
Flashback On
Saat Hana tersadar dia tak melihat seorang pun di ruangannya..
Akhirnya Hana memutuskan memakan makanan yang ada di depannya,, karena tiba tiba Hana merasa lapar..
Pada saat Hana makan, masuklah Yudha yang tadi sempat keluar kamar karena menerima telepon dari Stella..
Yudha pun berjalan mendekati brankar Hana..
"Kok gak abis makannya?" tanya Yudha..
"Mulut Hana gak enak" balas Hana..
"Nih minum obat,, kata dokter harus si habisin biar bisa pulih kembali" kata Yudha..
Hana menolak meminum obat yang ada di tangan Yudha, dari dulu kalo soal obat Hana paling susah untuk menelannya..
Sekali pun obatnya sudah di gerus..
Ntah mendapat ide dari mana Yudha memasukkan obat Hana ke dalam lalu tiba tiba menahan kepala Hana sambil menempelkan bibirnya ke bibir Hana dan memasukkan obat dengan cara dari mulut ke mulut..
Flashback Off..
" Yudha" panggil mama Risma..
Kaget melihat tingkah Yudha yang begitu memalukan..
Karena malu Hana menutupi mukanya di belakang pundak Yudha..
"Mama dan papa kok ada di sini?" tanya Yudha santai..
Padahal dalam hati Yudha malu stengah mati melakukan hal yang tidak pantas di liat sekali pun orang tua sendiri..
"Sungguh tindakan kamu tidak terpuji, bisa bisanya kamu mencumbu calon mantu mama pada hal dia lagu sakit" kata mama Risma..
Semua yang ada di buat melongo dengan pemikiran mama Risma yang Absurd..
Tri hanya bisa menahan tawa cekikikan dan tiba tiba sebuah ide besar muncul di kepalanya..
"Pliss bantu gue" pesan Tri di gawai Sean dan Putra..
"Kenalin tante, ini Hana tetangga Tri yang tinggalnya berhadapan dengan pintu apartemen Tri.. Dan Hana ini setiap hari kerja pasti menyiapkan sarapan dan makan siang buat Yudha dan Tri" kata Tri..
"Jangan jangan karena Hana sehingga sekarang Yudha jarang pulang.. Dan setiap tante tanya di mana pasti jawabannya nginap di apartemen Tri" jujur mama Risma..
"Dari pada lama lama pacaran mending langsung di nikahin aja biar gak tambah banyak dosanya" kata Sean..
"Iya tante takutnya terjadi hal hal yang tidak di inginkan, secara Hana kan tinggal sendirian di apartemen, bisa jadi selama ini Yudha alasannya nginap di apartemen Tri, tapi tengah malam menyusup ke apartemen Hana" kata Putra
Perkataan mereka bertiga begitu meyakinkan kedua orang tua sehingga mereka mendesak Yudha untuk segera menikahi Hana..
"Ingat Yudha,, namanya seorang pria sejati akan mempertanggung jawabkan kesalahan yang telah di lakukan" kata papa Kaisar dengan tegas..
Seminggu sudah Hana di rawat di rumah sakit..
Siang ini Hana sedang bersiap siap untuk pulang, setelah dokter mengatakan bahwa Hana sepenuhnya telah sembuh dari penyakitnya...
Hana membereskan barang barangnya selama di rumah sakit di bantu oleh Silvi teman Hana yang sudah di anggap adik sendiri..
Sudah seminggu juga Yudha memikirkan permasalahan yang sedang melandanya..
__ADS_1
Bagaimana nanti bila Stella mengetahui pernikahannya sedangkan statusnya sekarang pacar dari Stella dan calon suami dari Hana..
Bagaimana caranya menjelaskan pada kedua orang tuanya bahwa Yudha masih berpacaran dengan Stella..
Ya,, selama ini papa dan mama Yudha berpikir kalau hubungan mereka berdua telah berakhir sewaktu Stella ke negara S..
Sampai sekarang Yudha tak mengerti kenapa kedua orang tuanya tidak merestui hubungan Yudha dan Stella..
Dan selama seminggu persiapan pernikahan Yudha dan Hana telah berjalan 85%..
Kenapa bisa secepat itu?, karena ada campur tangan kelurga besar Yudha sehingga bisa secepat itu..
Di saat Hana dan Silvi memasukkan barang barang ke koper Hana, masuk mama Yudha dengan sapaan ceria..
"Selamat siang menantu mama yang cantik!, Uda selesai beres beresnya?" tanya mama Yudha penuh perhatian..
"Uda tante, nih tinggal jalan aja semuanya uda beres" kata Hana..
"Di ubah ya panggilannya jadi Mama dan papa" ujar mama Yudha..
"Iya tan... eehh mama maksud Hana" kata Hana kaku..
"Yauda sekarang kita turun langsung ke lobi rumah sakit, mobil mama uda stand bye" terang mama Yudha..
"Gak usah ke bagian administrasi lagi, karena uda dari kemarin Yudha melunasi tagihan rumah sakit" kata mama Yudha lagi..
"Mama jadi iri deh, Yudha itu di keluarga kami sangat kaku kayak kanebo kering, tapi kalo sama Hana perhatiaan" ucap mama Yudha..
Sepanjang perjalanan keluar rumah sakit sampai ke mobil, mama Yudha yang banyak bercerita..
" Kamu pasti sebel ya punya calon mertua cerewet kayak mama?" tanya mama Yudha tiba tiba di dalam mobil yang berjalan menuju apartemen Hana..
"Terima kasih Hana, mama itu lagi senang banget karena Yudha sudah mau nikah uang sesuai dengan kriteria mama dan papa Yudha" kata mama Yudha..
"Mama juga senang karena sebentar lagi mama ada cucu" jujur mama Yudha pada Hana..
"InsyaAllah ya mah, biar Hana cepat di berikan anak" kata Hana lagi..
Silvi yang duduk di depan samping sopir hanya terdiam karena tidak tau mau bercerita apa..
Setelah menempub perjalanan selama 25 menit, akhirnya sampailah merek bertiga di apartemen Hana..0
"Tante mau minum apa?, biar saya buatkan" kata Silvi menawarkan minuman..
Hana pun yang masi dalam masa pemulihan langsung menuju ke kamar tuk membaringkan tubuh lemasnya..
Tapi sebelum itu Hana sudah sempat pamit ke mama Yudha..
"Tante, saya pamit mau ke store di bawah dulu, mau beli sayur dan bahan yang lain buat makan siang kita bertiga dan kalo tante mau istirahat di sebelah pintu sebelah kiri" kata Silvi menjelaskan..
"Iya nak, tante pake sementara kamarnya mau istirahat juga" kata mama Yudha..
Bagaimana tidak cape mama Yudha kalo dari pagi uda bangun terus pergi ke butik mau liat model model baju pengantin yang mau di pake Hana dan Yudha..
"Sil, kamu masak apa nih?, teteh bantuin ya? " kata Hana yang sudah bangun..
"Kok teh Hana istirahatnya cuma sebentar? " tanya Silvi balik..
"Teteh cuma baring baring aja, tenaga uda pulih kok" kata Hana..
Biar pun Silvi tak memerlukan bantuan Hana, tapi Hana dengan suka rela membantu menyiapkan peralatan makan di meja..
__ADS_1
Sesudah tugas Hana selesai, dia menuju ke kamar tamu tuk membangunkan mama Yudha untuk makan bersama sama..
"Baru juga mau ke kamar bangunin mama" kata Hana..
"Iya mama kebangun karena di telepon papa mau ke sini" kata mama..
Hana dan mama Yudha pun melangkah ke ruang makan..
Ting.. Tong..
Bel pintu apartemen mama berbunyi..
"Pasti itu papa" kata mama Yudha..
"Tante duduk aja, biar Silvi yang buka" kata Silvi..
Papa Yudha pun sudah berada di ruang makan..
"Ayo papa, duduk lalu makan, nih uda mama ambilin papa tinggal makan aja" kata mama Yudha..
Karena papa datang Hana mengambil piring endok dan gelas buat di pakai papa dan mama yang mengambil makanannya..
"Pada tau aja kalo papa mau makan" kata papa sedikit bercanda..
"Nih ada puding buah papa beli di tempat langganan mama" kata papa sambil memberikan pada Hana..
"Hana taruh di kulkas ya, nanti selesai makan baru di nikmati bersama sama" kata Hana sambil menerima bingkisan dari papa..
Akhrinya mereka berempat pun selesai makan..
Dan sedang menikmati puding buah yang di bawa papa..
"Sayang duduk sini sebelah mama" kata mama Yudha pada Hana..
Tiba tiba bel pintu Hana berbunyi dan Silvi pun dengan sigap berdiri tuk melihat tamu siapa yang datang..
Tak lama muncul Yudha dan Tri yang membawa kue kesukaan Hana..
"Kebetulan kamu datang Yud, mama ada bawa contoh udangan pernikahan kalian" kata mama to the point..
Karena melihat wajah lelah Yudha dan Tri,, Hana berinisiatif memulihkan tenaga mereka..
"Bang Yudha dan bang Tri uda makan siang?" tanya Hana..
"Kalo belum ayo ke makan dulu" kata Hana sambil berdiri untuk menyiapkan alat makan buat di pakai Yudha dan Tri tanpa menunggu jawaban mereka..
Melihat sikap Hana yang cekatan serta perhatian membuat kedua orang tua Yudha semakin menyukai Hana calon mantu bukan yang lain..
"Coba kalo Yudha ikutin kemauan mama yang menjodohkan dia dengan teman arisan mama, pasti gak kayak Hana" kata papa mengingatkan mama..
Mama pun memukul pelan pundak papa tanpa mau membalas perkataan papa.
Di meja makan..
"Kok jam segini pada belum makan siang?" tanya Hana yang tidak membutuhkan jawaban..
Yudha dan Tri hanya diam memilih untuk menikmati makan siang yang tersedia di meja makan karena memang sudah sangat kelaparan..
Mereka membutuhkan amunisi tuk mengembalikan tenaga mereka yang terkuras..
Bersambung...
__ADS_1