
"Mami, uda seminggu loh mami tidur gak cape apa, ayok bangun liat Hana.. Hana mau nikah Mi, Hana harus gimana supaya mami buka mata.. Apa mami hanya memikirkan papi yang jahat tidak memikirkan Hana yang masih butuh mami, Hana darah daging mami tapi mami hanya ada papi aja, kalo mami juga mikir Hana pasti mami gak kayak gini, pasti mami berusaha sembuh buat Hana..
Hana salah ya Mi, kalo berpikir mami dan papi jahat egois mikirin diri sendiri" kata Hana pelan tapi dapat di dengar oleh keluarga Sandra..
Yudha yang duduk di sebelah Hana yang tepat di samping brankar mami memeluk Hana yang menangis terseduh seduh..
"Semua akan baik baik saja Na,, mami pasti akan sembuh tetap berdoa buat kesembuhan mami" kata Yudha..
"Tante... " kata Yudha yang pertama mengetahui kalo Sandra telah membuka matanya..
"Mami.. " sambung Hana..
"Adek.. " suara om Bastian dan om Herman..
Setelah tersadar Sandra hanya diam memandangi mereka satu per satu dan menatap asing lalu melihat ke luar jendela..
"Ayah Ibu Sandra rindu" kata Sandra dengan mengeluarkan air mata,, tak berapa lama tiba tiba Sandra ketawa sambil melihat jari tangannya yang menggunakan cincin di jari manisnya..
Reaksi berbeda beda dari keluarga Sandra..
Ada yang menangis sedih, ada yang marah, ada yang kaget malah ada yang merasa aneh (anak anak Bastian dan Herman). .
"Maaf kan ayah Nak yang menyerah mencarimu,, seandainya ayah lebih bersabar dalam mencarimu tentu tidak akan terjadi" kata Ayah Sandra..
"Maafkan ibu juga Nak,, yang menelantarkan mu,, semua salah ibu" kata Ibu Sandra..
Sandra tetap tak bereaksi sedikit pun..
Dokter dan suster pun masuk ke ruangan Sandra menge check kondisi Sandra..
"Alhamdulillah ibu Sandra sudah sadar,, tapi maaf belum ada tanda tanda kesembuhan jiwanya ibu Sandra" kata dokter jujur..
"Bersabarlah nanti ibu Sandra pasti akan merasakan kehadiran kalian" sambung dokter lagi..
Sesudah itu dokter dan suster pun keluar ruangan Sandra..
Hana berdiri mendekati bang Tri..
"Bang bujuk lah om dan tante yang lain tuk pulang beristirahat, kasian ponakan ponakan Hana yang sudah ngantuk mana berdesak desakan lagi" Hana memberi saran..
__ADS_1
"Baiklah, akan abang suruh mereka pulang saja tak usa nginap di rumah sakit" kata bang Tri..
"0812*** itu kode kunci apartemen Hana, apartemen Hana bersih kok bang sehari sebelum ke kota S Silvi bantu Hana membersihkan apartemen" kata Hana menjelaskan..
Akhirnya Tri berdiri menuju sofa dan langsung memberitahukan keluarganya dan baiknya keluarga Sandra menyambut baik saran Hana..
Keluarga Sandra memutuskan untuk pulang beristirahat dan akan kembali pada pagi esok..
Melihat kelurga maminya yang tak nyaman beristirahat membuat Hana merasa kasian..
Hana Tri dan om Herman yang bertugas menjaga mami Hana di malam hari..
Tepat pukul dua pagi, mami Hana kambuh lagi berteriak memanggil ayah dan ibunya sampai melepas selang infus yang terpasang di tangannya serta berlari keluar ruang rawat..
Dan berhasil di hadang oleh Tri dan om Herman di bantu dokter dan suster yang memang bertugas di malam hari,, karena tak berhasil membuat Sandra tenang akhirnya dokter menyuntikkan obat penenang pada mami Sandra dan seketika membuat mami Sandra kehilangan kesadaran
Mendapat kabar dari rumah sakit om Bastian langsung membangunkan ayah dan ibu Sandra..
"Ayah Ibu, Bastian baru dapat kabar kalo Sandra tadi ngamuk mencari ayah dan ibu....... " kata Bastian memberikan penjelasan kepada ayah dan ibu..
Namun sebelum selesai penjelasan Bastian, ayah sudah memotong..
"Baiklah kalo begitu, ayah dan ibu bersiaplah Bas yang akan mengantar" kata Bastian lagi..
Tak sampai dua puluh menit akhirnya mereka bertiga sampai di rumah sakit dan langsung menuju ke ruang rawat Sandra..
"Adek cari ayah dan ibu ya Nak?, maafin ibu dan ayah yah" kata ayah sambil mengelus ngelus rambut Sandra yang sudah tertidur akibat obat penenang yang di suntikkan dokter..
"Ayah dan ibu akan tetap di sini temani adek, sampai adek bangun esok hari" kata ibu dengan nada yang menenangkan..
Seandainya Sandra sadar dalam tidurnya pasti dapat merasakan betapa sayangnya ayah dan ibu pada dirinya..
Tak terasa gelap berganti terang, Hana dan Tri berinisiatif membelikan sarapan buat kakek dan neneknya..
"Bang ayo kita ke depan rumah sakit, siapa tau jam begini sudah ada yang jualan sarapan,, kasian kakek dan nenek serta om Bas pasti capek dan belum beristirahat sampai sekarang" ajak Hana pada Tri..
"Ayo kita cari sarapan" kata Tri..
Baru mau melangkah terdengar ketukan pintu dan muncul lah Yudha membawa sarapan buat mereka..
__ADS_1
"Nih abang bawa sarapan buat kakek nenek om Bas dan kalian berdua" kata Yudha sambil memberikan sarapan di genggamannya kepada Hana..
"Tadi sempat ke apartemen buat ambil jas biru dongker yang mau di pakai buat ketemu klien sebentar siang terus bibi cerita apa yang terjadi tadi subuh..
" Makasi ya Yud, uda merepotkan kamu" kata Tri tak enak hati..
"Jangan sungkan Tri, kita ini bersahabat lama bahkan sudah seperti keluarga dan juga sebentar lagi loe mau jadi kakak ipar gue" kata Yudha bangga..
" Kakek, nenek dan om Bas ini sarapan yang di bawa Yudha,, di makan yah" kata Hana memberikan sarapan..
"Iya di makan, abis itu kakek dan nenek istirahat tidur.. Begitu juga dengan om Bas nanti agak siang Tri bangunin" kata Tri menambahkan..
Setelah sarapan Yudha pun pamit pada kakek, nenek om Bas dan Tri untuk ke kantor..
"Na abang kerja dulu ya, jangan lupa jaga kesehatan apa lagi ngurus orang sakit takutnya kesehatan kamu menurun kalo tidak makan teratur" kata Yudha perhatian..
Setelah mengatakan hal tersebut Yudha mendekati Hana dan mencium puncak kepala Hana lalu melangkah keluar ruang rawat Sandra.
Membuat Hana tersipu malu karena ada keluarga Hana yang melihat apa yang tengah di lakukan Hana..
"Cucu nenek mukanya memerah" goda nenek sambil memakan sarapannya..
"Ibu,, kasian Hana.. Jangan di ganggu" bela kakek namun senyum senyum..
Tepat jam dua belas siang Sandra bangun dari tidurnya..
"Ayah Ibu kalian di mana?,, Adek rindu,, maafin Sandra yang uda buat kalain sedih dan kecewa,, maafin Sandra. Hu.. Hu.. Hu.." kata Sandra pada saat membuka matanya..
"Nak ayah dan ibu ada nih,, Sandra cepat sembuh ya biar bisa pulang bareng ayah dan ibu" kata nenek dengan sabar..
"Cepat sembuh Nak, ibu tidak sanggup liat putri kesayangan ibu dan ayah serta kak Bas dan kak Herman kayak gini" kata ibu lagi sambil mengenggam tangan Sandra..
"Cepat sembuh Nak biar bisa menghadiri nikahan anak kamu Hana, tidak kah kamu ingin merasakan hal tersebut?" sambung nenek..
"Di lawan Dek, sakit kamu.. Keluar dari dunia kami yang sekarang, dunia kamu itu kami,, ayok Dek" kata Bastian berusaha menyadarkan Sandra..
Seperti yang di katakan dokter semalam kalo orang dengan gangguan kejiwaaan itu memiliki dunianya sendiri dan tidak sadar mereka lah yang membentuk dunia itu,, jadi kita sebagai keluarganya harus berusaha menyadarkan bahwa itu bukan dunia yang bisa di tempati apa lagi untuk di tinggali..
"Sandra...... "
__ADS_1
Bersambung...