
Stella pulang ke rumahnya dengan kebencian kepada keluarga Yudha dan Hana serta kembar. Dendam dan iri semakin besar tak kala tamparan yang di berikan mama Yudha di tambah Yudha yang seolah olah melupakan dirinya dan Salsa..
Yudha pun sudah tiba di rumah utama setelah sebelumnya menelepon mamanya untuk meminta tolong pada sopir mamanya menjemputnya..
"Hai anak anak ayah, kenapa belum pada tidur hhmm?" tanya Yudha yang melihat kembar masih berada di ruang keluarga bermain ipad..
"Ayahhhh" sambut si kembar lalu memeluk Yudha..
"Belum di jawab loh pertanyaan ayah" ucap Yudha..
"Mereka masih mau bermain kayaknya" ucap aunty Manda..
Sebelum membalas perkataan Manda, bunyi panggilan masuk di telepon Yudha..
"Bagaimana Tri?"..
" Hana mau ngomong nih"..
"Halo bang.. "..
" Iya Na, gimana?"..
"Kembar harus tidur jam sepuluh bang, gak bisa lewat. Kalo Dit pagi sakit kepala dan Dee rewel, tolong yah bang kalo susah tidur bikinin susu coklat hangat pasti ampuh, terus badan mereka di lap pake air angat. Maaf buat abang repot karena kembar"..
"Jangan ngomong gitu Na, biar bagaimana pun mereka tetap anak anak aku, terlepas aku ayah yang buruk buat mereka"..
" Yah uda kalo begitu bang, Hana tutup dulu teleponnya"..
"Iya Na selamat tidur"..
" Kids kalian dengar kan apa yang di bilang ibu" tanya Yudha akhirnya setelah menutup telepon yang tadi sempat di aktifkan speaker nya..
"Biarin aja dulu mereka main, nanti kalo uda ngantuk baru tidur" bela papa Kaisar..
"Papa dengar sendiri kan yang di katakan Hana" ujar Yudha..
"Papa jangan marah pada opa kami" kata Dit manja..
"Dih yang ngebela opa dari papanya" kata Yudha pura pura cemberut..
"Gak pantes loe bang kayak gitu" sambung Manda yang jijik liat tingkah abangnya..
Keluarga Yudha pun akhirnya bubar setelah menentukan kembar tidur di mana. Dan kembar tidur bersama Yudha setelah ajang rebutan tidur..
"Ayah, kok kamar ini bau tubuh mommy?" tanya Dee ketika masuk kamar Yudha..
__ADS_1
"Kan ini kamar ayah dan ibu. Biar ibu gak tidur di sini tapi tetap oma menyuruh mbak membersihkan kamar ini" Yudha menjelaskan..
"Ayo sikat gigi terus lap badan baru kita tidur" kata Yudha sambil membawa anak anak ke kamar mandi setelah memanggil Manda membantu dirinya mengelap tubuh Dit..
Setelah delapan jam tertidur akhirnya seisi rumah utama terbangun dengan segar bugar..
"Selamat pagi oma dan opa" sapa kembar pada oma dan opa yang duduk di halaman samping rumah utama menikmati pagi hari..
"Selamat pagi juga cucu cucu oma dan opa. Nyenyak gak tidur kalian?" tanya mama Anne khawatir karena menurutnya ini pertama kalinya kembar tidur di tempat lain..
"Nyenyak oma, apa lagi Dee sempat menendang ayahnya yang ngorok" lapor Dit pada oma dan opanya membuat Yudha menjadi malu..
"Kamu itu Yud, tidur sampai ngorok kayak gitu mana tidurnya dengan anak anak kamu lagi" kata mama Anne sambil memukul pelan pundak Yudha..
"Maklum Ma, baru kali ini tidur nyenyak selama Hana dan kembar pergi dari hidup aku" ucap Yudha yang tidak bermaksud apa apa tapi membuat mereka bersedih..
"Kenapa dengan kalian semua?" tanya Yudha heran..
"Ayo kita ke sarapan, abis itu kita ke bandara jemput kakek dan nenek buyut" ajak mama Anne pada si kembar memecah kesedihan..
"Opa juga sudah lapar tapi nunggu kembar biar bisa makan sama sama" sambung papa Kaisar..
Keluarga besar Kaisar semuanya berkumpul bersama lalu berpisah karena pekerjaan mereka masing masing..
Yudha tidak bisa ikut menjemput karena akan ada pertemuan dengan klien perihal proyek, namun sebelumnya Yudha singgah dulu ke rumahnya bersama Stella..
"Gak bisa, aku mau ketemu klien abis itu mau makan siang bareng kembar dan keluarga besar Hana" kata Yudha sambil memasukkan beberapa baju miliknya..
"Kok kamu kayak mau pindahan gitu?" Stella bingung melihat baju Yudha yang di masukkan ke dalam koper..
"Aku dua hari tidur di rumah mama dan seminggu lebih tidur di rumah aku" kata Yudha yang sedang sibuk..
"Gak bisa, aku uda kasih kamu waktu semalam tidur dengan kembar, masa mau tidur lagi. Kamu suami aku dan kamu juga anak. Tanggung jawab dong dengan kami berdua" kata Stella nyolot..
"Kenapa harus di ingatkan lagi kalo Hana itu masih tetap istri aku juga dan kembar masih tanggung jawab aku" ucap Yudha yang sudah tidak bersemangat lagi mengisi bajunya ke dalam koper..
"Kenapa sih kalo ada Hana dan kembar kamu jadi tempramen ke aku?, ingat yah Yud, kamu yang memilih aku jadi istrimu jadi bertanggungjawab lah sampai akhir" kata Stella..
"Yah saya bertanggung jawab sampai akhir tapi kamu juga harus tau kalo kamu pun tahu sebelum nikah sama kamu, saya juga sudah beristri bahkan pernikahan saya tercatat secara Sah jadi bagaimana pun saya tetap bertanggung jawab terlepas saya dan Hana nikah secara paksa, di tambah lagi kami memiliki anak. Kenapa masalah ini saja kamu tidak mengerti?" ucap Yudha tajam..
"Kalo tau akan jadi begini pernikahan kita mending aku tak terima pinanganmu dulu" jawab Stella..
"Jadi mau kamu apa?, mau berpisah?, saya ikuti saja maumu apa Stella" tatapan Yudha menyiratkan emosi yang dalam..
"Aku gak mau kita cerai. Aku cuma takut kamu jatuh cinta kepada Hana dan melupakan aku Yud" Stella berujar..
__ADS_1
"Salah aku mencintai istri aku?, jangan rusak kebahagiaan aku dan kembar. Selama mereka tidak ada pusat dunia aku cuma kamu dan Salsa. Tak adil buat anakku yang lain mereka juga butuh kasih sayang aku" Yudha menghela nafasnya berbicara dengan Stella yang egois sendiri..
Ketika suasana di rumah Yudha memanas beda hal dengan suasana di rumah kakek dan nenek terlihat bahagia karena keluarga besar Hana dan Yudha tengah berkumpul sambil melihat kembar yang lucu..
"Dee, tlp ayah suruh datang bawa eskrim dan pizza dong" ucap Dit yang memang lidahnya belum begitu menerima rasa dari makanan negara dari mommy dan ayahnya..
"Oke, Dee ambil telepon punya daddy dlu karena pux mommy gak ada nomor punya ayah" jawab Dee..
"Halo ayah"..
"..... "..
" Dit dan Dee mau makan western food"..
"..... "..
" Dit gak mau seperti yang di hidangkan di sini"..
"..... "..
" Dee aja gak mau nyentuh, karena baunya aneh kata Dee"..
"..... "..
" Oke ayah cepat yah" kata Dit lalu menutup teleponnya..
Suasana ruang kerja Yudha..
Tringg... Tringg...
"..... "..
" Iya anak anak ayah"..
"..... "..
"Ibu pasti uda masak buat kalian"..
"..... "..
" Yah sudah nanti ayah belikan buat kalian berdua"..
"..... "..
" Belum juga salam uda main tutup aja" gumam Yudha setelah selesai berteleponan dengan Dit..
__ADS_1
Tak mau anak anaknya menunggu lama, akhirnya Yudha menyudahi pekerjaannya lalu berjalan keluar kantor untuk membeli pesanan kedua anak kembarnya..
Bersambung..