
Tidak terasa dua jam lebih mereka di swalayan. Di samping membeli bahan makanan sekalian menghambur hamburkan uang. Menurut pemikiran Hana.
Sekarang mereka telah tiba di villa, di tiga mobil pick up sewaan papa Kaisar.
"Kenapa keluarga kalian suka sekali membuang buang uang" tanya Hana pada Yudha yang masih berjalan di sampingnya.
"Bukan membuang uang istriku, itu hanya sebagian kecil bentuk kasih sayang papa dan mama buat cucu cucu mereka" Yudha menjelaskan.
"Mommy, apakah aku dan Dee boleh bersenang senang dengan jajanan kami? " tanya Dit dengan mata berbinar.
"Jangan lupa mengisi tubuh kalian dengan makan makanan sehat, dan buatlah jadwal kapan bisa memakan jajanan kalian" ucap Hana.
"Boleh di bawa ke kamar semua jajanan kami?" tanya Dit lagi.
"Anak ibu sayang, jajanan kalian sangatlah banyak melebihi jajanan sepupu dan saudara kalian. Bila di masukkan ke dalam kamar semua, kalian akan di nilai tidak suka berbagi bersama yang lain dan sesuatu yang berlebihan itu tak baik" Hana memberikan penjelasan.
"Tapi bagaimana kalo tidak di bawa masuk nanti di ambil tanpa sepengetahuan kami?" tanya Dee yang sejak tadi hanya menyimak.
"Ibu yakin tidak ada yang akan mengambilnya tanpa meminta izin pada kalian. Kalau pun ada yang mengambilnya pasti akan meminta izin pada kalian" jawab Hana.
"Baiklah kalo begitu" kompak kembar mematuhi perkataan mommy mereka.
"Kalian memang anak anak ayah yang hebat dan pintar" puji Yudha setelah melihat Hana dan kembar dalam menyelesaikan permasalahan jajanan mereka.
"Ayah makin cinta pada kalian dan ibu" tambahnya lagi.
"Cinta tapi gak membantu menjelaskan, huhhh" Hana memonyingkan bibirnya tanda cemberut.
"Bibirnya bisa di kondisikan gak, minta di cium iya?" goda Yudha.
Melihat kemesraan orang tua mereka membuat kembar tertawa bahagia.
"Kalian mengetawai ibu yah?, ayah bantuin ibu. Kita serang mereka" ucap Hana mengambil ancang ancang untuk mengelitik kembar.
"Enak aja ayah bantuin ibu, yang ada ayah bantuin anak anak" ujar Yudha yang langsung mengendong kedua anak mereka dan berlari dari hadapan Hana.
"Kalian mau kemana, berhenti gak" Hana pun mengejar mereka bertiga yang berlarian di taman depan villa.
Karena ketawa mereka begitu besar membuat keadaan villa menjadi rame, hingga membuat keluarga mereka penasaran melihat keluarga kecil yang sedang berbahagia ini.
__ADS_1
"Pah liat mereka tuh, bahagia banget sih bermain bersama, lupa mereka kalo kita ada" kata mama yang tersenyum menyaksikan mereka dari lantai dua.
"Biarin aja, mereka menghabiskan waktu mereka mumpung lagi liburan dan juga kemajuan hubungan mereka" imbuh papa Kaisar.
Berbeda dengan Stella dan Salsa.
"Ibu, kenapa ayah begitu bahagia bersama mereka sedangkan ayah jarang memiliki waktu dengan Salsa?" Salsa mengeluh.
"Bukan aku juga sama seperti mereka anak anak ayah".
" Bukan tidak sayang atau tidak perduli pada Salsa, cuma ayah kan sudah lama tidak melihat kembar makanya ketika kembar datang ayah tentu senang dan ayah meluangkan waktu khusus untuk mereka. Salsa gak boleh iri yah, kan selama ini kebutuhan Salsa semua dari ayah setiap hari bisa melihat ayah. Kalo kembar dari bayi tidak pernah bertemu dengan ayah" ucap Stella menasehati Salsa.
Walaupun Stella juga terlihat sedih suaminya bisa tertawa lepas bersama Hana sedangkan dengan Stella hanya murung saja.
"Mas itukah wajah sesungguhnya dirimu. Aku ikut senang melihat wajahmu yang ini, tertawa bahagia" bathin Stella.
Keadaan Tri dan Sean.
"Aku takut melihat wajah bahagia Hana menghilang jika nanti berpisah dengan Yudha" ucap Sean yang sedang duduk menikmati secangkir kopi manis di temani roti bakar serta Tri.
"Aku lebih takut kalo Hana masih terus bersama Yudha akan terluka, begitu pula dengan kembar bagaimana perasaan mereka melihat kasih sayang ayah mereka terbagi untuk Salsa. Gue bukan egois, anak seumuran mereka pasti memiliki sifat egois yang tinggi apa lagi soal kepemilikan" ungkap Tri.
"Gue setuju ama pemikiran loe, nanti kita lihat kedepannya" Sean berpikir.
Bunyi denting piring di meja makan tanda semuanya sedang, tak ada suara lain yang terdengar. Keluarga memakan makanan yang telah di sediakan dengan penuh hikmat dan tak ada perbincangan.
"Bagaimana kids, apakah makanan kali ini cocok buat kalian" tanya Yudha.
"Not bad ayah!" jawab Dee.
"Alhamdulillah kalian mau memakannya. Ayah yang menyuruh ibu membuat meat balls buat kalian" jujur Yudha.
"Apakah tak mengapa jika kami makan berbeda dengan yang lain" tanya Dit.
"Tentu saja, kenapa yang lain tidak terima sedangkan makanan yang di hidangkan bermacam macam masakkan. Berterima kasihlah pada ibu yang sudah susah payah memasak buat kalian" kata Yudha.
"Sudah bisakah kami memakan jajanan kami sekarang?" tanya Dit tak sabaran.
"Baiklah tapi jangan lupa sikat gigi sebelum tidur" Yudha mengingatkan.
__ADS_1
"Yyeeaahh, terima kasih ayah" kompak Dit dan Dee.
Si kembar berlarian menuju ke gudang kecil tempat menaruh jajanan para anak anak yang sudah di pisahkan kepemilikannya.
Dit dan Dee bingung untuk memilih makan apa kali ini.
"Kalian berdua menganggu jalan masuk ku" ketus Salsa.
"Kami tidak menganggu jalanmu Salsa, masih ada celah untuk jalanmu" Dit membalas ketusan Salsa.
"Kalian sungguh ribut dan mengesalkan" sehabis mengatakan hal tersebut, Salsa pun melanjutkan langkahnya namun sengaja menabrak pundak Dit.
"Jangan mencari keributan, kau tak tau apa yang bisa aku lakukan untuk menjatuhkanku dan kau tak tau seberapa menjadi munafiknya aku" ucap Dir dengan suara dinginnya.
Mendengar perkataan Dit, tak ayal membuat nyali Salsa menciut. Memilih baik baik saja Salsa pun mengambil jajanannya secara acak lalu melangkah keluar dengan cepat.
"Sepertinya ada yang salah dengan otaknya. Dasar perempuan bodoh" tambah Dee.
"Jangan katakan hal ini pada siapa pun" Dit memberi peringatan.
"Ayo kita ngemil lalu tidur, besok pagi kita akan joging bersama opa dan ayah" ajak Dit.
"Sudah sampaikan pada ayah rencana kita?" tanya Dee.
"Belum, sebentar pas ayah masuk untuk memberikan ciuman selamat tidur" jawaban Dit.
"Awas keduluan Salsa" ucap Dee memprovokasi Dit.
"Tidak mungkin, dia tidak mengetahui rencanaku" yakin Dit.
Tak tau saja Dit kalo Salsa mendengarkan rencana mereka dan dia pun tersenyum akan rencananya.
Buru buru Salsa menuju ayahnya yang sedang duduk dengan opa serta keluarga yang lain.
"Ayah, boleh tidak besok ayah jalan pagi bersama diriku" tanya Salsa dengan wajah berharap.
"Iya nak, besok kita jalan pagi bersama" jawab Yudha sekenanya.
"Asikkk, gak boleh ingkar loh Yah! janji itu harus di tepati" Salsa mengingatkan.
__ADS_1
"Iya nak, sekarang lekaslah tidur jangan begadang biar bisa cepat bangunnya" bujuk ayah.
Bersambung..