Ratu Tapi Selir

Ratu Tapi Selir
Bab 3 Di setujui atau tidak


__ADS_3

Waktu berlalu hingga tak sadar kalau sekarang saatnya para pekerja kembali ke tempat mereka masing masing untuk beristirahat melepas penat setelah sehari berjibaku dengan tugas serta tanggung jawab serta mengais rejeki buat di pakai dalam persaingan kehidupan fana ini..


Begitu pun dengan Yudha dan Tri yang tak sabar untuk pulang guna melakukan rencana yang mereka susun secara mendadak terilham dari bekal keranjang piknik sehingga membuat duo gesrek ini membuat kontrak kerja untuk Hana supaya membuatkan kan mereka makanan setiap hari kerja..


Woy Yudha dan Tri loe berdua ya bener bener,, gak pikir apa rencana loe berdua itu bisa nyusahin Hana,, gak ingat atau lupa kalo Hana juga ada kerjaan bukan cuma ngurus loe berdua pe'a"


Yudha menurut gue mending kita berdua yang mengajukan nih kontrak, biar kalo di tolak bukan gue aja yang malu elo juga harus ikut malu,, gak mau gue kalo sendiri mana kita sahabat jadi nanggung sama sama lah hasilnya kan kalau di terima kita berdua juga sama sama senang gitu ujar Tri menunggu jawaban Yudha di depan lobi kantor yang uda sepi tersisa satpam 2 orang.


Yudha menjawab hanya dengan memberikan jempol tangan kanannya


Dengan mengendarai mobil mereka masing masing menuju apartemen yang di tempati Hana dan Tri


"Baru kali ini gue rasa gugup dan tidak percaya diri, padahal kerja sama yang lebih besar gue biasa aja tapi tuk mendapatkan persetujuan dan tanda tangan aja serasa menguras tenaga berlebihan dalam diri" jujur Yudha


"Gue juga merasakan hal yang sama" balas Tri..


Ciecie kok bisa ya kita samaan, atau jangan jangan kita jodoh ya sambung Tri lagi


"Gue bacok loe ya lama lama bikin kesel, uda tau nerves malah di ajak becanda" balas Yudha dengan ekspresi wajah jutek.


Tanpa sadar mereka sudah berada di depan pintu apartemen Hana,, dengan menarik napas dalam lalu hembuskan akhirnya seorang dari mereka memencet bel pintu, sedetik kemudian terdengar suara pintu yang terbuka lalu masuklah Tri dan Yudha..


"Hana ada yang pengen saya dan Tri bicarakan" kata Yudha to the point.


Oke, tapi sebelum itu mari kita makan malam dulu kebetulan saya juga masak agak lebih, gak tau kenapa perasaan saya mengatakan akan ada tamu dan ternyata pak Yudha dan pak Tri yang bertamu.

__ADS_1


Insting kamu kuat banget sih, tau aja kalo gue dan Yudha memang belum makan, wahh wangi banget masakan kamu dari baunya aja sudah tentu pasti enak entar gue nambah ya makannya, Filling gue nih di antara gue dan Yudha pasti salah satunya jodoh elo, betul gak Yud kata Tri


Membuat Hana dan Yudha melongo mendengar ucapan Tri yang mulutnya gak ada alat filternya.


Yudha pun cuma berdehem tuk menghilangkan kecanggungan karena kata kata Tri.


"Ayo pak Yudha dan pak Tri silahkan di makan keburu dingin makananya" ucap Hana pura pura tak mendengar perkataan Tri.


"Tuhkan yang gue omongin bener, masakan kamu enak banget" kata Tri sambil beralih yang makannya awal pake sendok sekarang pake tangan.


Elo kalo mw makan pake tangan pake aja Yud, gak usah jaim loe imbuh Tri, sehingga membuat telinga Yudha memerah namun tetap menuruti perkataan Tri.


"Silahkan kalau mau nambah makananya bila perlu di habisin sekalian saya malah senang itu berarti makanan saya beneran enak" kata Hana dengan senyuman yang manis di tambah gingsul, membuat Yudha menjadi salah tingkah hingga akhirnya cegukkan dan segera meminum minuman yang ada di depannya sehingga membuat Tri merasa heran.


"Elo bukan bocah yang baru belajar makan kan Yud, kok bisa sih cegukkan? atau makan buru buru?, tenang aja Yud gue gak akan ambil makanan elo kok karena hidangan kita samaan kok" jujur Tri.


25 menit pun berlalu, sekarang mereka duduk di sofa yang saling berhadapan


"Ehemm, ini ada berkas ajakan kerja sama sekiranya elo bersedia dan mau menanda tangani berkas yang gue dan Yudha ajuin" kata Tri dengan wajah serius, 11 12 dengan wajah Yudha membuat Hana penasaran lalu membacanya secara cermat..


"Setelah saya membacanya saya tidak berkeberatan tuk membuat bekal sarapan dan makan siang buat pak Yudha dan pak Tri,, tapi yang jadi pertanyaan saya kenapa upahnya banyak sekali sebulannya padahal saya yang nentuin menunya dan apakah bisa di lakukan bulan depan gak?, karena bulan ini saya lagi banyak kerjaan karena banyak barang lelang masuk hingga bisa membuat saya kerja lembur" terang Hana menjelaskan.


"It's ok Hana, itu bukan banyak dan kami gak ada maksud apa apa dengan jumlah sebanyak itu, cuma gini kan kamu masaknya buat sarapan dan makan siang kan? dan juga tempat naro makanan pake tempat kamu juga.


Takutnya tempat bekal kamu tiba tiba ada yang ilang karena kecerobohan saya dan Yudha, setidaknya itu di itung biaya pergantian kalo sy sih uda pasti gak ceroboh tapi gak tau ya dengan Boss saya ini, pena aja kadang lupa naro di mana" kata Tri membuat Yudha memijit dahinya di karenakan ucapan Tri yang fakta sebenarnya kebalikan dari ucapan Tri.

__ADS_1


"Mau gue cerita aib loe minggu lalu? " ancam Yudha membuat Tri menjadi mingkem tak berkutik.


"Boleh tau gak aib apaan nih?" tanya Hana ikut menimpali perkataan Yudha membuat Hana menjadi kepo.


"Kamu mau dengar cerita saya gak?" kata Yudha sambil ketawa yang tertahan.


Iya Pak saya penasaran balas Hana.


Kan minggu kemarin Tri lupa kalo dia nitip kunci mobilnya di saya karena baru sampai di parkiran sekretarisnya memberikan Tri berkas yang harus di cek dan di setujui pada saat itu,, eehh pas siang hari pas mau keluar makan siang Tri nyari tuh kunci mobil di bantu sekretarisnya dan 2 karyawan serta 1 OB ampe ruang kerjanya seperti abis kena bom tapi gak ketemu, pas saya masuk ke ruangannya saya sampe kaget, kamu tau gak Hana itu saya liat pas pulang dari bertemu klien di Restoran, kasian karyawan yang pada bantu sampai gak sempat makan siang karena cari kunci mobil trus gue jawab ada di ruangan gue di meja tamu..


Membuat Hana ketawa sampai mengeluarkan air mata saking lucunya aib Tri..


Tak mau kalah Tri berujar "seharusnya elo ksi info ke gue sebelum pergi, ini yang ada diam diam bae tanpa dosa".


Ingin mengakhiri kisah tersebut,, Tri langsung bertanya pada Hana.


" Menurut kamu gimana Hana tentang tawaran kerja sama ini?" tanya Tri.


Dalam hati Yudha dan Tri berharap Hana menyetujui berkas yang di ajukan mereka berdua.


"Baiklah saya menyetujui kerja sama ini beserta persyaratan yang tercantum dalam point kerjasama" kata Hana sambil memberikan tanda tangannya di kertas tersebut setelah itu menjabat tangan Yudha lalu diikuti Tri.


"Senang bekerja sama dengan mba Hana dan semoga ke depannya dapat berjalan dengan baik dan benar" balas Yudha.


Sesaat kemudian mereka berdua berpamitan pada Hana selalu tuan rumah.

__ADS_1


"Gue mandi, sekalian malam ini gue tidur di sini ya. Uda ngantuk berat gue karena kekenyangan makan masakkan Hana, malah gue nambah 2x, kesannya kayak rakus dan kayak gak mampu beli makan aja" kata Yudha sambil berlalu ke kamar tamu yang khusus di peruntukkan buat Yudha kalo mau nginap di rumah Tri.


__ADS_2