Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 10 Curhat Hana


__ADS_3

Flashback On


"Nih kerjain semua laporan ini sampe selesai" kata Ayu dengan juteknya..


"Tapi mba Ayu,, laporan ini kan tugasnya mba Ayu dan setau Hana laporan itu sudah berada di meja pak Rusli beberapa hari yang lalu" ujar Hana..


"Emang dan kalo loe mau tau laporan itu di revisi ulang dan pak Rusli nunjuk elo buat di kerjakan" kata Ayu..


"Masa sih mba,, kok pak Rusli gak ngomong sama Hana padahal kemarin Hana baru selesaiin laporan Hana dan tidak di revisi" jawab Hana..


"Loe jadi junior kok songong banget sih,, kerjanya ngebantah mulu.. Apa karena elo selalu di bela yang lain sehingga membuat loe jadi besar kepala? kalo memang loe menolak ya uda tinggal gue laporin ke pak Rusli biar nilai kinerja loe menurun dan berdampak pada gaji loe yang ikut menurut" kata Ayu dengan emosi di sertai ancaman..


Dua hari kemudian Hana memberikan laporannya kepada Ayu..


"Kerjakan ulang,, tadi di tolak lagi sama pak Rusli.. Bisa kerja gak sih kalo memang gak bisa keluar aja deh dari nih kantor" bentak Ayu dengan kasar..


"Baik mba akan Hana perbaiki lagi" kata Hana dengan mata yang berkaca kaca..


"Ingat laporan ini hanya loe aja yang kerjakan gak usah minta bantuan ama yang lain,, loe gak usah manja dan loe harus tau kalo sampe pak Rusli tau laporan ini bukan dari hasil perbaikan mu nanti yang lain yang kena imbasnya terutama gue karena gue yang beri saran pada pak Rusli kalo elo yang bisa menyelesaikan laporan ini" kata Ayu dengan mimik wajah meyakinkan..


Permasalahan yang terjadi tak ada yang mengetahui,, karena dari awal Ayu sempat mengancam Hana..


Hal itu buat Ayu semakin semena mena terhadap Hana,, karena Ayu tau kalau Hana buka tipe tipe wanita yang suka mengadu dan hanya bisa diam di perlakukan secara tidak adil..


Semua kesusahan ddi tempat kerja dan yang di lakukan oleh Ayu secara tidak langsung membuat Hana tertekan..


Flashback off


Begitulah curhatan Hana pada Tri dan Yudha di resto VIP yang di pesan Yudha biar lebih leluasa Hana menceritakannya dan menghindari hal hal yang tidak di inginkan..


Contohnya seperti sekarang di kala Hana menangis sedih sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangan Hana,, dan di samping kiri Hana ada Tri yang memeluk Hana dengan kasih sayang (*bukan persaan suka pada lawan jenis tapi lebih ke perhatian seorang kakak kepada adiknya,, namun tetap saja membuat Yudha merasa jengkel*)..


"*Kenapa tadi gue gak gerak cepat buat meluk Hana,, malah Tri yang dapat" bathin Yudha..

__ADS_1


"Pliss Yudha jangan oleng dong,,oe jadi laki gak setia banget sih.. Uda ada Stella yang baik hati dan setia malah mau elo hianati" masih dengan Yudha yang mengalami pergejolakan di dalam hati*..


"Nih apus air mata loe" kata Yudha sambil memberikan Hana sapu tangan buat menghapus air mata Hana..


"Loe mau pake cara apa buat ngebalas tuh kunti?, mau pake cara sadis atau semi sadis" kata Tri menawarkan balasan yang mengerikan..


"Jangan ngado ngadi loe ya,, kita bukan anggota atau pun ketua mafia,, jadi jangan sok sokan bicara ngawur,, gue jepret bibir loe baru nyahoo" ancam Yudha karena mendengar solusi dari Tri..


Bukannya menjadi takut malah membuat Hana tertawa receh mendengar solusi yang di ajukan oleh Tri..


Membuat Yudha dan Trie merasa lega karena sudah mengembalikan wajah bercahaya milik Hana..


Tapi di balik lega itu terdapat rencana yang tersusun rapi siap di eksekusi..


Seperti ada telepati di kepala mereka berdua melakukan pembicaraan melalui kerlingan mata masing masing


"*Sebentar loe langsung bahas perihal apa yang akan loe lakuin yang ada di pikiran elo sama Putra dan Sean,, biar besok tinggal eksekusi" kata Yudha melalui sorot matanya..


"Uda gue pikiran langkah apa yang harus gue lakuin buat kunti itu menjadi jera" balas Tri dengan sorot matanya juga*..


Membuat Hana kembali bersemangat menghadapi masalah yang menghimpitnya beberapa minggu ini..


"Tanpa kalian Hana pasti gak tau cara ngejalani semua permasalahan ini,, Hana sayang banget sama bang Yudha dan bang Tri" kata Hana tanpa sadar membuat jantung Yudha seperti ber loncat loncat di dalam tubuhnya..


Tak ayal membuat telinga dan pipi Yudha memerah..


Lain pula tanggapan Tri,, yang merasa gemas dan berujung mencubit kedua pipi Hana..


Belum menunjukkan kesakitan akibat pipi Hanay yang di cubit,, tiba tiba secara refleks Yudha menepis tangan Tri karena sudah lancang memeggang pipi Hana tanpa meminta ijin dari Hana..


"Lah kenapa loe yang berkeberatan sedangkan yang punya pipi biasa aja" ucap Tri yang kebingungan dengan sikap Yudha..


"Ingat bukan muhrim" kata Yudha sok..

__ADS_1


"Dih loe kenapa sih Yud,, gak seperti biasanya" heran Tri..


"Ayok Hana kita pulang uda malam,, harus istirahat besok masih hari kerja,, kita tinggalin aja Tri di sini sendirian" kata Yudha mengajak Hana sambil memegang telapak tangan Hana tanpa sadar,, tak ingin kehilangan momen seperti ini dengan cepat Tri mengambil gawainya tuk memotret Yudha dan Hana..


"Sean ajak Putra ke apartemen gue sekarang, ada kerjaan buat kita bertiga" kata di Tri di telepon yang terhubung dengan Sean..


Setelah mereka keluar dari ruangan VIP tersebut tanpa sadar ada empat pasang mata melihat Yudha menggandeng Hana di ikuti Tri yang senyum senyum sendiri melihat Yudha yang tak sadar berjalan bergandengan tangan dengan Hana dan salah satu di antara empat pasang mata itu mengambil gawainya dan memfoto Yudha dan Hana yang sedang bergandengan tangan..


Hana hanya bisa melongo melihat sikap Yudha kepadanya..


Hingga Yudha tersadar pada saat sudah berada di samping mobil untuk membuka pintu mempersilahkan Hana masuk duluan..


"Maaf gue uda lancang pegang tangan elo" kata Yudha karena suasana saat ini terasa begitu canggung buat Yudha dan Hana..


Dan Tri menikmati keadaan canggung dari Yudha dan Hana..


"Kok elo bengong aja di situ?, awas ntar pulangnya elo ada gelantungan di pundak loe" kata Yudha menakuti Tri..


Dan Tri hanya cuek menanggapi perkataan Yudha..


Sampai tiba di apartemen..


Yudha dan Tri dan Hana berpisah di depan pintu masing masing dengan perasaan yang berbeda..


Setelah masuk apartemen Tri,, sudah ada Sean dsn Putra yang duduk manis sambil menonton cartoon di TV dintemani kripik kentang dan sekotak susu..


Seolah olah Sean dan Putra adalah tuan rumah yang sebenarnya sedangkan Tri dan Yudha adalah tamunya..


Terkadang Tri merasa miris dengan kehidupannya yang mempunyai sahabat absurb seperti mereka bertiga..


Karena tak ingin meratapi nasib hidupnya,, Tri selalu berusaha tegar dan legowo menerima suratan takdirnya..


Tanpa Tri sadari masing masing dari mereka kadang kadang merasakan hal yang Tri alami sekarang ini..

__ADS_1


Itulah salah satu hal yang membuat mereka awet pertemanan hingga sekarang..


__ADS_2