mengganggu waktunya bang Sean" tolak Silvi secara halus..


" Uda santai aja karena loe teman Hana jadi sekarang loe teman kita juga" ujar Sean..


"Yauda kalo tidak merepotkan bang Sean.. Jadi sekarang aja kita jalan biar gak ke buru Hana bangun dari tidurnya" ajak Silvi..


Setelah Sean dan Silvi pergi..


"Tri, loe uda kasih info ama pak Rusli kalo Hana sakit dan Silvi yang ngerawat Hana" tanya Yudha..


"Iya tadi uda gue infoin" balas Tri


"Yud,, tadi gue bilang sama pak Rusli bila pulang kerja sekalian aja jenguk bareng teman se ruangan Hana,, nah pas mereka pada ngumpul baru deh gue buka semuanya sama pak Rusli tentang si kunti itu" kata Tri..


"Dari awal gue uda bilang ama loe kalo gue ikut aja rencana loe buat beri pelajaran pada tuh setan betina" kata Yudha penuh penekanan..


"Gais jangan lupa sebelum jam 5 sore kita pada ngumpul,, akan di adakan pertunjukan seru" kata Tri di pesan grup empat sekawan..


"Penasaran" balas Sean..


"Terima Kasih telah menyelamatkan ku dari cengkraman ibu ratu" balas Putra..


Tri dan Yudha serta Sean menertawakan apa yang di alami Putra sekarang ini..


"Pasti lagi di sidang di ruangan raja dan pasti uda ada ibu ratu di samping elo?" tebak Sean akurat..


"Bacot loe pada" balas Putra..


Mereka pun melanjutkan beberapa hal yang tertunda..


Di ruangan dokter Rian


Tok.. Tok.. Tok..


"Jangan sok alim,, biasanya langsung nyelonong bae" kata Risma ibunda dari Putra yang memilih menjadi ibu rumah tangga sejati

__ADS_1


"Duduk dan jelasin pada kami apa yang telah terjadi sebenarnya,, gara gara kamu hampir aja ibu log out dari nih bumi" kata ibu Putra..


"Dek,, loe itu di beri kebebasan tapi bablas bener" kata Alin kakak perempuan Putra seorang dokter ortopedi yang tak di perlu di ragukan lagi sepak terjangnya..


"Kak,, jangan bikin rusak nama keluarga donk! Bikin malu aja" sambung Aira adik bungsu Putra yang berprofesi sebagai dokter bedah termuda..


"Kok pada nuduh sih?" tanya Putra..


"Kalo gitu jelasin ama ibu nak,, apa yang terjadi sebenarnya.. Ingat ya loe itu anak laki satu satunya punya ibu.. Jangan buat ibu kepikiran napa sih" kata ibu ibu dengan wajah yang sedih..


Karena tak tega dengan ibunya akhirnya Putra menjelaskan dengan benar kejadian yang sebener benarnya tanpa ada yang di sembunyiin..


"Oohh jadi begitu ceritanya,, ya uda maafin Ayah Ibu Kakak dan Adek kamu ya.. Itu terjadi karena kami semua khawatir sama kamu" kata ayah menyesal..


"Put,, ada teman arisan ibu yang mau kenalin anaknya sama...... " kata ibu Putra yang belum selesai ngomong karena terpotong oleh Putra..


"Oke,, karena uda kelar semuanya Putra mau cabut dulu ke ruangan Hana,, soalnya semua uda pada ngumpul,, gak enak semua pada nungguin" ucap Putra memotong perkataan ibunya..


"Loh Put ibu belum selesai ngomong kamunya main pamit aja" kata ibu Putra kesal..


"Fuhhh akhirnya gue bisa keluar dari sarang mangsa" kata Putra pelan agar tak kedengaran mereka..


Putra pun sampai ke ruang rawat Hana tanpa permisi sambil membawa tentengan di tangannya..


"Nih kopi sebagai ucapan trima kasih gue" kata Putra..


"Tau aja kalo nihh mata uda pengen merem" balas Sean..


Pandangan mata Putra tertuju pada Yudha..


"Yudha dari tadi pagi gue tinggal,, posisi loe gak gitu gitu aja?" kata Putra polos..


"Jangan cari mati sekarang deh,, Yudha lagi mode Senggol bacok" bisik Tri..


"Emang napa?" tanya Putra sambil berbisik juga..


"Orang yang uda buat Hana susah bentar lagi nyampe" ucap Tri..


"Jadi ini yang loe bilang pertunjukkan menarik?" tanya Putra lagi..


Tri hanya diam aja karena uda malas meladeni banyak pertanyaan Putra..


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2